
[Chapter 77.]
[Penculikan.]
[Silahkan Dibaca.]
Ruang Kepala Akademi.
Seluruh guru berkumpul di sana. Xiao Fan dan Ni Shan Jian juga berada di sana. Xiao Fan sendiri menatap sekeliling dan tidak menemukan sama sekali orang yang dirinya ingin cari.
‘Di mana Ning Que? Apa yang terjadi? Kenapa aku merasakan firasat buruk?’ batin Xiao Fan, kemudian dia juga tidak menemukan Lin Hua.
“Terima kasih telah datang di ruangan milikku.” Yu Hun Sha berkata dengan nada tegas. Kemudian, dia menjadi serius. “Sekarang akan kuberitahu kenapa kalian kuminta untuk datang ke sini.”
Yu Hun Sha menarik nafasnya dan berkata, “Ada laporan bahwa kedua Putri Ning di cul—“ sebelum menyelesaikan kalimatnya, dia merasakan tekanan yang begitu kuat.
“Wushhh...” Tekanan itu bukan hanya di rasakan oleh Yu Hun Sha, melainkan seluruh guru dan para murid yang berada di Akademi merasakan hal tersebut.
Sumber dari Tekanan tersebut, ialah Xiao Fan. Terlihat wajahnya sekarang menggelap, aura dalam tubuhnya terus-menerus keluar.
Seluruh guru, bahkan Yu Hun Sha sendiri tersungkur di tanah. Xiao Fan kemudian menatap ke arah Bing Sha dan bertanya dengan nada tajam, “Beritahu aku, di mana kau menyembunyikan mereka?”
Bing Sha ketakutan, dia merasa sedang di tatap oleh seekor monster buas yang sangat kuat. Keringat dingin mengucur di tubuhnya, dia benar-benar diam mematung.
Xiao Fan seketika muncul di depan Bing Sha, dia menarik kepala milik Bing Sha dan bertatapan dengan mata miliknya.
Xiao Fan melihat seluruh kejadian, di mana Bing Sha melecehkan berbagai murid juga para perempuan kota.
Xiao Fan ingin membunuhnya. Namun, dia tahan dan menemukan memori di mana Bing Sha diperintahkan oleh salah seorang dari Kerajaan Zhao.
Bing Sha di suruh untuk menangkap kedua putri Ning dan Zhu Lin. Xiao Fan seketika menghancurkan kepala Bing Sha dan mendapatkan informasi bahwa kedua Putri Ning berada di Hutan Clover.
“Boom..” Xiao Fan menghancurkan dinding ruang kepala Akademi. Dia menatap ke arah Hutan Clover, dirinya melayang dan terbang dengan cepat ke arah Hutan Clover.
Para guru dan murid merasakan tekanan menghilang, mereka dengan cepat duduk dan menenangkan nafas mereka. Yu Hun Sha sendiri terkejut sekarang, dia benar-benar tidak menyangka Xiao Fan sangat kuat.
‘Tunggu... Kenapa Bing Sha juga ikut dalam rencana ini?’ batin Yu Hun Sha dengan bingung, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Bing Sha juga ikut terlibat.
***
Hutan Clover.
Dua puluh orang berjubah hitam tengah beristirahat di tengah hutan. Mereka sudah keluar dari wilayah Akademi Yuen.
Ning Que dan Ning Shui perlahan membuka matanya, keduanya benar-benar bingung kemudian menatap sekeliling.
“Oh, kedua Putri Ning ternyata sudah bangun.” Musuh1 berkata dengan seringai di wajahnya. Entah kenapa, dia ingin memakan kedua putri Ning tersebut.
Ning Que dan Ning Shui sadar sepenuhnya dan terkejut. Keduanya menatap ke arah orang-orang berjubah hitam tersebut.
“Berani sekali kalian, menculik kami berdua!” Ning Que berteriak dengan kesal. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa dia diculik oleh orang berjubah hitam.
“Oh Oh, Putri Tertua benar-benar galak...” Musuh2 tertawa dengan geli. Kemudian, dia mendekat ke arah Ning Que. Lalu, menyentuh wajah dari Ning Que. “Wah, kamu sangat cantik. Bagaimana kalau kita bermain bersama?”
Ning Que marah diperlakukan seperti itu, dia tanpa sengaja membakar tali yang mengikatnya dan memukul dengan keras Musuh2 tersebut.
“Bughh...” Seluruh orang berjubah hitam terkejut, mereka berdiri dan mulai mengeluarkan Roh Elemen mereka masing-masing.
Ning Que sendiri membakar tali Ning Shui, kemudian keduanya terbebas dan mulai mengeluarkan Roh Elemen mereka masing-masing.
“Kalian benar-benar kuat, tidak kuduga. Kalian bisa lepas dari tali khusus tersebut.” Musuh20, seorang pria tua tengah berjalan di tengah para anak buahnya.
Ning Que mengerutkan keningnya, dia dan Ning Shui menjadi lebih serius sekarang.
“Kalian berani menghadapi kami berdua berarti, Mati!” Ning Que dan Ning Shui melesat bersama-sama, keduanya menyerang kedua puluh orang tersebut.
Ning Shui kemudian merasakan bahaya dari belakangnya, dengan cepat dia melemparkan kartu miliknya ke belakang dan mengenai orang tersebut.
“Boomm.” Orang yang menyerang Ning Shui terlempar dan mati hancur seketika. Ning Shui sendiri menatap ke arah tiga belas orang berjubah yang masih tersisa.
Ning Shui mengeluarkan pedang miliknya, dengan cepat dia melesat dan melawan ke tiga belas orang tersebut.
“Slash...Slash..” Dua orang tertebas tepat tangan mereka. Ning Shui tidak berhenti, dia menebas kepala mereka dengan cepat.
“Sial! Bunuh Perempuan Jlang itu!” Musuh9 berteriak dengan keras, dia benar-benar marah ketika teman-temannya di bunuh.
Namun, karena dirinya berteriak. Membuat dia kehilangan fokusnya. Ning Shui memanfaatkan kelengahan tersebut dan menebas tepat kepala Musuh9.
“Slash...” Ning Shui kemudian merasakan dua bahaya dari masing-masing samping kanan dan kiri dirinya.
Ning Shui melompat dan melihat dua tebasan saling bertabrakan di tempat sebelumnya dia berada.
Ning Shui melemparkan dua kartu miliknya tepat ke dua musuh yang menyerangnya. Kedua musuh tidak bisa menghindar dan terkena ledakan air yang menghancurkan tubuh mereka.
“Sisa delapan orang...” Ning Shui tiba di permukaan, dia menatap ke arah delapan musuh yang melesat ke arahnya.
Ning Shui dengan tajam juga ikut melesat ke arah delapan musuh tersebut. Dia melemparkan empat kartu miliknya ke tanah. Seketika daerah tersebut berubah menjadi berkabut.
Kedelapan musuh terkejut dan masuk ke dalam kabut. Ning Shui mengangkat sudut mulutnya dan berkata dengan nada ringan. “Domain kabut.”
Kedelapan musuh terjebak, Ning Shui sendiri dengan mudah mengendalikan jalan keluar dari kedelapan musuh tersebut.
Ning Shui dengan cepat menebas kepala kedelapan musuh, dia benar-benar tidak tertandingi ketika berada di kabut.
Ning Shui membatalkan domain miliknya, sekarang tatapannya tertuju kepada kakaknya. Dia melebarkan mata ketika siapa yang di lawan oleh kakaknya tersebut.
“Guru Hua...” Ning Shui tidak menyangka Guru yang bersama dengannya menyerang dirinya dan kakaknya.
***
Xiao Fan tiba, dia melihat pertarungan antara Lin Hua dan Ning Que. Entah kenapa, dia merasa marah kepada Lin Hua dan melesat menuju ke arah Lin Hua.
Lin Hua menyadari hal itu, dia mendorong Ning Que hingga terjatuh ke tanah. Sekarang di hadapannya adalah Xiao Fan yang marah.
“Kena—“ Sebelum Xiao Fan selesai menyelesaikan kalimatnya. Dia merasakan rasa sakit tepat di dada kanannya.
Lin Hua melebarkan matanya, ketika dia juga merasakan rasa sakit di dadanya.
“Jlebb..”
Ning Shui sendiri yang melesat, seketika perlahan-lahan berhenti. Dia melebarkan matanya melihat dua sosok tengah berada di belakang Xiao Fan dan Lin Hua.
“Kakak...”
[Ilustrasi Karakter.]
Lin Hua
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.