
Selamat Membaca.
......................
Padang Pasir Siliyan.
Xiao Fan tengah menatap ke arah reruntuhan. Dia kemudian menggunakan jubah menghilang bersama dengan Xiao Xia.
Dia mendarat dan menurunkan Xiao Xia. Kemudian, keduanya berjalan bersama melewati para rombongan yang tengah beristirahat di depan reruntuhan tersebut.
Perempuan yang memakai pakaian Akademi Yuen, sedikit mengerutkan keningnya. Dia melihat sekelilingnya dan memiringkan kepalanya.
‘Aku merasakan aura guru di sini, tapi dia berada di mana?’ batin perempuan tersebut, yang tak lain adalah salah satu murid Xiao Fan, yaitu Xian Nan.
Perempuan cantik dengan rambut biru laut, membuat banyak orang terpesona olehnya. Namun, ekspresi dinginnya selalu terlihat dan hanya akan hangat kepada empat temannya dan satu orang yang telah menghilang, yaitu Gurunya.
‘Guru, kamu berada di mana? Kami merindukanmu, bahkan seluruh dunia memusuhimu, kami akan berdiri di depanmu dan menghancurkan mereka.’
Xian Nan benar-benar merindukan gurunya tersebut. Meskipun hanya satu kali pertemuan, hal itu sangat berpengaruh akan hidupnya dan keempat temannya.
***
Xiao Fan sendiri tidak mengetahui pikiran Xian Nan. Dia sekarang telah memasuki reruntuhan bersama dengan Xiao Xia.
“Benar-benar kuno.” Xiao Fan berkata dengan datar, dia melihat berbagai batu yang berdebu. Dia dan Xiao Xia berjalan terus ke depan, sampai akhirnya tiba di dua jalur.
“Xia, kamu pergi ke kanan. Aku akan kiri, aku merasakan di sana ada Api yang kucari.” Xiao Fan berkata dengan nada datar, dia sendiri sudah membagi kekuatan dari Api terkuat ke dalam tubuh empat anak buahnya.
Xiao Xia mengangguk dan izin pergi menuju ke jalur kanan. Xiao Fan mengizinkan hal itu, dia juga mulai berjalan menuju ke arah jalur kiri.
***
Xiao Fan terus menyusuri lorong, dia menghilangkan jubah miliknya, hal itu karena dia memiliki kewaspadaan akan hal yang tak terduga.
Xiao Fan juga sudah memberitahu Xiao Xia sebelumnya.
Sekarang, Xiao Fan berjalan dan menatap dinding lorong. Berbagai ukiran manusia terlihat. Dia tidak peduli, akan hal itu dan melesat cepat ke arah depan.
Tak butuh waktu lama, Xiao Fan tiba di sebuah ruangan yang sangat terang. Ruangan itu menjadi terang karena ada sebuah api berwarna merah keemasan, tetapi tidak mengeluarkan panas yang sangat lebih.
“Api ini, benar-benar cocok denganku.” Xiao Fan berkata dengan nada senang, setelah sekian lama akhirnya dia menemukan api yang dicari.
Xiao Fan mendekat, dia melihat Api tidak melawan sama sekali. Hal itu karena Api tersebut adalah terlemah dan mudah untuk didapatkan.
Xiao Fan dengan singkat berintegrasi dengan api tersebut, dia mengeluarkan api tersebut dari tangannya.
“Aku akan melatihmu sampai menjadi terkuat nantinya.” Xiao Fan mengetahui sifat api, dia kemudian menghilangkan apinya dan merasakan ada seseorang yang tengah berjalan menuju ke tempatnya.
Xiao Fan menatap ke arah pintu, dia merasakan hanya ada satu orang tengah berjalan ke arahnya.
Xiao Fan kemudian melihat sosok perempuan cantik, keluar dari lorong dan tengah menatapnya dengan penuh kerinduan.
“Gu..ru..” Xiao Fan menatap dengan datar, dia menaikkan sedikit sudut mulutnya. Kemudian, dia mendekati perempuan tersebut.
“Sudah lama tidak bertemu, Xian Nan. Sepertinya kamu menjadi lebih kuat dari sebelumnya.” Xiao Fan berkata dengan nada dingin.
Xian Nan sedikit terkejut akan sikap Xiao Fan tersebut. Dia seketika sadar dan tahu penyebab perubahan tersebut.
“Guru, bawa aku pergi bersamamu.” Xian Nan berkata dengan penuh tekad. Dia siap keluar dari Akademi, bahkan mendapatkan musuh banyak. Dia hanya punya satu tujuan, yaitu mengikuti gurunya tersebut.
Xiao Fan mendengar hal itu, tidak menunjukkan ekspresi apapun. Dia memejamkan matanya dan berkata dengan nada serius.
“Apakah kamu yakin? Jika kamu memang mengikutiku, kamu akan memiliki segel budak di tubuhmu. Apakah kamu masih mau?”
Xian Nan terkejut, dia tidak menyangka syaratnya adalah menjadi budak Xiao Fan. Dia menunduk dan merenung akan keputusannya kembali.
Xiao Fan berjalan, dia berhenti ketika Xian Nan memegang tangan miliknya. “Guru, apakah dengan begitu, aku akan selalu bersamamu dan dapat membalaskan dendamku?”
Xiao Fan berbalik dan menatap tajam ke arah Xian Nan, dia melihat tekad dan amarah yang kuat.
“Ya, kamu akan bersamaku sebagai budak dan aku akan bantu balaskan dendammu.” Xiao Fan bisa mengatasi hal itu dengan mudah.
Xiao Fan tersenyum dan dengan cepat mencium Xian Nan dengan ganas. Xian Nan terkejut, tetapi perlahan-lahan dia melemas dan tubuhnya gemetar entah kenapa.
Di antara kakinya keluar sesuatu, sementara di punggungnya perlahan-lahan muncul sebuah lambang dengan bentuk tulisan kuno yang artinya ‘Pelayan.’
Xiao Fan selesai mencium Xian Nan. Sementara itu, Xian Nan memerah karena malu. Namun, dia merasakan sesuatu hal yang baru di dalam tubuhnya.
Dalam otaknya tertanam sebuah kalimat. ‘Patuhi Tuanmu, seluruh hidup dan matimu adalah milik Tuanmu.’
Xian Nan menatap Xiao Fan berbeda, bukan sebagai Murid dan Guru, bukan sebagai Pelayan dan Tuan, melainkan sesuatu yang bersifat lebih tinggi lagi.
“Selamat datang di Keluarga Xiao Fan, Xian Nan.” Xiao Fan berkata sambil menjilat bibirnya. Dia merasa senang ketika mencium murid perempuannya.
Xiao Fan sendiri memiliki berbagai metode untuk memberikan tanda segel. Tetapi, khusus perempuan, dia akan menciumnya dengan rakus. Hal itu dilakukan karena dia memiliki dua tujuan.
Pertama, mendapatkan kekuatan yang dimiliki oleh perempuan tersebut.
Kedua, memberikan energi miliknya kepada perempuan tersebut.
Sementara untuk laki-laki, Xiao Fan hanya memberikan sebuah pil budak. Kegunaannya sama, yaitu memberikan sebuah simbol di punggung mereka.
“Baiklah, kamu akan kembali ke Akademi Yuen. Jangan ceritakan tentangku, bahkan kepada keempat temanmu.”
Xian Nan tersenyum, dia mengangguk dan berkata, “Dimengerti, Guru.”
Xiao Fan tersenyum puas. Kemudian, dia berkata, “Kita akan bertemu kembali di tempat yang ditentukan.”
Xian Nan tahu akan tempat tersebut. Dia mengangguk dan melihat Xiao Fan yang menciumnya kembali dan menghilang dalam ruangan tersebut.
Xian Nan memerah malu, dia benar-benar tidak menyangka bahwa ciuman pertamanya di ambil oleh gurunya. Namun, dalam hatinya senang dan bertekad tidak akan mengecewakan Gurunya.
***
Xiao Fan selesai melakukan Reuni dengan Xian Nan. Dia tiba di persimpangan dan mendengar suara pertarungan di jalur kanan.
Xiao Fan mengerutkan keningnya dan menghilang seketika.
***
Xiao Fan tiba di ruangan yang luas, dia melihat Xiao Xia tengah berperang dengan dua puluh orang yang di mana, orang-orang tersebut satu kelompok dengan Xian Nan.
“Oh, mereka bisa jadi bahan pelatihan untuk melihat kemampuan Xiao Xia sekarang.”
***
Xiao Xia di kepung oleh dua puluh orang. Dia menatap satu persatu dan berhenti tepat di orang yang bertubuh kekar.
“Nona, serahkan harta Karun yang kamu dapatkan. Juga, menyerahlah biar kami menikmati tubuhmu.” Pria bertubuh kekar tersebut menyeringai dengan mesum.
“Tuan, sepertinya dia cocok untuk tidur kita selain Xian Nan nantinya.” Pria satunya berkata dengan nada menjijikkan.
Xiao Xia tidak peduli, baginya dua puluh orang tersebut hanya manusia lemah. Dia melompat, kemudian mengeluarkan Roh Elemen miliknya yang berupa sebuah rantai berwarna emas.
“Manusia menjijikkan seperti kalian, lebih enak jika disiksa dengan Rantai milikku.” Xiao Xia menyeringai dan menjilat bibir miliknya.
“Mari kita mulai.”
[Ilustrasi Karakter.]
Xiao Juan
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.