Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 145 - Kemenangan


Silakan Dibaca.


Ruang Harta Ning...


Ledakan keras terdengar, Xiao Fan dan Ketua jubah hitam saling tukar serangan satu sama lain. Kedua pedang terus-menerus berbenturan, menciptakan percikan-percikan api.


Boom! Boom! Boom!


Xiao Fan dan Ketua jubah hitam mengayunkan pedang mereka masing-masing dengan keras dan kuat.


Boom!


Ledakan besar terjadi, Xiao Fan dan ketua jubah hitam terdorong mundur beberapa meter ke belakang.


Xiao Fan menatap ke arah ketua jubah hitam, begitu juga sebaliknya. Xiao Fan mengayunkan tangan kirinya ke depan dengan cepat.


Seketika Berbagai peluru tulang melesat ke arah ketua jubah hitam.


Wush! Wush!


Melihat berbagai peluru melesat ke arahnya. Ketua jubah hitam, mengangkat pedangnya dan mengayunkannya dengan keras memblokir seluruh peluru tulang yang melesat ke arahnya.


Ding! Ding!


Xiao Fan melihat hal itu, ia melesat melaju menuju ke arah ketua jubah hitam. Tiba di depan ketua jubah hitam, Xiao Fan mengayunkan kepalan tangannya.


Ketua jubah hitam tertegun, ia tanpa sadar mengayunkan pedangnya menahan kepalan tangan Xiao Fan.


Ding!


Ketua jubah hitam melebarkan matanya, ia merasakan kekuatan besar menerpa dirinya. Ketua jubah hitam tidak tahan dan terpental dengan keras ke belakang.


Xiao Fan melihat ketua jubah hitam terpental ke belakang, ia tidak bisa berdiam diri. Xiao Fan dengan cepat melintas dan muncul tepat di belakang ketua jubah hitam.


Ketua jubah hitam merasakan keberadaan Xiao Fan di belakangnya. Namun, ia sama sekali tidak bisa bergerak selepas terkena pukulan keras Xiao Fan.


Xiao Fan mengangkat dan mengepalkan tangan kanannya dengan erat. Qi perlahan-lahan menutupi tangan kanan Xiao Fan. Qi kemudian berubah menjadi tulang.


Dalam sekejap ketua jubah hitam tiba di depan Xiao Fan. Tangan kanan Xiao Fan melayang ke arah punggung ketua jubah hitam dengan keras.


Bughh!


Ketua jubah hitam meluncur dengan cepat ke arah belakang, ia menukik ke bawah dan menabrak dinding altar yang berada di tengah-tengah ruang harta.


“Urk!” seteguk darah segar keluar dari ketua jubah hitam, ia merasakan berbagai tulangnya retak dan beberapa tulangnya patah. Nafasnya benar-benar berat, tatapannya terus terpaku ke arah Xiao Fan.


Berdiri dengan tenang, Xiao Fan menatap ke arah ketua jubah hitam dengan ringan. Ia kemudian mengangkat tangan kirinya kembali.


Ketua jubah hitam merasakan ancaman ketika melihat tangan kiri Xiao Fan terangkat. Ia benar-benar ketakutan dan tubuhnya tanpa sadar gemetar.


“Si-Sial, apakah ini akhir dari hidupku?” Ketua jubah hitam menggertakkan giginya.


Xiao Fan mengayunkan tangan kirinya dengan cepat, berbagai peluru tulang melesat menuju ke arah ketua jubah hitam.


Peluru tulang dalam sekejap menembus seluruh tubuh ketua jubah hitam. Nafas ketua jubah hitam, perlahan-lahan menurun dan akhirnya menghilang.


Ketua jubah hitam, akhirnya mati dengan berbagai lubang di tubuhnya. Xiao Fan memandang sebentar, kemudian melintas dan tiba di dekat ketua jubah hitam.


“Bocah, orang ini sepertinya memiliki harta di tangannya.”


“Kau benar, Pak Tua.”


Xiao Fan mengangguk setuju dengan ucapan Shan Yuan. Ia mulai menjarah harta yang dimiliki oleh ketua jubah hitam. Xiao Fan mengambil cincin ruang di kedua tangan ketua jubah hitam.


Xiao Fan mengecek isi cincin ruang, matanya menjadi cerah dan senyum senang mengambang di wajahnya.


“Pantas menjadi ketua. Hartanya benar-benar tidak ternilai.” Xiao Fan berseru dengan senang, ia kemudian memindahkan isi dari cincin ruang rampasan ke cincin ruang miliknya.


Xiao Fan menyelesaikan semuanya, kemudian ia juga mengosongkan seluruh harta Kerajaan Ning. Namun, saat akan mengosongkan harta Kerajaan Ning, Xiao Fan mendengar suara marah di belakangnya.


“Siapa kau, Baji*ngan! Beraninya merampok ruang harta Kerajaan!”


Xiao Fan akhirnya ingat, bahwa ada satu hama yang belum dia selesaikan. Xiao Fan berbalik dan menatap dingin ke sosok orang yang menyebalkan baginya.


Sosok itu ialah Ning Zhingren, seorang pecundang yang di sandera oleh orang berjubah hitam sebelumnya.


Ning Zhingren mendengar ucapan Xiao Fan, ia benar-benar marah. Seorang Raja di ejek oleh seorang pemuda yang tidak diketahui identitasnya.


“Sampah! Beraninya kau merendahkanku, Baji*ngan!”


Xiao Fan dalam sekejap muncul di depan Ning Zhingren, ia menendang tepat perut Ning Zhingren dengan keras.


Bugh!


Ning Zhingren terkejut, kemudian ia meluncur ke belakang dengan cepat dan menabrak dinding ruang harta.


Xiao Fan yang menendang Ning Zhingren, hanya menatap dengan ringan. Kemudian, kembali menghilang dan muncul di tempat Ning Zhingren berada.


Xiao Fan dengan erat memegang kerah Ning Zhingren, kemudian mengangkatnya tinggi-tinggi ke atas. Ning Zhingren yang babak belur, merasa tercekik akan tindakan Xiao Fan.


“Raja sampah sepertimu tidak cocok untuk menjadi Raja. Sebelumnya, kau mengirim Ning Que kepadaku dan kubunuh dengan kejam.”


“Awalnya aku ingin melepaskanmu. Namun, kau menghancurkan Kota Gaoshan dan membunuh seluruh keluarga Xiao. Hal itu, membuatku tidak ingin melepaskanmu kembali.”


Ning Zhingren melebarkan matanya ketika mendengar semua perkataan dari Xiao Fan. Tubuhnya gemetar dan rasa takut menjalar sampai ke tulang-tulang Ning Zhingren.


“Ka-Kamu.. Kamu adalah Xiao Fan.” Ning Zhingren terkejut, ia ingin melihat ke arah Xiao Fan. Namun, Xiao Fan menaikkan cengkeramannya lebih tinggi.


“Ugh!” Ning Zhingren tidak bisa bernafas, ia ingin memberontak. Namun, semuanya sia-sia. Akhirnya Ning Zhingren tidak bergerak, ia benar-benar merasa bahwa sudah diambang kematian.


Namun, saat ia sudah kesulitan dalam bernafas. Xiao Fan membantingnya ke tanah dengan keras.


Bam!


“Kau kira, kematianmu akan begitu mudah.” Xiao Fan mengejek Ning Zhingren dengan hina. Ia kemudian, mengeluarkan tulang kecil dari tangannya. Selepas itu, Xiao Fan mulai menyayat seluruh tubuh Ning Zhingren.


“Arhh!” Ning Zhingren berteriak dengan keras. Ia benar-benar merasakan rasa sakit yang begitu dalam. Setiap ia menggeliat, tulangnya selalu bergeser.


***


Beberapa menit kemudian...


Terlihat Ning Zhingren mati dengan tubuh tanpa kulit dan seluruh anggota tubuhnya terputus-putus dan darah terus keluar dari tubuhnya.


Xiao Fan benar-benar kejam, ia kemudian berbalik dan keluar dari ruang harta. Tak butuh waktu lama, ia tiba di luar ruang harta.


Xiao Fan berbalik, kemudian membakar seluruh ruang harta dengan bantuan array miliknya. Selesai melakukan pembakaran, Xiao Fan berbalik dan pergi menuju ke Halaman Istana.


***


Tiba di Halaman Istana...


Xiao Fan melihat lautan mayat di Halaman tersebut. Hanya ada sembilan orang yang berdiri dan duduk di tumpukan mayat.


Xiao Fan tidak peduli akan tambahnya dua orang, ia sekarang menghilang dan muncul tepat di depan sembilan orang tersebut.


Kesembilan orang itu terkejut melihat kehadiran Xiao Fan, tujuh dari mereka segera menunduk dan berkata dengan lantang.


“Salam, Yang Mulia.”


Xiao Fan mengangguk dan mengibaskan tangannya, kemudian ia memandang ke arah Istana Ning. Selepas itu, ia tersenyum menyeringai.


“Nah, mari kita tempati Istana Ning ini sebagai Pusat Benua ini nantinya.”


Ketujuh anak buahnya memiringkan kepalanya dan terkejut, kemudian mereka tersenyum dan mengangguk setuju dengan keputusan Tuannya.


“Kerajaan Ning ini, kita ubah menjadi Kerajaan...”


“Angin Barat.”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.