
[Chapter 32.]
[Pertarungan 2 Akhir.]
[Silahkan Dibaca.]
Langit arena pertandingan.
Ding Ding Ding Ding.
Dua benturan pedang terus terjadi. Dua sosok terlihat, satu sosok pemuda dan satu sosok pria. Mereka adalah Xiao Fan dan San Da.
Keduanya melakukan konfrontasi dengan saling beradu pedang satu sama lain. Xiao Fan melihat tebasan vertikal San Da. Dirinya menghindar ke samping dan menyerang dengan mengayunkan pedang secara horizontal.
Tringggg.
“Aku tidak menyangka, bocah sepertimu bisa mengimbangi kekuatanku.”
San Da benar-benar memuji Xiao Fan dengan ringan. Sementara Xiao Fan sendiri, hanya mengangkat bahunya dan berkata, “Kau pun sama saja, apakah bisa naik? Jika seperti ini, sangat membosankan.”
Pernyataan Xiao Fan membuat seluruh penonton terkejut, mereka semua berhenti bertarung dan menatap pertarungan Xiao Fan dan San Da. Bagaimanapun juga, itu adalah pertarungan yang menarik dan sengit.
Ning Shui melihat bahwa musuh yang mengelilingi dirinya lengah. Dia dengan ringan menghilang dan membunuh musuh-musuhnya tersebut.
Slash Slash Slash Slash Slash.
“Lengah dalam pertarungan itu adalah dosa.” Ning Shui berkata dengan ringan. Para musuh terkejut, mereka ingin mengepung Ning Shui kembali, akan tetapi dua sosok muncul di dekatnya.
Wush Wush.
“Aku tidak menyangka, adikku akan mengalami hal ini.”
“Kau benar, kakak. Adik kecil kita benar-benar mengalami masalah, beruntung Ayah mengirim kita kemari.”
Dua sosok laki-laki yang memiliki tubuh tampan terlihat. Sosok pertama tinggi dan berotot sangat keras, sosok itu terlihat seperti pemuda berusia 20 tahun. Iris mata merah dengan rambut panjang berwarna hitam, terdapat pada sosok tersebut.
Sosok kedua memiliki tinggi yang hampir sama dengan sosok pertama. Dia terlihat seperti pemuda berusia 19 tahun, memiliki iris mata berwarna merah dengan rambut berwarna merah.
Kedua sosok itu ialah, Ning Shira dan Ning Ring Ren. Kakak dari Ning Shui, adik dari Ning Que.
Melihat kedua orang itu, Ning Shui matanya memerah. Dirinya mengeluarkan air mata dan berkata, “Kakak.”
Ning Shira tersenyum dan berkata, “Tenanglah, Kakak akan melindungi Shui’er. Bagaimanapun juga kami diperintahkan Ayah dan Ibu untuk datang kesini.”
Ning Ring Ren melihat ke atas langit, dirinya menyipitkan matanya, kemudian melebarkan matanya.
“Kak, sepertinya kau harus melihat itu.”
Para penonton juga terkejut akan kehadiran dua pangeran tersebut, akan tetapi tatapan mereka beralih ke arah Xiao Fan dan San Da yang sekarang bertarung dengan lebih sengit.
***
Xiao Fan selesai membuka pintu untuk kedua sosok itu, dirinya tahu siapa kedua sosok tersebut. Melihat Ning Shui bertemu dengan kedua sosok itu, Xiao Fan tersenyum senang.
Ting Ting Ting Ting.
“Nah, ayo lebih cepat.” Xiao Fan berkata dengan nada serius. San Da terkejut dan melihat serangan Xiao Fan berbeda dari sebelumnya.
Ting Slash Ting Ting.
Xiao Fan berhasil melukai San Da, walaupun itu hanya goresan kecil. San Da terkejut akan hal itu dan menjadi lebih serius, posisi pedang miliknya berubah.
“Kalau begitu, mari kita serius.”
Wush Wush.
Boom Boom Boom Boom Boom Boom.
Pertarungan pedang berubah menjadi ledakan. Gelombang kejut terus-menerus terjadi dalam setiap tabrakan dua pedang.
Gelombang kejut menyebar dan mengenai berbagai Arena, membuat arena retak dan akan hancur.
Boom Boom Boom Boom Boom.
Xiao Fan dengan ringan menghindari serangan pedang San Da, dengan ringan dirinya melapisi pedang dengan energi roh miliknya.
San Da sendiri sudah melapisi pedangnya dengan energi roh, jadi dirinya tidak memiliki kartu as lainnya.
“Terima ini, Tebasan Angin.”
Xiao Fan mengayunkan pedangnya dengan kuat. San Da merasakan bahaya dari serangan pedang tersebut. Dirinya dengan cepat memposisikan pedangnya bertahan.
Boooommmmmm.
Wushhh.
Ledakan kuat terjadi dan menerbangkan San Da menuju ke tempat penonton yang kosong. Xiao Fan menatap dengan datar, dirinya melihat berbagai Arena hancur parah.
Namun, Xiao Fan tidak peduli dan melihat San Da berdiri dengan luka tebasan di perutnya. San Da menatap ke arah Xiao Fan, dirinya turun ke Arena bawah.
“Mari kita akhiri pertarungan dengan serangan penuh kita...” San Da berkata dengan tegas. Dia benar-benar senang sekarang, menemukan kepuasan dalam dirinya.
Xiao Fan dengan ringan mengangguk dan mulai memusatkan energi roh di pedang benang miliknya. San Da juga mulai mengeluarkan Pedang hitam miliknya.
Keduanya saling memandang, atmosfer di sekitar menurun menjadi dingin. Para penonton menahan nafas mereka, sementara orang-orang terkuat hanya menatap dengan serius.
“Semuanya, buat perisai segera.”
“Tebasan Angin Dunia.”
“Tebasan Kegelapan Neraka.”
Seketika area milik Xiao Fan berubah penuh akan angin yang kuat, warna di sekitar menjadi hijau. Sementara area milik San Da menghitam sedikit merah, udara dingin pekat tercetak di area tersebut.
Wushhh Wushhh.
Boooooommmmmmmm.
Ledakan kedua serangan tersebut benar-benar mengerikan, membuat Kota Gaoshan bergetar dengan kuat.
Krakkkkkk.
Pelindung yang dipasang seluruhnya retak dengan berat. Tuan Kota melihat hal itu menggertakkan giginya dan meraung. “Perkuat pelindung.”
Gelombang kejut terus memaksa pelindung untuk pecah, akan tetapi 30 orang memperkuat kembali pelindung tersebut. Mereka berusaha dengan keras agar tidak meledakkan seluruh kota.
Perlahan-lahan gelombang kejut menurun, para pembuat pelindung menjadi sedikit lega. Tuan Kota menatap ke arah tengah arena yang sekarang terlihat menjadi kawah besar.
Sangkar burung Xiao Fan juga menghilang karena getaran dan hancurnya pijakan mereka. Debu yang berada di tengah arena perlahan-lahan mulai menghilang.
Dua sosok terlihat, satu sosok berdiri dengan kokoh, sedangkan sosok satunya terbaring entah masih hidup atau mati.
Debu menghilang sepenuhnya dan seluruh penonton melebarkan matanya. Terlihat Xiao Fan berdiri dengan pakaian utuh bahkan tidak ada yang berkurang satu pun darinya.
San Da sendiri terbaring mati di tanah dengan senyum di wajahnya. Hal ini benar-benar baru pertama kalinya dalam sejarah, seseorang melawan orang kuat tanpa terluka sama sekali.
Xiao Fan berbalik dan menatap ke arah San Da dengan datar. “Kamu memang kuat, akan tetapi musuh tetaplah musuh. Takdirmu adalah kematian karena aku bukan seorang pahlawan yang suka membuat musuh jadi baik.”
Xiao Fan menghilangkan pedangnya dan menggunakan persepsi miliknya. Dirinya menyadari ada kesalahan dan tepat dengan apa yang dia duga.
Xiao Fan dengan cepat mengeluarkan aura tekanan yang mengerikan. Seluruh orang di arena tertekan dan tersungkur di bawah. Dua pangeran yang sedang panik, terkejut akan tekanan tersebut.
Brukkk Brukkk.
Hanya beberapa orang seperti Klan Xiao dan Tuan Kota saja yang masih bertahan dan tidak terpengaruh akan hal itu.
“Mereka berhasil mendapatkan Ning Shui...”
Xiao Fan terbang dan bergerak melesat menuju ke gerbang kota. Dirinya benar-benar tidak menyangka Ning Shui bisa di culik.
***
Wush Wush Wush Wush.
Berbagai orang dengan jubah hitam bergerak dengan sangat cepat melewati berbagai hutan. Salah satu dari mereka membawa seorang perempuan yang cantik, perempuan itu ialah Ning Shui.
Ning Shui sendiri terlihat pingsan dan terikat dengan berbagai tali di tubuhnya. Di depan dari berbagai orang berjubah hitam ada satu orang pria dengan jubah hitam dengan lambang Pedang Hitam dililit oleh ular.
“Master, kita akhirnya mendapatkan Putri ini.”
Orang yang disebut Master mengangguk dan berkata, “Kita harus cepat. Ini masi--Berhenti!”
Dengan teriakan tersebut, seluruh orang berjubah hitam berhenti di setiap batang pohon. Mereka terkejut akan perintah dari Masternya tersebut.
“Keluar, kau!”
Master berteriak dengan lantang. Dirinya menjadi waspada begitupun juga dengan orang berjubah hitam lainnya.
Berbagai pohon kemudian bergerak, semua orang berjubah hitam terkejut melihat berbagai pohon berubah menjadi sosok yang mengerikan.
Sssstttttt.
Master dan seluruh orang berjubah hitam terkejut dan merasa ngeri ketika seluruh pohon tempatnya berada berubah menjadi sosok monster panjang.
“Kalian berani kabur membawa seseorang yang sudah kuanggap anak, ya?”
Sebuah suara membuat Master dan seluruh orang berjubah hitam merinding ketakutan. Inilah akhir dari mereka ketika mengusik seseorang yang seharusnya tidak diusik.
“Matilah kalian...”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.