Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 83 - Desa Seren Tunduk


Silahkan Dibaca.


......................


Desa Seren.


Desa di mana Kerajaan Ning tidak ingin mengurusnya. Desa yang dianggap tempat pembuangan para sampah dan hal buruk lainnya.


Desa ini tak layak huni, hanya ada sekitar 30-an orang yang masih bertahan di sana. Meskipun ke-30 orang tersebut terlihat kurus dan terlantar di jalanan.


Desa Seren sendiri terletak di padang pasir dekat dengan tanah subur. Namun, mereka tidak ada yang berani masuk ke dalam tanah tersebut, karena banyak akan Monster Roh yang mengintai.


Desa itu hancur, bahkan dinding desa rapuh dan tidak melindungi mereka semua dari terpaan angin malam.


***


Xiao Fan melayang dua puluh meter dari Desa Seren. Dia mengamati tempat tersebut dan berkata, “Ada sekitar 30 orang. Itu sudah cukup, suatu saat akan menjadi lebih banyak lagi.”


Xiao Fan turun ke tanah, Xiao Xia menatap ke sekelilingnya. Lalu, tatapannya berhenti di Desa Seren.


“Apakah kita yakin, Tuan?” Xiao Xia tidak bisa tidak bertanya melihat kondisi dari Desa Seren tersebut.


Xiao Fan yang mendengar keraguan tersebut, hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian, dia berjalan menuju ke arah Desa Seren tersebut.


***


Xiao Fan tiba di pintu masuk Desa Seren, berbagai pasang mata terlihat menatap dirinya dengan penuh harapan.


Xiao Fan tersenyum dan berkata, “Siapa Kepala Desa ini?”


Para penduduk saling menatap satu sama lain, kemudian seorang pria dengan tubuh yang sangat kurus dan tak terawat berjalan pelan menuju ke arah Xiao Fan.


“Tuan, saya adalah Kepala Desa Seren, Li Mo.” Pria itu menundukkan kepalanya, Xiao Fan mengangguk dan tersenyum menyeringai.


“Nah, apakah Desamu ingin bangkit dan hidup tanpa peduli makanan?” Xiao Fan bertanya dengan nada tajam.


Li Mo terkejut, dia menyadari bahwa Tuan di depannya tersebut adalah orang yang kuat. Dia kemudian berbalik dan melihat para penduduknya yang memiliki tatapan tak berdaya, tubuh kering, dan lain sebagainya.


Li Mo kemudian menatap ke arah Xiao Fan, dia lalu berkata, “Aku mau akan hal itu, juga Desa ini akan kuserahkan kepadamu, Tuan. Jika, Tuan dapat mengubah Desa ini menjadi Desa yang besar nantinya.”


Xiao Fan tersenyum menyeringai dan melemparkan satu pil ke arah Kepala Desa tersebut. Apa yang Xiao Fan lempar adalah Pil Budak.


“Makan itu, selepas itu kamu akan membagikan pil lainnya, entah itu bayi, muda, maupun tua. Semuanya berikan pil tersebut!” tegas Xiao Fan.


Li Mo menatap pil tersebut terlebih dahulu. Dia menyadari bahwa itu adalah pil budak, tidak ada jalan lagi bagi dia untuk membangkitkan Desanya.


‘Hanya ini satu-satunya...tunggu, kenapa aku bisa mempercayai Tuan di depanku. Sorot matanya tadi, seperti orang yang memiliki kepemimpinan yang tinggi. Tidak ada salahnya ikut dengan, Tuan ini.’


Li Mo tanpa pikir panjang menelan pil tersebut. Dia merasakan ada lambang laba-laba di punggungnya, juga dia merasakan energi tubuhnya kembali, vitalitas miliknya kembali.


Li Mo yang kurus berubah menjadi berisi kembali. Meskipun itu masih di bilang kurus, hanya butuh beberapa hari dengan makan, dia bisa kembali sepenuhnya.


Li Mo juga merasakan otaknya tertanam satu kalimat, ‘Patuhi tuanmu dan Jangan berkhianat terhadap Tuanmu.’


“Ingat, jika ada yang tidak mau memakan pil ini. Buang dari Desa! aku tidak butuh orang yang tidak setia kepadaku.” Xiao Fan berkata dengan nada serius.


Li Mo mengangguk dia paham, kemudian dia melihat Xiao Fan mengambil pil dan memberikan kepadanya. Dia menerimanya dan mulai menjalankan tugasnya.


Xiao Fan dan Xiao Xia duduk di dekat pintu masuk, keduanya menunggu Li Mo selesai distribusi pil budak tersebut.


Beberapa menit kemudian.


“Salam, Tuan.” Li Mo dan seluruh penduduk duduk dengan satu lutut mirip seperti seorang prajurit tengah berhadapan dengan seorang Raja.


Xiao Fan mengibaskan tangannya. Tanda dia menerima salam tersebut, dia kemudian menatap satu persatu orang yang berada di hadapannya.


“Aku akan menjadi Kepala dari Desa ini, tidak bukan Desa lagi... Kita akan mendirikan Kerajaan di sini.” Xiao Fan berhenti, dia melihat berbagai raut wajah penduduk.


Ada yang kagum, terkejut, khawatir, dan gelisah. Hal itu dirasakan oleh Xiao Fan, tetapi dia tidak peduli dan melanjutkan perkataannya.


“Tidak ada kata tidak bisa, karena tujuanku adalah menghancurkan empat Kerajaan.” Aura kuat Xiao Fan keluar dan mengejutkan para penduduk, serta Li Mo.


Xiao Xia sendiri tidak berada di dekat Xiao Fan, dia mendapatkan tugas dari Xiao Fan untuk mengamati Desa Seren tersebut.


“Kami siap, Tuan. Hidup dan mati kami, ada pada Anda.” Seluruh penduduk dan Li Mo sendiri berkata secara serempak.


Xiao Fan tersenyum menyeringai, kemudian dia berdiri dan berkata, “Kalau begitu, kalian mulailah memperbaiki tubuh dan tingkatan kalian.”


Xiao Fan sudah menyiapkan tiga buah buku. Di mana, buku pertama adalah buku dari ilmu tentang bangunan, lingkungan alam, cara hidup, dan teknik kultivasi.


Buku kedua adalah buku teknik kultivasi tingkat. Buku tersebut dapat membuat seseorang setara dengan Kebangkitan Alam. Ada juga, teknik serangan yang sama. Juga, ada cara mengenal Roh Elemen masing-masing.


Buku ketiga adalah buku teknik kultivasi tingkat ketiga, buku yang memiliki kekuatan setara dengan Elemen Penuh. Buku ini juga ada tentang Alkemis dan Pandai Besi tingkat awal dan menengah.


Xiao Fan menambah kedua bidang tersebut di akhir, karena dia mempertimbangkan berhasil dan tidaknya.


Tiga buku di terima oleh Li Mo, pria itu menyadari akan urutan yang diberikan oleh Tuannya tersebut. Dua buku terlihat bercahaya merah, yang mengartikan belum waktunya dia membukanya.


Li Mo kemudian, membuka buku bercahaya putih dan keluarlah bola cahaya putih. Selepas itu, bola melesat dan masuk ke dalam keningnya.


Li Mo merasakan berbagai informasi masuk ke dalam otaknya. Dia mencerna sambil memberikan buku pertama kepada warga1.


Seluruh penduduk menerima informasi satu persatu, Xiao Fan menunggu sebentar dan melihat para penduduknya sudah sadar kembali.


“Kalian sudah mengerti harus melakukan apa?” para penduduk mendengar pertanyaan tersebut mengangguk dan berkata secara serempak.


“Kami berterima kasih dan...” para penduduk menghirup nafas dalam, kemudian tatapannya menjadi penuh hormat, serta kekaguman yang tinggi. “Kami akan melaksanakan apapun yang Anda perintahkan, Yang Mulia.”


Teriakan tegas para penduduk membuat pasir yang berada di Desa Seren naik dan di terpa angin yang sangat kencang.


Xiao Fan sendiri tidak peduli dan berkata, “Aku tunggu hasilnya.”


Seluruh penduduk segera melakukan apa yang harus di lakukan. Mereka senang akan ilmu yang diberikan oleh Xiao Fan, mereka benar-benar menaikkan status nama Xiao Fan di dalam diri mereka masing-masing.


Xiao Xia sendiri tiba di dekat Xiao Fan, dia menunduk tanda salam kepada Xiao Fan sebelum melapor.


“Tuan, selepas kuselidiki... Ada penjara tersembunyi yang berada di Desa Seren.” Xiao Xia berkata dengan serius.


Xiao Fan mengerutkan keningnya, dia kemudian berpikir sebentar. ‘Kenapa ada penjara di desa yang tidak berguna ini? Menarik, sepertinya ada sesuatu di sana.’


Xiao Fan berdiri dan mengisyaratkan Xiao Xia untuk memimpin jalan menuju tempat tersebut.


Keduanya kemudian berjalan menuju ke arah penjara rahasia yang berada di Utara Desa Seren tersebut.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.