
Silakan Dibaca.
Ruang makam kuno, terlihat tiga orang tengah berjalan menuruni tangga yang panjang. Satu laki dan dua perempuan, mereka sangat tampan dan cantik. Ketiganya ialah Xiao Fan, Lin Hua dan Yun Shie.
Mereka kini berjalan menuruni tangga yang begitu dalam. Setiap satu anak tangga, mereka merasakan tekanan yang membebani tubuh ketiganya.
Namun, Xiao Fan dan kedua perempuan lainnya sama sekali tidak terpengaruh oleh tekanan itu. Bagi mereka, tekanan tersebut sudah menjadi makanan sehari-hari saat melakukan pelatihan.
Ketiganya terus menurun, semakin mereka turun semakin besar tekanannya. Tak butuh waktu lama, untuk mencapai dasar dari tangga lantai tiga tersebut.
Xiao Fan, Lin Hua dan Yun Shie merasakan tekanan menghilang dalam sekejap ketika mereka tiba di lantai ketiga. Pandangan ketiganya lurus menatap ke arah pintu besar yang memiliki ukiran naga melingkar.
"Sama sekali tidak ada aura membunuh. Apakah ini lantai terakhir?" Xiao Fan berpikir dalam hatinya.
Menatap pintu ukiran Naga, Lin Hua dan Yun Shie sangatlah penasaran. Keduanya mengamati sebentar, akan tetapi sesuatu yang luar biasa terjadi.
Mata di ukiran naga tersebut menyala warna merah, lalu getaran dapat dirasakan oleh ketiganya. Pintu yang semula menutup, kini mulai perlahan-lahan naik menampilkan ruangan di balik pintu tersebut.
Xiao Fan, Lin Hua dan Yun Shie memandang ke arah dalam ruangan. Mereka hanya menemukan ruangan itu gelap, sama sekali tidak ada pencahayaan. Hal ini membuat mereka mengerutkan keningnya.
Namun, ketika mereka bertiga melewati batas pintu. Berbagai obor di dinding mulai menyalakan api yang membuat seisi ruangan kembali cerah.
Xiao Fan, Lin Hua dan Yun Shie memandang seisi ruangan yang luas. Ada berbagai harta emas, bahkan ada juga rak yang penuh dengan buku dan gulungan. Kemudian, di tengah ruangan terdapat semacam altar yang terbangun setinggi satu meter.
Altar tersebut terdapat lambang seekor naga biru, merah dan hitam. Tiga peti harta berbeda warna tampak di atas altar itu.
Xiao Fan tidak memandang altar dengan penuh rasa penasaran, ia melayang dan melesat ke arah altar. Tidak perlu banyak waktu, Xiao Fan sudah mendarat di masingmasing peti tersebut.
"Jangan bilang ini, kepingan lingkaran lainnya..." Xiao Fan sudah menebak isi dari peti harta tersebut. Dengan pelan, ia membuka peti pertama yang memiliki warna biru.
Apa yang ditebak oleh Xiao Fan benar. Di sana terlihat kepingan lingkaran yang memiliki warna biru. Xiao Fan sendiri sudah tidak terkejut, ia mengambil kepingan tersebut dan memasukkan ke dalam alam bawah sadarnya.
Dua peti lainnya yang memiliki warna merah dan hitam juga sama. Namun, di peti merah terdapat semacam wadah untuk menampung lingkaran.
Melihat hal itu, Xiao Fan tidak bisa untuk tidak tertarik. Ia mengamati dengan teliti, lalu ia mengeluarkan kepingan merah yang sudah dirinya kumpulkan.
Satu persatu Xiao Fan susun dengan cepat. Dua kepingan Elang, lalu terakhir kepingan Naga. Semuanya sudah terpasang, Xiao Fan mengangguk dan mengamati lingkaran tersebut.
Terlihat dua elang tengah menunduk ke arah sosok naga yang turun dari atas. Selain itu, Xiao Fan sama sekali tidak menemukan hal aneh lainnya.
Namun, di detik berikutnya. Lingkaran itu bersinar terang. Xiao Fan secara reflek melepaskan lingkaran tersebut. Dia menutup matanya terlebih dahulu, sebelum mengalirkan qinya.
Lin Hua dan Yun Shie yang masih membaca buku, terkejut dengan sinar merah yang begitu menyilaukan. Reflek mereka sama dengan Xiao Fan. Namun, mereka tidak mengalirkan qi untuk melihat keadaan selanjutnya.
Xiao Fan memandang ke arah lingkaran tersebut, cahaya merah menembus seluruh ruangan dan naik ke atas langit. Hal ini membuat Xiao Fan tertegun. Ia terus mengamati prosesnya sampai akhirnya lingkaran berubah menjadi bola cahaya merah.
***
Istana Kerajaan Dou, Zhou Dan yang duduk di singgasana terkejut dengan pancaran sinar merah yang menembus langit. Ia seketika melebarkan matanya dan berdiri dari duduknya.
Zhou Dan menunjukkan ekspresi marah. Ia segera menyadari bahwa ledakan cahaya tersebut berada di wilayah Kerajaan Tian. Hal ini membuatnya merasakan firasat buruk.
"Jadi inikah hal yang membuatku tidak nyaman sebelumnya!" Zhou Dan segera menyadarinya, ia segera menstabilkan nafasnya dan mulai melangkah keluar dari istana.
Prajurit yang berada di depan pintu tertegun melihat Zhou Dan keluar. Mereka ingin melakukan penghormatan, akan tetapi Zhou Dan segera memberikan perintah.
"Kumpulkan seluruh pasukan yang tersebar di Kerajaan Dou. Sudah waktunya kita untuk menguasai Kerajaan Tian!"
Perintah Zhou Dan membuat prajurit terkejut. Namun, ia segera setuju dan berlari menuju ke arah komandan iblis berada.
Perang antar Kerajaan pada akhirnya tidak dapat dihindari.
***
Di tempat lautan nan sepi, terlihat satu pulau yang memiliki rerumputan hijau dan segar. Pohon-pohon berdiri tegak menjulang ke atas langit. Bunga-bunga warna-warni tumbuh dengan sehat.
Tempat tersebut ialah Alam Dunia Hutan. Apa yang terdapat di sana ialah para monster-monster memiliiki tubuh manusia dengan karakteristik monster.
Kemudian, beralih ke atas lautan terdapat satu sosok mirip dengan manusia. Sosok itu memandang ke pulau itu dan mulai bergerak menuju ke arah pusat pulau.
Namun, ketika ia pergi menuju ke pusat pulau. Kekuatan kuat terpancar di seluruh dunia, hal ini membuatnya berhenti dan memandang ke arah pancaran kekuatan tersebut.
"Pewaris telah ditentukan!"
Sosok itu ialah Khultu, ia terkejut ketika melihat pancaran merah yang keluar dari sisi dunia lain tersebut. Khultu tidak tahu harus bereaksi apa, akan tetapi ia tetap melanjutkan rencananya untuk berperang dengan para iblis.
"Siapapun pewaris itu, Iblis akan menghilang dari Alam ini."
***
Xiao Fan memandang ke arah bola cahaya di depannya, ia tidak tahu bola apa tersebut. Namun, belum sempat dirinya berpikir. Bola melesat memasuki keningnya, hal ini membuat Xiao Fan tercengang.
Xiao Fan merasakan paksaan yang sangat kuat. Ia segera duduk lotus dan mulai memejamkan matanya. Xiao Fan melakukan hal itu, agar saat kesadarannya pergi. Tidak ada yang mengetahuinya dan orang-orang akan mengira dirinya tengah mencoba menerobos.
Xiao Fan segera mengikuti tarikan cahaya tersebut. Ia tidak tahu berapa lama cahaya itu membawanya. Xiao Fan memejamkan matanya agar segera sampai di tempat.
***
Di suatu tempat yang luas, banyak bebatuan membentuk sesuatu seperti tebing. Tanah sendiri diselimuti oleh cairan padat yang menyala penuh. Seluruh tanah menghitam karena kobaran api di mana-mana.
Di tengah tempat tersebut terdapat sosok panjang dengan kulit merah. Sosok itu melingkar, dengan kumis yang panjang. Tanduknya bercabang membentuk lambang api. Tiga pasang kaki mencengkeram tanah di bawahnya.
Sosok itu dikelilingi oleh letusan-letusan cairan merah menyala. Cairan tersebut sangatlah panas dan terus menyembur ke arah sosok yang berdiri tegap itu. Cairan mengenai tubuhnya, akan tetapi tidak menimbulkan efek sama sekali.
"Yah, pewaris kaisar api ternyata sudah terpilih. Waktunya menemuinya, terlebih dahulu!"
To be Continued.