
Silakan Dibaca.
“Permintaan kami ialah, tolong bantu kami untuk menjelajahi Makam Kuno yang berada tepat di dekat keluarga Lan kami.”
Xiao Fan mengerutkan keningnya. Dia tidak masalah untuk membantu, namun dia sedikit bingung akan namanya ‘Makam Kuno.’
Istilah Makam Kuno sendiri memiliki banyak arti. Ada yang mengartikan tanah para orang leluhur, dan ada tanah yang digunakan oleh para penjajah dulu, serta ada yang mengartikan tanah pemilik orang lampau.
Tiga arti itu saja sangatlah kuat. Namun, hasil yang didapatkan juga tidak kecil. Kemungkinan yang didapatkan ialah Senjata Ilahi, Teknik Ilahi, Warisan Ilahi, dan banyak hal lainnya.
Lan Ling dan An Er berubah menjadi gugup ketika melihat ekspresi wajah dari Xiao Fan. Mereka berdua takut bahwa Xiao Fan akan tersinggung dan menolak untuk membantu.
“Makam Kuno.. apakah ini milik leluhur keluarga Lan kalian?”
Lan Ling dan An Er menatap ke arah Xiao Fan. kemudian Lan Ling menggelengkan kepalanya, tanda bahwa Makam Kuno tersebut, bukanlah Makam Kuno leluhur mereka.
Xiao Fan mengangguk dalam-dalam, dia tahu bahwa Makam Kuno ini antara makam milik orang lampau, atau milik penjajah sebelumnya.
Masalah Makam Kuno sangatlah rumit, karena kedua jenis Makam Kuno tersebut, memiliki penjaga yang dapat bergerak keluar dan menyerang makhluk yang berada di sekitarnya.
“Kalau begitu, aku bisa membantu kalian. Namun, apakah kepala keluarga kalian mengizinkan hal ini?” tanya Xiao Fan sambil memandang kedua perempuan itu.
Dia sama sekali tidak masalah untuk membantu, hanya saja.. orang yang membutuhkan bantuan, harus mendapatkan izin dari pihak pemilik Makam Kuno tersebut.
Lan Ling dan An Er tersenyum cerah. Mereka senang karena Xiao Fan mau membantu menjelajahi Makam Kuno tersebut.
Keduanya senang dan akhirnya menghela nafas lega. Jika, Xiao Fan menolak, mereka tidak tahu harus mencari siapa lagi. Pilihan untuk memasuki Makam Kuno, ditegaskan bahwa Dua Ahli untuk keselamatan semua kelompok.
Satu adalah Ayah mereka berdua dan untuk yang lain, seharusnya Yun Shi Han. Namun, keadaan Yun Shi Han tidak mendukung. Hal inilah yang membuat mereka tidak memasuki Makam Kuno dalam waktu dekat.
“Masalah tentang Ayah kami, ini dapat kami atasi sendiri.” Lan Ling mengatakan kalimat tersebut dengan penuh percaya diri.
Xiao Fan mengangguk, kemudian mereka melakukan percakapan singkat, kemudian Lan Ling dan An Er izin kembali ke tempat mereka berada.
Selepas kepergian Lan Ling dan An Er, Xiao Fan menutup pintu dan mulai duduk di tempat tidur. Shan Yuan juga keluar dari Alam Bawah Sadarnya.
“Dua gulungan lainnya belum kita buka, Pak Tua.”
“Aku sedikit penasaran dengan dua gulungan sisanya tersebut.”
Xiao Fan mengakhiri ucapannya sambil mengeluarkan dua gulungan yang berbeda. Satu merah darah dan satu hitam. Itu benar, dua gulungan itu adalah Harta Desa Wu sebelumnya.
Xiao Fan sudah membuka yang lainnya dan mendapatkan Alam Langit. Jika menurutnya benar, dua gulungan lain haruslah Alam lainnya.
“Nak, pilihlah antara yang merah dan hitam tersebut.” Shan Yuan mengamati gulungan tersebut. Dia merasakan perasaan aneh yang muncul dari dua gulungan tersebut.
Perasaan ini sedikit berbeda dari saat membuka gulungan tentang Alam Langit sebelumnya. Entah perasaan itu baik atau buruk, semuanya akan terjawab ketika gulungan di buka.
Xiao Fan mengangguk, kemudian dia memilih gulungan merah terlebih dahulu. Dirinya merasakan ada sesuatu yang memanggilnya dari gulungan merah itu.
Xiao Fan menyimpan gulungan hitam ke dalam cincin ruangnya. Kemudian, dia membuka gulungan merah tersebut. Gulungan dengan gambar cetakan tangan dan kaki penuh akan darah, mulai terbuka.
Xiao Fan menatap isi dari gulungan tersebut. Namun, apa yang dilihatnya adalah kosong. Bahkan dengan mata qi, gulungan itu masih terlihat kosong.
Shan Yuan yang berada di sebelahnya, mulai mengerutkan keningnya. Dia tahu bahwa gulungan itu bukanlah gulungan normal.
“Coba teteskan darahmu.”
Xiao Fan mengangguk, kemudian dia mulai menggores sedikit lengannya dan darah mulai menetes keluar, darah mengenai gulungan merah tersebut.
Detik berikutnya, gulungan merah bercahaya terang. Xiao Fan seketika berpindah tempat di sebuah medan perang yang terdapat berbagai prajurit tengah mengepung satu sosok pria berambut hitam.
“Prajurit yang memiliki tingkat Alam Elementasi?”
Inilah yang membuat Xiao Fan terkejut. Puluhan juta prajurit di depannya berada di Alam Elementasi. Jika prajurit-prajurit lepas dan memasuki Alamnya, maka Dunia tempatnya tinggal akan hancur oleh prajurit-prajurit tersebut.
Xiao Fan mengepalkan tangannya, namun dia segera sadar dan melihat pria yang memegang pedang mulai bergerak dengan bebas.
Ayunan, tebasan, pengendalian, nafas, dan tekniknya, semuanya tampak indah dan tajam. Gerakan lamban, namun para prajurit sama sekali tidak bereaksi dengan serangan tersebut.
Xiao Fan tertegun, dia tidak tahu kenapa prajurit itu diam dan ditebas oleh pria itu. Namun, saat dia menyusutkan matanya, dia akhirnya paham mengapa para prajurit tidak bisa menghindari serangan pedang tersebut.
Serangan pedang pria berambut hitam tersebut, sangatlah cepat. Hal ini terlihat ketika, prajurit mulai akan merespons. Pedang sudah melintas di kepalanya. Satu tebasan satu orang.
Para prajurit melesat menuju ke arah pria tersebut, namun mereka seperti orang bodoh. Jelas-jelas kekuatan pria itu sangatlah kuat. Namun, mereka tetap maju dan dalam beberapa menit, prajurit tersapu sampai habis.
Xiao Fan memandang ke arah pria yang telah membunuh semua prajurit yang berada di medan perang itu. Pria yang membunuh seluruh prajurit, menatap ke arah Xiao Fan.
Melihat tatapan pria di depannya. Xiao Fan mulai bingung. Dia menatap ke belakang, hanya lautan lepas saja. Dia kemudian, beralih lagi menatap ke arah pria berambut hitam itu.
Namun, saat Ryu berbalik. Pria tersebut memandang ke arah Ryu dan mengambil pedang pendek dengan ukiran yang sangat unik.
Aura penindasan juga keluar dari pedang tersebut. Xiao Fan yang sudah pernah memegang pedang kuat, dapat merasakan penindasan tersebut.
Pria di depan Xiao Fan tersebut mengulurkan pedangnya dan memberikan pedang tersebut kepada Xiao Fan. Lalu, pria itu berkata dengan nada datar.
“Terimalah pedangku ini. Pedang terkutuk, Pedang Bulan Darah.”
Xiao Fan memandang ke arah pedang tersebut. Pedangnya memiliki bilah tajam berwarna hitam, dengan gambar lautan api beserta petir di atasnya.
Di saat Xiao Fan akan memegang pedang tersebut. Dirinya merasakan sakit di jarinya dan melihat bahwa pedang tersebut melukainya.
Xiao Fan sama sekali tidak panik, dia mengetahui bahwa pedang tersebut tengah melakukan ritual pengikatan antara Pedang dan pemiliknya.
Detik berikutnya, pedang menyala dengan cerah. Xiao Fan merasakan berbagai informasi tentang kekejaman pedang tersebut. Xiao Fan memegang pedang bulan merah tanpa sadar, dis mengusap pegangan pedang dengan santai.
Pengalaman pedang tersebut, membuat Xiao Fan tersenyum. Kemudian, dia mendengar perkataan pria di depannya dalam-dalamnya.
“Lindungilah pedang itu, anggap pedang itu adalah temanmu.”
Pria itu tidak menunggu jawaban Xiao Fan, dia menghilang berubah menjadi butiran kristal.
Xiao Fan tidak tahu nama pria tersebut. Alhasil dirinya menghela nafas panjang dan secara otomatis keluar dari ruangan sebelumnya.
***
Xiao Fan telah kembali, dan dia membuka matanya, kemudian mengamati sekelilingnya yang terlihat sepi. Shan Yuan muncul dari Alam Bawah Sadar Xiao Fan.
Dia memandang ke arah Xiao Fan dan aura aneh keluar dari tubuh Xiao Fan tersebut.”
Namun, sebelum mereka berdua memulai percakapan. Terdengar teriakan keras prajurit.
“Penyusup!!”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.