Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 68 : Xiao Fan Vs Raja Kera


[Chapter 68.]


[Xiao Fan Vs Raja Kera.]


[Silahkan Dibaca.]


Hutan Siken.


Tebing seberang jembatan, terlihat ada pertarungan antara beberapa orang dengan berbagai monster roh. Orang-orang itu, ialah kelompok Xiao Fan yang tengah melakukan perjalanan menuju ke Akademi Yuen.


Sementara itu, para monster roh adalah monster kera yang sudah berevolusi menjadi Kera setengah badak. Tubuh mereka kuat, dengan tiga cula yang mencuat ke atas.


Kera-kera itu memiliki satu pemimpin yaitu Raja Kera yang memiliki tinggi di atas seluruh kelompok kera, dengan empat cula yang tumbuh masing-masing di pipi, dan satu cula di kening.


***


Xiao Fan melesat ke arah Raja Kera, dirinya ingin melawan Raja Kera tersebut. Sedangkan Zhu Lin yang melesat bersama Xiao Fan, mengincar Kera tanah yang sama dengan teman-temannya.


Raja Kera dan Kera tanah menyadari hal itu, mereka berdua memukul dada dan menatap tajam ke arah Xiao Fan dan Zhu Lin, lalu melesat ke arah keduanya.


“Wush..Wush..” Tiba di tengah jalur, Xiao Fan mengayunkan tangannya ke depan. Dirinya memisahkan Raja Kera dengan Kera tanah tersebut.


“Senior, kuserahkan Kera satunya kepadamu.” Xiao Fan berkata sambil tersenyum ringan. Zhu Lin balas tersenyum dan mengangguk tanda setuju.


“Serahkan kepadaku!” berbagai benang naik dan menutup jalur, lalu memisahkan kedua Kera tersebut.


Raja Kera dan Kera tanah terkejut, mereka terpisah. Raja Kera ingin menerobos benang, tetapi benang itu sangat kuat. Tatapannya segera beralih ke Xiao Fan, ia menjadi marah dan meraung dengan keras.


“Grooo...” Raja Kera seketika melesat ke arah Xiao Fan. Monster itu sangat cepat, bahkan hanya terlihat siluetnya saja ketika berlari.


Namun, bagi Xiao Fan hal itu normal. Dirinya menatap datar, kemudian ia berkata, “Musuh ini mudah, ia tidak memiliki korosi dan api yang besar.”


Perkataan Xiao Fan benar, hanya racun bersifat korosi dan api yang kuat, yang dapat menghancurkan benang miliknya.


Xiao Fan tidak perlu khawatir, dirinya menciptakan Domain benang. Namun, hal itu percuma karena kerasnya tubuh yang dimiliki Raja Kera tersebut.


“Keras, benar-benar tidak menggores sama sekali.” Xiao Fan kemudian menggunakan kemampuan keduanya, tetapi ia batalkan ketika Raja Kera tiba di depannya dan mengayunkan kepalan tangan ke arah dirinya.


“Boomm...” Xiao Fan terpukul dengan keras. Beruntung dirinya sudah mengurangi dampak serangan dari Raja Kera tersebut.


“Bruk...” Xiao Fan menabrak tanah, hal itu membuat tanah membentuk retakan jaring-jaring. Dirinya terbaring dan melihat Raja Kera tiba sambil mengayunkan tangan miliknya.


Xiao Fan merespons dengan cepat, ia berguling ke belakang dan memunculkan berbagai benang, lalu menggunakan kemampuan keduanya.


“Boom...” tepat pukulan Raja Kera mengenai tanah, berbagai Serigala Neraka muncul. Ada sekitar sepuluh Serigala melesat ke arah Raja Kera.


“Rawr..” Serigala Neraka melesat dan mengayunkan masing-masing cakar mereka. Raja Kera dengan ringan mengayunkan pukulan miliknya dengan keras.


“Boom..” Serigala Neraka yang terkena pukulan dari Raja Kera seketika hancur tanpa sisa. Xiao Fan melebarkan matanya, ia tidak menyangka kekerasan Serigala Neraka masih hancur dengan pukulan dari Raja Kera.


“Sepertinya, tidak ada pilihan selain bertarung jarak dekat.” Xiao Fan menggunakan kemampuan keempatnya tanpa berubah ke mode setengah dewa angin miliknya.


Seluruh tubuhnya diselimuti oleh benang kecuali kepalanya. Xiao Fan memejamkan matanya sebentar sambil menghirup nafas dalam-dalam.


“Bush..” Angin seketika keluar dari tubuh Xiao Fan, angin menyebar ke segala arah. Xiao Fan kemudian menghilang dan muncul di dekat Raja Kera.


Raja Kera menyadari hal itu, ia selesai menghancurkan seluruh Serigala Neraka. Monster itu segera menatap ke arah Xiao Fan yang tengah mengayunkan pukulan miliknya.


Raja Kera melihat hal tersebut, juga mengayunkan kepalan tangan miliknya. Kedua serangan saling berbenturan.


“Boommm...” gelombang angin besar menyebar ke segala arah. Gelombang tersebut membuat debu bertebaran di udara.


***


Lin Hua, Ning Shui, Xiao Ren, dan Liu Kai melihat hal itu dengan terkejut, mereka tidak menyangka kecepatan pertarungan tidak bisa diikuti oleh mata mereka.


Ning Shui segera menyadari sesuatu, ia memejamkan matanya. Aliran Qi, dirinya arahkan ke mata. Kemudian, ia membuka matanya dan dapat melihat pertarungan Xiao Fan dan Raja Kera.


“Arahkan Qi kalian ke mata, Energi roh juga bisa. Namun, tidak sekuat Qi dalam melihat.” Ning Shui memberitahu kepada ketiga orang tersebut.


Lin Hua, Liu Kai, dan Xiao Ren mengangguk. Ketiganya memejamkan matanya, lalu mengalirkan energi roh maupun Qi milik mereka.


Ketiganya membuka mata dan pandangan mereka berubah, pertarungan Xiao Fan dan Raja Kera terlihat. Mereka kagum dengan pertarungan antara pukulan dengan pukulan.


***


Zhu Lin sudah selesai membunuh Kera tanah tersebut. Dia menatap ke arah kelompoknya, kemudian melesat menuju ke kelompoknya dengan cepat.


***


Xiao Fan dan Raja Kera terus saling bertukar pukulan. Mereka mengayunkan pukulan dengan keras, kemudian mundur beberapa langkah.


Xiao Fan memandang ke arah Raja Kera, begitu juga sebaliknya. Keduanya saling terhubung, Xiao Fan merasa bahwa Raja Kera di depannya hampir sekuat Ular Besar.


“Kekuatanku menipis kembali, dua kali pertarungan besar.” Xiao Fan berkata dengan nada berat. Dirinya melapisi tangannya dengan besi. Dia memperkuat pukulan miliknya.


“Maaf, tapi harus kuselesaikan pertarungan ini.” Xiao Fan berkata dengan ringan, lalu ia melesat dengan cepat menuju ke arah Raja Kera.


Merasakan kehadiran Xiao Fan, Raja Kera dengan cepat mengepalkan tangannya dan memukul ke arah datangnya Xiao Fan tersebut.


Xiao Fan juga mengayunkan pukulan miliknya, kedua pukulan saling bertemu.


“Bugh..” Raja Kera terkejut, ia terdorong ke belakang. Xiao Fan tidak akan membiarkan Raja Kera menstabilkan nafasnya. Dia dengan cepat mengayunkan pukulan miliknya terus-menerus.


“Bugh..Bugh..Bugh..” Xiao Fan mengakhiri pukulan miliknya dengan pukulan yang paling kuat, ia memperkuat dengan Qi dan Energi Roh miliknya.


Tangannya seketika memerah, gesekan benang kuat dan besi menimbulkan percikan api yang kuat. Xiao Fan melancarkan serangan miliknya ke arah Raja Kera, seketika ledakan terjadi ketika pukulan mengenai Raja Kera.


“Boooommmmm...” Raja Kera terlempar ke belakang dengan keras, ia kemudian menabrak dinding batu di belakangnya.


“Brukkk..” Xiao Fan kemudian mendarat di tanah. Dia terengah-engah, kekuatan miliknya habis, seluruh benangnya kembali ke tubuhnya. Kemudian, ia terbaring sambil bernafas dengan berat.


“Hah...Hah...Hah... benar-benar melelahkan.” Xiao Fan berkata dengan terbata-bata, ia benar-benar tidak bisa berkata dengan lancar.


***


Lin Hua dan keempat muridnya melesat ke arah Xiao Fan. Mereka semua khawatir dengan keadaan Xiao Fan.


***


 Xiao Fan memejamkan matanya, senyum lebar tercetak di wajahnya dan ia berkata, “Aku menang.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.