
Silakan Dibaca.
Berbagai gemuruh suara terdengar di Halaman Istana, berbagai prajurit tengah bertarung dengan tujuh orang yang menyusup dan membunuh berbagai prajurit dalam Istana.
Xiao Jian melesat dan membantai berbagai prajurit, ia tenang dengan pedang pendek di tangannya. Semua jarak dekat, ia atasi dengan mudah.
“Sudah waktunya.” Xiao Jian mengangkat tangan kirinya, formula Array kebangkitan seketika terpasang. Array pelindung menutupi area kebangkitan.
Para prajurit tidak bisa mendekat, mereka hanya bisa menatap dengan penuh kewaspadaan. Bagi mereka, Xiao Jian sangat mengerikan.
Para prajurit mengelilingi Array pertahanan, sampai akhirnya cahaya gelap keemasan muncul dan membuat berbagai prajurit menutup mata mereka secara tak sadar.
Cahaya perlahan-lahan meredup, terlihat sosok pemuda berdiri di tengah-tengah Array pertahanan. Sosok itu kemudian membuka matanya dengan ringan.
Iris mata berwarna emas terpancar tepat di depan mata seluruh prajurit yang berada di sekitar tempat sosok itu.
Xiao Jian menatap ke arah prajurit dengan dingin. Tampilannya benar-benar berubah, bahkan temperamen miliknya berbeda dari sebelumnya.
Para prajurit bergetar, mereka takut ketika menatap langsung mata Xiao Jian itu. Mereka merasakan tatapan Makhluk Buas yang siap memakan mereka.
Xiao Jian mengangkat tangan kanannya, kemudian mengayunkan tangan ke kanan dengan cepat. Suara retakan terdengar, kemudian di susul suara pecahan kaca.
Array pertahanan seketika hancur, para prajurit yang masih ketakutan, dalam sekejap sadar kembali dan mengangkat pedang mereka.
“Array hancur! Ayo serang orang itu. Jangan takut, kita ada ribuan lebih, ia hanya sendirian!”
Teriakan salah satu prajurit menyadarkan prajurit lainnya, momentum ketakutan mereka berubah menjadi semangat penuh pejuang.
Xiao Jian menatap dengan datar dan meremehkan. Ia sama sekali tidak menempatkan para prajurit dalam matanya.
Pedang pendek gelap muncul di tangan kanan Xiao Jian, ia mengayunkan pedangnya ke samping. Kemudian, sepasang sayap gelap muncul terentang dari punggung Xiao Jian.
Suara kepakkan sayap membuat para prajurit tertegun. Namun, mereka sudah diliputi oleh semangat yang tidak ada habisnya.
Xiao Jian berkedip sebentar dan berbagai bulu miliknya keluar dan terbang di sekitarnya. Sayap yang kehilangan bulu, dalam sekejap tumbuh bulu kembali dengan kecepatan kedipan mata.
“Tarian Bulu Kematian!”
Xiao Jian menghilang dari tempat, berbagai bulu melesat menyebar ke segala arah. Bulu itu menyerang secara acak mengincar jantung para prajurit.
Xiao Jian sendiri menebas berbagai prajurit yang tengah berdiri diam mematung ketika melihat berbagai bulu membunuh teman-temannya.
Mereka tidak menyangka akan menjadi begitu mengerikan, para prajurit tidak bisa tidak gemetar melihat berbagai bulu terus membunuh teman-teman mereka dengan cepat.
Penyapuan prajurit melebihi cepatnya dari Xiao Jun sebelumnya. Tidak butuh waktu lama, lautan mayat prajurit tertumpuk di atas tanah.
Berbagai bulu yang menyebar perlahan menyatu dan berkumpul menjadi satu dengan bulu-bulu sayap milik Xiao Jian.
Prajurit yang berada di tempat Xiao Jian benar-benar terbantai dengan cepat.
Xiao Jian kemudian merasakan serangan tepat di kepalanya dari atas. Ia tidak perlu memandang atas, sayap miliknya mengepak dan mengarah ke atas.
Tabrakan!
Sebuah pedang panjang tertahan oleh sayap hitam Xiao Jian. Pengguna pedang menatap dengan tajam, kemudian melompat melakukan Backflip, mundur beberapa meter dari Xiao Jian.
Terlihat pengguna pedang itu memakai pakaian Hanfu pendekar. Iris mata merah dan rambut berwarna hitam gelap. Pedang putih dengan ukiran api di bilah pedangnya, menambah kesan pedang itu bukan pedang sembarangan.
“Pasukan milikku, kau bunuh, Nak. Harusnya kau tahu, konsekuensinya bukan?”
Aura penindasan keluar dari tubuh orang itu, Xiao Jian tidak terlalu peduli akan ledakan aura tersebut. Namun, ia tertarik dengan temperamen tenang lawannya tersebut.
“Sepertinya hanya kau pemimpin mereka?”
Orang itu melebarkan matanya. Namun, seketika kembali ke ekspresi sebelumnya dalam satu detik.
Namun, Xiao Jian bisa melihat keterkejutan orang yang berada di depannya sekarang. Mata Xiao Jian lebih cepat dari orang yang di depannya. Hal itulah yang membuat Xiao Jun, mengetahui ekspresi terkejut lawan.
Dua orang melintas dan muncul di samping kanan dan kiri orang yang menyerang Xiao Jian sebelumnya.
Kedua orang yang muncul membungkuk di depan satu orang yang memiliki pangkat Komandan.
“A Lin, A Lan, sepertinya kita akan menghadapi seseorang yang sulit di atasi.”
Tangan Komandan Long memegang pedang miliknya, dua orang yang bernama A Lin dan A Lan memandang ke arah yang dipandang oleh komandan mereka.
Terlihat berbagai mayat terbaring di tanah dengan lubang tepat di dada kiri, letak jantung setiap manusia berada. Namun, tatapan mereka jatuh ke sosok orang yang berdiri di tumpukan mayat dengan ekspresi acuh tak acuh.
A Lin dan A Lan terkejut melihat tidak bisa melacak kekuatan lawannya itu. Sebesar apapun usaha mereka, pada akhirnya menyerah untuk melihat kekuatan dari Xiao Jian.
Xiao Jian menatap ke arah ketiga orang yang muncul, dengan tatapan datar dan ringan. Baginya, ketiga orang di depannya sedikit lebih kuat dari lainnya.
Pedang pendek terangkat sedikit dari bawah, Qi berwarna gelap menyelimuti pedang milik Xiao Jian. Ia sudah siap untuk bentrok kali ini.
Komandan Long, A Lin, dan A Lan juga sudah menyiapkan senjata mereka masing-masing. Sebutir keringat muncul di pelipis mereka ketika melihat temperamen Xiao Jian yang berubah menjadi ganas dan kejam.
Momentum penindasan Xiao Jian lebih besar darinya, Komandan Long memperingatkan kedua orangnya dengan suara dalam. “Hati-hati melawannya...”
“Baik, Komandan!”
***
Xiao Fan yang hampir tiba di tangga terakhir, ia berhenti sebentar. Tatapannya tertuju ke arah tiga orang berjubah hitam yang menjaga pintu menuju ke ruang harta.
“Bergerak lebih cepat, lebih baik...”
Di akhir perkataan, Xiao Fan menghilang dari tempatnya dan melintas dengan cepat ke arah salah satu orang berjubah hitam yang memiliki kewaspadaan tinggi.
Hitam1 merasakan bahaya dari sampingnya, ia dengan cepat mengayunkan pedangnya ke arah samping.
Serangkaian tindakan Hitam1, membuat Hitam2 dan Hitam3 menjadi lebih waspada.
Tepat pedang akan melintas ke bawah, Hitam1 melebarkan matanya ketika melihat pedang pendek melintas dengan cepat ke arahnya.
Tusukan!
Hitam2 dan Hitam3 dengan cepat menghilang dalam kegelapan ketika melihat Hitam1 tertusuk tepat kepalanya. Mereka berdua tidak terkejut, maupun linglung. Mereka dilatih dengan keras oleh Organisasi untuk fokus ke dalam pertarungan.
Xiao Fan mencabut pedangnya, pandangannya terkunci ke arah Hantu2. Ia menyeringai dan melesat ke arah Hantu2.
Hantu2 benar-benar tak menyangka, bahwa musuhnya berhasil mendeteksi keberadaannya.
‘Tidak mungkin, bagaimana orang ini bisa tahu aku disini...’
Hantu2 tidak memiliki pilihan selain melesat ke arah Xiao Fan, ia ingin segera membunuh Xiao Fan dengan cepat.
Xiao Fan tidak takut, ia melihat lintasan pedang Hantu2. Xiao Fan dengan mudah menghindar dan mengarahkan puncak bilah pedang ke depan tepat jantung Hantu2.
Tusukan!
Hantu2 melebarkan matanya, sebelum dibuang jatuh oleh Xiao Fan sendiri. Hantu3 melihat kedua temannya terbunuh, tidak tinggal diam.
Namun, sebelum ia menyelesaikan tekniknya. Xiao Fan muncul di belakang Hantu3 dengan cepat.
Xiao Fan dengan ringan dan ganas, menebas tepat kepala Hantu3. Selepas itu, mata Xiao Fan tertuju ke arah pintu masuk.
“Waktunya menjadi pencuri...”
[To be Continued.]
Silakan Like Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.