
Silakan Dibaca.
Benua Iblis.
Berbagai tengkorak manusia, hewan, maupun makhluk lainnya, berserakan di mana-mana. Tanah hitam, pohon dengan daun ungu, lahar yang menyala, menjadi simbol satu benua terkenal.
Benua Iblis, sebuah benua yang telah ada sejak pembentukan Alam-alam tingkat rendah. Benua ini tetap berdiri dan masih luas seperti dulunya.
Sementara benua lainnya telah terpecah oleh bencana alam yang sangat kuat dulu.
Pemilik benua iblis, ialah sosok makhluk menyerupai manusia, dengan tanduk sebagai simbol kekuatan mereka dan memiliki ciri khas lainnya yaitu ekor dan sepasang sayap kelelawar yang megah.
Sosok ini memang sempurna, hidup di darat, laut, maupun langit. Sosok yang dapat bernafas entah di mana pun berada, bahkan di ruang angkasa. Sosok ini dapat bertahan hidup selamanya. Sosok ini ialah Iblis.
Iblis di bagi menjadi tiga tingkat. Kategori peningkatan mereka berdasarkan tanduk yang berada di tengah kepalanya.
Dua tanduk yang berada di kanan dan kiri atas kepala, hanya sebagai simbol khas mereka. Sementara tanduk yang berada di kening sampai belakang, adalah simbol kekuatan mereka.
Tanduk satu adalah Iblis tingkat normal, Iblis ini memiliki kekuatan setara dengan Alam Setengah Pejuang bintang satu.
Tanduk dua adalah Iblis tingkat menengah, Iblis ini memiliki kekuatan setara dengan Alam Elementasi bintang dua.
Tanduk tiga dan seterusnya, adalah Iblis tingkat tinggi, Iblis ini memiliki kekuatan di atas dari Iblis menengah.
Tanduk keempat, adalah Iblis langka dan simbol tanduk keempat menandakan bahwa Iblis tersebut adalah Raja Iblis.
Sosok eksistensi tertinggi dari para Iblis tersebut. Mereka memiliki sifat berbeda-beda, dan sifat itu bukanlah sifat baik, melainkan sifat buruk.
***
Di ruangan yang luas, empat sosok tengah duduk di kursi yang berbeda. Di depan empat sosok tersebut terdapat meja bundar yang besar.
“Zhou Dan, bagaimana perkembangan di misimu?”
Sosok pertama bertanya kepada sosok kedua, kemudian sosok kedua membuka matanya. Mata besar dengan pupil aneh, menjadi Ikon Sosok kedua tersebut.
“Pulau Luner sudah diatasi oleh Si Han. Namun, aku kurang yakin dengan kinerjanya. Maka dari itu, aku minta tolong untuk mengirimkan Si Dan ke sana.”
Sosok pertama menyusutkan matanya ketika mendengar sosok kedua yang bernama Zhou Dan tersebut.
“Si Han tidak dapat diandalkan, apakah benar begitu?”
Zhou Dan mengangguk, dirinya kemudian mulai menjelaskan apa yang terjadi terhadap Si Han. Hal ini membuat dua sosok yang diam menjadi serius.
“Si Han dikendalikan dan itu segel yang tidak dapat dipecahkan? Apakah Si Han yang mengatakan itu, atau..”
Sebelum sosok ketiga menyelesaikan kalimatnya, Zhou Dan menyelanya dengan cepat.
“Aku melihatnya sendiri, keanehan dan simbol laba-laba yang berada di punggungnya. Kalian seharusnya tahu kekuatan mataku.”
Ketiga sosok itu merenung, mereka tidak menyangka akan ada kejadian tersebut. Masalahnya kali ini, manusia memiliki sosok yang kuat di sisinya. Hal ini, membuat mereka tenggelam dan merencanakan kembali rencana mereka.
“Ini sulit, manusia ini benar-benar menjadi penghalang kita. Juga, kita tidak bisa membiarkan manusia ini bertindak lebih jauh.”
Sosok ketiga dan keempat mengangguk dalam-dalam, mendengar perkataan sosok pertama. Sementara Zhou Dan sendiri menutup matanya dan berkata dengan jelas.
“Kirim iblis normal dan menengah untuk menyelidiki manusia ini, jika memungkinkan. Bunuh manusia ini sebelum menjadi lebih kuat. Ancaman seperti ini, harus segera diselesaikan.”
Sosok pertama, ketiga, keempat mengangguk. Kemudian, sosok pertama mengeluarkan kelelawar dari tangannya dan menerbangkannya keluar dari ruangan.
***
Alam Langit.
Xiao Fan memandang ke arah seluruh malaikat yang tengah bekerja membangun kembali perumahan dan menyembuhkan malaikat yang terluka lainnya.
Di sebelah kanan Xiao Fan terdapat Xiao Lian yang tengah mengamati kertas yang berisi seluruh pelatihan yang harus dipelajari para malaikat.
Pelatihan itu dibedakan menjadi tiga, dasar, menengah, dan atas. Setiap malaikat yang menyelesaikan tahap dasar, maka mereka dapat naik ke tingkat selanjutnya.
“Aku akan kembali, sisanya kuserahkan kepadamu, Xiao Lian.”
“Baik, Tuan.”
Xiao Lian menundukkan kepalanya. Para malaikat lainnya juga berhenti bekerja dan mulai menundukkan kepala mereka masing-masing.
“Sampai jumpa kembali, Pemimpin.”
Xiao Fan mengangguk dan melambaikan tangannya, kemudian dia menghilang dari Alam Langit.
Melihat tuan mereka telah pergi, para malaikat dan Xiao Lian mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing. Mereka harus cepat, agar segera memulai pelatihan untuk menjadi lebih kuat.
***
Lapangan.
Xiao Fan membuka matanya, dia melihat bahwa dirinya kembali ke lapangan yang sebelumnya digunakan untuk pertarungan melawan penyergap.
Xiao Fan masih terduduk di tempat yang sama, di depannya api unggun masih menyala dengan semangat, membuat tubuhnya menghangat.
Lan Ling dan An Er datang ke sisi Xiao Fan, keduanya sedikit gugup sekarang ketika berhadapan dengan Xiao Fan secara tatap muka.
Bayangan psikologis akan kematian lawan sebelumnya, benar-benar mengakar di dalam diri mereka masing-masing.
“Tuan, terima kasih atas bantuan sebelumnya.”
Xiao Fan memandang ke arah dua perempuan itu, gerakan tersebut membuat dua perempuan itu gemetar karena ketakutan. Xiao Fan sendiri tidak terlalu peduli, dirinya kemudian berkata dengan ringan.
“Lupakan, apakah pertama kalinya kalian melihat kematian seseorang?”
Lan Ling dan An Er tertegun, mereka melihat bahwa Xiao Fan memberikan tatapan yang sangat aneh. Tatapan itu berbeda dari tatapan sebelumnya.
“Ini.. memang pertama kalinya kami melihat pemandangan seperti itu. Sementara untuk adegan membunuh, kami sudah pernah melihatnya berkali-kali.”
Xiao Fan mengangguk ketika mendengar kalimat yang diucapkan oleh Lan Ling. Dirinya paham sekarang kenapa mereka gemetar, pemandangan tulang naik dan menusuk benar-benar tidak bagus untuk dilihat.
Pembunuhan normal dan pembantaian adalah dua hal yang berbeda. Apa yang dilihat kedua perempuan itu hanya pembunuhan normal, sedangkan yang dirinya berikan kepada kedua perempuan itu adalah pembantaian.
“Aku mengerti, kalau begitu duduklah. Mari kita bercerita, aku sangat bosan sekarang.”
Lan Ling dan An Er saling memandang, mereka kemudian duduk di kursi kayu yang dibuat oleh Xiao Fan tersebut. Mereka duduk dan Xiao Fan mulai mencairkan suasana terlebih dahulu.
“Panggil saja aku Xiao Fan, tanpa embel-embel tuan. Kita satu angkatan, tidak perlu ada senioritas.”
Mendengar pernyataan halus Xiao Fan, Lan Ling dan An Er mengangguk setuju. Keraguan dan rasa tidak nyaman mereka menghilang dalam sekejap.
Kemudian mereka bertiga saling bercerita, mulai dari pengalaman bertarung, sampai masalah yang dihadapi mereka masing-masing. Kedua perempuan sangatlah terbuka kepada Xiao Fan. Hal ini karena, mereka merasakan kenyamanan dan keamanan terhadap Xiao Fan.
Kedua perempuan itu sama sekali belum menemukan kenyamanan dan keamanan tersebut. Hanya ketika menghadapi seorang ayah baru rasa tersebut muncul.
An Er sendiri pelayan yang berbeda dari lainnya. Ternyata pelayan tersebut, bisa disebut pelayan dan bisa disebut tuan putri.
Ayah Lan Ling menemukan Ibu An Er, seorang ratu dari kerajaan benua lain. Ibu An Er melahirkan An Er, namun nyawa Ibu An Er menjadi taruhannya.
An Er kemudian perlahan-lahan tumbuh, sampai akhirnya dirinya mengajukan sendiri untuk menjadi pelayan pribadi dari Lan Ling. Bagaimanapun juga, An Er sangat dekat dengan Lan Ling.
Bagaikan kakak beradik yang tidak dapat dipisah. Ayah Lan Ling awalnya tidak setuju, namun ketika melihat An Er yang terus menerus murung, dia akhirnya menyerah.
Ayah Lan Ling akhirnya mengangkat An Er menjadi pelayan pribadi Lan Ling, namun status pelayannya lebih spesial dibandingkan lainnya.
Xiao Fan dan kedua perempuan itu saling bercerita satu sama lain. Sampai akhirnya, kedua perempuan itu mulai mengantuk dan tertidur di tempat.
“Tuan..”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.