Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 222 - Kerajaan Qian


Silakan Dibaca.


Lan Yansho mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan Xiao Fan. Dia tidak mengerti arti di balik perkataan tersebut.


12.00


Xiao Fan menyadari bahwa Lan Yansho tidak mengetahui maksudnya. Namun, Xiao Fan tidak buru-buru. Biarkan kereta sampai di Desa Kembang Api dan dia akan menunjukkan maksud dari perkataannya.


Tak butuh waktu lama, kereta keluarga Lan tiba di Desa Kembang Api.


Desa itu sepi karena para warga pindah ke desa lainnya yang berada di dekat desa mereka itu.


Xiao Fan dan rombongan turun dari kereta, para prajurit juga mulai turun dari kuda. Mereka bersiap-siap melindungi tuan dan nona dari keluarga Lan.


Xiao Fan memandang sekelilingnya, perasaan kurang nyaman dan perasaan kesedihan bisa dirasakan olehnya. Ada beberapa suara udara yang terdengar di telinganya.


“Tolong...” suara samar terus terdengar di telinga Xiao Fan. Hal ini dapat dirinya pahami. Namun, sebelum itu. Dia memandang ke arah rombongan.


“Seperti yang kubilang sebelumnya... Tangisan bayi dan keanehan ini, bukanlah sebuah masalah besar. Namun, itu hanyalah permintaan yang sangat menyedihkan.” Xiao Fan berkata dengan nada pelan.


Xiao Fan berjalan di jalanan Desa Kembang Api diikuti dengan para perempuan, begitu juga dengan Lan Yansho.


“Jelaskan, nak!” suara Lan Yansho sedikit tidak sabar, dia menyadari bahwa Xiao Fan terkesan sangat misterius.


“Pernahkah kamu mendengar cerita ‘Cinta Abadi.’ Yang dibuat seribu tahun lalu?” tanya Xiao Fan kepada para rombongan.


Para perempuan tertegun, mereka jelas mengetahui cerita itu. Bagaimanapun juga cerita ‘Cinta Abadi.’ Sangatlah kuat dan dalam bagi perempuan.


“Kami mengetahuinya.” Yun Lan Ran berkata mewakili semua perempuan.


“Apakah kamu mengetahui kisah dibalik, Ibu panti asuhan yang merawat tokoh utama perempuan sebelumnya?” tanya Xiao Fan sekali lagi.


Para perempuan tersentak, perlahan-lahan langkahnya mulai melambat, sampai akhirnya berhenti di tempat.


Bagaimana mereka bisa melupakan Ibu panti asuhan dalam cerita tersebut. Sosok Ibu yang mengasuh 20 anak yatim dan piatu. Sosok Ibu yang paling tidak pernah menyerah untuk kehidupan anak-anak tersebut.


Mereka semua sudah tahu, namun apa hubungannya cerita tersebut dengan Desa Kembang Api. Namun, mereka segera menggelengkan kepalanya dan menyusul Xiao Fan yang berada di depan.


Tiba di dekat Xiao Fan, mereka melihat pemuda itu berhenti sambil menepuk batu yang berada di depannya.


Namun, batu itu bukan sembarang batu. Lan Yansho yang melihat batu yang ditepuk oleh Xiao Fan. Tidak bisa untuk tidak melebarkan matanya.


“Bagaimana bisa...” suara Lan Yansho perlahan-lahan mulai pelan, sampai akhirnya tidak ada suara kembali.


Lan Yansho benar-benar terkejut, batu yang ditepuk Xiao Fan ialah batu yang sangat berharga. Batu itu sendiri memiliki fungsi tersendiri.


“Batu penanda kerajaan.” Lan Yansho menahan nafasnya dalam-dalam. Dia tidak menyangka akan ada batu penanda kerajaan di Desa Kembang Api.


Kemudian, Lan Yansho melihat Xiao membersihkan pasir yang menutupi batu tersebut. Sampai akhirnya, dia melihat sederet karakter yang menunjukkan tentang kerajaan


Kerajaan Qian.


Lan Yansho yang melihat nama kerajaan tersebut seketika memutar kembali memorinya. Dia mengingat kejadian yang dialami oleh Kerajaan Qian tersebut.


“Seperti dugaanku... Tangisan bayi ini memanglah nyata, namun ini hanya roh. Sementara suara orang menyanyi malam hari, kemungkinan ibu dari bayi tersebut.” Xiao Fan berkata dengan nada rendah.


Sudah beberapa kali kejadian seperti ini terjadi di dunia sebelumnya. Setiap desa yang masih ada jejak kerajaan, pasti bertemu dengan kejadian ini.


Para perempuan yang mendengar penuturan Xiao Fan seketika sadar dan mereka akhirnya paham mengapa hati mereka masing-masing gelisah dan sangat sakit.


“Nak... Kuserahkan masalah ini kepadamu.”


Xiao Fan yang mendengar perkataan Lan Yansho sedikit mengangguk dan berkata, “Tunggu malam hari. Kita harus bertemu dengan ibu dari para roh tersebut.”


Lan Yansho mengangguk setuju, begitu juga para perempuan lainnya. Kemudian, mereka kembali lagi menuju ke kereta untuk berdiam menunggu malam hari.


Xiao Fan memisahkan diri dari rombongan dengan alasan, dirinya ingin berkeliling Desa Kembang Api terlebih dahulu. Lan Yansho mengangguk setuju, dia sendiri ingin berbicara dengan para prajuritnya.


Xiao Fan melintas di setiap sudut Desa Kembang Api. Apa yang ingin dirinya cari adalah sesuatu yang menghubungkan desa dengan Kerajaan.


Xiao Fan sendiri mengetahui situasi nyata dari Kerajaan Qian. Sebuah Kerajaan damai, namun tak butuh waktu lama seluruh laki-laki terbantai di medan perang. Para perempuan masih tinggal di Kerajaan, akan tetapi tak butuh waktu lama bagi Kerajaan lain menguasai tempat tersebut.


Untuk selanjutnya Xiao Fan tidak mengetahuinya lagi. Hal ini karena tidak dituliskan apa yang terjadi selepas itu, sampai akhirnya berubah menjadi Desa Kembang Api sekarang.


Xiao Fan bergerak ke ujung desa dan menemukan sisa satu pilar yang sangat kokoh. Namun, pilar tersebut sudah kehilangan setengah bagiannya.


Xiao Fan memegang pilar dan merasakan adanya goresan-goresan ringan di pilar tersebut. Sampai akhirnya, Xiao Fan menggosok dengan cepat dan terlihatlah beberapa deret karakter kembali.


“Aku sudah tidak kuat, semuanya dihancurkan satu persatu, bahkan bayi yang baru lahir...”


“Surga membantu kami...”


Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat barisan kata yang acak tersebut. Namun, saat mencoba menghapus pasir yang sudah mengeras. Xiao Fan sama sekali tidak menemukan karakter baru lagi.


“Apa sebenarnya yang terjadi dengan Kerajaan Qian selepas dikuasai kerajaan lain?”


Xiao Fan menggelengkan kepalanya selepas berpikir singkat. Dia memandang ke arah sudut lainnya dan mulai bergerak ke tempat tersebut.


Tiba di tempat tujuan, Xiao Fan menemukan batu yang memiliki warna hijau zamrud. Xiao Fan yang penasaran mencoba mengangkatnya, namun batu itu sangatlah berat.


“Batu apa ini? Qi sama sekali tidak berguna.” Xiao Fan mengerutkan keningnya, kemudian menggali tanah yang berada di depan batu tersebut.


Perlahan-lahan tanah berkurang dan akhirnya Xiao Fan melihat seluruh bentuk dari batu tersebut.


Batu hijau zamrud itu besar memiliki ketebalan yang luar biasa, tingginya hampir satu meter lebih. Di batu tersebut juga ada sederet karakter kembali.


“Raja Naga, Zu Long mulai mengambil tombaknya. Kekaisaran He mulai menyerang di awali dengan Kerajaan Qian yang sudah di kuasai Kerajaan Tanyu...”


Xiao Fan mulai membaca teks tersebut dan dia benar-benar menemukan pokok masalahnya.


“Zu Long yang tiba di Kerajaan Qian terkejut dengan perbuatan para barbar. Mereka menghancurkan para perempuan dengan tarikan dua kuda. Bahkan membakar para bayi dalam sebuah cawan emas yang besar...”


Xiao Fan tidak terkejut lagi ketika mendengar kaum barbar melakukan hal tersebut. Mereka liar dan berani menghancurkan apapun yang menghalangi.


Xiao Fan akhirnya mengetahui sesuatu tentang permintaan nanti malam. Namun, sebelum dirinya memastikan keaslian tebakannya. Dia perlu mencari cawan emas besar tersebut.


“Harusnya terkubur di desa ini, namun tepatnya di mana?” Xiao Fan terus memeras otaknya untuk menemukan lokasi dari cawan emas besar tersebut.


Xiao Fan keluar dari galiannya dan mulai melangkah kembali mencari apa yang dirinya perlukan.


Namun, sebelum dirinya bergerak kembali. Malam hari mulai datang...


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.