
Silakan Dibaca.
“Kakek Han, bisakah kau memberiku saran menjadi seorang pemimpin?”
Yun Shi Han mengerutkan keningnya, dia sedikit bingung dengan maksud dari Xiao Fan tersebut. Sampai akhirnya, dia mengamati kedua putrinya.
Xiao Fan tahu bahwa pertanyaannya sedikit membingungkan, namun memang itu yang ingin dirinya ketahui.
“Xiao Fan, jelaskan pengalamanmu.. kemudian, aku akan mengetahui apa masalahmu?”
Yun Shi Han memandang ke arah Xiao Fan, dia sebenarnya sedikit mengerti maksud dari pemuda di depannya, ketika mengamati sekilas dua putrinya.
Awalnya, Yun Shi Han sedikit terkejut melihat ada tanda laba-laba di tangan mereka. Dia mengetahui tanda tersebut. Namun, dirinya bukannya marah, melainkan mempertanyakan kehidupan yang dialami oleh Xiao Fan.
Dirinya tidak marah karena yang memberikan tanda budak adalah Xiao Fan, hal ini yang membuat dia penasaran akan kehidupan yang di alami oleh seorang pemuda baik-baik tersebut.
Xiao Fan tertegun, namun kemudian dia mengatur nafasnya menjadi stabil.
“Ini berawal dari..” Xiao Fan menjelaskan tempat kelahirannya yaitu Klan Xiao. Kemudian, raja Ning yang tengah mengincar dirinya terus-menerus. Ning Que yang mengkhianati, hal inilah yang menjadi titik balik dirinya.
Yun Shi Han mengangguk dalam-dalam, dia mencerna cerita dari Xiao Fan tersebut. Bisa dibilang, Xiao Fan terlalu baik dan ada perasaan naif dalam sekejap.
Meskipun Xiao Fan sudah menghitam, Yun Shi Han dapat merasakan bahwa pemuda di depannya tersebut masihlah seorang pemuda yang naif.
“Sekarang, aku mengerti kenapa kamu memberikan tanda budak kepada kedua putriku. Namun, dilihat sekilas, mereka sama sekali tidak peduli akan tanda budak tersebut. Mereka benar-benar senang berada di dekatmu.”
“Semenjak awal, kamu hanya terlalu baik, naif, dan satu hal.. keraguan di hatimu sangatlah dalam.”
Yun Shi Han menunjuk ke arah dada Xiao Fan, dia menunjukkan hati Xiao Fan sesungguhnya. Lalu, dia melanjutkan perkataannya kembali.
“Pemimpin itu bukan hanya sekedar memerintah, mengayomi para anak buah. Melainkan, pemimpin adalah orang yang dapat melihat dan memutuskan dengan yakin.”
“Pintar maupun Jenius, itu sama sekali tidak berguna ketika memimpin. Pernahkah kamu mendengar, pemimpin baik adalah pemimpin yang tahu segala sesuatu tentang anak buahnya dan mulai mengembangkan dengan hati yang terbuka.”
Yun Shi Han memandang ke arah Xiao Fan, dia kemudian turun dari tempat tidur dan mulai melangkah menuju ke meja yang terdapat teko berisi air hangat.
“Tanda budak hanyalah untuk orang yang tidak memiliki kepercayaan diri. Serta, hal ini lebih cocok untuk jiwamu sendiri yang ingin duduk di puncak Dunia.”
“Kamu bukanlah pemimpin, melainkan seorang penguasa yang berdiri di atas segalanya. Namun, apakah kamu pernah merasakan, perasaan kesepian ketika berdiri di atas tanpa ada teman mengobrol dan lawan yang selalu datang kepadamu..”
Xiao Fan melebarkan matanya, dia merasa kembali ke dalam dunia yang dirinya tempati sebelumnya. Hanya ada kekosongan, tanpa ada teman dan keluarga yang mengisi dirinya.
Lawan yang datang dan bertarung dengan penuh kesenangan. Air mata Xiao Fan akhirnya mengalir, perasaan yang seharusnya dirinya ingat, mulai memasuki hatinya.
Tujuan, keinginan, jati diri, semuanya mulai terisi di dalam jiwanya. Xiao Fan melupakan hal penting tersebut, membuat keluarga besar adalah keinginan dirinya sebelum bereinkarnasi.
Namun, sekarang apa? Xiao Fan mulai mengingat satu persatu kejadian yang dirinya alami. Dia murka karena pengkhianatan kecil, dia dibutakan akan perasaan tinggi.
Xiao Fan mulai merenungkan dirinya sendiri sekarang. Gelombang yang diberikan oleh Yun Shi Han benar-benar membuatnya terbuka.
Yun Shi Han sendiri mulai menuangkan air hangat ke dalam gelasnya dan gelas satunya. Kemudian dia mengambil satu gelas, lalu menyerahkan kepada Xiao Fan.
“Minumlah.”
Xiao Fan menerima gelas tersebut dan perlahan meminum air hangat yang berada di gelas tersebut. Perasaannya yang campur aduk, kini tergantikan dengan suasana yang damai dan tenang, selepas dirinya meminum air hangat.
Yun Shi Han juga meminum air hangat tersebut. Keduanya mirip seperti sepasang teman yang saling mendukung satu sama lain.
Yun Lanran dan Yun Ling’er tetap diam, mereka berdua terkejut melihat Xiao Fan yang menangis tanpa suara. Serta, pengajaran dari ayahnya tersebut.
Kata-kata ayahnya sangatlah dalam, mereka berdua sama sekali tidak mengerti sebagian, dan memilih mendengarkan sambil menundukkan kepalanya.
Inilah perbedaan pemimpin dan penguasa. Dalam sudut pandang mana pun, keduanya sama. Namun, dalam artian asli.. keduanya berbeda.
Memang terlihat bagus dan kuat. Namun, apa artinya bagus dan kuat, jika hanya kesepian yang mendalam di atas takhta tunggal tersebut.
Sedangkan Pemimpin, ialah seorang yang mampu mengatur dan memahami para anak buahnya. Mereka tidak memaksa, melainkan memberikan keputusan akhir kepada anak buahnya masing-masing.
Pemimpin sendiri tidak akan pernah mengalami kesepian, melainkan mereka akan mengalami yang namanya kesibukan. Meski, begitu banyak kesibukan, mereka dapat tersenyum bahagia dan melakukan apapun bersama-sama.
Xiao Fan sendiri ingin menjadi pemimpin, dia ingin membangun keluarga besar. Bukan terlelap kembali ke dalam kesendirian seperti kehidupan sebelumnya.
***
Di luar ruangan.
Fang Yin dan keluarga Yun lainnya menunggu di luar dengan rasa khawatir dan penasaran yang tinggi. Mereka khawatir akan terjadi sesuatu terhadap Yun Shi Han, kepala keluarga Yun.
Ning Shie sendiri khawatir akan keduanya. Bagaimanapun satu orang adalah kakeknya dan satu orang adalah sosok yang dia cintai.
“Tenanglah, Nek. Semua akan baik-baik saja, Kakak Fan tidak akan pernah melukai Kakek.”
Fang Yin menatap ke arah Ning Shie. Dirinya tersenyum tak berdaya ketika cucunya tengah menenangkan dirinya. Dia sepenuhnya yakin akan Ning Shie, maupun keluarga Yun lainnya.
“Apa yang diucapkan, Shie’er adalah benar. Xiao Fan tidak akan melakukan hal yang membahayakan kepala keluarga Yun.”
Lan Ling mengatakan sambil tersenyum ringan. An Er mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh Nona Mudanya tersebut.
Semua keluarga Yun mencoba menenangkan diri mereka selepas Lan Ling, An Er, dan Ning Shie mencoba menenangkan kekhawatiran mereka.
“Shie’er, Ling’er, An Er, kami tidak mengkhawatirkan tentang Xiao Fan akan menyerang suamiku. Melainkan, kami sebenarnya khawatir akan kesehatan suamiku tersebut.”
Ketiganya tertegun, apa yang dibilang Fang Yin membuat mereka sadar. Kepala keluarga Yun baru saja terbangun, ada kemungkinan tubuhnya masihlah lemah.
***
Beberapa jam kemudian.
Xiao Fan mulai tenang kembali, dia mengingat seluruh keinginan nyata dirinya untuk sekarang. Kesepian yang dia alami dulu, benar-benar membekas di dalam ingatannya kali ini.
Yun Shi Han duduk di sebelahnya sambil meminum air hangat, dia sangat tenang. Bagaikan orang tua yang sudah pernah melihat ujungnya dunia. Kemudian kembali, dan membuat pondok untuk beristirahat dengan damai.
“Terima kasih, Kakek Han.”
Yun Shi Han menaikkan sudut mulutnya, dia mengangguk ketika mendengar ucapan terima kasih Xiao Fan tersebut.
“Sama-sama, Anak Muda.”
Xiao Fan kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Yun Lanran dan Yun Ling’er. Dia mengayunkan tangannya ke samping dan muncullah dua pil yang berwarna biru keputihan.
“Lanran, Ling’er, ini adalah pil untuk memecahkan tanda budak pada tubuh kalian.”
Yun Lanran dan Yun Ling’er saling memandang, mereka sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan tanda budak tersebut.
Mereka sebenarnya sudah senang bersama dengan Xiao Fan dan lainnya. Mereka ingin menolak, namun mendengar kalimat Xiao Fan selanjutnya mereka tidak bisa untuk menolak kembali.
“Aku tidak menginginkan anak buah, yang kuinginkan adalah keluarga..”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.