
[Chapter 22.]
[Akhirnya.]
[Silahkan Dibaca.]
Pasar Klan Xiao, kedua sosok berjalan melewati kerumunan banyak orang. Keduanya berbelok ke dalam gang, kemudian terus berjalan agar mendapatkan tempat sepi agar cepat sampai ke tempat tujuan.
Kedua sosok itu adalah Xiao Fan dan Ning Shui. Mereka berdua bergerak menuju ke arah tempat informan berada. Xiao Fan memerlukan informasi terkait barang yang dibutuhkan di pelelangan tempat manapun yang berada di kota Gaoshan.
Tiba di rumah para Informan, Xiao Fan mengetuk pintu rumah tersebut. Kemudian, pintu terbuka menampilkan sosok pemuda yang tampan. Pemuda itu terkejut, dikala melihat siapa yang mengetuk pintu rumahnya.
“Tuan Muda, silahkan masuk.” Pemuda itu segera mempersilahkan Xiao Fan dan Ning Shui masuk ke dalam. Xiao Fan mengangguk dan masuk ke dalam, diikuti oleh Ning Shui. Pemuda itu lantas segera menutup pintu, kemudian membuka pintu menuju ke bawah.
Xiao Fan dan Ning Shui turun, pemuda itu juga ikut turun. Pemuda yang bernama Shin Jian itu memandu keduanya menuju ke sebuah ruangan yang paling rahasia. Ruangan luas dan terang membuat kesan percakapan menjadi lebih nyaman.
“Silahkan duduk, Tuan.” Shin Jian berkata dengan nada hormat. Lalu, dia melihat Xiao Fan dan Ning Shui duduk di kursi yang dia sediakan. Dengan cepat Shin Jian berjalan menuju ke rak mengambil sebuah kertas di rak tersebut.
Shin Jian membawakan kertas tersebut dan menyerahkan ke Xiao Fan. Dengan ringan, Xiao Fan menerima kertas itu. Dia melihat dan membaca isi dari kertas yang diberikan oleh Shin Jian. Xiao Fan membaca dengan penuh fokus dan sudut mulutnya naik.
“Bagus, apakah benda ini tidak ada di pasaran?” Xiao Fan bertanya dan diangguki olen Shin Jian. Xiao Fan puas dengan hal itu. Ning Shui sendiri penasaran dan segera melihat apa isi dari kertas tersebut, dia melihat daftar pelelangan yang akan diadakan besok hari.
Pelelangan itu memiliki berbagai macam pil, barang dan alat. Ning Shui fokus ke dalam alat yang dilingkari warna merah, dirinya melihat sebuah pot dengan corak hitam dan kedua sisinya terdapat Naga dan Phoenix. Warna dari pot itu ialah hitam keunguan, di situ tertulis barang misterius.
Ning Shui sedikit terkejut melihat bahwa itu adalah misterius, seingatnya Xiao Fan tidak menyukai barang-barang langka, sumber daya yang tinggi dan berkesan jarang ditemukan. Ning Shui tahu Xiao Fan lebih suka barang-barang yang pasti tersedia, walaupun itu buruk pun, Xiao Fan akan suka.
Ning Shui pernah bertanya, kenapa Xiao Fan suka barang biasa dan terkesan normal? Xiao Fan sendiri menjawab, pernahkah kau melihat satu lidi yang berkumpul kemudian di balut oleh karet dan menghancurkan sebuah kayu?.
Ning Shui bingung, akan tetapi jawaban Xiao Fan selanjutnya membuat pandangan dirinya menjadi luas. “Selemah ataupun seburuk barang itu, jika kau olah dengan berbagai barang sama maupun jenis lain yang sama. Itu akan menjadi hal yang kuat. Memang sering banyak kegagalan, akan tetapi aku senang bereksperimen. Gagal adalah sebuah hal yang normal bagiku.”
Ning Shui benar-benar terkejut akan hal itu. Dia berfikir, orang suka bereksperimen melawan orang terkuat, siapa yang akan menang? Namun dirinya segera mendapatkan jawaban ketika mengingat Xiao Fan yang membunuh berbagai ahli yang memiliki Roh Elemen di atasnya.
Ning Shui akhirnya sadar bahwa Xiao Fan adalah orang aneh yang suka bereksperimen. Aneh karena pandangan dunia luar berbalik di mata Xiao Fan. Barang, alat yang langka menjadi normal baginya, sedangkan hal normal dan lemah menjadi harta karun.
Ning Que juga menyadari hal itu lebih dahulu dibandingkan Ning Shui, kedua putri Ning tersebut tertawa kecil dan merasa bahwa Xiao Fan menarik. Keduanya dari rasa menarik menjadi rasa suka yang dalam, mereka berdua menjadi sangat menyukai Xiao Fan.
Xiao Fan sedikit mengerut ketika mendengar hal itu, dirinya hanya menjawab dengan ringan. “Jika cinta menimbulkan rasa sakit itu wajar, jika cinta menimbulkan rasa benci itu semakin aku menyukainya. Bagaimanapun juga benci akan menimbulkan masalah dan aku paling suka masalah.”
Xiao Fan mengingat jawabannya tersebut, dirinya tidak bisa tidak tersenyum ketika mengingat hal itu. Kertas yang dipegangnya dia lipat dan diberikan kepada Shin Jian. “Terimakasih Jian, juga seperti biasa. Apakah kalian mendapatkan hal yang sudah kuminta?”
Shin Jian tersenyum, kemudian memberikan dua lembar kertas. Di kertas itu terlihat dua lambang yang berbeda. Xiao Fan membaca isinya tersebut, Ning Shui juga ikut membaca kertas tersebut. Dirinya terkejut, akan hal itu. Sementara Xiao Fan menaikkan sudut mulutnya.
“Mereka ternyata sudah mulai memberontak. Sampai-sampai sekte terkenal juga ikut terlibat. Ini menarik, sangat menarik.” Xiao Fan benar-benar senang melihat isi data tersebut. Sementara Ning Shui hanya menghela nafas tak berdaya ketika melihat data tersebut.
“Sepertinya Turnamen Klan kali ini akan jauh lebih menarik, aku menantikannya.” Xiao Fan berkata dengan seringai di mulutnya. Ning Shui sendiri menggelengkan kepalanya dan bersiap untuk pertandingan nanti.
***
Xiao Fan dan Ning Shui keluar dari rumah informan. Mereka berdua berjalan-jalan di pasar, berharap menemukan sesuatu hal menarik yang bisa dijadikan bahan eksperimen. Xiao Fan berpikir ingin membuat suatu senjata yang bisa digabungkan dengan benangnya.
“Nah Shui’er, apakah kau tahu senjata yang cocok untuk dikombinasikan dengan benangku?” Xiao Fan bertanya kepada Ning Shui. Dirinya benar-benar buntu sekarang kalau sudah soal kecocokan senjata untuk dirinya sendiri.
Ning Shui yang mendengar pertanyaan itu, juga mulai berpikir. Dirinya tidak masalah dipanggil seperti itu, malah dirinya senang karena dengan itu mereka menjadi lebih dekat. Dia berfikir dan akhirnya tidak menemukan jawaban.
“Fan Ge, aku tidak menemukan sama sekali. Kenapa tidak ke pandai besi saja? Untuk melihat dan bisa melihat apa yang cocok untuk Gege.” Xiao Fan yang mendengar itu, dirinya tersenyum dan mengangguk setuju.
Selepas itu, Xiao Fan dan Ning Shui pergi menuju ke pandai besi. Keduanya berjalan sambil melihat toko-toko yang mereka lewati. Xiao Fan sendiri menatap item-item yang normal. Dirinya juga sesekali melirik sebuah batu yang terdapat di tiap toko.
Tiba di tempat pandai besi, Xiao Fan dan Ning Shui masuk. Terdengar suara pukulan keras antara palu dan besi. Xiao Fan menatap sekitar, dirinya baru kali ini melihat pandai besi, tidak termasuk saat di Dunia sebelumnya. Dia baru saja melihat pandai besi yang begitu besar dan benar-benar rapi.
“Selamat datang, adakah yang bisa saya bantu? Tuan Muda, Nona Muda.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.