
Silakan Dibaca.
Mendengar suara yang masuk di antara keduanya. Zhou Dan segera menatap ke arah asal suara tersebut. Sementara Tianheng hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari suara itu. Tanpa berbalik, ia sudah tahu pemilik suara itu.
“Siapa kau, manusia! Beraninya menghentikan pedangku!”
Zhou Dan meraung marah ketika melihat sosok laki-laki memakai setelan pakaian hitam dan putih tengah menghalangi pedangnya. Zhou Dan melotot dan mengirim salah satu pedang ke arahnya. Namun, pedang laki-laki itu melesat ke arah dirinya.
Zhou Dan melompat mundur segera. Laki-laki yang melawannya juga turun. Ekspresinya tetap sama, ia sangat tenang, seolah-olah tengah melawan seorang anak kecil yang susah diatur.
“Kau bertanya tentang diriku, maka aku akan memperkenalkan diriku. Seorang pengelana dari utara menyambut matahari yang terang, salam kenal namaku ialah Xiao Fan!” kata Xiao Fan dengan senyum yang masih terpatri di wajahnya.
Zhou Dan menggertakkan giginya, ia mengangkat dua pedang dan melesat ke arah Xiao Fan. Sementara Xiao Fan, memberikan isyarat kepada Tianheng untuk mundur dan menyerahkan Raja Iblis kepadanya.
Tianheng menyadari hal itu, ia segera mundur dan beberapa prajurit mendukung dirinya ke belakang. Tianheng sendiri mendapatkan luka dangkal. Qi dalam tubuhnya juga sudah menipis. Dibutuhkan paling tidak setengah hari untuk kembali ke kondisi puncaknya.
Xiao Fan memandang ke arah Zhou Dan yang melesat dengan cepat. Namun, dalam bidang visi Xiao Fan sendiri, Zhou Dan layaknya berjalan menuju ke arahnya. Xiao Fan menghela nafas tak berdaya.
Lawannya kuat, karena berada di Alam Elementasi. Namun, Xiao Fan jauh lebih kuat kembali selepas memasuki Makam Kuno. Dengan tambahan Qi Ilahi, Zhou Dan sudah dikalahkan dalam sekali serang, jika masih sama seperti sekarang.
“Mati!”
Zhou Dan mengayunkan pedangnya ke arah Xiao Fan. Namun, Xiao Fan menurunkan pedang hitam dan menghindari serangan Zhou Dan layaknya hantu. Semua serangan Zhou Dan sama sekali tidak ada yang mengenainya. Hal ini membuat Zhou Dan semakin marah.
“Apa kau hanya bisa menghindar saja, manusia!” Zhou Dan benar-benar kesal dengan Xiao Fan. Ia benar-benar tidak menyangka, serangan cepat miliknya dapat dihindari begitu mudah. Bahkan lawan-lawannya hanya dapat menahan dan membalas serangan.
“Oh, kau ingin kau menyerang,” kata Xiao Fan, matanya memancarkan cahaya dingin sekilas. Pedang hitam miliknya bergetar dan qi biasa menyelimuti pedang tersebut. “Kalau begitu, jangan menyesal, Iblis!”
Xiao Fan menekan kata Iblis secara dalam. Kemudian, lintasan pedang mulai terlihat. Kecepatan Xiao Fan sangat cepat. Serangan pertama menyerang sisi pedang, kedua dan ketiga terus menerus menyerang pedang.
Zhou Dan benar-benar kewalahan, ia tidak bisa menahan dan terus dipaksa mundur ke belakang. Ia tidak menyangka dengan fakta yang ada di depannya. Bukan dirinya yang menahan serangan melainkan lawan yang terus mengincar pedangnya.
Malu dan marah, perasaan ini timbul di dalam hati Zhou Dan. Ia memandang ke arah Xiao Fan dan paham bahwa lawannya sama sekali tidak serius. Melihat hal itu, di dalam hati Zhou Dan timbul perasaan lainnya yaitu, takut.
Dentang! Dentang!
Suara benturan dua logam terus terdengar. Xiao Fan mengincar pedang setengah bulan Zhou Dan. Ia ingin menghancurkannya dengan cepat, perasaan mendominasi peperangan benar-benar menyenangkan bagi Xiao Fan.
Tianheng memandang dengan mata bulat, ia tahu bahwa ada jarak di antara dirinya dengan Xiao Fan. Namun, ia tidak menyangka bahwa jarak tersebut sangatlah jauh layaknya jurang yang terpisah sejauh dua ratus meter.
Para prajurit yang melihat pertarungan kedua orang itu, benar-benar terkejut. Mereka melebarkan matanya, mulutnya terbuka namun tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan pertarungan tersebut. Namun, dalam pikiran mereka hanya bisa terukir satu kata, yaitu kuat.
Tak butuh waktu lama, sampai suara retakan terdengar. Zhou Dan melebarkan matanya, ia melihat pedang miliknya retak. Kemudian, retakan mulai melebar dan akhirnya pecah berkeping-keping.
Zhou Dan terkejut, namun perasaan terkejutnya ia tekan. Dirinya menatap ke arah Xiao Fan yang sudah berhenti untuk menyerang. Zhou Dan menatap penuh kebencian dan kemarahan, ia meraung sambil melesat ke arah Xiao Fan.
“Bajingan! Beraninya merusak senjataku!”
Zhou Dan mengalihkan pedangnya yang lain, ia memegang dengan tangan kanan dan melesat menuju ke tempat Xiao Fan berdiri. Kecepatannya cepat, namun di visi Xiao Fan hanya terlihat sosok yang tengah berlari kecil.
Xiao Fan menyunggingkan senyumnya, ia tahu bahwa iblis di depannya berpotensi besar. Hanya butuh beberapa waktu, lawan sudah meningkat tajam. Dari berjalan menuju ke lari kecil.
Zhou Dan muncul di depan Xiao Fan, ia mengayunkan pedangnya dengan kuat ke arah Xiao Fan yang berdiri. Zhou Dan menyeringai, ia yakin bahwa Xiao Fan takut dan tidak dapat bergerak untuk menghindar.
‘Manusia tetaplah manusia, mereka akan takut ketika sudah selesai dengan triknya!’ cibir Zhou Dan dalam hati. Ia semenjak awal kurang menyukai manusia, pengalaman masa lalunya terpatri terus di dalam hatinya.
Pedang berayun vertikal, Xiao Fan tidak bergerak. Namun, detik berikutnya, pedang yang dipakai Xiao Fan terangkat. Pedang secara halus menerpa ke arah pedang bulan Zhou Dan. Di saat kedua pedang saling bertemu, suara ledakan terdengar sangat keras.
Booom!
Gelombang angin kencang menerpa ke seluruh arah. Prajurit maupun iblis, semuanya terbang tak tentu. Debu yang tebal mulai memenuhi medan perang tersebut. Tianheng yang diterpa oleh angin, hanya bertahan dengan kuat.
Cekungan kawah terlihat sangat besar di tempat benturan Xiao Fan dan Zhou Dan. Semuanya melihat perasaan ngeri. Baru kali ini mereka menemukan pertempuran yang begitu kuat sampai-sampai mengakibatkan perubahan alam.
Para prajurit jelas terdiam, begitu juga iblis. Tidak ada yang bertempur kembali, mereka melihat pertempuran dua raja masing-masing. Siapa yang menang, itu akan menaikkan moral salah satu kubu mereka nantinya.
Debu mulai menghilang dan terlihat dua sosok yang tengah berdiri di masing-masing sisi. Satu sosok ialah Xiao Fan. Sementara sosok lain ialah Zhou Dan. Keduanya saling memandang, namun mereka berdua berada dalam keadaan yang berbeda.
Xiao Fan sendiri masih tidak kelelahan, bahkan keringat sama sekali tidak muncul. Sementara Zhou Dan, memiliki memar di mana pun tempatnya. Bahkan nafasnya sendiri patah-patah seperti orang yang telah kehilangan banyak tenaga.
Zhou Dan tidak percaya dengan kekuatan lawan. Dalam hatinya terus menyangkal bahwa Xiao Fan lebih kuat dari dirinya. Ia tidak akan pernah mengakui manusia melebihi kuatnya darinya.
“Tunjukkan semua yang kau miliki, Iblis!”
To be Continued.