Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 143 - Mulai Konfrontasi


Silakan Dibaca.


Ruang Bawah Tanah.


Salah satu orang berjubah hitam melangkah maju menuju ke arah tiga peti harta karun. Ia tidak sabar ingin melihat pecahan lingkaran yang berada di peti harta karun.


Empat orang berjubah hitam tetap di tempat, mereka sebenarnya senang ketika menemukan pecahan lingkaran kembali.


Ning Zhingren sendiri tidak tahu apa kegunaan dari tiga peti harta karun yang menyimpan pecahan lingkaran. Ia sendiri, menyeringai dalam hati dan berpikir dengan buruk.


‘Saat, orang itu menyentuh salah satu peti harta karun. Semuanya akan mati, karena di sana aku sudah meletakkan array ledakan.’


Kelima orang berjubah hitam tidak tahu akan hal itu. Namun, saat orang berjubah hitam yang maju memegang peti, ledakan sama sekali tidak terjadi.


Ning Zhingren melebarkan matanya, ia terkejut bahwa tidak ada sama sekali ledakan yang terjadi sama sekali.


“Apa yang kau pikirkan?”


Krak!


“Argh!!” Ning Zhingren menggertakkan giginya, ia merasakan tangannya sakit ketika di tekan ke atas. Kekuatan tubuhnya benar-benar melemah.


Tiga orang berjubah menatap ke arah Ning Zhingren dengan dingin. Mereka berempat samar melihat mata terkejut dari Ning Zhingren.


Mereka tahu bahwa ada jebakan yang di siapkan Ning Zhingren. Namun, tidak aktif sama sekali.


“Ti-Argh!!”


Orang berjubah hitam yang menahan Ning Zhingren menaikkan tekanan untuk membuat Ning Zhingren semakin kesakitan.


“Katakan dengan jelas... Apa yang kau sembunyikan dari kami!”


“Kalian, berhentilah!”


Orang berjubah hitam yang berada di depan peti harta, menghentikan anak buahnya untuk tenang. Ia memang samar-samar merasakan ada array di peti. Namun, array itu tidak aktif sama sekali.


Membuka peti harta, ada berbagai kertas array dengan tulisan ‘Ledakan.’ Orang berjubah hitam yang melihat tanda di peti harta, tidak bisa untuk tidak muram.


Namun, rasa tidak senangnya tergantikan ketika melihat pecahan lingkaran yang ia cari.


Orang berjubah hitam mengambil pecahan lingkaran, kemudian mengamati sebentar dan mengangguk puas.


“Pecahan Lingkaran nyata...”


Orang berjubah hitam tersenyum, kemudian ia menyimpan ke dalam cincin ruangnya. Selepas menyimpan, ia memandang ke arah peti harta lainnya.


Namun, sebelum ia melangkah menuju ke peti harta. Sebuah serangan belati hitam melesat ke arahnya. Pupil mata orang berjubah hitam menyusut, kemudian menghindar ke samping.


“Siapa!”


Di saat melihat peti harta, ia terkejut karena peti harta yang seharusnya berada di tempat, sudah menghilang dari tempatnya.


Orang berjubah hitam melihat peti harta menghilang, ia langsung marah. Kemudian, ia berteriak dengan kencang.


“Kalian! Temukan orang yang mencuri pecahan lingkaran kita!”


Namun, orang berjubah hitam tidak mendengar jawaban dari anak buahnya. Ia kemudian berbalik dan tidak ada sama sekali anak buahnya bahkan Ning Zhingren juga menghilang.


“Apa yang terjadi?” Orang berjubah hitam tertegun, ia masih marah. Namun, melihat anak buahnya menghilang, ia tidak bisa untuk lebih marah dan khawatir.


Boom! Ding! Boom!


Orang berjubah hitam mendengar pertempuran di bawah, ia tidak bisa untuk tidak menatap bawah Altar.


“Mereka...”


***


Beberapa menit sebelumnya...


Di saat Ketua berjubah hitam memegang pecahan lingkaran dan mengamatinya. Sosok Xiao Fan berkedip naik menuju ke atas Altar dengan cepat.


Keempat orang berjubah hitam yang menginterogasi Ning Zhingren, merasakan aura yang datang dari tangga Altar. Mereka mengerutkan keningnya ketika merasakan aura kuat naik ke atas.


Cepat!!


Pikiran keempat orang bekerja dengan cepat. Namun, sebelum mereka berempat bereaksi. Xiao Fan muncul di belakang mereka masing-masing.


“Kalian lengah, sampah!”


Mendengar provokasi dan hinaan Xiao Fan. Keempat orang berjubah hitam, ingin meraung marah. Namun, sebuah rasa sakit dengan cepat menyerbu punggung mereka.


Bugh! Bugh! Bugh! Bugh!


Keempat orang berjubah hitam meluncur dengan keras menyerbu dan menabrak lantai tanah. Semua tindakan hanya dibutuhkan 2 detik saja.


Xiao Fan kemudian menatap ke arah dua peti harta yang belum terbuka. Ia tersenyum, kemudian menghilang dan mengambil dua peti harta itu.


Xiao Fan memasukkan ke dalam cincin ruang miliknya dan menukar dua peti harta dengan lima Bilah Belati Hitam.


Xiao Fan meluncurkan lima Bilah Belati Hitam ke arah Ketua jubah hitam. Kemudian, ia menghilang dan turun dari Altar dengan melompat ke samping Altar.


Xiao Fan berbalik dan melihat bawah. Ia menyeringai, ketika melihat empat orang berjubah hitam muncul dengan tampilan berbeda dari sebelumnya.


Keempat orang berjubah hitam, melepas jubahnya dan tubuh mereka dalam sekejap membengkak dan berubah menjadi setengah Macan Hitam.


Namun, yang menjadi pembeda mereka ialah ukuran tubuh. Ada yang berotot keras, ada yang berotot sedang, dan ada yang memiliki tubuh kurus dengan otot yang ramping.


Keempatnya memandang ke arah Xiao Fan dengan muram. Sandera lolos dan mereka dilecehkan, di tendang ke bawah dengan begitu buruk.


“Baji*ngan!”


Raung keempat orang berjubah hitam. Mereka dengan cepat, melesat ke arah Xiao Fan dengan Elementasi tubuh yang berbeda.


Percikan petir hitam dan kobaran api hitam terlihat di masing-masing keempat orang berjubah hitam.


Dua orang berjubah hitam yang memiliki percikan petir tiba dengan cepat di kedua sisi Xiao Fan yang sudah mendarat di tanah.


“Matilah!”


Xiao Fan tidak memperhatikan kedua serangan milik orang berjubah hitam. Ia melakukan putaran 180°, sekarang posisinya menghadap ke atas dan kakinya naik ke atas.


Boom! Boom!


Dua orang berjubah hitam yang memiliki kobaran api, tidak tinggal diam saja. Mereka mengeluarkan pedang masing-masing dan membuat pedang mereka di lapisi kobaran api hitam.


Xiao Fan menahan dua pukulan petir milik dua orang berjubah hitam. Ia kemudian, menurunkan kakinya dan melakukan putaran 360°.


Wush!


Kaki kanan dan Kaki kiri menyapu pinggang kanan kedua orang berjubah hitam dengan keras.


Bugh! Bugh!


Kedua orang berjubah hitam terkejut dan di terbangkan kembali. Xiao Fan sendiri menstabilkan dirinya untuk berdiri dan menatap ke arah orang yang ia lempar sebelumnya.


Namun, ia tidak menyangka akan ada dua bahaya di depan matanya. Pedang berkobar api melintas menuju ke arah kepalanya sendiri.


Xiao Fan dengan cepat mengayunkan pedang pendeknya memblokir kedua serangan pedang berkobar. Ia sebenarnya masih terkejut, akan tetapi rasa terkejutnya tergantikan dengan kesenangan.


Ting! Ting! Ting!


Dua orang berpedang terus-menerus menekan Xiao Fan. Namun, mereka sama sekali tidak bisa menekan Xiao Fan bagaimanapun caranya.


‘Apakah orang ini memiliki pemahaman pedang tinggi?’ Keduanya mencapai pikiran sama.


Xiao Fan tidak tahu pikiran kedua orang berpedang di depannya. Ia hanya menanggapi dan bermain-main pedang seperti biasanya.


Namun, jejak melintas dan muncul di kedua sisinya. Xiao Fan merasakan bahaya dua arah berbeda. Ia dengan cepat melakukan backflip ke belakang beberapa kali.


Boom!


Xiao Fan masih melakukan backflip sampai ia melompat dan menginjak dinding ruangan. Pedang pendeknya menurun, kemudian tatapan buas dan seringai Xiao Fan terlihat.


“Mari, lanjutkan...”


Boom!


Xiao Fan melesat dengan cepat meninggalkan bekas kawah di dinding tempat ia pijak sebelumnya.


Dalam sekejap, Xiao Fan tiba di depan keempat orang yang menyerangnya. Ia berputar sekali dan mengayunkan pedangnya secara vertikal dengan tambahan aura yang besar.


“Luncurkan!”


Dua orang percikan petir hitam mengepalkan tangannya dengan erat, petir memadat di tangannya. Sedangkan, dua orang berpedang mengobarkan api hitam dengan liar ke dalam pedangnya.


Mereka berempat mengayunkan serangan mereka secara bersamaan, menyerang ke arah tebasan menindas Xiao Fan.


Weng! Weng!


Booom!


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.