PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 82. FOKUS MENCARI BARACK


“Kau memang yang terbaik Tatiana, kau sangat pengertian tapi jangan terlalu memanjakannya.”


“Baiklah. Apa yang akan kau lakukan sekarang? Apa kau mau istirahat?”


“Tidak. Aku harus mengurus beberapa masalah bisnis di ruang kerjaku. Bisakah kau makan bersama Alex saja? Kalau bisa dan  kau tidak keberatan sekalian ajak Bella untuk mengasuh Alex. Kurasa akan lebih baik kalau kalian berdua sering bersama dan bicara supaya lebih akrab untuk mengasuh anak kita. Bagaimana, sayang?”


Tatiana hanya menganggukkan kepalanya. “Baiklah Dante. Aku akan mengajaknya dan bicara dengannya agar mudah bagi kami bekerjasama mengasuh Alex. Kapan rencanamu mau pergi ke Indonesia?” Tatiana mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Secepatnya. Tapi aku belum tahu kepastiaannya, aku akan memberitahumu nanti.”


“Daddy, aku tidak mau tidur. Aku mau makan saja.” Alex menggoyangkan lengan Dante sambil mendonggakkan kepala.


“Alex bisakah kau makan bersama mommy? Daddy punya banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.” kata Tatiana mencoba membujuk anaknya.


“Daddy…..” Alex memasang wajah merajak sambil menatap Dante.


“Baiklah, kita makan dulu. Ujar Dante menahan keinginan untuk segera bekerja, dia menggendong Alex lalu menoleh pada Tatiana. “Percuma saja dibujuk, dia tidak akan mau dan ujung-ujungnya merajuk semakin susah membujuknya. Ayo kita makan saja dulu.”


“Tapi---bukankah tadi kau ingin bekerja?”


“Kalau Alex merengek begini aku tidak bisa bekerja.” jawab Dante. “Alex, maafkan daddy ya karena daddy tidak bisa masak untukmu jadi kita makan apa yang dimasakkan chef ya.” Dante bicara dan dijawab Alex dengan anggukan kepala.


“Siap makan, apa aku boleh main?” tanya Alex lagi.


“Hmmm…..tentu saja. Kau ingin bermain dengan teman barumu?”


Alex merasa sangat antusias karena akan bersama Bella dan bermain bersama. Dia pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya berulang membuat Dante tersenyum.


‘Sepertinya kau sangat menyukai mamamu ya. Andai kau tahu kalau dia bukan temanmu tapi mama yang melahirkanmu. Tapi kau tidak akan tahu karena aku tidak mau. Selama kau bahagia menghabiskan waktu bersamanya, maka aku akan membiarkanmu.’ gumamnya dalam hati.


“Baiklah Alex, kau boleh bermain dengannya nanti. Jadilah anak baik saat kau bersamanya dan jangan merepotkannya ok.” pesan Dante.


“Terimakasih daddy.” Alex sangat senang dan bersemangat. Dia pun melahap makanannya dengan cepat tanpa harus dibujuk berlama-lama seperti biasanya.


‘Dia memang sangat senang dan tak sabaran ingin bermain dengan Belinda.’ bisik hati Dante memperhatikan tangan kecil anaknya yang sedang menyuap makanan.


“Kau sepertinya senang sekali melihat Alex sampai tersenyum-senyum begitu.”


“Kau benar Tatiana! Kau lihat bagaimana lahapnya dia makan. Jarang sekali dia makan tanpa dibujuk dulu, ia benar-benar ingin bermain bersama wanita itu.” jawab Dante.


“Ya kau benar Dante. Ini minumlah.” ujar Tatiana seraya emnyodorkan segelas air putih pada Dante.


“Terimakasih sayang.”


“Apakah kau akan berangkat ke Indonesia sekarang atau lain hari?”


“Aku akan ke ruang kerjaku dulu untuk memeriksa beberapa pekerjaan. Masih banyak yang harus kubicarakan dengan teman-temanku sebelum aku mengambil keputusan. Aku menunggu waktu yang tepat untuk kembali ke Indonesia.” kata Dante menjelaskan.


“Ok. Aku tidak akan mengganggumu lagi jika kau mau berangkat sekarang pun, pergilah. Pekerjaanmu sangat penting untukmu.”


“Terimakasih Tatiana untuk pengertianmu.”


“Selamat bekerja ya.”


“Aku titip Alex ya.” Dante memeluk Tatiana lalu mengecup dahi istrinya dan Alex lalu dia pergi keruang kerjanya.


“Puffff sekarang bebanku agak sedikit ringan. Semoga saja Alex mau bekerjasama dengan wanita itu.” gumam Dante penuh harapan sebelum dia masuk kedalam ruang kerjanya. Begitu dia duduk dikursi kebesarannya, dia segera mengaktifkan ponselnya. Baru saja ponselnya aktif kembali, sudah ada panggilan masuk dari temannya.


“Dante apa yang kau lakukan? Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya?” tanya Nick.


“Maaf, tadi aku sedang sibuk mengurus anakku dan aku mematikan ponsel. Apa yang ingin kau sampaikan?”


“Apakah kau sudah membawa wanita itu? Apa dia cuma bisa berguna ditempat tidur saja?”


“Wow, baik hati sekali istrimu Dante!”


“Kau baru tahu ya kalau dia baik? Katakan apa informasi  yang kau dapatkan.”


“Ini masih soal Barack. Kecelakaan mobilnya menjadi berita viral hari ini.”


“Apa kalian sudah menemukan petunjuk?”


“Belum! Hans masih mencarinya dan kami juga sudah menyebarkan anak buah ke lokasi jatuhnya mobil. Kami juga sudah memberikan banyak tanda disana, Barack pasti mengerti maksud dari tanda yang kami buat dilokasi itu dan daerah sekitarnya. Orang-orang pun sudah kami sebar untuk mencari keberadaannya.”


“Apa kau sudah menemukan sesuatu?”


“Tidak ada petunjuk apapun. Aku masih percaya kalau Barack masih hidup. Bagaimana menurutmu?”


“Bagus! Aku juga yakin dia masih hidup. Aku akan secepatnya kembali kesana.”


“Jadi kau akan kembali kesini dan meninggalkan anak dan istrimu bersama wanita itu disana?”


“Aku masih mempertimbangkan itu. Tapi seandainya dibutuhkan, aku pasti segera bernagkat menemui kalian. Tapi ada yang kita butuhkan Nick!”


“Katakan saja apa yang harus kami lakukan sekarang.”


“Mencari Barack! Ah….satu lagi, kau harus secepatnya mengamankan aset keluarganya.”


“Omg! Yang itu aku tidak kepikiran!” ujar Nick menepuk jidatnya.


“Kau harus lakukan secepatnya! Jangan sampai semua aset Barack bermasalah dan diambil alih orang lain. Amankan semuanya dan jaga baik-baik. Minta Eddie yang melakukannya, dia sangat ahli soal itu.”


“Baiklah. Aku akan suruh dia nanti. Hans juga sedang mentracking Barack. Eddie akan mengurus perusahaannya lalu ada hal lain yang harus kami lakukan?”


“Kalian harus fokus pada titik strategis yang kita miliki. Untuk sementara pengembangan bisnis di Asia Tenggara biarkan aku saja yang mengurusnya.”


“Jadi maksudmua aku harus mengawasi semua wilayah kekuasaan kita sekarang, begitu?”


“Ya, itu tugas dan tanggung jawabmu sekarang. Jangan sampai perhatian kita teralihkan dengan kesibukan mencari Barack. Carilah orang yang profesional untuk membantu Hans tapi kalian tetap fokus pada pekerjaan kalian.”


“Baiklah kalau begitu, aku akan menginformasikan pada mereka.”


“Berhati-hatilah! Untuk saat ini aku ingatkan lagi agar kalian tidak bisa pergi ke kelab malam untuk minum-minum dan bermain wanita!”


“Baiklah. Baiklah. Kau juga hati-hati dan jaga dirimu baik-baik. Cek laptopmu, aku sudah mengirimkan semua data yang kau inginkan.”


Dante segera membuka laptopnya setelah pembicaraan dengan Nick selesai. Dia melihat file yang dikirmkan oleh Hans sesuai dengan permintaannya. “Data Jeff Amadeo.”


“Heh! Hanya dengan kekuatanmu yang seperti ini kau menantangku?” Dante tersenyum mencibir. ‘Aku tidak meremehkanmu tapi aku juga tidak takut pada bajingan sepertimu!’ gumamnya. Dia menutup data yang dikirim oleh Hans lalu kembali fokus pada pekerjaannya.


Dia memeriksa beberapa laporan perkembangan bisnisnya, dia pun larut dalam pekerjaannya dalam waktu yang cukup lama hingga tanpa dia sadari lima jam sudah berlalu dan dia menyandarkan tubuhnya beristirahat sejenak.”


Tapi belum ada lima menit dia memejamkan mata, suara Tatiana sudah membangunkannya. “Dante!”


“Ah Tatiana. Maaf aku ketiduran. Ada apa kau kesini?” Dante membuka matanya dan melirik jam tangannya.


“Sekarang sudah malam. Apa kau mau makan malam bersama?”


“Terimakasih Tatiana. Kau masih memakai baju yang sama, apa kau tidak istirahat?”


“Aku baru selesai mengasuh Alex dan menidurkannya.” ucap Tatiana dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.


“Apa? Jadi kau belum ada istirahat sejak tadi?” rasa kantuk dante pun hilang seketika dan menatap tatiana dengan tatapan bersalah.