PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 173. DIKELILINGI SERIGALA


Ggggeeerrrrrrrr…..suara eraman binatang buas mulai terdengar.


“Aisss….kalian sudah berdatangan rupanya!” pria itu mulai merasa kurang nyaman apalagi suara itu sudah mulai mendekat padanya. “Bella, walaupun kau tidak meresponku didalam sana, tetaplah berdoa supaya kita masih bisa hidup Bella! Karena sejujurnya aku juga tidak tahu apakah aku akan sanggup atau tidak melewati kawanan serigala yang berjumlah lebih empat puluh itu!” dia bicara sendiri karena Bella yang berada didalam kantong plastik itu tentu saja tidak merespon.


Ggggeeerrrrrr…...para serigala itupun sudah semakin mendekat.


“Oh tidak! Mereka besar-besar dan sepertinya mereka sangat lapar!” pria itu bergidik ngeri. Dia hanya manusia biasa dan mempunya rasa takut dan khawatir juga. Walaupun dia lebih terlatih untuk hal-hal seperti ini dan sebenarnya dia memiliki senjata yang cukup sebagai perlawanan untuk menghadapi serigala itu, namun jika dia menggunakan senjata maka itu akan menarik perhatian pasukan Dante.


“Kita tidak ada pilihan lain selain mencoba melawan mereka, hanya saja sekarang mereka melingkari kita Bella!” lagi-lagi dia mengoceh untuk mengusir rasa takutnya. “Kalian maju aku akan membakar kalian. Lihat ini, lihat ditanganku masih ada api! Ahhh…..mereka banyak sekali, aku tidak yakin kita akan menang melawan serigala ini, Bella!” Anthony bicara lagi lalu dia menaruh polybag berisi tubuh Bella itu diatas rerumputan.


“Maaf ya Bella. Aku meletakkanmu disini dulu tapi aku tidak akan meninggalkanmu.” ucapnya masih menyodorkan api didepan dan pria itu mengambil senjata yang ada didalam jaketnya. “Aku adalah penembak yang handal. Jadi jangan salahkan aku jika kalian menyerang maka aku akan menembak kalian!” Anthony mengancam para serigala-serigala kelaparan itu.


Ggggeerrrrrr! Lima seerigala maju ke hadapan Anthony. Dan dengan api obor dia mencoba mengusir dan juga mengarahkan ke belakangnya untuk mengusir gerombolan serigala yang juga ada dibelakangnya.


Gggeeerrrr…...satu serigala yang berada disamping kiri Anthonu maju dan hanya kurang dari dua meter lagi bisa menerkam pria itu.


Doorrrr!


“Hah? Tuan Henry? Kau menolong kami?” Anthony langsung menoleh ke belakang.


Dooorrrr doooorrrr


“Wow! Ku pikir tidak akan ada pertolongan untukku dan Bella!” Anthony menengok ke belakang dengan rasa lega dihatinya melihat di kejauhan Henry mengarahkan senjatanya kearah serigala itu.


“Anthony! Cepat pergi! Aku akan mengantarmu sampai diujung jalan. Disana nanti ada mobil yang sudah menunggumu, naiklah kemobil itu dan pergilah sejauh-jauhnya.”


Henry tidak bercanda menanggapi candaan Anthony, dia berjalan cepat didepan Anthony dan dengan terseok-seok Anthony akhirnya mengikutinya. “Apa ini aksi membelotmu Henry?”


“Aku adalah orang yang paling setia pada keluarga Sebastian sejak dulu. Jadi jangan pernah berpikir bahwa aku akan mengkhianati mereka!” ujar Henry dingin seperti biasa.


Anthony menganggukkan kepalanya sambil sedikit mencibir, “Lalu apa yang kau lakukan padaku sekarang?” ujarnya sambil terkekeh.


“Apa yang aku lakukan sekarang tidak lain akrena aku ingin menyelamatkan wanita itu! Orang yang paling bisa melakukannya hanya kau! Jadi ini adalah toleransi yang aku berikan padamu dengan menyelamatkanmu agar kau bisa membawa gadis itu pergi sejauh mungkin dari sini!” jawab Henry tanpa menoleh kebelakang, dia jalan cukup cepat karena dia harus segera kembali ke mansion sebelum ada yang mengetahui apa yang dilakukan oleh Henry.


Doooorrr Doooorrrr Doooorrrrr……


Henry masih terus mencoba untuk mengusir serigala yang mengikuti mereka, senjatanya senyap tak ada bunyi sehingga memudahkannya untuk bergerak tanpa mengganggu keamanan di mansion Dante.


“Baiklah Tuan Henry, aku paham! Tapi saat aku kembali kesini untuk melakukan penyerangan aku akan mengingat semua kebaikanmu ini dan satu hutang budiku ini akan kubayar.” Anthony bicara ketika mereka sudah sampai diujung hutan pinus.


“Siap! Terimakasih untuk bantuanmu.” Anthony mengucapkan terimakasihnya pada Henry meskipun kepala pelayan itu tidak membutuhkan ucapan terima kasih dari Anthony. Lalu Anthony pun memasukkan kantong berisi tubuh Bella kedalam mobil dan pria itu duduk dibelakang kemudi.


“Ah aku baru saja bilang terimakasih tapi Tuan Henry sudah pergi menjauh.”dia terkekeh tapi langsung menyalakan mobil dan menginjak pedal gas menjauhi tempat itu. “Maaf ya Bella aku belum bisa mengeluarkanmu dari dalam sana. Tunggulah sebentar sampai kita keluar dari pengunungan ini, setelah tiga jam aku akan berhenti dan memberikanmu minum! Tujuan kita sekarang agak jauh Bella! Kita harus mencapai perbatasan Slovenia. Disana kau mungkin akan sedikit aman, kita akan tinggal disana sebentar. Aku akan mengobatimu disana dan memastikan keamananmu!”


“Dante tidak akan mungkin berpikir jika aku membawamu ke Slovenia.” anthony bicara sendiri berharap Bella mau merespon dan mendengar rencana yang sudah dikatakannya.


“Semoga tidak ada masalah serius denganmu Bella! Kalau tidak ini akan berat untukku. Aku tidak tahu apakah bisa menjagamu atau tidak. Karena pekerjaanku juga sangat berbahaya. Tapi aku pasti akan terus mencoba melindungimu.”


Anthony menjelaskan smabil kakinya menginjak pedal gas dalam-dalam membuat mobil bergerak sejauh mungkin. Tujuannya kali ini bukanlah kota yang hanya berjarak tiga kilometer tapi dia melajukan mobil menuju ke perbatasan, tempat yang menurutnya paling aman dan paling jauh dari jangkauan Dante.


Dreettttt dreeettttt dreeeetttt…...ponselnya berbunyi.


“Iya jenderal! Aku sedang menyetir sekarang. Pergi menjauh dari rumah Dante!”


“Apa penyamaranmu diketahuinya?” sanga jenderal agak kaget dengan penjelasan Anthony.


“Positif! Sudah diketahui, jenderal!” jawab Anthony sambil fokus menyetir.


“Kau bisa lolos dari tempat itu?” jenderal agak tidak percaya dengan ucapan Anthony.


“Bisa jenderal! Saat ini aku sedang dalam perjalanan bersama dengan seseorang.”


“Siapa itu?”


“Aku juga tidak tahu! Tapi dia adalah orang baru dan dia cukup menarik karena Dante sepertinya sangat menginginkan wanita ini!”


“Bagus kerjamu Anthony! Jika benar Dante memang menginginkan wanita itu maka kita bisa menggunakannya sebagai umpan untuk mendapatkan Dante!”


Sementara itu setelah Henry menyelamatkan Anthony.


“Semoga kau beruntung Anthony! Semoga kau beruntung Bella! Hanya sampai disini aku bisa menolongmu, itupun aku sudah mengorbankan keselamatanku sendiri. Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi pada kalian! Aku tidak bisa berharap banyak juga pada Anthony tapi semoga saja dia memenuhi janjinya padaku kalau dia akan menyelamatkanmu Bella!” hanya itu yang bisa diberikan oleh Henry dan kini dia menyusuri kembali hutan untuk kembali ke mansion Dante.


Dooorrr dooorrrr!


Henry terus menerus menembaki kawanan serigala yang berada didepan dan dibelakangnya yang sangat banyak.


Kawsnan serigala itu juga berada dikiri dan kanannya, posisi Henry berada ditengah-tengah hewan buas yang kelaparan itu.