
‘Maafkan saya Tuan Dante! Tapi perbuatan anda pada wanita itu salah! Aku tidak peduli dengan bisnismu dan siapa dirimu tapi selama kau menyiksa seseorang yang tidak bersalah apalagi karena hasutan dari istrimu itu, aku tidak akan pernah membiarkannya! Ini adalah satu-satunya caraku untuk menebus dosa-dosa kepadamu Tuan karena saat itu aku tidak melakukan apa-apa pada istrimu yang telah membunuh keluarganya sendiri!’ gumam Henry didalam hatinya.
“Aku tidak pernah meragukan kesetiaanmu Henry!” Dante bicara lagi tapi matanya menatap Henry. ‘Apa yang dikatakan Henry benar, kalau dia ingin mencurangiku kenapa dia tidak melakukan itu sejak dulu? Ahh….sepertinya aku sudah salah paham pada Henry, tidak mungkin dia melakukan itu. Tapi siapa yang membawa Bella pergi? Wanita itu….dia terluka parah! Apa Lorenzo yang membawanya?’ Dante tidak bisa berpikir jernih kali ini tapi dia juga tidak bisa mengutarakan kata-katanya hanya pandangan matanya saja yang tertuju pada Henry.
Dante berharap dia bisa menemukan petunjuk dari Henry.
“Lalu apa yang membuat anda marah dan melihat saya begitu mengerikan Tuan Dante?” tanya Henry.
‘Tidak! Henry terlihat sagat serius dan dia seperti biasanya, aku rasa tidak ada yang ditutupi olehnya,’ bisik Dante dihatinya mulai menganalisa dan mulai mencari sumber lain untuk mendapatkan informasi keberadaan Bella.
“Periksa semua keamanan disini! Periksa semua pintu keluar, cari tahu siapa orang yang masuk kedalam sini.” akhirnya Dante memberikan perintah.
“Baik, Tuan akan saya lakukan itu!”
“Hem...tapi kenapa kau ingin melakukan itu terus kau diam saja dihadapanku dan memandangku begitu Henry?” Dante menangkap sesuatu dan curiga sehingga dia bertanya balik pada Henry.
“Ehm...saya ingin memberitahu anda sesuatu Tuan.”
‘Bagus! Dia sudah mulai menangkap umpanku!’ ucap Dante dalam hatinya. “Apa yang ingin kau katakan padaku?” ucapan yang ditunggu-tunggu oleh Henry akhirnya diucapkan Dante.
“Anthony tidak ada ditempatnya Tuan! Tadi malam saya mengecek seluruh kamar dan saya juga mengecek daftar kehadiran tapi Anthony tidak mengisinya.”
Deg!
‘Kau tidak ada? Bella juga tidak ada? Ini sangat mudah sekali ditebak! Arrggggg! Kenapa aku lengah tentangmu. Apa kau melihat aku masuk kedalam sana dan kau mencurigai apa yang ada didalam?’ bisik hati Dante seakan tersengat listrik mendengar ucapan Henry, rasanya panas membakar dirinya sendiri. Dante sangat emosi, ingin rasanya dia membunuh dan mencabik-cabik tubuh Anthony saat itu juga.
“Anthony!” satu kata itulah yang keluar dari bibirnya mewakili semua emosi yang ada didalam hatinya. Dante langsung membuang napasnya kasar dan dia menaruh tangannya dipinggang dengan tatapan marah dan ini justru menimbulkan rasa senang dihati Henry.
‘Kau sudah tidak mencurigaiku sekarang! Baguslah, sesuai rencanaku! Aku memilih orang yang tepat untuk menyelamatkan wanita itu, kini aku merasa agak tenang. Maafkan aku Tuan Dante bukan karena aku tidak menyayangi dan menghargaimu tapi justru karena aku tak ingin kau terjerumus dalam penyesalan mendalam akibat permintaan istrimu, makanya aku melakukan ini.’
‘Aku tidak mencegahmu membunuh jika orang yang ingin kau habisi adalah orang yang bersalah.’ ucap hati Henry yang kini sudah tenang karena berhasil mengalihkan perhatian Dante dengan satu nama sehingga dia tidak lagi mencecar Henry dan tidak mencurigainya.
“Periksa semua tempat Henry! Di semua pintu masuk, aku ingin kau mengecek keberadaannya!” suara Dante meninggi saat mengucapak kata-kata itu.
“Baik, Tuan. Saya akan segera mencarinya. Saya akan meminta anak buah untuk mengeceknya semua area Tuan!” ucap Henry.
“Hem! Temui aku diruang kerjaku! Oh tidak….temui aku dikamar Alex saja!” ucap Dante.
“Baik,Tuan.” Henry kembali menganggukkan kepala sedangkan Dante segera masuk kedalam mansion dengan pikiran yang kalut. ‘Nick kau benar! Aku terlalu bermain-main dengannya! Aku harusnya menuruti instingku dan menuruti kata hatiku untuk menghabisinya lebih dulu bukan justru mencari cara mengambil keuntungan!’
‘Aku tidak pernah mengambil keuntungan dari tawananku. Setelah mereka ketahuan biasanya aku langsung membunuhnya tak pedli dengan informasi apa yang bisa mereka berikan sebagai informasi balik dan kini aku sudah membuat kesalahan fatal! Bella! Dia telah menculik wanitaku! Apa yang akan dilakukannya pada wanita itu? Dan Arggggg! Kenapa pikiranku jadi kesana? Anthony tampan? Cih! Sejak kapan aku mulai menakar ketampanan seorang pria? Tentu saja aku tak boleh berpikir seperti ini karena aku bukan penyuka sesama jenis!’ ucap hati Dante sambil melihat jam tangannya.
“Aku akan telat kalau dia sudah sampai di kota! Tapi aku masih punya kesempatan untuk mengecek kota.” Dante bicara lagi dan mengeluarkan ponselnya.
“Bukan waktunya untuk tidur sekarang!”
“Hmmm! Aku tahu sekarang matahari sudah terbit. Tapi siapa yang mengajakku main catur sampai enam ronde tadi malam?” protes Nick.
“Anthony kabur!” satu kalimat itu membuat Nick yang tadi masih memejamkan mata dan malas untuk merubah posisinya ditempat tidur, dia langsung duduk tegap dan rasa kantuknya hilang seketika.
“Apa? Dia tahu kalau kau sudah tahu tentang rahasianya?”
“Gerakkan semua anak buah untuk mencarinya! Lihat kemana mobil yang melaju dari tadi malam hingga dini hari tadi! Amatai semuanya dan cari pemiliknya. Aku tidak ingin dia lepas!”
“Baik Dante!”
“Pufff!” Dante menghempaskan napas panjang sambil menyugar rambutnya ke belakang. “Beraninya kau merebut wanita itu dariku! Apa kau punya seribu nyawa?” Dante kembali bicara sendiri dan mengeluarkan semua rasa kesalnya. “Anthony! Ucap Dante semakin panas.
“Alex…..Oh tidak Alex! Aku sudah berjanji padamu untuk mengembalikan Bella padamu! Bella kenapa kau tidak berpikir untuk tinggal dan tidak menolak ketika diajak Anthony?” saat ini hatinya dipenuhi kegalauan yang tidak bisa lagi dielakkan.
Kini dia mulai menyalahkan Bella yang ikut bersama Anthony. Arrggggg…..PRAAANNGGGG
Dante menjatuhkan sebuah guci ke lantai ketika dia masuk kedalam mansionya.
“Dante!” teriak Nick yang baru saja turun dari tangga saat melihat kejadian itu bergegas mendatanginya. ‘Dante adalah orang yang paling tenang diantara kami semua. Hanya karena Anthony melarikan diri dia memecahkan guci mahal itu?’
Nick sungguh tak bisa percaya apa yang dilihatnya. “Sabar dante!” Nick menepuk lengan Dante “Aku akan menemukannya! Kau tidak perlu khawatir.”
“Kemana kau akan mencarinya?” tanya Dante sambil menatap jauh dengan penuh intimidasi.
“Kota! Sesuai katamu, aku akan mencari mobil yang lewat satu persatu.”
“Kau tahu clue-nya?” Dante memicingkan mata menatap Nick.
“Tidak! Bisa kau perjelas padaku?” Nick menggelengkan kepala.
“Dari semua mobil yang melewati tanjakan berliku, kau hanya perlu mencari satu mobil yang berhenti di farmasi atau rumah sakit!” ujar Dante tegas.
“Apa? Rumah sakit? Apakah dia terluka Dante?”
“Dia membawa Bella!” ucap Dante.
“Hah? Dia membawa Bella yang terluka!” Nick mengangguk-anggukkan kepalanya tapi kemudian kesadarannya kembali. “Kenapa dia bisa bersama dengan Bella? Apa mereka memang pacaran dante? Dan apa yang sudah kau lakukan pada Bella?”