
“Sehari saja! Tidak bisakah kau tidak memberiku pertanyaan bodoh seperti itu Belinda Alexandra?”
“Ehhhh…..aku hanya berjaga-jaga saja Dante. Siapa tahu setelah kau melihat lukaku, kau tidak menyukaiku lagi karena terlihat jelek sekali!”
“Aku yang membuat semua luka di punggungmu Bella! Aku hanya ingin melihatnya dan aku ingin tahu bagaimana cara untuk mengobati dan menghilangkan bekas lukanya.”
“Biarkan saja begitu. Bolehkah?”
“Tidak! Aku ingin kau kembali seperti dulu lagi Bella. Dengan tubuh mulusmu tanpa cacat!” ucap Dante sambil menarik Bella ke arah sofa.
“Kalau kita duduk disini dan melakukannya pasti enak.” ucap Bella yang memang ingin sekali merebahkan tubuhnya.
“Oh jadi begitu menurutmu?” tanya Dante yang tersenyum melihat Bella dengan posisi berdiri sambil memijat keningnya.
“Apa kau pusing Dante? Mau kupijatkan tidak?” tanya Bella merasa khawatir.
“Lepaskan semua pakaianku Bella!” perintah Dante sehingga membuat Bella tersenyum lebar.
“Benarkah aku boleh melakukan itu? Kau tidak akan memarahiku kan?”
“Jangan membuatku bertanya ulang Bella! Atau aku akan pergi dan kita tidak melakukannya.”
“Ah, baiklah. Aku akan lakukan sekarang dengan senang hati suamiku Dante Sebastian!” ujar Bella dengan bersemangat karena memang itu yang diinginkannya.
Dia pun mulai melepaskan pakaian Dante satu persatu sehingga keduanya pun dalam keadaan polos.
‘Aku sudah menjadi istrinya bukan? Tapi kenapa aku masih harus meminta izin untuk melihat semua yang ada ditubuhnya? Kenapa dia masih saja bersikap seperti ini padaku?” gumam Bella dihatinya. Tangannya pun mulai menyentuh kotak-kotak dibagian perut Dante yang menjadi area favoritnya untuk disentuh.
“Kenapa kau malah menatapku seperti itu dan menggigit bibirmu? Bukankah aku menyuruhmu untuk membuka semuanya? Kenapa kau hanya membuka sampai disitu saja?”
“Tapi aku suka melihat dan menyentuh perutmu Dante!”
“Jadi kau tidak ingin membuka sisa pakaianku?” tanya Dante mengerutkan alisnya.
“Aku mau!”
“Buka sepatuku Bella!” ujar Dante lagi karena saking terburu-buru Bella sampai lupa kalau sepatu masih menempel dikaki Dante.
“Oh iya, aku lupa hehehe!” Bella pun segera melepaskan sepatu dan kaus kaki yang dipakai Dante.
“Sisakan yang ini untukku! Biar aku buka sendiri.”
“Kau akan membukanya sendiri? Kau bilang tadi aku yang membuka semuanya?”
Dante tidak menjawab, dia langsung menggendong Bella dan BYUUURR. Dante menceburkan dirinya kedalam kolam renang yang tadi sempat dipakai Alex dan Sarah bermain.
“Dante! Kolam renangnya dalam sekali. Airnya juga dingin.” ucap Bella.
“Apa kau ingin membuat airnya menjadi hangat?” tanya Dante dengan tersenyum menggoda.
“Hah? Memangnya bisa begitu ya?” dengan polosnya Bella bertanya.
“Tentu saja bisa. Kita bisa menghangatkan air kolamnya dengan permainan kita.” ucap Dante menarik Bella mendekat padanya. Dante menaruh kedua kaki Bella dipinggangnya dan dia memeluk istrinya saat kedua kakinya tetap bergerak untuk berenang.
“Dante! Bagaimana kau bisa melakukan ini?” ehm…..” Bella mengerjapkan matanya dan bertanya.
“Aku pernah ikut latihan militer. Aku sudah terbiasa mengapung seperti ini.” jawab Dante sambil terus melakukan gerakannya sambil terus menopang berat tubuh Bella. Keduanya terus mengapung dan saling memuaskan diri.
“Pada saat aku melakukan latihan itu, aku harus membawa beban di dalam tasku seberat tubuhmu. Dan aku harus tetap mengapung diatas air selama dua puluh jam. Untuk uji ketahanan tubuh pertama. Lalu untuk uji yang kedua aku harus mengapung selama tiga puluh enam jam dan uji ketahanan ketiga aku harus mengapung empat puluh jam dengan bekal makanan yang sudah basah didalam tas dan air minum sebanyak dua liter saja.”
“Adakah latihan seperti itu Dante?” Bella mengerjapkan matanya karena ini pertama kalinya dia mendapatkan pengalaman bercinta didalam air yang baginya sangat luar biasa.
“Ada! Kau akan merasa lemas bahkan kau akan merasakan kalau dirimu ingin mati ketika melalui tes itu.” ujar Dante lagi sambil terus menggerakkan tubuhnya.
Berbicara sambil bercinta dalam posisi mengapung, bagi Dante juga baru pertama kalinya melakukan ini. Dulu saat bersama Tatiana, dia tidak pernah melakukan itu bersamanya. Entah mengapa imajinasi Dante selalu saja berkembang saat bersama Bella. Ide-ide selalu muncul untuk memenuhi fantasi bercintanya bersama wanita itu.
“Apakah kau akan melakukan latihan itu juga pada Alex?”
“Tentu saja. Anakku harus berlatih agar bisa kuat dan lebih hebat daripada aku1” ucap Dante.
“Ehmmm…..Dante aku sudah tidak kuat lagi. Aku takut kita tenggelam kalau begini! Kenapa kita tidak melakukannya di kolam yang lebih dangkal saja?” ucap Bella yang sudah tidak tahan lagi setelah mendapatkan pelepasan keduanya bersama Dante.
Sedangkan saat ini posisi mereka berada ditengah-tengah kolam renang yang berjarak sepuluh meter ke arah pinggir. Ini membuat Bella menjadi khawatir apalagi kolam renang itu memang sangat dalam.
“Tenanglah Bella! Aku tidak akan membuatmu tenggelam. Apa kau pikir aku akan mencelakanmu dan anak yang ada dalam kandunganmu itu?”
“Dante, kau mau mengangkatku kemana lagi?”
“Naikkan kedua kakimu ke bahuku.” perintah Dante. Lalu dia menyelam dan mengatur posisi Bella dengan kedua kakinya ada diatas bahu Dante. Posisi itu membuat Bella merasa ngeri-ngeri sedap apalagi ini adalah untuk yang pertama kali dia melakukan posisi itu.
“Dante? Apa kau yakin dengan posisi seperti ini?” tanya Bella yang sudah ketakutan tetapi dia pun merasa penasaran juga dengan sensasi yang tidak pernah dibayangkan olehnya.
‘Aduh apa maksudnya ini? Ooohhhh aku melihat kolam renang ini sudah seperti sedang berada di lautan.’ Bella memang tidak pandai berenang, sehingga dia merasa khawatir.
Kini tubuh Bella sudah berada diatas air, seakan dia duduk dikursi atas air padahal dia berada diatas bahu Dante dengan posisi kepala Dante tepat berada di bagian intinya.
“Dante aku merasa takut sekali.” ujar Bella menjambak rambut Dante karena tidak ada pegangan lainnya sambil menahan rasa geli. Entah bagaimana rasanya membuat Bella meringis dan tubuhnya bergelinjang.
Untung saja Dante memang cukup mahir menahan tubuh mereka berdua dengan gerakan kakinya. Dia benar-benar terlatih dan ini sungguh tidak diduga oleh Bella. Melakukan sesuatu didalam kolam renang dengan gaya seperti itu dan ini untuk yang pertama kalinya. Sensasinya membuat Bella semakin terbang melayang.
Sambil menahan semua rasa takutnya, sesuatu pun akhirnya kembali terlepaskan menunjukkan dia sudah merasakan kembali kepuasannya.
“Apa kau senang ku perlakukan seperti ini Bella?” tanya Dante sembari tersenyum.
“Dante, bibirmu jadi kotor.” ucap Bella sambil menunjuk kearah bibir Dante yang terlihat berkilat.
“Aku bisa membersihkannya. Jangan pikirkan yang lain, kau fokus saja.” ujar Dante sebelum dia tenggelam dan melepaskan kedua kaki Bella lalu menariknya kearah pinggir kolam.
“Naiklah.” perintah Dante lagi.