PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 570. KAU MENCINTAIKU?


“Anthony! Bisa kau katakan lebih jelas? Hal apa yang ingin kau bicarakan denganku?” Anna semakin tidak sabar menghadapi sikap Anthony. Sedangkan pria itu juga bingung bagaimana memulainya.


“Aku tidak bisa dipaksa! Kau diam dulu jangan membuatku jadi bingung harus memulainya darimana.” Anthony menyugar rambutnya sambil menarik napas panjang.


“Kalau kau tidak mau bicara, sebaiknya kita keluar.” Anna mencibir dan hendak pergi. Namun Anthony langsung menahannya.


”No Anna! Bisakah kau mempercayaiku?” Anthony kembali memegang tangan Anna dan menatapnya.


“Ada apa memangnya? Percaya apa?” Anna memicingkan matanya menatap pria itu.


“Sudahlah Anna, jangan bertanya dulu. Jawab saja pertanyaanku. Bisakah kau mempercayaiku?” Anthony masih bertanya. Anna mulai kehilangan kesabarannya pada pria itu.


Anthony mengulang pertanyaannya dengan wajah frustasi. Dia menatap Anna dengan ekspresi yang membuat wanita itu kebingungan.


‘Ada apa sih dengannya? Sebenarnya apa yang ingin dibicarakannya denganku? Apa jangan-jangan ayahku meninggal?’ pikiran Anna pun mulai kacau. Dia mencemaskan ayahnya sehingga dia berpikir sampai kesana.


“Katakanlah apa yang ingin kau katakan. Aku sudah siap mendengarnya.” Anna berkata. Jujur kalau dia memang tidak pernah berpikir kalau Anthony akan mengutarakan isi hatinya.


Yang dikhawatirkannya adalah ayahnya yang memang bekerja di pasukan federal dan memiliki jabatan yang sama dengan Robert Kane sehingga dia kepikiran tentang ayahnya.


“Ehm….kau tahu sudah berapa lama kita berteman?” tanya Anthony memulai pembicaraan.


“Sejak kecil aku sudah berteman denganmu. Ayahmu sering menitipkanmu ditempatku. Apa kau lupa?” ucap Anna. "Lalu? Apa hubungannya ?"


Anthony mengangguk, “Iya, aku tidak mungkin lupa itu. Karena sekolah kita sama.”


“Ya, karena kau tidak pernah terurus dirumahmu Anthony! Dan wajar saja kenapa dulu kau tak terurus, karena dia memang bukan ayahmu. Dia tidak mencintaimu dengan sepenuh hatinya.”


“Ya Anna. Kau benar! Dan ibumulah yang sering menemaniku. Ibumu juga sering sekali memberikan aku makan bersamamu.” ucap Anthony mengingat kenangan masa kecil mereka.


“Lalu, apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan? Kau ingin bicara tentang ibuku atau kau mau mengatakan kalau ayahku mati dan ayahku menjadi android? Atau kau menembaknya?”


“Hei kau ini. Aku bukan mau membicarakan soal itu. Ini tentang masalah pribadi.” Anthony sedikit kesal dengan apa yang ada dipikiran Anna.


“Apa kau juga sudah berubah jadi android?” Anna bertanya sambil mencibir.


“Anna, jangan macam-mcam! Aku bicara serius Anna!”


“Ya sudah katakan saja! Dari tadi kau cuma bilang mau bicara serius. Jangan buat aku makin penasaran. Kau bisa membuatku gila gara-gara rasa penasaranku Anthony!”


“Fuuuhhh!” lagi-lagi Anthony menyugar rambutnya sambil menghempaskan napas kasar.


“Katakan padaku, kau melihatku seperti apa?” tanya Anthony.


“Ya aku melihatmu seperti dirimu. Memangnya seperti apa?”


‘Perasaan aku tidak pernah sesulit ini bicara dengan seorang wanita! Kenapa dengan dia rasanya sulit sekali mau bicara ya? Biasanya mereka menatap mataku saja mereka sudah tahu kalau aku menginginkan sesuatu dari mereka.’ keluh Anthony dihatinya.


‘Biasanya para wanita itu menawarkan diri langsung padaku. Tapi Anna malah bersikap seperti ini!’ Anhony merasa kesal. Dia pun tidak tahu bagaimana memulainya, mereka adalah teman sejak kecil dan menurut Anthony tidak mungkin Anna berpikir kalau pria itu akan mengutarakan sesuatu yang romantis padanya. Hal ini membuat Anthony pun dilema.


“Ya, maksudku adalah aku ini seorang pria Anna! Maksudku bagaimana kau melihatku sebagai pria?”


“Memang aku memandang sebagai pria. Kau kenapa Anthony? Semakin kesini kau semakin tidak jelas. Masa aku melihatmu sebagai wanita? Aneh sekali kau ini!” jawab Anna agak emosi. ‘Dia ini sebenarnya mau bicara apa? Kenapa dari tadi mutar-mutar terus?’ celetuk hati Anna.


“Anthony! Kenapa kau menyugar rambutnya berulang kali? Dari tadi kau juga menarik napas, hembuskan napas berat berkali-kali! Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?”


“Kau jangan membentakku begitu Anna! Biarkan aku bicara jujur dari hatiku padamu.”


“Ya dari tadi aku juga sudah menunggumu bicara Anthony! Lihatlah kau sudah membuang waktuku.”


“Ehm….pernahkah kau memiliki perasaan dihatimu yang mengatakan kau mencintaiku?”


Glek! Anna menelan salivanya sambil mengutuk didalam hatinya, ‘Dasar kau vince! Kurang ajar sekali kau! Setelah ini akan kuhabisi kau Vince! Apa-apaan kau memberitahukan perasaanku pada Anthony? Kau bilang kau tidak akan memberitahunya? Dasar pengkhianat!’


Wajah Anne memerah! Dia sudah curiga saat Anthony akan mengatakan itu. Makanya dia berpura-pura bodoh sejak tadi dan berputar-putar terus. Meskipun dia juga tidak yakin jika pria itu akan membahas hal tersebut. Pikiran Anna sekarang ini dipenuhi berbagai pertanyaan.


“Kenapa kau diam saja Anne? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?” Anthony kembali bertanya karena belum mendengar jawaban Anna.


“Vince mengatakan itu padamu kan? Dan kau percaya dengan yang dikatakannya?” tanya Anna.


“Jadi kau mengatakan pada Vince kalau kau menyukaiku? Benarkah Anna?” mata Anthony berbinar. Sedangkan Anna mengatupkan bibirnya.


‘Aduh! Jadi dia tidak tahu dari Vince? Lalu dari siapa? Siapa yang mengatakan padanya? Seingatku hanya Vince saja yang tahu tentang itu.’


Anna bingung dengan pikiran Anthony saat ini. Dia tidak tahu siapa yang memberitahu Anthony tentang perasaannya pada pria itu. Anna pun mulai terlihat cemas.


“Kenapa kau diam saja Anna?”


Anna menggelengkan kepalanya dan bertanya, “Katakan padaku, siapa yang mengatakan itu padamu? Dan ….ehm…apa kau percaya itu?”


“Jadi kau menceritakan tentang perasaanmu pada orang lain, Anna? Kenapa kau tidak mengatakan langsung padaku? Kenapa harus bertanya pada orang lain tentang hal itu? Kau seharusnya datang padaku dan menanyakannya langsung padaku!”


“Eh,,,. Anthony ini semua salah paham saja. Kau tidak perlu memikirkan tentang hal itu.” ujar Anna melipat tangannya didada.


“Tapi aku memikirkan hal itu! Karena aku mengharapkannya Anna!”


“Apa maksudmu Anthony? Ah sudahlah! Kau jangan khawatir, perasaanku tidak akan merusak hubungan persahabatan kita. Aku akan menganggapmu sedang mabuk saat mengatakan itu padaku. Jadi aku membuat kesalahan.”


“Jadi kau mengingatku saat kau mabuk, Anna?” tanya Anthony yang membuat wajah Anna merona.


“Anna, kau tidak pernah mabuk dan kalau kau mabuk memikirkan diriku saja. Tentu saja aku adalah orang yang spesial bagimu, benar kan begitu?” Anthony sangat senang mendengar ucapan Anna.


“Aku mohon! Kau jangan salah paham Anthony!” bujuk Anna.


“Dengar ya Anna! Jadi kau memang punya perasaan padaku?”


Anna menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.