
“Kalau kau selalu seperti ini akan sulit bagiku menyuapimu. Ayolah, Bella! Satu suapan saja dulu, kau harus makan biar tubuhmu kuat dan sehat.” bujuk Anthony.
“Dante!”
“Iya Bella! Nanti Dante pasti akan datang menjemputmu disini tapi bagaimana kau bisa menunggunya datang kalau kau tidak mau makan? Kau tidak akan punya tenaga untuk menunggunya. Makan ya?” Anthony terus berusaha membujuk Bella agar makan.
Anthony masih berusaha untuk membujuk Bella tapi memang sulit karena Bella masih saja memanggil nama Dante dan setiap harinya memang dia selalu begitu hingga setengah jam berlalu baru satu suapan yang bisa masuk ke mulut Bella. Anthony menghela napas, sepertinya dia sedang diuji kesabarannya menghadapi wanita itu.
“Bagaimana rasanya pasti hangat didalam perutmu kan? Sudah kukatakan kau harus makan dan kalau dimakan hangat lebih enak! Kau harus makan banyak Bella supaya ada tenaga. Makanlah pelan-pelan ya dan habiskan makananmu, Bella.”
“Dante!”
“Fuuh! Aku mengerti kau ingin aku mengembalikanmu padanya, iyakan?” lalu Anthony menggaruk pelipisnya yang tidak datang, “Aku tidak yakin kalau dia akan membiarkanmu hidup ketika kau aku kembalikan padanya, Bella!” Anthony meringis, “Kadang aku merasa aneh dengan diriku sendiri, kita tidak saling kenal tapi aku malah menyelamatkanmu. Kau bahkan tidak mempedulikanku dan kau tidak mau bicara denganku. Kau terus saja memanggil nama Dante tapi aku tetap saja merawatmu hingga hampir!”
Anthony tersenyum, “Aku juga tidak mengerti Bella! Tapi jujur saja kalau sebenarnya aku tidak tega padamu dan merasa kasihan melihatmu!”
“Dante! Sky-ku!” Bella tiba-tiba mengucapkan dua kata itu.
“Haaa? Apa katamu barusan?” Anthony mengerutkan dahnya, “Kau mencari Sky?”
“Sky…..Dante.” ulangnya lagi.
‘Oh Tuhan! Syukurlah dia merespon pertanyaanku dengan menganggukkan kepalanya!’ gumam Anthony dan bibirnya pun tersenyum ketika dia melihat Bella mengangguk sambil menyebut dua kata itu beberapa kali.
“Jadi kau mencari Sky? Apa Sky ada pada Dante?” akhirnya Anthony mencoba menanyakan apa maksud perkataan Bella tadi.
‘Ah, dia mengangguk lagi. Ia meresponku! Jadi dia ingin bicara padaku tentang Sky? Apa Sky itu sebenarnya?’ Anthony tidak paham lalu dia segera menaruh mangkuknya dan membuka laci dan mengambil kertas dan pulpen untuk menulis kata sky disana.
‘Hanya jaga-jaga saja supaya aku tidak lupa!’ gumamnya didalam hati lalu dia menyimpan kembali kertas itu didalam saku bajunya.
“Aku sudah menulis tentang Sky!” Anthony tersenyun, “Biar aku coba menemukannya dan membawanya padamu! Bukankah itu yang kau inginkan? Kau ingin Sky-mu dikembalikan padamu iyakan?”
“Sky-ku!”
‘Syukurlah dia mengangguk lagi! Akhirnya dia meresponku sekarang setelah hampir satu bulan,’
“Terimakasih Bella! Kau sudah mempermudah semuanya atau mungkin memang aku yang tidak menegrti cramu bicara selama ini. Tapi yang terpenting sekarang kau sudah mau bicara padaku dan meresponku!” Anthony kemudian mencoba bicara lagi pada Bella.
“Sky! Itu yang ingin kau bicarakan padaku kan? Sky?” tanya Anthony menegaskan apa yang didengarnya dari Bella.
“Dante!”
“Kau ingin Dante dan kau juga menginginkan Sky juga?”
“Hei jangan menangis!” Anthony segera mengambil tisu diatas nakas untuk menghapus airmata Bella.
“Aku akan membawa Sky padamu dan aku akan mencoba mencari cara bagaimana mendapatkan Sky! Tapi untuk membawa Dante kesini sepertinya itu akan sangat sulit, lebih sulit daripada membawa Sky! Ha ha ha ha!” Anthony tertawa tiba-tiba, “Kalau kau sabar maka aku akan mencari cara untuk membawa keduanya padamu.”
‘Apa sih Sky itu? Apa yang disembunyikan Dante sebenarnya? Apa yang dicuri Dante dari wanita ini? Apakah Sky adalah sesuatu yang diperjuangkan Bella hingga dia rela Dante memukulinya sampai babak belur?’ Anthony tidak mengerti apa maksud ucapan Bella yang kerap memanggil nama Dante dan Sky tapi dia cukup senang karena wanita sudah mau meresponnya dan berusaha memberitahunya sesuatu yang mungkin nanti akan berguna untuknya.
‘Mungkinkah Sky itu adalah kelemahan Dante? Jadi wanita ini mengetahui kelemahan Dante?’ sebenarnya Anthony masih ragu dengan pemikirannya sendiri tapi dia tetap penasaran dengan arti kata Sky.
‘Ini kedua kalinya aku mendengarnya menyebut kata Sky Bella! Pertama ketika dia mulai bicara setelah sadar dari pingsan dan sekarang setelah hampir sebulan dia kembali menyebut kata itu lagi! Tapi kata Sky tidak terlalu sering dia sebutkan seperti nama Dante. Tapi kata itu berhasil membuatnya meresponku.’
‘Aku akan mendapatkan si Sky ini. Dante, kau tetap tidak mau datang jika aku mengambil Sky darimu?’ bisik Anthony didalam hatinya.
“Bella, sekarang kau makan dulu ya. Aku akan mencarikan Sky-mu nanti. Tapi sekarang kau harus menghabiskan makananmu dulu supaya saat Sky-mu datang kau punya tenaga. Bagaimana,apa kau setuju?” tanya Anthony dengan suara lembut.
Bella tidak meresponnya, dia hanya diam memandang Anthony.
“Kalau kau tidak makan maka aku tidak bisa mencari Sky, Bella! Karena waktuku akan habis untuk menyuapimu. Kau ingin aku menghabiskan waktuku disini atau kau ingin aku menggunakan waktu untuk menjemput Sky?”
“Aku makan!”
“Bella! Kau bicara padaku? Oh syukurlah, akhirnya kau mengucapkan kata lain bukan hanya dua kata itu saja Dante dan Sky!” Anthony merasa senang sekali mendengar suara Bella yang baru saja meresponnya.
“Anthony!”
“Hah? Bella kau mengingat namaku? Bella, kau sudah mau meresponku? Oh Tuhan! Akhirnya.”
Betapa senangnya hati Anthony ketika namanya disebut oleh Bella, dia tersenyum dan merasa sangat lega setelah menanti selama hampir satu bulan, ternyata perjuangannya tidak sia-sia dan kini samunya terbayarkan karena ingatan Bella sudah kembali.
“Anthony…..aku akan makan tapi bawalah Dante padaku!”
“Aisss…..Bella, aku sudah bicara panjang lebar denganmu. Terimakaish kau sudah mau meresponku. Kau ingin makan sendiri atau kau ingin aku menyuapimu?” Anthony kembali mengulang pertanyaannya dengan bersemangat.
“Aku bisa sendiri!” ujar Bella lagi masih dengan suara yang pelan tapi cukup membuat hati Anthony senang mendengarnya.
“Baiklah! Kalau memang ingin makan sendiri, biar aku dekatkan bakinya padamu.”
‘Terimakasih ya Tuhan! Untunglah dia sudah kembali normal dan aku tidak menunggu terlalu lama. Tadinya aku pikir akan sampai tahunan dia begitu, tapi ternyata hanya tiga minggu saja dia sudah bisa mengendalikan dirinya! Aku akan terus mengajaknya bicara supaya dia semakin responsif!’
Lalu pria itu mendekatkan baki pada Bella dan membawa meja mendekat pada wanita itu. “Ini makananmu. Makanlah!” ujar Anthony dengan senyumnya. “Kalau sudah selesai makan nanti dokter akan datang untuk melihat kondisimu! Kalau kau sudah membaik, aku akan mengajakmu keluar disekitaran sini. Tempat ini berada dipinggir laut, kau bisa melihat pantainya nanti. Kau mau jalan-jalan keluar Bella?”