
Barack terpaksa bicara seperti itu pada Sarah karena anak buah Jeff ada disekitarnya, dan hal itu bisa saja membuat nyawanya melayang dan nyawa Sarah juga terancam. Noel juga akan ikut terancam kalau Barack mengakui dirinya adalah Barack!
“Aku tidak peduli siapa namamu.” Noel menimpali. “Aku ingin kau melepaskan Sarah!”
“Sudah kukatakan tadi kalau aku tidak akan melepaskannya.” balas Barack. “Kau menyusahkanku saja. Jangan salahkan aku karena menembakmu.”
Dor dor dor!
“Akkkhhhhh Noel! Oh tidak! Barack apa yang kau lakukan? Lepaskan aku.” teriak Sarah.
Sementara itu sesaat setelah Dante keluar dari dalam mobl
Anthony! Kau ada disebelah mana sekarang? Ssshhhh aku harus seger mendapatkan adikku.” Dante bergerak dengan cepat menyusuri jalan menurun untuk segera mendekat kearah proyekto berada.
‘Tapi dia tidak mungkin berada didekat sana tapi ku rasa dia tidak terlalu jauh dari tempat itu.’ Dantepun mulai mengamati.
Dan setelah mengamati sekitarnya dan akhirnya dia tersenyum ketika melihat sesuatu. “Ya, itu dia! Mau apa pasukan federal menjaga tempat itu? Sepertinya tempat itu adalah semak-semak, tempat apa itu sebenarnya?” Dante akhirnya mencurigai sehingga dia bersembunyi ditempat yang tertutup tapi dia masih bisa memperhatikan apa yang ada disana.
Dante lalu mengeluarkan binocularnya. “Aha! Ternyata kau berada disana Mark Sebastian!” Dante kembali menyimpan binocularnya dan dia segera berjalan cepat menuju ketempat lokasi Anthony berada.
‘Aku yakin kau pasti ada ditempat ini! Kau tidak memberitahukan kepada Anthony kalau kau ada disini tapi aku tahu kau pasti memiliki rencana cadangan! Kau menginginkanku bukan? Sekarang keluarlah.’
Dante berbisik didalam hatinya sambil berlari dengan cepat menyusuri jalan yang agak ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang dan ini digunakan oleh Dante untuk berkamuflase. Tujuan Dante dari sejak dia mengetahui Anthony adalah adik kandungnya, yaitu untuk mencari Robert Kane!
Dia tidak lagi berencana untuk membunuh Jeff sebagai tujuan utamanya. Dante dengan sengaja menyuruh Anthony untuk membawa Bella palsu supaya dia bisa bertemu dengan Robert Kane.
‘Daddy setelah aku menemukannya aku benar-benar akan menghancurkan pria itu. Aku tidak akan berbelas kasihan padanya sama seperti dia dulu tidak berbelas kasihan padamu.’
Kata-kata itu terus terngiang dikepala Dante, sejak kematian kedua orangtuanya, dendam Dante selama bertahun-tahun akhirnya menemukan jalannya melalui Bella! Sesuatu yang tidak terduga oleh Dante dan suatu yang ingin dimanfaatkan olehnya! Karena itu sekarang dia berlari kencang mengejar Anthony!
Lalu dia mengambil ponselnya dan menghubungi Anthony tapi. “Tunggu dulu!” Dante ingin menghubungi Anthony tapi dia menundanya dan menaruh kembali ponselnya sambil menatap kearah dimana Anthony berada. “Dia tidak ada disini dan ini sangat aneh! Dia bersembunyi dari Anthony? Berarti dia sudah melihat kejadian ini.’
‘Dia tidak mungkin tidak tahu kalau Dante Emilio menghilang dari penjara! Saat datang ke penjara itu aku sangat yakin kalau dia pun juga tahu kalau Anthony datang kesana!’ insting Dante mulai bekerja dan justru saat ini dia mulai merasa cemas pada adiknya. Dia kembali melirik ponselnya dan ingin menghubungi seseorang, tapi---
“Kalau dia mendengar pembicaraanku dengan Anthony, itu berarti dia sudah tahu nomor teleponku. Dia bisa dengan mudah menyadap nomor ponselku dan mencari tahu aku bicara dengan siapa, karena dia memiliki akses ke pemerintahan! Hmmmm.’ Dante mulai berpikir dan mengikuti instingnya karena dia mulai merasakan keanehan.
Disaat terdesak seperti ini Dante lebih mengikuti kata hati dan insting ketimbang logikanya. Hingga Dante mengamati sekitarnya dan mulai waspada. “Kalau begini caranya aku tidak mungkin bisa bicara dengan Eddie! Untung saja tadi aku tidak memberitahukan pada Anthony dimana posisiku.”
“Dan satu lagi, dia pasti sudah tahu kalau aku ingin menjebak Jeff! Pfffff apa aku membahayakan keberadaan Dante Emilio juga? Apa mungkin sekarang dia sudah berpikir dan mulai menuduh kalau laki-laki itu pasti sudah berada dirumahku?” ujar Dante yang mulai berpikir panjang dengan semua kemungkinan yang ada.
Kalau tidak ada ponsel yang bisa dia gunakan, itu berarti dia tidak bisa menghubungi siapapun dan sepenuhnya putus kontak dan hal itu bisa membuat Dante kesulitan untuk menyampaikan apa yang diinginkannya. ‘Ah, aku tidak bisa berpikir jernih saat ini. Aku menghubungi Nick terakhir kali tadi.’
Dante mulai lagi memikirkan banyak hal dan rencana. Dia tidak tahu apakah dia menghubungi Anthony dulu atau Nick lebih dulu karena kemungkinan semua telepon disadao. Kalau sudah dalam situasi seperti ini maka semua rencananya bisa berantakan dan diketahui oleh pihak federal. “Tidak…..tidak…..tidak boleh seperti ini.”
Dante kembali bergumam dan dia mulai merasa pusinh tapi masih tetap berusaha keras untuk menyelesaikan permasalahannya. Bagaimana caranya dia bisa menghubungi teman-temannya tapi tetap bisa fokus pada satu orang yaitu mencari keberadaan Robert Kane. “Kau Anthony! Aku yakin ayahmu pasti akan mengikutimu!”
“Argg…..dia bukan ayahmu Anthony! Dia adalah orang yang telah menculikmu dari keluargamu dan ingin memanfaatkanmu. Aku semakin yakin sekarang kalau kau memang dijebak olehnya. Semuanya ini terasa semakin aneh saja.” Dante kembali bergeming melihat kedua kubu pasukannya sendiri sedang baku tembak dengan pasukan federal.
Padahal hal ini tidak harus terjadi dan Anthony juga tidak menceritakan tentang hal ini. “Aku harus mengikutinya tapi pakai apa?” ucap Dante lagi dan saat dia melihat sebuah motor yang berada tak jauh darinya. “Ah, mungkin aku bisa menggunakan itu.” dengan cepat Dante mendatangi sebuah motor yang sedang terparkir.
Sepertinya motor itu milik warga setempat, memiliki bagasi kecil di belakangnya. Motor itu terparkir dijalan dan mungkin pemiliknya panik karena suara tembakan dan meninggalkan motornya begitu saja. Dante dengan perhitungannya mulai mendekat lalu mengulik kunci dengan dua besi yang ada didalam saku celananya.
“Untung saja aku membawa benda yang seperti ini.” ujar Dante lalu kembali menyimpan benda itu kedalam sakunya. Setelah dia selesai membuka kunci, dia memang selalu membawa persenjataan lengkap ditubuhnya termasuk alat untuk membuka kunci-kunci disaku celananya. “Aku harus mengikuti Anthony! Aku tidak akan membiarkan mereka melakukan sesuatu yang buruk padanya.”
“Dan aku tidak mau adikku menjadi korban kelicikan Robert Kane serta keserakahan Jeff Amadeo yang sudah gelap mata. Aku rasa mereka juga mengikutinya. Mungkinkah mereka itu orang-orang Jeff?” Dante bertanya pada dirinya sendiri karena melihat ada sebuah mobil yang mengikuti mobil yang dikendarai Anthony.