PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 554. PESAWAT AVANGARD


Anthony berusaha memejamkan matanya meskipun dia sedang ketakutan karena kalau menundukkan kepala maka mereka akan merasa pusing. Sedangkan Manuel tidak ada pilihan lain kecuali menatap kedepan kearah bangku Anthony. Hanya Dante yang duduk tenang dibelakang seperti tidak terperngaruh dengan situasi sekarang ini.


‘Jeff! Aku tidak akan pernah melepaskanmu! Kau harus membayar semuanya atas apa yang telah kau lakukan. Aku semakin tidak sabar untuk bertemu denganmu. Mungkinkah kau berada disana? Kau punya waktu cukup banyak untuk melarikan diri sampai di Meksiko. Karena selama ini kau telah mempermainkan kami! Tunggu saja! Aku akan menemuimu dan tidak akan mudah bagimu!’


Sesaat kemudian Dante mulai merasakan mual dan pusing seperti dikocok-kocok didalam pesawat itu. Tapi dia tetap tak peduli dan berusaha untuk terus memikirkan tentang Jeff. Ini membuatnya fokus dan lebih terarah pada rencananya.


“Menara pengawas tolong berikan respon! Dari mana asal anda?”


“Menara pengawas! Sekarang anda sedang berada di wilayah kekuasaan Swiss! Beritahu asal anda.”


Pertanyaan itu masuk melalui pesan radio dipesawat mereka yang diterima oleh Barack tapi dia tidak merespon. Mereka melaju sangat cepat, tentu saja ini menjadi tanda tanya bagi setiap bandar pengawas. Pesawat silumankah? Pesawat apa yang bisa bergerak begitu cepat? Tapi kemana rudal itu mengarah?


Pertanyaan seperti itu ada disetiap menawa pengawas beberapa negara yang mereka lalui sehingga menimbulkan kepanikan dengan atraksi Dante dengan teman-temannya ini. Tapi mereka tidak menjelaskan apapun karena waktu mereka terbatas.


“Kita sudah memasuki samudera pasifik.” kata Barack memberitahukan teman-temannya.


“Sebaiknya kau kecilkan saja suara radio itu Barack supaya kami bisa mendengarmu dan tidak terlalu berisik! Dari tadi semua menara pengawas sibuk memberi pertanyaan.” Dante merespin Barack yang memberitahukan mereka dimana lokasi sekarang.


“Iya kau benar. Tapi aku memberitahumu ini karena kita sudah sampai di samudera pasifik. Sebentar lagi kita akan sampai di Meksiko.”


“Aku tahu. Aku bisa membaca.” ucap Manuel.


“Aku hanya mengingatkan saja. Sebentar lagi kita turun! Aku hanya ingin kalian semua bersiap-siap. Kurang dari tiga menit lagi kita akan sampai ditujuan.”


Tik!


Barack memencet sebuah tombol sehingga sekarang didalam pesawat lampu sudah berwarna merah.


“Apa maksudnya ini? Kenapa jadi warnanya merah?”


“Itu tandanya bahwa kita sedang dalam sensor tidak bisa dilacak. Dan Jeff juga tidak akan bisa melacak keberadaan kita!” kata Dante menjelaskan pada Anthony.


“Ah dia hanya masih penasaran saja makanya bertanya. Sekarang siapkan diri kalian. Dua menit lagi.” Barack membuat suasana didalam pesawat makin tak nyaman.


‘Bagaimana kalau turuh kebawah ada android yang menunggu kami? Aku harus membunuh mereka lagi?” ucap Anthony didalam hatinya.


‘Aku akan kembali lagi kesana! Aku kembali kesana sebagai anggota FBI kali ini tidak dalam misi penyamaranku lagi.’ gumam Manuel dihatinya. Sejak dulu cita-citanya ingin sekali menyelesaikan semua permasalahan dengan Jeff.


Dia ingin menunjukkan kemampuannya dalam menjebak dan menghancurkan Jeff setelah bekerja keras selama beberapa tahun dalam penyamarannya! Dan kali ini, misinya sangat penting baginya untuk menyelesaikannya.


Saat Anthony dan Manuel sibuk dengan pikiran mereka, berbeda dengan Dante yang terlihat masih diam dan memikirkan rencananya.


“Manuel! Kau tidak boleh jauh-jauh dari kami, segera kita akan menuju ketempat dimana komputer utama itu berada.” ucap Dante.


“Aku mengerti Dante.”


“Satu menit lagi kita akan mendarat. Persiapkan diri kalian! Kita ada ditempat yang cukup tinggi dan sekarang kitakan segera turun. Mungkin kalian akan mengalami turbulensi! Ini agak mengerikan!”


“Jangan banyak bicara lagi Barack! Lakukan saja apa yang seharusnya kau lakukan!” ucap Dante yang malas mendengar hal yang membuatnya khawatir.


Karena mereka akan segera turun dengan sangat cepat dan ini memungkinkan emreka masuk kedalam ruang hampa yang tidak mereka harapkan.


“Fuuuhhhh! Ya sudah siap!” Anthony menghempaskan napas kasar.


“Kita akan turun dari ketinggian dua ribu meter! Jadi pastikan kondisi kalian dalam keadaan stabil.”


“Ya kami mengerti Barack! Sudahlah tidak perlu kau pikirkan soal itu. Lakuka saja penyerangan tanpa banyak bicara lagi.”


“Jangan khawatir. Dan pastikan kita tidak turun ditempat terbuka yang membuat pasukan Jeff langsung melihat kita sehingga mudah bagi mereka untuk menyerang.”


“Oke, tinggal sepuluh detik lagi.” ucap Barack lagi membuat yang lainnya cemas.


“Lalu apa yang akan terjadi pada pesawat ini setelahnya?” tanya Manuel.


“Pesawatnya akan meledak!” jawab Dante singkat dan jujur.


“Benarkah?” Anthony membelalakkan matanya. Baru kali ini dia mendengar sesuatu seperti itu.


“Ya betul. Tapi tidak perlu khawatir, pesawat ini tidak akan mengganggu.”


“Bagaimana maksudmu tidak menganggu? Pesawatnya akan meleda disini?” tanya Anthony lagi.


“Tenang saja, pesawat tidak akan meledak disini. Dia akan meledak dengan jarak seribu mil lagi setelah kita turun! Dan sekarang waktunya turun!”


Pintu terbuka…..


“Wohoooo……..terbang bebas!” teriak Barack dengan senang. Dia menikmati terbang bebasnya.


“Barack! Dibawahmu ada manusia android yang sudah menunggumu dan siap menembakmu. Apa kau masih menikmati terbang bebasmu?” teriak Dante menimpali ucapan Barack tadi. Mereka sedang skydiving dengan parasut menuju ketempat Jeff sekarang. Dibawah sana adalah lapangan terbuka yang menjadi tempat mendarat yang pas untuk mereka.


Mereka bisa melihat dibawahnya itu adalah tempat tinggal Jeff yang dikelilingi oleh hutan. Jeff memiliki rumah dipinggiran kota yang dibelakangnya adalah hutan. Itu artinya mereka harus turun di tempat yang tepat atau mereka akan mendarat dihutan liar. Dan rumah Jeff dikelilingi dengan pagar pembatas yang sangat tinggi. Ini membuat Anthony tidak fokus.


Dia sangat berhati-hati dan tidak mau mendapatkan banyak masalah. ‘Aku tidak boleh salah memilih tempatku mendarat!’ bisik hatinya. Dan dia menatap serius tempat yang ingin ditujunya. Berbeda dengan Barack dan yang lainnya.


Cekrek! Cekrek! Cekrek!


Barack justru sibuk dengan ponselnya berfoto ria sambil berteriak-teriak kegirangan selama mereka skydiving. Dia benar-benar menikmati pengalamannya ini.


“Jangan sampai gagal!” Anthony sudah mengamati dan memperhatikan peta rumah Jeff sehingga dia tidak terlalu fokus menikmati skydivingnya.


Anthony adalah orang yang serius bahkan lebih serius daripada Dante saat menghadapi peristiwa genting dan dia tidak pernah bermain-main. Sedangkan Dante terlihat tenang seperti biasa walaupun dia sedang berpikir.


Dante lebih sering menyembunyikan dirinya agar tidak terlihat tegang. Tak berapa lama merekapun turun, butuh waktu dua menit untuk sampai kebawah tapi inilah yang membuat mereka semakin berhati-hati karena tidak tahu bahaya apa yang sedang mengintai mereka.


Duuuaaarrrr!


Dor Dor Dor


‘Syukurlah Henry sudah mulai menyerang dan sepertinya dari tadi mereka sudah membuat keributan. Mereka membuat pasukan Jeff terfokus pada gerbang depan.’ bisik hati Dante.