
"Apa kau masih mengkhawatirkan sesuatu Dante?" tanya Nick.
"Iya, kau benar Nick!" Dante mengangguk, "Kekhawatiran yang tidak ada dasarnya." jawab Dante dengan senyum kepada teman-temannya.
"Hei, kalian ini. Buat apa mengkhawatirkan hal yang tidak ada ujungnya. Lebih baik kita minum dan bersenang-senang saja!" seru Eddie. "Ayolah Dante, minum sedikit saja untuk menyenangkan dirimu."
"Aku tidak minum, Eddie!" jawab Dante menggelengkan kepalanya.
"Satu teguk saja Dante! Hanya untuk merayakan kesuksesan kita." bujuk Hans ikut-ikutan meminta Dante untuk bergabung dengan mereka. Namun Dante tetap menolak dengan menggelengkan kepala. Dia ingin segera pergi dari sana dan melanjutkan aktifitas yang tertunda bersama istrinya.
"Ada anakku disini. Aku tidak mau dia melihatku menjadi peminum!" ujar Dante. Mereka semuapun menatap kearah Alex sambil meringis.
Dante menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Kalian berpestalah. Mungkin kalian bisa lebih menikmati minumannya karena satu anggota berkurang."
"Ya benar sekali!" kali ini Eddie membenarkan perkataan Dante.
"Hei, kau menyuruhku untuk menemani anakmu tidur? Sedangkan semua teman-temanku berpesta, Dante?" protes Hans saat menyadari Alex ada bersamanya.
"Akan lebih baik kalau kau mau menemaninya di kamar, Hans!" ucap Dante. Mendengar saran temannya itu membuat Hans mencembungkan pipinya dan menggerutu kesal. Dia selalu mendapatkan tugas menjaga dan menemani Alex.
"Padahal aku baru saja menikmati pesta tapi sudah mendapat pekerjaan baru." keluh Hans lagi.
"Lakukan apa yang harus kalian kalian lakukan." Dante ingin melambaikan tangan dan pergi, tapi....
"Dante!" Nick memanggil.
"Ada apa lagi?" Dante menoleh kearah pria itu.
"Ada sesuatu yang penting tentang kita ingin kutanyakan padamu." jawab Nick cengegesan.
"Katakan saja. Waktumu terbatas! Aku sudah meninggalkan Bella didalam sendirian." ujar Dante dengan tidak sabaran.
"Tidak akan ada yang mengambilnya, Dante!" ucap Hans.
"Bukan itu masalahnya. Dia tidak peduli tentang hal itu tapi dia menginginkan hal lain makanya dia harus cepat-cepat kembali ke kamar. Kau ini seperti tidak paham saja." Eddie menimpali. Hanya Noel dan Vince saja yang tidak berani menggoda Dante. Kedua pria itu meneguk minuman sambil mendengarkan percakapan yang lainnya.
"Aku tahu kenapa dia ingin terburu-buru kembali ke kamar." Nick menimpali.
"Kalau kau ingin menggangguku, sebaiknya alihkan saja pada Barack atau pada adikku Anthony Sebastian! Aku pergi dulu." Dante tak ingin belama-lama lagi dan pergi.
"Dante! Bukannya tadi kau ingin membicarakan sesuatu?" tanya Nick.
"Apa kalian yakin jika aku bicara kalian bisa fokus mendengarkanku?" Dante balik bertanya.
"Katakan saja apa yang ingin kau katakan." ucap Nick.
"Barack akan membuat perubahan."
"Hah? Barack?" ujar mereka serempak.
"Lalu? Perubahan apa yang ingin dia lakukan?" tanya Eddie.
"Asalkan dia tidak menjadikan kami manusia robot saja, Dante! Aku lebih suka menjadi diriku sendiri seperti ini daripada menjadi manusia robot. Mengerikan sekali!" Nick menimpali.
"Hah! Apa kalian tidak menyadari kalau kalian ini sudah seperti setengah mesin?" tanya Dante.
"Mesin biologis?" Hans menimpali tapi Dante menggelengkan kepala.
"Ya kau benar Dante! Aku juga mau menjadi manusia normal." ujar mereka menggelengkan kepala serempak.
"Apa maksudnya? Apa kau berencana akan mengeluarkan chipnya?" Eddie mulai mengerti maksud Dante.
"Ya, begitulah rencananya." Dante mengangguk penuh keyakinan.
"Aku ingin mengeluarkannnya dari tubuhku dan juga dari tubuh kalian! Kita bisa hidup sebagai orang normal kembali." ada senyum diwajah Dante saat dia mengutarakan rencananya ini. Mereka memang bukan manusia normal dan hal ini membuat Dante menginginkan menjadi manusia biasa.
"Apa kau serius Dante? Aku rasa percobaan ini berhasil karena kita bisa bicara melalui telepati tanpa menggunakan satelit sama sekali." ujar Nick.
"Aku bisa merasakan sakit ditubuhku ketika melakukan itu, dan itu bukan hal yang baik. Aku tidak mau menjadi kelinci percobaaan! Kita sudah cukup mencobanya. Aku hanya ingin hidup bersama keluarga kecilku dan aku yakin kalian juga ingin hidup lebih lama bukan? Benda ini harus segera dikeluarkan dari tubuh kita dan kita akan mencari cara lain untuk bisa berkomunikasi satu sama lain tanpa menggunakan chip ini."
"Baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusanmu Dante!" Nick menjawab sambil menyandarkan tubuhnya.
"Terima kasih atas pengertian kalian." ucap Dante dan bersiap untuk pergi dari sana. Tapi.....
"Apa kau dan Barack sudah mendapatkan alat penggantinya, Dante?" tanya Hans.
"Belum, aku masih belum menemukan apapun Hans!" jawab Dante.
"Jadi kita baru akan mencari dokter untuk melakukan operasi? Kau akan memikirkan alat penggantinya setelah itu?" tanya Hans lagi.
"Hmmm....dokter yang bisa kita percaya untuk melakukan operasi pada kita. Aku tidak mau gegabah soal itu." Dante menatap satu persatu teman-temannya.
"Oh, berapa lama kira-kira pemulihannya Dante?" tanya Eddie.
"Sekitar satu sampai tiga bulan! Aku tidak tahu pasti tapi kita akan melihat dulu reaksinya setelah operasi." jawab Dante.
"Wah, tiga bulan itu lama juga Dante." Hans bicara lagi.
"Ya, kita menunggu sampai terlihat efek sampingnya! Kita tidak bisa tergesa-gesa soal ini. Jika tidak ada efek samping setelah operasi barulah kita akan melakukan cara lainnya." sahut Dante.
"Jadi selama tiga bulan tidak boleh ada yang tahu kalau kita melakukan operasi, bukankah begitu Dante?"
"Ya, jadi kalau sampai berita itu bocor maka sasarannya hanya ada dua disini." jawab Dante menatap Noel dan Vince.
"Hahahahaha aku tidak mungkin berani melakukan itu Tuan Dante. Aku tidak akan membuka rahasiamu kepada siapapun." Noel menjawab cepat sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku juga sama Tuan Dante! Aku pernah bekerjasama denganmu dan aku sangat mengagumi cara kerja anda Tuan." sahut Vince.
"Hei, kalian berdua jangan menganggap serius perkataan Dante! Dia mengatakan itu hanya sekedar bercanda saja! Kenapa kalian jadi setegang ini?" Nick menimpali sambil terkekeh. Dia tidak mau suasana menegang sehingga dia berkata seperti itu untuk mencarikan suasana.
"Mereka juga tahu kalau aku bercanda saja." ujar Dante. "Sudahlah, kalian lanjutkan saja acara kalian. Aku juga ingin melanjutkan acaraku."
Lalu Dante menatap Hans dan berkata, "Aku titip anakku padamu. Aku tidak akan lama."
"Kata 'tidak lama' mu itu maksudnya dua jam atau lebih dari itu Dante?" Hans menggoda Dante diiringi dengan gelak tawa yang lainnya.
Dante fokus pada dirinya dan segera pergi dari sana menuju ketempat Bella yang sudah menunggunya. "Terserah kalian mau bilang apa! Sekarang aku harus menyelesaikan urusanku dulu!"
Dengan langkah cepat Dante berjalan menuju ke kamar dan saat dia sudah hampir sampai di kamar dia pun berkata, "Bella, aku datang!"
"Tuan Dante!" panggil seseorang saat Dante ingin membuka pintu kamar.