PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 197. NEGOSIASI


“Masuk!”


“Selamat malam jenderal.” sapa Anthony sambil memberi hormat pada Jenderal Robert Kane yang tak lain adalah ayahnya. Pria paruh baya itu tak merespon, dia hanya menatap Anthony tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“Kita berada dirumah, kau bisa memanggilku dengan sapaan yang seharusnya saat dirumah. Tak perlu formal begitu, aku ini ayahmu!” ada senyum diwajah pria itu ketika selesai bicara. “Aku bukan atasanmu sekarang, kan?”


“Baiklah, ayah. Selamat malam ayah!” jawabnya mendekat ke meja kerja ayahnya.


“Duduklah.”


“Terimakasih ayah.” Anthony menghempaskan tubuhnya di kursi dihadapan ayahnya.


“Laporan apa yang bisa kau berikan padaku?” tanya Jenderal Robert.


“Apakah kita membicarakan masalah pekerjaan dirumah, Jenderal?”


Pria itu tidak menjawab Anthony, dia hanya memperhatikan pria muda didepannya.


“Ya, aku memang ingin membicarakan masalah pekerjaan dan masalah rumah dan semuanya!”


“Tapi bukankah aku seharusnya memanggilmu Jenderal kalau ini adalah masalah pekerjaan?” tanya Anthony dengan senyum tipis.


“Kau semakin pandai bicara sekarang Anthony!” sang ayah sekaligus sang jenderal atasan Anthony pun tersenyum lagi pada putranya itu.


“Terimakasih pujiannya ayah. Hal apa yang ingin kau bicarakan?”


“Dante Sebastian! Apa saja yang sudah kau temukan di mansionnya?” Jenderal Robert bicara langsung pada intinya.


“Ini semua data-data lengkapnya,” Anthony mengambil sebuah flashdisk dan meletakkan diatas meja.


“Kau tidak mengirimkan kabar apapun padaku,” Jenderal Robert mengambil flashdisk dan memasangnya di laptopnya lalu menatap Anthony,”Kau ini mau bunuh diri Anthony? Kenapa memasukkan data kedalam flashdisk?” protesnya


“Aku sudah mengirimkan kabar, orang suruhanmu sudah  membawanya tapi aku tidak tahu kemana dia menghilang!” Anthony bicara lagi karena sebelum Anthony menyadari sesuatu, Dante sudah menyuruh Nick untuk membereskan semua masalah tentang orang yang hilang itu sehingga tak ada jejak dan Atnhony tidak akan pernah menemukan lokasinya.


“Aku rasa Dante pasti sudah menghabisi orang itu!” ujar Jenderal Robert.


Anthony mengangguk, “Mungkin! Kalau begitu dia memang sudah tahu penyamaranku!”


“Kenapa aku bisa sebodoh itu dan bisa ketahuan?”


“Maafkan atas keteledoranku!” Anthony hanya bisa mengucapkan itu. ‘Dia tidak akan tahu kalau aku tidak ingin menolong Bella tapi karena keinginanku untuk menyelamatkan wanita itu. Makanya aku mengirimkan surat itu padanya, sepertinya Dante yang datang kerumah sakit! Tapi aku tidak melihatnya,” gumam Anthony dihatinya agak kesal tapi dia mencoba menghibur dirinya. Anthony menutupi perihal itu dari pria didepannya.


“Kau tidak mau menjelaskan apapun padaku Anthony?”


Anthony hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. “Semuanya sudah ada di flashdisk itu, apapun yang aku ketahui!”


“Kapan kau menyusunya?”


“Beberapa hari sebelum aku datang kesini! Aku sudah menyiapkan semuanya untuk kau pertimbangkan Jenderal!”


“Bagus! Kau bekerja dengan baik Anthonya, aku tidak menyangka kalau kau bisa mendapatkan informasi yang banyak dan juga membawa keuntungan untuk kita!” pria itu tersenyum puas dengan mata yang masih menatap layar laptp sambil membaca data yang diberikan Anthonya padanya.


“Bagaimana maksudmu Anthony?”


“Aku menyelamatkan Bella tidak masuk dalam hitungan pekerjaanku! Aku menyelamatkan dia karena itu keinginan pribadiku.” jawab Anthony.


Pria itu tersenyum, “Apa kau menyukainya?”


“Tidak! Bukan begitu maksudku, mungkin aku hanya memperhatikannya dan aku kasihan padanya! Aku menyelamatkannya karena dia memang patut untuk diselamatkan. Aku ingin melindunginya dan aku tak ingin memanfaatkannya untuk pekerjaanku!” ucap Anthony serius menatap sang Jenderal.


“Apa kau tahu kalau dia sampai disiksa macam itu pasti dia menyimpan sesuatu yang penting yang bisa saja bermanfaat untuk kita?”


Anthony mengangguk. “Tapi aku rasa kita tidak bisa memanfaatkannya! Kondisinya sekarang sangat buruk, dia tidak merespon, dia tidak bisa bicara dan tadi saat dia bangunpun dia sangat gugup dan ketakutan! Kita terlalu kejam jika memasukkannya kedalam arena pertempuran! Itu tidak adil untuknya.” ujar Anthony lagi.


“Tapi ini salah satu cara kita untuk mendapatkan kemenangan!”


“Tidak dengan memanfaatkan Bella, ayah!”


“Ha! Sekarang kau memanggilku ayah padahal kita sedang membicarakan pekerjaan!”


“Anggap saja sekarang aku sedang memohon padamu sebagai ayahku! Aku ingin memintamu untuk tidak melibatkan Bella dalam pekerjaan kita!” jawab Anthony tegas dan mantap.


“Ini yang aku tidak suka kalau kau bekerja dengan memakai perasaanmu, Anthony!”


“Aku mengerti ayah. Tapi bukankah ini adalah hukum yang harus kita patuhi? Kita tidak boleh menggunakan orang-orang sakit yang kondisi fisiknya tidak stabil?”


Pria itupun kemudian terdiam dengan tatapan matanya yang tajam pada Anthony.


“Anthony! Bagaimana kalau kelemahan Dante satu-satunya adalah wanita itu?” sang Jenderal pun bertanya dengan sneyum diwajahnya.


“Aku rasa aku bisa menemukan kelemahannya yang lain! Asal kita tidak memanfaatkan wanita itu sekarang. Mungkin nanti setelah waktunya tiba baru kita bisa memanfaatkannya. Saat kondisinya pulih total tapi tidak sekarang, dia masih butuh pengobatan intensif ayah!”


“Apa kau ingin membuat dia memiliki kesempatan untuk lari Anthony?”


“Aku tidak berniat begitu, aku hanya butuh sedikit waktu supaya Bella bisa sembuh dan dia bisa bicara untuk kita tanyai! Bukan malah membawanya untuk di interogasi dalam kondisi sakit seperti sekarang. Lagipula kita tidak bisa memaksanya untuk melakukan itu! Dia juga punya hak untuk menolak kalau dia tidak ingin terlibat dalam kasus ini, bukan? Setiap orang punya hak untuk bicara!”


“Tapi tidak semua orang mempunyai pilihan Anthony. Ingat itu! Dia tidak bisa hidup kalau kau tidak menolongnya dan ini bisa kita jadikan sebagai alasan agar dia membantu kita. Dia tidak punya alasan untuk menolak!”


“Tetapi aku tidak mengajukan kontrak atau perjanjian semacam itu saat aku menolongnya. Aku benar-benar menolongnya karena rasa kemanusiaan dan aku hanya ingin membawanya pergi dari sana. Bahkan kalau sekarang dia sudah sehat pun aku ingin dia pergi jauh! Kalau memang dia tidak mau membantuku.” ucap Anthony sambil memandang ayahnya.


“Aku tidak menginginkan yang seperti itu Anthony!” pria itu menatap tajam.


“Tapi ayah! Tolong dengarkan aku dulu,” pinta Anthony tetap kekeuh pada pendiriannya. Dia tahu resiko yang akan dihadapi oleh Bella jika dia dilibatkan dalam pekerjaan mereka.


“Aku akan memikirkan bagaimana caranya kita membuat skenario yang tidak akan membahayakan wanita itu Anthony! Kau tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan yang penting sekarang kita harus menghabisi Dante! Membawanya ke muka hukum, kau tidak tahu apa yang sudah dipersiapkan oleh ayahnya dulu, senjata pemusnah massal Anthony!”


“Aku sudah memeriksa informasi tentang itu. Aku rasa belum tentu semuanya adalah salah ayahnya Dante,” Anthony menatap tegas pada ayahnya.


“Kau meragukan penelitian yang sudah aku buat Anthony?”


“Tidak sama sekali, aku hanya melihat data yang aku dapatkan. Kemungkinan besar ayahnya Dante juga dijebak oleh seseorang! Mungkin orang itu menginginkan rancangan desain senjata yang dibuat oleh ayahnya Dante!”