PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 237. MENOLAK PERINTAH


“Aku rasa semua sesuai protokol Anthony! Kau sudah satu bulan tidak bekerja bukan?”


“Apa tidak bisa kau mengirim orang lain saja? Aku tidak bisa pergi ayah!”


“Aku rasa hanya kau yang paling cocok untuk menangani kasus kali ini. Kau sangat berbakat dan aku sudah mempertimbangkannya dan memikirkan matang-matang. Jadi aku memilihmu dan sudah mengusulkan pada dewan.”


“Tapi aku tidak bisa! Sekarang aku belum bisa bertugas. Lagipula bukankah aku punya hak tiga bulan untuk tidak bertugas dulu setelah aku menyelesaikan misiku dirumah Dante? Ini protokol yang seharusnya ayah. Seseorang baru saja melakukan dinas dilapangan dengan resiko sangat tinggi maka dia berhak untuk mendapatkan libur selama tiga sampai enam bulan.”


“Kondisi saat ini tidak memungkinkan Anthony! Ini tuntutan tugas dan kau sudah disumpah untuk taat apa kau lupa? Kau harus kembali bertugas!”


“Ayah, maafkan aku bukan maksudku lancang padamu. Tapi aku tidak bisa ayah sampai kondisi Bella membaik. Lagipula Bella adalah misiku sekarang dan ini adalah lanjutan dari misi dirumah Dante. Aku rasa kau harus menyerahkan tugas ini kepada orang lain ayah.”


Anthony bersikeras untuk menolak perintah ayahnya, tidak biasanya dia menentang Robert seperti yang dilakukannya sekarang. Anthony selalu mengambil semua pekerjaan yang diberikan padanya. Namun kali ini berbeda, dia mencoba memberikan beribu alasan untuk menolak ditugaskan kembali.


“Kau punya banyak pelayan dirumah kita yang bisa merawatnya. Lagipula kau pergi hanya enam bulan  Anthony!” kata Robert lagi.


“Enam bulan itu bukan waktu yang sedikit ayah! Aku tidak bisa berangkat. Lagipula sudah kukatakan padamu tidak ada yang bisa menenangkan Bella kecuali aku saja, ayah!”


“Berani kau menentang perintahku? Ini bukan hanya perintahku tapi ini berhubungan dengan tugas dan pekerjaanmu! Kau paham Anthony? Saat kau tidak mau melakukannya maka akan ada sanksi yang harus kau tanggung!”


“Maafkan aku ayah. Tapi aku memang tidak bisa, aku akan mengajukan banding pada mahkamah karena aku masih mempunyai hak untuk cuti selama tiga sampai enam bulan. Lagipula misiku belum tuntas karena urusanku dengan Bella belum beres. Tugasku adalah Dante! Yang harusnya aku lakukan sekarang adalah meneliti berkas-berkas tentang Dante bukannya pergi ke White House! Aku ras itu menyalahi aturan!” Anthony pun menjelaskan dan tetap menolak perintah ayahnya.


Anthony adalah orang yang pandai dan dia tahu aturan hukum yang berlaku untuknya. Dia tahu bagaimana kesatuan tempatnya bekerja itu memberikan kelongaran serta hak dan kewajiban bagi seluruh anggota tim pertahanan. Karena itulah dia bersikeras menolak perintah ayahnya dan tetap berargumentasi dengan Jenderal Robert Kane.


“Anthony! Walaupun aku punya kekuasaan tapi aku tidak bisa membuatmu kebal hukum. Kalau sekarang kau menolak pekerjaan ini maka itu berarti kau sudah tidak loyal lagi pada pihak federal. Kau akan dipecat dan karirmu akan tamat! Sia-sia semua pengorbananmu selama lima tahun ini. Apa itu yang kau harapkan? Dipecat secara tidak hormat? Lagipula kau akan bertemu pemuka negara dari seluruh dunia di White House dan mereka akan melihatmu! Itulah tempat yang tepat bagimu untuk mengembangkan sayapmu!”


“Anthony! Coba kau pikirkan, kau bisa menjadi seorang pemimpin dimasa depan. Apalagi pernikahanmu dengan Irene akan dilaksanakan enam bulan lagi. Pikirkan kehidupanmu nanti Anthony! Keluarga kita bisa menguasai dunia militer dan politik!” ujar Jenderal Robert yang penuh ambisi.


Sebenarnya semua itu adalah impian dari jenderal Robert Kane. Dia ingin sekali menjadi kepala negara dan menguasai politik disuatu negara tapi impian itu tidak pernah bisa dia wujudkan sampai pada saat dia mengetahui kalau putri presiden menyukai Anthony. Pria itupun mencoba membonceng, dan sejak kedekatan Anthony dan Irene, karirnya di dunia militer semakin cerah.


“Maafkan aku, ayah. Dengan segala hormat aku tidak bisa melaksanakan tugasku sekarang. Aku bersedia menerima semua sanksi yang akan diberikan pihak federal padaku kalau memang aku terbukti bersalah dan jika aku sampai dipecat, aku menerima! Tapi untuk bertugas lagi aku tidak bisa. Aku masih punya hak untuk cuti selama lebih dari tiga bulan.”


Anthony diam sejenak dan menghela napas, “Aku belum siap untuk bertugas lagi karena kondisiku masih belum stabil. Aku tegaskan kembali padamu bahwa Bella adalah tanggung jawabku dan aku tidak bisa menyerahkannya pada orang lain!”


“Kau menentangku Anthony? Kau tahu betapa sulitnya menjadi kepala intelligen di White House? Apa kau mau melepaskan kesempatan ini Anthony?” suara Robert terdengar maraj.


Jenderal Robert bahkan menggebrak meja didepannya dan bisa didengar oleh Anthony.


“Aku tidak ada niat untuk menentangmu ayah. Aku hanya mengatakan alasanku untuk menolak. Mungkin kalau tawaran ini diberikan padaku tiga bulan lagi, aku bisa menerimanya karena kondisiku sudah stabil tapi saat ini aku belum sanggup, ayah. Masih banyak seniorku yang lebih hebat mampu mengemban tugas itu ayah!”


“Kau memang tidak mau melakukannya Anthony! Aku tidak peduli, kau harus tetap menjalanan keputusanku! Pilihannya hanya ada dua, kau tetap menjalankan tugasmu untuk mengamankan pertemuan kepala negara di White House atau kau dipecat! Dipecat dengan tidak terhormat Anthony!”


“Maafkan aku telah membuatmu kecewa ayah. Tapi aku tetap pada pendirianku, aku tutup dulu teleponnya. Aku harus mengecek kondisi Bella.”


Klik…..


Anthony mematikan teleponnya lalu memasukkan kedalam saku celananya.


“Ayah! Kau ingin aku meninggalkan Bella. Entah kenapa feelingku mengatakan seperti itu. Aku tidak bisa menurutimu ayah kalau kau memang mau menjadikan Bella sebagai tumbal! Aku tahu tiga hari lagi akan ada transaksi senjata besar-besaran saat menjelang akhir tahun dan kau pasti ingin menjebak Dante bukan? Tapi tidak dengan cara menjadikan Bella tumbal!”


“Aku memang tidak menyukai Dante dan aku juga sedang berjuang untuk mendapatkannya tapi aku harus memikirkan kondisi Bella. Aku ingin melihat  seberapa buruk Dante karena berdasarkan informasi yang aku dapatkan, Dante tidak bersalah! Sebulan ini aku terus menggali informasi dari data yang ada dalam berkas federal. Bahkan aku juga meminta salinan dari CIA dan FBI. Memang benar Dante adalah bandar senjata kelas kakap! Tapi dia adalah orang yang sangat jenius.”


Anthony memijat pelipisnya karena semua informasi yang dia peroleh tentang Dante sangat bertentangan dengan apa yang disampaikan ayahnya pada Anthony. Tak pernah sekalipun Dante melakukan hal-hal yang bertentangan dan melawan hukum.


“Dia memang bersalah karena menjual senjata di pasar gelap! Tapi dia tidak pernah merugikan pihak federal maupun pemerintah dengan transaksinya. Kecuali kalian memang takut dengan senjata yang dibuatnya!”


“Aku akui Dante memang hebat dalam merakit senjata dan aku yakin dia memiliki senjata mutakhir yang kalian takuti! Apalagi saat aku mempelajari bagaimana persiapan Dante dengan arena perang yang dimilikinya di mansionnya, Dante bukan orang sembarangan dan bodoh! Dia bahkan tidak berniat menggunakan senjata canggihnya!” Anthony kembali menggaruk keningnya yang tidak gatal.