
“Aku lupa tadi kita sedang membicarakan tentang Anthony! Kalau sudah bersamamu aku jadi suka lupa segalanya, Dante.” ujar Bella mengatakan yang sebenarnya.
“Tunggu saja disini, aku tidak mau mereka melihatmu dengan pakaian seperti ini,”
“Dante!” panggilan itu begitu menggoda sehingga Dante kembali menoleh pada Bella meskipun dia ingin sekali mengalihkan pandangannya.
“Ada apa lagi?” tanya Dante.
“Berhati-hatilah! Aku menunggumu kembali ya.” kata Bella dengan nada cemas.
‘Ingin sekali aku segera keluar sekarang tapi dia berkata begitu membuat kakiku ingin melangkah mendekat padanya.’ ujar hati Dante yang kembali menghampiri Bella dan memeluk wanita itu erat.
“Dante!” panggilan Bella padanya lalu mereka pun saling menatap serius.
“Bella, bisa aku minta tolong padamu?”
Bella memicingkan matanya, “Apa yang kau ingin aku lakukan Dante?”
“Pakai jam tanganku.” jawab Dante.
“Kau ingin memberikan aku barang seperti yang diberikan temanmu Barack pada adikku?”
“Iya, tapi ini ada fungsinya Bella.” kata Dante menganggukkan kepala.
“Maksudmu apa?” tanya Bella sambil mengerjapkan matanya.
“Aku tidak tahu apakah ini bisa bekerja atau tidak! Tapi ini hanya untuk berjaga-jaga saja seandainya aku membutuhkan bantuanmu.” kata Dante lagi.
“Maksudmu apa Dante? Jangan membuatku bingung begini?” Bella bertanya lagi.
“Kemarilah!” pinta Dante sambil mengajak Bella duduk dan melepaskan jam tangannya.
“Apa yang kau keluarkan dari jam tangan itu?” tanya Bella saat dia melihat hologram yang menempel dibelakang jam tangan Dante yang ditempelkan ditempat jam tangan itu. Bella melihat pergelangan tangan Dante yang agak berbelang karena jam tangan itu memang tidak pernah dilepasnya selama ini.
“Kau pakailah jam tangan ini. Aku pakai hologram ini! Ini sangat penting untukmu karena hologram inilah yang tidak bisa dilepaskan dari tubuhku! Dia terhubung dengan jantungku.”
“Lalu untuk apa aku memakai jam tangan ini Dante?” Bella bertanya karena masih bingung.
“Begini Bella! Aku pasti akan menghubungimu jika aku membutuhkanmu!” Dante berdiri sambil menarik tangan Bella dan membuka tempat dimana dia menaruh persenjataannya. “Aku akan memegang ini!” Dante mendekatkan benda seperti remote berukuran satu jari telunjuk dan lebarnya seperti pena diatas jam tangannya.
“Untuk apa gunanya benda itu Dante?” Bella bertanya karena dia melihat Dante mendekatkannya kepada hologram yang ada ditangannya.
“Dengan ini maka aku akan terhubung dengan jam tangan itu!”
“Lalu?” Bella mulai bertanya dengan antusias dan juga rasa penasarannya yang besar. Dante merasa agak berat untuk menjelaskannya tapi dia menatap Bella dengan serius.
“Disaat berbahaya aku akan menggunakan pena ini dan menusukkan kedalam hologram yang ada ditanganku! Setelah itu maka tubuhku akan menjadi tak terlihar oleh mereka! Karena tubuhku akan terpecah-pecah seperti atom. Dan kemudian akan menuju ketempat jam tangan itu berada.”
“Dante! Apa maksudmu kau akan menghilang?” Bella merasa kaget mendengar penjelasan Dante.
“Ya, tapi jangan kau pikirkan tentang menghilang begitu saja. Ini merubah tubuhku menjadi ukuran atom.” kata Dante melanjutkan penjelasannya.
“Lalu apa yang akan terjadi setelahnya?” Bella kembali bertanya.
“Lalu melakukan teleportasi. Seperti perpindahan tempat dalam waktu yang dekat. Karena ini menggunakan kecepatan cahaya.” Dante menatap serius dan mengangguk.
Sebuah teknologi yang benar-benar dia ciptakan sendiri dengan apik. “Iya dan aku akan muncul ditempat ini, didekatmu!”
“Wah itu bagus sekali!” Bella tersenyum namun wajahnya pun menatap Dante dengan serius.
“Kalau cara itu bagus kenapa kau melihatku sangat sinis dan menakutkan seperti itu Dante?” tanya Bella yang membuat Dante menghela napas sejenak.
“Karena jika itu sampai terjadi maka aku tidak tahu apakah ini akan benar terjadi dan aku akan muncul disisimu. Aku tidak tahu apakah benda ini bisa bekerja sesuai dengan fungsinya atau tidak.”
“Semua benda yang aku pakai sudah pernah diuji coba!” jawab Dante singkat.
“Aku menguji coba benda ini dengan tikus. Aku menempelkannya pada tikus dan hasilnya…..” Dante tidak ingin menyampaikan hal itu karena dia juga merasa ragu untuk mengatakannya.
“Bagaimana hasilnya Dante?” tanya Bella menyelidik.
“Hasilnya, dari empat tikus ada dua tikus yang bisa kembali ketempat dimana jam ini berada. Sedangkan dua tikus lainnya hilang!”
“Seperti pecah begitu saja dan aku tidak tahu dimana keberadaan mereka. Karena tubuh tikus itu berubah menjadi atom yang tak bisa dilihat dengan kasat mata.” ujar Dante. Kata-kata Dante itu membuat Bella menelan salivanya dan dia mulai terlihat cemas.
“Kenapa kau malah melepaskan jam tangan itu?” tanya Dante saat dia melihat Bella melepas jamnya.
”Tidak! Aku tidak berani! Aku tidak mau memakai ini, kalau kau mau suruh saja orang lain.” Bella menatap Dante serius dan penuh ketakutan.
“Aku ingin menyuruh orang lain tapi aku tidak berani! Karena aku takut sekali jam tangan itu harus tetap ada ditubuh seseorang kalau dia ingin membunuhku maka bisa saja dia melepaskan jam tangan itu. Dan aku akan mati!”
“Begitukah?” Bella tampak semakin bingung dan cemas.
“Iya, karena itulah aku marah pada Barack! Aku tidak mau Barack melakukan hal ini pada Sarah!”
“Dante! Jadi maksudmu Barack membuat duplikat? Dia juga memiliki alat seperti ini ditubuhnya?”
“Iya. Dan aku yakin Barack juga ingin menggunakan cara seperti yang aku lakukan ini dengan memakai Sarah!” jawab Dante.
“Kalian ini orang-orang yang mengerikan!” ujar Bella panik dan cemas.
“Inilah cara kami menjaga diri kami! Mempertahankan kehidupan kami!” kata Dante.
“Dante! Tapi aku takut sekali! Aku tidak berani.”
“Aku sudah menceritakan kepadamu semuanya! Kau tidak perlu takut. Bisakah kau menjaga jam tanganku ini Bella?” ucap Dante.
“Iya! Tapi kau akan baik-baik saja kan, Dante?”
Dante mengangguk dan tersenyum, “Hanya saja jam itu bukan hanya berhubungan denganku! Kau tidak boleh melepasnya karena itu juga berhubungan dengan teman-temanku! Dan teman-temanku tidak bisa memakainya. Karena itulah aku tidak menitipkan jam tangan ini pada Nick.”
“Baiklah Dante.”
“Berdoa saja aku tidak apa-apa kalaus esuatu yang buruk terjadi maka aku akan melakukan apa yang harus kulakukan tadi! Tolong jaga jam tangan ini dan jangan pernah melepasnya, kau paham?”
“Fuuuhhh!” Bella menghempaskan napas kasar.
“Aku akan baik-baik saja! Jangan memasang wajah seperti itu karena kau akan membuatku semakin takut terjadi sesuatu yang buruk.”
“Iya, baiklah. Aku tahu aku harus bersikap seperti apa sekarang.” jawab Bella mengangguk.
“Baguslah.” Dante menepuk-nepuk kepala Bella yang masih tanpa senyum diwajahnya dan matanya menghunus tajam pada Bella. “Kau hanya perlu memakainya saja dan jangan melepasnya, oke?”
“Aku mengerti Dante!” Bella pun memasang senyum merekah diwajahnya.
“Kalau begitu aku pergi.”
Dante mengambil satu jam tangan lain yang ada disana dan memakainya.
“Apakah jam itu memiliki fungsi yang sama dengan jam ditanganku ini Dante?”
“Tidak! Di jam ini ada suntikan! Obat bius untuk menidurkan seseorang dalam hitungan detik.”
“Oh begitu kah” Bella mengerjapkan matanya merasa takjub dengan barang-barang milik Dante.