PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 461. SALING BERSIKERAS


“Untuk memuluskan langkahnya dia harus menjadi seoang pemimpin! Dengan menjadi seorang pemimpin maka dia akan memiliki wilayah kekuasaan! Dia bisa melakukan apapun didalam wilayah kekuasaannya karena dia butuh tempat untuk menjadi markasnya.” ucap Barack menjelaskan.


“Oke. Lalu selanjutnya?”


“Disanalah dia mengembangkan project androidnya ini Dante sebagai salah satu program terbesarnya dan sebenarnya masalah Bella adalah batu loncatan yang pas untuk menghancurkanmu.”


“Untuk apa dia memiliki manusia android?”


“Untuk pasukan Dante! Pemerintahan memiliki pasukan, kau memiliki pasukan dan Jeff pun membutuhkan pasukan yang bisa menurut padanya.”


“Jeff membutuhkan pasukan yang bisa menurut dan dibawah kontrolnya yang tidak bisa merasakan rasa sakit. Pasukan yang bisa memiliki kemampuan diatas rata-rata tapi tidak harus mengeluarkan banya orang untuk membuat robot dari percobaan tapi menggunakan manusia itu sendiri!”


Dante terdiam sambil memegang dagunya setelah mendengar penjelasan Barack.


“Katakan padaku darimanadia mendapatkan pasukan yang dia mau?” tanya Dante.


“Dari orang-orang pengguna narkoba. Mereka butuh makanan dan mereka butuh tempat tinggal, mereka butuh obat! Mereka akan melakukan apapun untuk iu! Inilah yang digunakan oleh Jeff Amadeo pada gerak barunya. Dan yang kau butuhkan adalah senjata nuklir untuk menghancurkannya.”


“Inilah satu-satunya kesempatan untuk  menguji benda itu! Kita bisa menghancurkan Jeff. Bagaimana menurutmu?” tanya Barack meminta pendapat sahabatnya. “Apa kau mendengarku? Aku bicara dari tadi tapi kau tidak mengatakan apapun.” kata Barack dengan nada tinggi.


“Biarkan aku berpikir sejenak.” jawab Dante dengan nada tinggi karena dia tidak suka cara diskusi seperti ini.


Saling meninggikan suara dan saling mencoba untuk mempengaruhi satu sama lain dan memegang pendapatnya msing-masing. Bukannyaduduk tenang berdiskusi mencari apa jalan terbaik.


“Tidak ada waktu untuk berpikir Dante! Aku akan mengirimkan kordinat tempatnya. Nanti aku akan memberikanmu aba-aba!” kata Barack yang sudah tidak sabaran lagi.


‘Bagaimana bisa dia bilang ada waktu untuk berpikir? Memangnya dia mau mengambil keputusan sembarangan bgitu? Pffff.’ Dante tidak setuju dengan yang dikatakan Barack.


Dia bukanlah orang yang mengambil keputusan sembarangan. Banyak hal yang dipikirkan Dante sebelum dia memutuskan langkah yang harus diambilnya.


“Barack! Bukan kau bosnya jangan pernah mengaturku! Aku juga bukan bosnya, kita temn! Kita sahabat dan kita mitra. Kau tidak bisa memaksakan kehenak kepada aku dan aku juga tidak bisa memaksakan kehendakku padamu! Kau mengerti kan?”


“Dante!” panggil Barack yang sudah tidak sabaran karena Dante masih tidak menjawab.


“Aku ingin berpikir dulu apa yang harus kulkukan Barack! Aku tidak bisa membuat sesuatu tergesa-gesa. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membuat keputusan sepenting ini.”


“Lalu apa yang akan kau lakukan jika mereka sudah membuat pasukan android? Mereka sudah menyiapkan itu Dante! Mereka sudah punya orang-orang yang mereka tampung.”


“Aku dan Manuel sudah melihatnya sendiri. Jeff memang sudah punya rencana dan tujuan matang. Dia sudah menjalankan rencananya tanpa diketahui pemerintah! Mereka sudah punya kekuatannya. Zombie-zombie ini sudah disiapkan olehnya. Kau masih mau berpikir?” ujar Barack mengungkapkan penuh penekanan.


Dia berharap dengan begitu Dante akan mengerti apa yang dia inginkan dan tidak ada satu katapun yang terlewatkan.


“Ehm….” hanya itu yang keluar dari bibir Dante.


‘Apa yang harus kukatakan pada Barack? Aku menyetujuinya? Resikonya mereka akan mencariku dan mereka akan membuatku jadi buronan. Mereka akan mencari mesin pembunuh yang ayahku buat karena itu bukan hanya snejata nuklir didalamnya.’ bisik hatinya.


“Bagaimana Dante?”


“Sebentar.” Dante tidak mau tergesa-gesa, dia memikirkan dari berbagai sisi dan aspek. Lagipula teknologi itu kalau dia gunakan sekarang belum tepat. Aku belum tahu seperti apa dampaknya.’


‘Fuuuh! Aku belum tahu apa dampaknya bagi lingkungan dan tingkat radiasinya terlalu berbahaya. Yang lebih menakutkan kalau sampai mereka tahu kalau aku yang memiliki itu dan senjata itu ada maka mereka akan menghancurkan rumahku untuk mencarinya. Dan mungkin saja mereka akan mencari jalan untuk masuk ke bunker.’


‘Mereka pasti akan merasa penasaran, aku akan membahaykan keluargaku. Tapi disisi lain kalau aku tidak melakukannya sekarang, mungkin akan terjadi hal seperti yang dikatakan Barack tadi.’ gumam hati Dante yang masih belum bisa menerima apapun alasan Barack untuk memaksanya. ‘Benar juga, memangnya apa peduliku kalau dia mau menghancurkan dunia ini?’


‘Toh aku juga bukan anggota tim keamanan dunia? Bukan kewajibanku untuk memikirkan masalah pasukan android itu.’ dan saat inilah Dante mengingatkan dirinya agar dia menutup dirinya.


“Dante! Apa kau masih berada disana? Apa kau masih mendengarku?” tanya Barack.


“Menggunakan senjata itu tidak sesederhana yang kau pikirkan Barack!”


“Biarkan aku berpikir dulu apa yang harus kulakukan. Jangan paksa aku, kirimkan nomor Manuel padaku kalau kau butuh bantuan atau aku ingin mendiskusikan sesuatu aku akan meneleponmu. Kau paham?”


“Dante! Dia sangat berbahaya.” Barack masih saja mencoba membujuk Dante.


“Barack! Kapan aku pernah membuat keputusan yang salah?”


“Kenapa kau menanyakan ini? Disaat yang sedang genting begini?”


“Diamlah dulu! Jangan banyak bicara biarkan aku berpikir dulu. Ini keputusan hidup dan mati, disana ada ratusan bahkan ribuan puluhan ribu nyawa mungkin ratusan ribu nyawa juga akan mati setelah mendapatkan paparan radiasinya Barack! Kau masih ingat apa yang kita lakukan saat melakukan percobaan?”


Barack tidak langsung menjawab karena dia memang melihat sendiri hasil dari percobaan itu, efek pada lingkungan sangat tidak baik.


“Kita menggunakan percobaan kecil, itu tidak ada seperseratusnya tenaga yang dihasilkan senjata asli. Tapi aku sudah bisa melihat sendiri area seluas satu hektar terkena radiasi dan tikus-tikus yang ada ditempat itu semua mutan.”


“Mereka semua mengalami sakit dan banyak yang mati. Kau masih ingat percobaan itu Barack? Dan tempat itu sekarang belum bisa kita jamah. Dia ada dibelakang rumahku. Apa kau lupa?”


Barack kembali tak diam, dia masih dalam kondisi galau sekarang ini.


“Percayakan padaku, biar aku pikirkan yang terbaik. Kita punya pasukan yang hebat dan aku juga punya kejutan disana.”


“Kejutan apa itu Dante?”


“Ada satu orang anggoa federal yang akan membantuku! Aku sangat mempercayainya dan dia membawa Bella yang ingin dicari Jeff!”


“Apa? Kau akan menyerahkan istrimu?”


“Bukan! Aku akan menjelaskan padamu nanti! Tapi ini bisa memecah konsentrasi Jeff saat dia melihat Bella disaat itulah aku melakukan sesuatu dan menyuruh pasukan melakukan penyerangan.”