
“Benarkah Dante?”
“Hmmm!” Dante mengangguk tanpa menatap Hans, dia masih mengagumi semua senjata buatan Omero itu yang melebihi ekspektasinya.
“Wah! Bagus lah kalau begitu Dante.” wajah Hans pun berbinar mendengar ucapan Dante.
“Tidak bagus Hans! Ini diluar ekspektasiku!” Dante menaruh kembali senjata itu dan dia memalingkan wajahnya menatap Hans. “Ini berbahaya kalau klien menyukai senjata ini dan dia membeli dariku sekarang lalu dia menginginkan lagi senjata seperti ini. Tapi aku tidak bisa membuatnya, ini akan menjadi masalah bagi kita! Kau paham maksudku? Buatan Omero ini sangat sempurna dan canggih, bahkan lebih baik dari buatan kita!”
“Baiklah Dante. Aku paham dengan penjelasanmu. Tapi kenapa kau tidak bicara saja pada Omero dan bertanya padanya. Mungkin kau bisa meminta formulanya supaya kita bisa menirunya.”
“Sudahlah tidak perlu membahas ini lagi! Aku akan memikirkannya dan aku akan memberikan keputusan setelah aku bicara dengan Omero.” kata Dante dengan tegas.
“Kau boleh pergi dari sini. Pastikan semua barang-barang itu dijaga dengan baik sebelum transaksi berlangsung hingga transaksi selesai.” kata Dante kepada anak buah Hans itu.
“Jadi kau tetap akan menjual senjata itu Dante?”
“Ya, tapi aku akan memastikan dulu kepada Omero bagaimana cara pembuatannya dan apakah dia menyanggupi atau tidak kalau ada pesanan baru yang meminta senjata yang sama seperti itu. Kalau Omero menyanggupi maka aku akan membuka siapa pemilik senjata itu, kalau Omero menolaknya maka aku akan meminta formula untuk memproduksi senjata itu.”
“Baiklah Dante.” ucap Hans yang tidak mau pusing mendengar ucapan Dante.
“Kalau begitu persiapkanlah semuanya! Pembicaraan kita selesai sampai disini.” ucap Dante. Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin dia bicarakan lagi tapi dia sudah tidak mood lagi untuk bicara.
‘Aku akan mengingatkan mereka lain waktu.’ bisik hati Dante mencoba mengendalikan emosinya.
“Dante, tapi aku rasa kita perlu bicara sebentar lagi supaya tidak ada kesalahan karena ini berkaitan dengan penjualan senjata kita sekarang dan orang-orang Omero!” kata Hans menegaskan. Dia tidak mau membuang waktu dan tidak mau membuat Dante pergi begitu saja meninggalkan tempat itu sebelum pesan penting itu disampaikan.
“Katakan apa yang kau inginkan dan Barack inginkan?” Dante bicara dengan nada datar dan dingin.
“Kami hanya menginginkan sesuatu yang sederhana dan ini berhubungan dengan keselamatanmu, Dante!”
“Berikan aku penjelasan yang lengkap tentang itu.”
Ehm...Barack juga memberikan pesan padamu Dante! Aku bertemu dengannya didalam gudang itu. Tadi pagi aku ingin menjelaskan kepadamu tapi kau sudah berangkat. Jadi aku menundanya.”
“Apa yang dia inginkan lagi dariku?” tanya Dante yang sudah tak sabaran.
“Dia bilang supaya kau menggunakan senjata itu.”
Dante tidak mengerti, dia menatap Hans dengan tatapan serius dengan mengeryitkan keningnya.
“Aku tidak paham apa yang dia maksud! Tapi dia bilang senjata itu lebih tua dari usiamu sendiri Dante! Dan kau merakitnya bersamanya.”
“Senjata rakitan berdua?” wajah Dante menjadi tegang mendengar ucapa Hans itu.
“Iya! Barack menegaskan supaya kau menggunakan senjata itu.” kata Hans mengulangi. ‘Waduh, aku tidak pernah melihatnya menggelengkan kepala pelan seperti itu. Apa yang terjadi? Aku rasa Dante menolak rencana yang telah disarankan Barack.’ Hans mencoba menerka-nerka.
“Apa ada sesuatu yang berbahaya Dante?”
Dante tetap tak memberikan respon apapun sehingga Hans bertanya ulang tapi Dante tetap tidak menjawabnya. Dia malah mengalahkan pandangannya pada Hans. “Apa sudah jelas rencana yang tadi aku jelaskan kepadamu?”
“Sudah! Senjata sudah disiapkan dan kau juga sudah mengecek kondisi senjata itu. Sekarang aku akan menyuruh anak buahku untuk membawa semua senjata itu ke lokasi transaksi yang kau kirimkan padaku.” kata Hans.
“Ehm, aku mengingatnya Dante!” jawab Hans singkat.
“Bagus. Bella palsu akan disiapkan oleh Anthony! Tapi tidak ada pasukan federal yang tahu tentang keaslian atau kepalsuan Bella itu.”
“Apa maksudnya? Jadi kau membuat rencana dengan Anthony tanpa ada pihak lain yang tahu?”
“Ya. Kenyataannya memang seperti itu. Jadi buatlah seakan-akan kau kaget dengan keberadaan Bella.”
“Oke. Aku paham rencanamu Dante! Lalu? Kau belum menjelaskan detail ini pada eddie.”
“Aku belum sempat memberitahunya jadi kau bisa mengatakan kepadanya untuk fokus pada transaksinya. Setelah transaksi selesai, kau pergilah dari sana! Jangan tambahkan apapun lagi. Katakan pada Eddie semua sesuai dengan yang kukatakan ini.”
“Baiklah Dante.”
“Apa ada lagi yang membuatmu tegang Hans?” tanya Dante yang dijawab Hans dengan gelengan kepalanya. “Ingat Hans, yang harus kau lakukan sekarang adalah mengamankan markas besarku yaitu rumahku ini. Kau juga harus mengkoordinasikan jangan sampai ada salah komunikasi antara Nick, Eddie dan yang lainnya dilapangan, dan Barack! Karena aku tidak bisa melakukan ini sebab aku akan melakukan penyerangan.”
Hans hanya menganggukkan kepalanya. “Kau yakin tidak ada pasukan Jeff yang akan mengganggu? Kondisi akan sangat repot sekali saat kita sudah melakukan transaksi lalu pihak federal ada disana dan pihak Jeff juga menyerang kita. Kita seperti sepotong kue yang dibagi-bagi oleh mereka.”
“Memang. Tapi aku sudah mengupayakan berbagai cara supaya mereka terkecok dengan adanya pihak federal yang membawa Bella palsu.”
“Ah!” Hans pun akhirnya mengerti lalu mengangguk setuju dan tak lagi membantah Dante.
“Lalu aku bagaimana?” tanya Hans ulang.
“Kau harus tetap disini Hans! Lindungi istri dan anakku.”
“Lalu apa yang akan kau lakukan Dante?”
“Aku akan menyerang dari belakang! Aku sduah menyiapkan pasukan khusus.” kata Dante.
“Jadi kau akan membiarkan pasukan Jeff mengejar pasukan federal lalu kau mengikuti mereka lalu menghabisi mereka, begitukah?”
“Ya! Tapi aku akan menghemat tenaga! Aku akan membiarkan pasukan federal bertarung dulu dengan pasukan Jeff sampai aku tahu pihak mana yang kalah. Setelah pasukan Jeff kalah baru aku menghabisi mereka semua. Aku tidak akan membiarkan satu orangpun tersisa. Kamu harus kondisikan semua agar tidak ada salah komunikasi Hans.”
“Tapi aku yakin Jeff tidak akan pergi kesana Dante.”
“Memang, tujuan mereka akan berubah mengejar orang-orang yang menginginkan Bella.”
“Jadi kau akan membiarkan Bella palsu itu ikut dengan Jeff?”
“Kalau dia bisa mengalahkan Anthony!” ucap Dante lagi.
“Memangnya apa yang kalian rencanakan?” Hans agak bingung sehingga dia bertanya kembali.
“Sudah, lakukan saja apa yang kuperintahkan padamu Hans! Sebaiknya sekarang kau menghubungi mereka bertiga yang ada dilapangan dan koordinasikan agar tidak ada salah paham.”
“Baik Dante.” Hans mengangguk.
“Kalau begitu aku pamit dulu Dante.” kata Hans yang siap pergi tapi langkahnya mendada berhenti.
“Belum ada yang menghubungimu dan aku masih punya banyak hal yang harus dibicarakan denganmu Hans!”