PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 507. MENYAMAR


“Heeeehh tidak bisakah kau memberiku sedikit pujian yang lebih bagus daripada kata-kata itu?”


“Jangan banyak bicara, kita sudah turun.” protes Dante dan Anthony pun menggelengkan kepala.


“Apa kau ingin aku memanggil orang-orang didalam untuk datang kesini?” tanya Anthony yang membuat Dante mengeryitkan dahinya dan tidak mengerti dengan jalan pikiran adiknya itu.


“Apa maksud perkataanmu Mark Sebastian?” suara dingin Dante kembali bertanya. Suaranya terdengar sedikit serak karena dia merasa sangat kelelahan saat ini.


“Kita turun dengan mobilmu lagi?” tanya Anthony tapi Dante menggelengkan kepalanya.


“Tidak! Kita turun dari tangga penumpang diatas.” jawab Dante menoleh kearah pintu.


Anthony pun hanya mengangguk setelah kakaknya memberikan penjelasan dengan satu jari telunjuk yang mengarah pada pintu hingga Anthony akhirnya membiarkan Dante berjalan dan dia mengikuti dibelakangnya. Mereka menuju ke atas.


“Tuan? Anda tidak apa-apa?” Noel yang kakinya sudah diperban dan sudah dijahit langsung bertanya dengan suara yang terdengar cemas.


Apalagi saat dia melihat pakaian Dante yang berlumuran darah.


“Bukan dia yang harus kau tanya keadaannya. Tapi orang yang tadi bersamanya.” protes Anthony sambil menepuk-nepuk bahu Noel dan dia melemparkan senyum pada Noel.


“Tapi, apa orang yang sudah mati masih bisa aku tanya ulang?” Noel dengan polosnya membalas perkataan Anthony sambil menatap pria itu.


“Kau tahu kalau dia sudah mati?” tanya Anthony sambil melirik Noel dengan tatapan takjub.


Noel tersenyum dan mengangguk, “Kalau dia tidak mati, baju yang dikenakan Tuan Dante tidak akan berlumuran darah seperti itu! Lagipula aku sudah tahu kalau nasibnya akan berakhir seperti itu.” analisis yang diberikan oleh Noel pada Anthony.


Perkataan Noel itu membuat Anthony tidak bisa mengatakan apapun lagi. Dia hanya menggelengkan kepala dan menatap Noel dengan kagum. Anthony lalu beranjak hendak melangkah pergi dari sana.


“Anthony, tunggu sebentar!” pinta Dante yang membuat Anthony menghentikan langkahnya.


“Apalagi yang harus kutunggu?” Anthony bicara sambil menatap Dante serius.


“Aku tidak tahu siapa yang akan bertemu dengan kita diluar sana atau mungkin adapenembak jitu atau tidak! Tapi setidaknya kau pakailah ini.”


“Ehh?” Anthony bingung tapi akhirnya dia menuruti permintaan Dante.


‘Kadang dia memang membuat rencana diluar nalar. Dan dia menyuruhku memakai helm ini. Ah turuti sajalah tak perlu banyak berdebat dengannya.’ gumam hati Anthony.


Dia ingin cepat-cepat melakukan misi penyelamatan pada Anna sehingga Anthony tidak mau membuang-buang waktunya lagi.


“Dan pakai jaket ini juga.” ucap Dante sebelum Anthony mengenakan helm itu.


“Jas hujan? Memangnya sekarang hujan? Kurasa langit diluar cukup cerah Dante!” ujar Anthony dan dia mencoba untuk berpikir.


“Sudahlah jangan banyak tanya. Kau pakai saja!” ucap Dante yang kembali dituruti oleh Anthony. Dante pun membagikan benda yang sama kepada semua orang yang bersama dengannya.


“Kau menyuruh kami memakai ini supaya kau bisa menyamarkan kami semua didepan pihak pasukan federal dan dengan cara ini tidak akan ada yang tahu mana Robert Kane. Apakah seperti itu rencanamu Dante?”


Dante pun mengangguk lalu dia mengenakan helmnya tanpa banyak bicara lagi.


“Untuk menyelamatkan dan melindungi kalian semua! Untuk membuat mereka percaya kalau yang datang ini adalah Robert Kane!” ujar Dante sejenak dia melemparkan pandangannya pada Anthony. “Aku yakin kau tidak percaya dengan rencana ku ini bukan?”


“Karena Robert Kane memiliki tinggi yang berbeda denganku dan denganmu! Tubuhnya juga berbeda tapi saat kita memakai pakaian ini maka orang-orang federal tidak mungkin mengecek tunggi kita satu persatu! Mereka melihat dari kejauhan dan mereka juga punya penembak jitu. Jadi ini akan berhasil selama perjalanan kita tidak terlalu jauh menuju ke mansion.”


Dante menjelaskan maksud dan tujuannya ini hingga membuat Anthony tak lagi banyak bertanya. Dia pun paham rencana apa yang disusun oleh Dante. Setelah Dante memamkai helmnya, dia tidak mengatakan apa-apa lagi.


“Kau pintar juga! Aku tidak berpikkir sampai sejauh ini memanipulasi pihak federal. Aku yakin memang mereka ada disekitar sini!”


Itulah yang dipikirkan oleh Anthony dan memang sebenarnya dia turun dari pesawat ingin membicarakan masalah ini pada Dante. Mereka semua pasti melihat orang yang keluar dari dalam pesawat! Ini membuatnya khawatir apabila terjadi sesuatu pada Robert Kane maka pasukan federal akan menyerang Dante.


“Kita sudah ditunggu! Ayo cepat turun!”


Dante mengingatkan lagi kepada semuanya setelah mereka berpakaian seperti yang diperintahkan oleh Dante. Mereka pun bergegas mengikuti perintah Dante dan bersiap-siap turun dari pesawat.


“Tumben bukan Tuan Henry yang menjemput kita.” ujar Noel yang heran karena disana hanya ada buggy dengan satu orang anak buah Dante tapi itu bukan Henry.


Tentu saja ini membuat Noel merasa penasaran. Tapi untungnya dia bisa mengendalikan dirinya dan tidak terbawa suasana seperti yang biasa terjadi pada Hans.


“Sudahlah naik saja ke buggy, tidak perlu banyak bicara!” Dante bicara dan dia sudah duduk dikursi pengemudi dengan yang lainnya sudah berada disamping dan dibelakangnya.


‘Aku tidak menyangka kalau aku akan kembali ketempat ini! Aku justru berpikir bahwa tempat ini adalah tempat yang tidak akan pernah kudatangi lagi! Tapi memang setelah aku meninggalkan tempat ini, ada banyak sekali yang kurindukan dari tempat ini.’ pikiran Anthony terbawa suasana ketika dia bekerja dirumah Dante selama tiga bulan.


Dia pun tersenyum dan kembali bergumam, ‘Aku pun merasa sangat penasaran sekali dengan Dante! Aku melihat dia memang orang yang berbeda dan entah kenapa aku percaya sekali padanya ternyata dia adalah kakakku sendiri!” Anthony kembali tersenyum sendiri.


‘Sebenarnya kalau boleh jujur, aku ingin memeluknya. Aku ingin mengatakan padanya kalau aku menyayanginya!’


‘Aku bersyukur kalau aku sudah menemukan kakakku dan keluargaku yang sebenarnya! Tapi melihat sikapnya yang dingin seperti itu rasanya pelukan bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh kakaku! Malah mungkin Dante nanti salah paham dan bergidik ngeri berpikir kalau aku adalah pria yang memiliki kelainan!’ Anthony sibuk dengan pikirannya sendiri sedangkan yang lainnya hanya duduk dalam diam diatas buggy.


‘Ah sudahlah, aku tidak perlu berpikir seperti itu. Yang terpenting sekarang adalah mereka mempercayai kalau Henry adalah Robert Kane!’ Anthony mencoba merubah fokus pikirannya dan tidak lagi memikirkan tentang apa yang tidak penting.


‘Anna! Semoga saja kau baik-baik dan semoga apa yang dikatakan Dante itu benar tentang Barack!’


‘Aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri kalau memang sampai terjadi sesuatu yang buruk padamu Anna!’ Anthony kembali merasa cemas memikirkan Anna.


Dia memikirkan bagaimana kondisi Anna sekarang dan apa yang terjadi pada Anna. Dan tanpa disadarinya mereka sudah sampai di mansion Dante.


“Kami sudah boleh membukanya?” tanya Anthony ketika mereka sudah berada didalam mansion.


“Kita sekarang sudah ada didalam rumah. Kenapa tidak boleh?” tanya Dante balik. Dia sudah membuka helmnnya dan menaru jas yang dipakainya sembarangan.


“Pakaian ini membuatku gerah dan tidak nyaman. Syukurlah kalau aku sudah boleh membukanya.” Anthony bergumam.


“Ya memang tapi itu membuatmu aman dan terhindar dari para penembak jitu diluar sana.”


“Selamat datang Tuan!”