
“Barack! Kapan kau akan kembali?”
“Hei kau! Kau akan mati sebentar lagi! Kalau aku bertemu denganmu, aku akan menembak juga kakimu!” ujar Nick kesal karena Barack menembak kakinya waktu itu.
“Nick, maafkan aku! Aku tidak punya pilihan lain, hanya cara itu saja yang bisa membuat Jeff percaya padaku! Lagipula aku menembak ditempat yang tidak bahaya kan?” jawab Barack tersenyum.
“Kau ada dimana sekarang?” tanya Nick.
“Aku ada ditaman sedang jalan. Aku mau menghampiri seseorang dan ingin membicarakan sesuatu yang penting dengannya.” jawab Barack yang memang sedang berjalan di area taman.
“Barack! Kau benar-benar menguji kesabaran kami. Kenapa kau mengirim wanita bodoh itu? Apa-apaan kau mengirim Kaatrina ke tempat ini? Wanita itu tidak berguna sama sekali, dia hanya menyusahkan saja!” ujar Nick lagi.
“Maafkan aku Nick! Aku tidak pernah bertemu dengannya dan temanku yang mengatakan kalau wanita itu cukup baik dan bisa dipercaya makanya aku menitipkannya disana.” ujar Barack menjelaskan.
“Siapa temanmu itu? Siapa yang kau percayai disana Barack? Jangan mudah percaya pada orang lain. Kau ini ya….aduh….bikin pusing kami semua.” ujar Nick.
“Yang dipercaya oleh Barack itu adalah orang yang tepat Nick! Dia dalah anggota FBI!” ucap Hans.
“Apa? FBI? Barack, sebenarnya apa yang kau lakukan disana? Kenapa kau membunuh White juga? Apa itu atas perintah temanmu yang anggota FBI itu?” tanya Eddie yang sudah berpikiran netaif dan mulai merasa gusar pada Barack.
“Bukan aku yang membunuh White! Tapi Dante sendiri, dia….huhhh sekarang aku tidak bisa menjelaskan masalah ini, tapi nanti saat kita bertemu, aku akan menjelaskannya. Tapi sekarang kalian dengarkan aku dulu. Aku tidak punya banyak waktu karena sekarang aku masih dalam pengintaian banyak orang.” ujar Barack.
“Apa yang ingin kau bicarakan Barack?” tanya Eddie.
“Hans, kau dengar aku?” tanya Barack.
“Iya Barack. Aku mendengarmu jelas.” jawab Hans. Dia merubah posisi duduknya mencondongkan tubuhnya kedepan supaya dia bisa mendengar lebih jelas apa yang akan dikatakan Barack karena ponselnya diletakkan diatas meja.
“Ini tentang Henry! Kau harus menyembunyikannya dari Dante! Jangan bicara tentang hal ini kepada siapapun. Kau paham maksudku Hans?”
“Ada apa dengan Henry, Barack?” tanya Eddie yang jadi penasaran.
“Nanti kalau aku sudah disana aku akan menjelaskan semuanya. Tapi aku mohon jangan sampai masalah ini ketahuan oleh Dante. Aku tidak mau dia salah paham pada Henry!” ujar Barack lagi.
“Aku mengerti maksudmu barack.” ucap Hans.
“Baguslah kalau begitu. Ingat ya jangan sampai ketahuan! Ini adalah hal yang sangat penting!” Barack kembali mengingatkan teman-temannya.
“Iya aku paham! Aku akan melakukan apa yang kau katakan, Barack.” ujar Hans lagi.
“Ya sudah. Kalau begitu kututup teleponnya dulu.” Barack pun mematikan panggilan setelah bicara.
“Ada apa sebenarnya? Kenapa dia membicarakan tentang Henry?” tanya Eddie.
“Aku tidak suka dengan cara kerja Barack yang seperti ini. Semuanya penuh rahasia seolah dia tidak mempercayai kita lagi.” ujar Eddie sambil berdecak.
“Dia melakukan itu karena dia tidak punya pilihan lain Eddie! Kondisinya memang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Kau ingat dia diperintahkan oleh Dante hanya untuk membawa Sarah ke tempat yang aman. Membawa adik Bella itu dari sekolahnya! Tapi banyak kejadian yang tidak kita ketahui yang dialami oleh Barack saat itu.” Nick mencoba merubah pola pikir Eddie.
“Kau tahu! Tapi tidak dengan mempercayai FBI!” ucap Eddie menatap lekat Nick.
“Ed! Dengar ya, kita tidak tahu bagaimana kondisi Barack saat ini, kau tidak bisa menyalahkannya begitu saja! Lagipula dia bekerjasama dengan orang itu mungkin ada alasannya. Kita tidak berada disposisinya dan kita tidka tahu betapa sulitnya situasi yang dihadapi Barack disana!” ujar Nick lagi.
Meskipun Nick tidak suka karena kakinya tertembak oleh Barack, tapi dia cukup dekat dengan sahabatnya itu dan dia paham mengapa Barack sampai kepikiran melakukan itu padanya.
“Yang dikatakan Nick itu benar! Aku yakin kalau memang Barack bersikap buruk dan ada hal yang tidak disukai Dante, dia pasti menolak dan sudah menyuruh kita berhati-hati dengan Barack!” ujar Hans menimpali.
“Tapi lihatlah! Dante tidak mengatakan apapun, itu artinya Dante juga mendukungnya! Kita tunggu saja dulu penjelasan dari Dante tentang hal ini. Lagipula, kemarin aku sudah bertemu dengan Barack dan memang kondisinya sangat sulit.” kata Hans lagi menjabarkan untuk membuat sahabat-sahabatnya mengerti situasi yang sedang dihadapi Barack selama ini.
“Bisa kau jelaskan bagaimana Barack bisa bekerjasama dengan orang itu?”
“Barack berusaha untuk terlihat amnesia didepan semua orang disana! Karena memang kepalanya terbentur dan semua orang pun yakin kalau dia amnesia tapi ada satu orang yang tidak mempercayai itu. Pria itulah yang menolong Barack dan mereka berdua bekerjasama karena mereka punya tujuan yang sama yaitu untuk menghancurkan Jeff Amadeo!”
“Jadi dia adalah orang yang bisa dipercaya, Hans? FBI bisa dipercaya? Hah!” Eddie kembali mendengus dan tetap tak mempercayai semua hal yang dikatakan Hans tadi.
“Iya, jangan salahkan Barack dulu! Kita harus mendukungnya dan kita juga harus membantunya.” Hans memberi pengertian pada temannya terutama Eddie.
“Baiklah, kita tunggu saja apa kata Dante nanti mengenai hal ini.” Eddie tidak mau menyimpulkan apapun tapi dalam hatinya, bekerjasama dengan FBI adalah sebuah kesalahan fatal.
“Barack, Hans, kalian belum tahu seperti apa orang itu bekerja! Para agen itu saling menjatuhkan satu sama lain. Mereka punya kepentingan sendiri dan selalu berusaha untuk menyelesaikan kepentingan pribadinya terlebih dulu!” ucap Eddie.
“Mungkin saat ini mereka mau bekerjasama karena mereka ingin menjatuhkan Jeff! Tapi lain kali mereka juga akan menerkam kita karena mereka ingin menjatuhkan Dante! Ingat, setelah Jeff hancur maka Dante lah yang menjadi pusat perhatian pertama mereka. Dia adalah puncak tertinggi apalagi tidak ada lagi White yang juga berada di puncak tertinggi!” gumam Eddie yang tidak setuju dengan semua rencana Barack.
Eddie memiliki cara pikir yang sama seperti Dante karena mereka adalah orang pertama yang saling mengenal satu sama lain dan membentuk kelompok mereka sekarang! Mereka memiliki masa suram yang sama dan kebencian yang sama pada FBI maupun CIA dan semua pasukan federal dunia yang katanya berniat menyelamatkan dunia tapi mereka tidak mempercayainya.
“Oke, sekarang sebaiknya kita tidak tegang begini! Tidak boleh ada kesalahpahaman diantara kita dan tidak boleh ada perpecahan, ingat ya kita bukan musuh!” Nick mencoba untuk menenangkan teman-temannya dan mengembalikan suasana seperti semula.
“Aku setuju!” ujar Hans lalu menatap Eddie, “Kau sudah tenang Ed?”
“Aku akan lebih tenang jika aku mulai melihat ponselku daripada aku memikirkan masalah ini.” jawab Eddie yang tidak mau membahas lagi masalah itu.
“Kau masih memiliki kebencian atas kematian orang tuamu bukan?” Hans melihat kondisi Eddie cukup tertekan kemudian bertanya membuat Eddie mengalihkan tatapannya dari ponselnya dan berpaling menatap Hans.