
“Aku percaya padamu.” ucap pria bernama Leonard White lagi sebelum dia menutup pintu. Ini bukan pertama kalinya dia membeli senjata dari Dante dan dia tahu bagaimana sikap anak buah Dante sehingga tidak sulit untuk menyakinkannya.
Doooorrrr dooooorrrrr doooooorrrrrr
Tembakan kembali dilancarkan dan Nick pun menyingkir menjauhi mobil diiringi suara tembakan beruntun tanpa henti. Nick berusaha menghindar dengan membalas tembakan itu.
DUUUAAARRRRR
“Haaa?”
Lemas sudah hati Nick saat melihat langsung api yang membumbung tinggi dan menghancurkan mobil yang ditumpangi Tuan White. “Kurang ajar! Apa yang mereka inginkan? Apa yang sedang mereka rencanakan hingga menyerang membabi buta begitu?”
Hati Nick berdecak dan penuh amarah karena dia merasa ada orang yang dengan sengaja menunjukkan bahwa Dante melakukan kecurangan setelah pembayaran transaksi masuk kerekening Dante.
Sebelum senjata diserahkan penyerangan sudah dilakukan dan ini bisa berakibat sangat buruk pada penjualan senjata Dante, tentunya rumor jelek pasti akan menyebar apalagi orang yang membeli senjata itu bukan orang sembarangan. Inilah yang membuat Nick menjadi geram.
“Arrggggg! Siapa yang melakukan ini?” ucapnya mengambil walkie talkie, “Kalian semua selamatkan anak buah Tuan White! Meskipun hanya satu orang yang terselamatkan. Kita harus punya bukti bahwa kita tidak melakukan ini!”
“Baik bos!”
Nick memberikan perlindungan pada anak buah Tuan White karena dia yakin orang yang dilindungi ini bisa memberikan informasi kepada semua pelanggan mereka bahwa mereka tidak menipu dan tidak mengambil uang tanpa memberikan barang.
“Sial! Arrrggggg!” teriak Nick yang sudah dikuasai amarah.
Nick menembak kesegala arah dan dia mengejar semua orang yang tadi menyerang Tuan White yang baru saja meledak bersama dengan mobilnya. Kejadian itu membuat Nick semakin berapi-api! “Barack?” sosok itu terlihat oleh Nick. Barack baru saja meninggalkan tempat itu dan Nick memanggilnya sehingga Barack menoleh pada Nick dengan menyeringai tipis diwajahnya.
“Apa kau menikmati asa membumbung tinggi gudangmu itu atau kau menikmati ledakan yang baru saja terjadi? Kau tidak harus mengeluarkan semua barang-barangmu tapi kau mendapatkan bayaran yang cukup besar. Bukankah seharusnya kau berterima kasih padakau?” Barack terkekeh membuat Nick mengeryitkan dahinya.
‘Kenapa gaya bicaranya begini? Ini bukan Barack yang aku kenal. Dia itu berpura-pura karena anak buah Jeff atau apa?’ bisiknya didlaam hati. Dia merasakan perubahan yang besar pada diri Barack.
“Barack! Apa kau tidak mau mengaku atau hanya pura-pura saja padaku?” tanya Nick ragu-ragu.
“Jangan mendekat atau aku akan meledakkanmu juga!” ucap Barack sambil menodongkan senjata ditangannya dan menatap bengis pada Nick.
“Apa ini pura-pura? Permainan apa ini Barack? Kau sudah memberikan tanda padaku kalau kau hanya pura-pura amnesia?” Nick semakin tidak paham melihat Barack yang didepannya.
“Apa kau bilang? Pura-pura? Jadi kau pikir aku pura-pura amnesia? Biar ku jelaskan padamu ya aku tidak amnesia! Aku emngingat semuanya dalam hidupku dengan sangat jelas!”
“Apa kau bilang? Kau mengingat semuanya tapi kau menyerang kami?” Nick tidak bisa menerima jawaban yang didapatnya dari Barack.
“Aku mengingat siapa aku dan darimana asalku! Aku mengingat pekerjaanku sebelum aku menyamar untuk menghancurkan kalian semua!”
‘Apa Barack sedang mabuk? Tapi dia terlihat tidak mabuk, dia bisa menembak beberapa kali dan aku melihat dia menjatuhkan anak buah Tuan White!’ Nick berdesis tapi ada sesuatu ditangan Barack yang membuatnya marah. “Ternyata kau yang meledakkan Tuan White? Apa yang kau ingingkan Barack?”
‘Kalau ini hanya permainan, jujur aku tidak suka permainan ini. Kau benar-benar kelewatan bermain-main Barack! Semua ini tidak lucu sama sekali.’ geram Nick didalam hatinya. ‘Apa alasan Barack menyerang Tuan White? Bukankah pria itu adalah mentor Barack?’ bisiknya lago. Leonard White adalah orang yang mengenalkan Barack pada Dante.
“Mundur! Menjauhlah dariku dan jangan berani mendekat!” Barack sudah mengarahkan senjatanya dan sudah siap meledakkan tubuh Nick.
“Barack? Jadi kau benar-benar hilang ingatan dan kau tidak mengenaliku?”
“Nicholas namamu bukan?”
“Barack! Kau tahu aku tidak suka dipanggil seperti itu? Kau tahu panggilanku bukan? Kenapa kau memanggil namaku seperti itu?” tanya Nick yang masih ragu.’Sepertinya dia hilang ingatan. Kalau ini sandiwara kenapa sandiwaranya bagus sekali?’
Barack tersenyum tipis, “Apalagi yang ingin kau ketahui?”
“Aku ingin bicara denganmu Barack. Ini semua tidak lucu. Katakan padaku apa rencanamu? Apa yang sedang kau pikirkan, apa kau sedang menjadi seorangd etektif? Kau pura-pura tidak mengenaliku atau kau memang tidak mengenaliku?”
DOOORRR
“Ahhhhh! Apa yang kau lakukan Barack? Kau baru saja menembak kakiku?” teriak Nick smabil meringis dan terpaksa menodongkan senjatanya pada Barack.
“Tidak perlu berbuat baik padaku. Kalau kau ingin menodongkan senjatamu padamu maka lakukanlaj tapi aku tidak akan tinggal diam. Aku akan menembakmu mati.”
“Kau tidak bisa menembak lebih baik dariku Barack! Jadi jangan pernah berpikir kalau kau bisa membuatku berhenti kalau aku menembakkan senjata ini ke jantungmu! Tapi aku tidak akan melakukan itu padamu Barack!” Nick menggelengkan kepala dengan tatapan mata lurus menatap Barack, “Aku mengenalmu dan bagiku kau sudah seperti saudaraku sendiri. Ada apa denganmu?”
“Kau pikir aku peduli padamu? Semua ini hanya pekerjaan! Drama! Dua tahun aku menyamar hanya untuk pekerjaanku. Jadi tidak perlu sungkan sekarang setelah mendapatkan informasi tentang organisasimu aku tidak perlu berpura-pura! Aku bekerja untuk Jeff dan aku adalah lawanmu!”
“Apa? Jadi ini semua benar Barack? Mereka mencuci otakmu? Kau sama sekali tidak mengenalku?”
‘Dia pintar juga memilih menembak kakiku yang tidak terlindungi anti peluru. Isssss awas saja kau Barack, aku tidak akan membiarkanmu sampai disini! Setelah ingatanmu pulih, aku akan membalasmu.” ujar Nick didalam hatinya yang sudah dipenuhi oleh kemarahan. ‘Aku kasihan sekali padanya karena sekarang dia mendukung orang yang salah!’gumam Nick lagi.
“Jangan sampai aku menembakmu juga!” ucap Barack ketika Nick melangkah mendekatinya.
“Baiklah. Sekarang jelaskan padaku kenapa kau hanya meledakkan gudangnya saja?”
“Karena semua senjata disana murahan! Itu bukan senjata utamanya. Aku tahu dimana tempat senjata utamanya kau pindahkan!”
“Kau…..”
“Hahahahha! Kau jangan khawatir, aku tidak akan mengambil satupun senjata itu. Aku akan membiarkannya disana supaya orang-orang bisa melihat bagaimana busuknya transaksi kalian! Semua yang terjadi disini tidak ada rekaman CCTV karena area ini memang tidak dipasangi CCTV! Ini daerah pinggiran dan apa yang terjadi disini tidak akan ada orang yang tahu. Termasuk ledakan itu! Kau jangan khawatirkan anak buah Tuan White, aku pastikan mereka semua akan mati! Jadi tidak akan ada bukti dan saksi dipihak mereka. Kalian akan terlihat membunuh mereka setelah melakukan transaksi. Bukankah itu kejam?”