PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 70. DIA TERLALU CANTIK


Sentuhan bibir pada wanitanya yang terasa hangat, basah, lembut dan tarikan yang awalnya pelanpun berubah perlahan menjadi kecupan yang semakin liar dan memabukkan wanitanya. “Ehmm….Dante sekarang kau banyak berubah.”


“Apa maksudmu?” tanya Dante lalu membawa Tatiana ketempat tidur mereka dan mulai melepaskan pakaian istrinya.


“Setiap kali kau pergi keluar dan kembali kerumah kau selalu memebriku sesuatu yang berbeda. Apa kau sangat merindukanku diluar sana?” tanya Tatiana yang tidak dijawab oleh Dante.


Pria itu kembali mencumbu dan memanjakan Tatiana dengan sentuhan tangannya. ‘Merindukanmu? Entahlah Tatiana, sepertinya aku tidak merindukanmu bahkan kadang aku lupa tentangmu saat aku bersamanya. Tapi aku sudah menahan rasa ini sejak kemarin dan aku selalu menahannya saat bersama Bella dan melampiaskannya padamu. Maafkan aku Tatiana! Sebenarnya aku tidak bisa membayangkan kalau aku melakukannya denganmu dan bukan dengannya. Sejak aku bertemu kembali dengannya, setiap kali kita menyatu aku selalu membayangkan kalau aku melakukannya dengan Bella, bukan kau!’ gumam Dante didalam hatinya, sejujurnya memang sudah tidak ada lagi Tatiana dibenaknya. Hal itu semakin membuatnya geram karena jika dia bisa dia lebih memilih melakukannya dengan Bella. Saking geramnya membuat dante meningkatkan kekuatan penyatuan tubuhnya dengan Tatiana.


Tanpa dia sadari dia melakukannya dengan kasar, tidak ada sedikitpun kelembutan. Yang ada dalam benaknya hanyalah Bella dan yang dia bayangkan bahwa wanita yang sedang ditindihnya adalah Bella. Dia sama sekali lupa kalau wanita itu adalah Tatiana istrinya dan bukan Bella. Sikap kasar Dante justru sangat dinikmati oleh Tatiana. “Kau lelah?” tanya Dante setelah beberapa ronde dan tubuh istrinya bergetar dengan napas memburu.


“Tidak sama sekali. Aku masih bisa tahan jika kau masih ingin melanjutkannya.” jawab Tatiana yang masih ingin menikmati kekasaran Dante saat penyatuan mereka.


Dante sama sekali tidak menyadari jika istrinya menyukai sikap kasarnya saat melakukan penyatuan. “Aku tidak mau menyakitimu! Kita bisa melanjutkan lagi nanti kalau kau sudah istirahat. Maaf jika aku bersikap kasar padamu.” ucap Dante merasa khawatir pada istrinya.


“Dante, aku bukan gelas kaca yang mudah pecah.” Tatiana mengambil inisiatif memanjat tubuh Dante dan menyatukan bibir mereka, mengecupnya dan dia lebih dulu menyatukan rasa hingga Dante tak lagi khawatir dan melanjutkan kembali permainan mereka untuk babak yang entah sudah keberapa kali.


Setelah keduanya mendapatkan pelepasan. “Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Dante yang dijawab gelengan kepala oleh Tatiana. “Apa kau masih belum puas sayang?”


“Aku puas, bahkan sangat puas mendapatkan pelepasan berkali-kali. Mana mungkin aku tidak puas, sayang. Biasanya kita hanya melakukannya satu kali dan itupun sudah cukup. Sekarang kau semakin liar dan seperti sangat menginginkanku Dante. Aku sangat suka caramu yang berbeda dan kasar!”


“Terimakasih sayang, kau spesial sayang.” ujar Dante lalu mengecup kening istrinya.


“Tatiana, boleh aku bertanya padamu?”


“Ya. Soal apa?” tanya Tatiana mendongakkan kepala menatap wajah tampan suaminya yang tak pernah jemu untuk dipandang.


“Apa kau merasa nyaman dengan wanita pengasuh Alex?”


“Menurutmu?”


“Aku bertanya padamu karena keputusanmu adalah yang terpenting bagiku.” ujar Dante berusaha bersikap tenang.


“Kau ingin membahas soal wanita itu setelah kita bercinta?” tanya Tatiana menatap suaminya yang tersenyum padanya dan tangannya membelai rambut wanita itu.


“Jika kau tidak suka maka aku tidak akan membahasanya. Jika kau tidak ingin dia ada didekat kita maka aku akan membatalkan pengasuh untuk Alex.”


“No. Jangan bilang begitu, sayang. Kau sepertinya terlalu mengkhawatirkan Alex!”


“Ya memang begitu. Aku mengkhawatirkan Alex dan dirimu.” jawab Dante sedikit berbohong. ‘Aku hanya ingin tahu tanggapanmu tentang Bella. Apakah kau merasa cocok dengannya dan bisa bekerjasama dengannya? Aku bukan mengkhawatirkanmu tapi aku mengkhawatirkan wanita itu dan anakku.’ gumamnya dalam hati. Dante menghela napas panjang. ‘Semoga saja aku bisa mempertahankannya disisiku sebagai pengasuh anakku. Aku tidak mau kehilangan dia, takkan pernah kulepaskan lagi!’


“Lalu? Ada apa dengan Macau? Apa ada yang salah dengan itu?”


“Begini, menurutku selain kau menjadikannya sebagai pengasuh Alex, ada baiknya kau mencarikannya jodoh!” ujar Tatiana mengutarakan isi hatinya.


Ucapan istrinya sontak membuat hati Dante geram lalu dia menelan salivanya dan menatap istrinya sambil menyembunyikan semua rasa yang ada didalam hatinya. Bagaimana mungkin dia mencarikan jodoh untuk wanitanya? Wanitanya dilirik oleh pria lain saja sudah membuatnya marah. Bella adalah jodohnya, mana mungkin dia berikan jodoh lain pada wanita itu?


“Kau bukan biro jodoh, kan sayang? Kenapa kau terburu-buru ingin mencarikannya jodoh?”


“Aku memang bukan biro jodoh. Tapi dia terlalu cantik dan tubuhnya sangat seksi, Dante! Apa kau yakin tidak akan tergoda dengannya? Sebagai wanita saja aku iri melihat kecantikannya dan warna matanya yang indah itu. Akan lebih baik jika dia dicarikan jodoh. Dia terlalu cantik!” Tatiana menyipitkan matanya menatap Dante. Dia ingin melihat reaksi suaminya.


“Kau sungguh mengkhawatirkan itu? Apa kau cemburu padanya? Oh Tatiana!” Dante tersenyum setelah mendengar ucapan istrinya.


“Eh...mungkin terdengar lucu ya Dante?” Tatiana mengelus wajah suaminya. “Aku tahu kau tidak pernah bersama wanita lain, jadi aku tidak pernah mengkhawatirkan itu. Tapi tetap saja aku merasa kurang nyaman jika ada wanita cantik dirumahku, membuat hatiku bergetar Dante. Apalagi dia terlalu cantik dan seksi.”


“Jadi kau tidak mau dia tinggal bersama kita dan mengasuh Alex?” Dante agak takut menanyakan ini.


“Aku ingin mencobanya! Dia terlihat baik, entahlah aku merasa yakin dan percaya padanya. Mungkin saja dia bisa menjadi teman Alex. Tapi berjanjilah padaku jika dia sedang bersama Alex kau tidak boleh dekat-dekat dengannya!” Tatiana memicingkan matanya lagi pada Dante.


“Ya! Tenang saja sayang. Aku tidak akan melakukan itu.” jawab Dante lalu mengecup kening Tatiana. “Kau tidak perlu khawatir tentang perasaanku! Hanya kau satu-satunya dihatiku, percayalah padaku.” ucap Dante mengecup punggung tangan istrinya.


Meskipun sebenarnya didalam hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan itu, karena sebenarnya hanya Bella yang kini ada dihati dan pikirannya. “Ya aku percaya padamu tapi aku khawatir pada diriku sendiri!” jawab Tatiana lagi menatap Dante. Dia memeluk erat suaminya seolah takut jika diambil perempuan lain.  Gimana ya seandainya dia tahu kalau selama ini Dante malah sudah tidur dengan wanita lain, dan wanita itu adalah ibu dari anaknya.


“Apa kau senang dengan permainan kita tadi, sayang?” tanya Dante mengubah topik percakapan.


“Tentu saja senang! Aku senang sekali dengan gaya liarmu dan agak kasar gitu, rasa sensasinya berbeda. Biasanya kau bermain sangat lembut, tapi akhir-akhir ini permainanmu berbeda tapi aku sangat suka.”


“Aku pun sama. Setidaknya sekarang Alex sudah punya pengasuh maka kau tidak perlu bolak balik lagi ke kamar Alex. Kita punya banyak waktu bersama di malam hari.”


“Apa kau mengijinkannya tidur dikamar Alex?”  tanya Tatiana yang menjadi khawatir.


“Ya untuk menemaninya tidur dimalam hari agar mudah kalau Alex bangun, dia bisa menemaninya.”


“Baiklah kalau memang itu menurutmu yang terbaik, Dante.”


Pikiran Tatiana mulai dipenuhi pikiran-pikiran buruk, ‘Apa dia akan merebut anakku? Aku rasa tidak mungkin, banyak juga orang yang memakai pengasuh anak dan anak mereka masih mencintai orangtuanya. Aku tidak rela kalau suamiku malah mencintai wanita lain selain aku. Hanya aku saja wanita satu-satunya, wanita kesayangannya! Tapi sudahlah….tak perlu kupikirkan lagi, Dante benar, kami membutuhkan waktu bersama. Alex sudah semakin besar dan ini saatnya dia harus mandiri. Anak itu terlalu merepotkanku, tapi aku akan tetap berhati-hati. Punya wanita yang terlalu cantik dirumah itu tidak baik!’ Tatiana mengingatkan dirinya.