
Sebuah kecupan mendarat di tengkuk Bella membuatnya merasakan adanya sengatan listrik yang membuat sekujur tubuhnya bergetar.
“Dante!” suara manja ini sudah terbata-bata.
“Bisa aku mengganggu tidurmu sebentar saja Bella? Ada suatu hal yang harus aku lakukan.”
“Apa yang mau kau lakukan?” tanya Bella sambil senyum-senyum sendiri. ‘Aihhh ada apa dengan pria ini? Kenapa dia berubah menjadi baik padaku ya? Apa sekarang dia sudah membolehkannya?’ bisik hati Bella yang kini berbunga-bunga.
“Menurutmu apa yang ingin aku lakukan malam begini Bella?”
“Ya, aku tidak tahu! Ehm….tai tadi saat masuk kesini kau bilang mau tidur. Atau mungkin kau ingin melakukan yang lain?”
Dante merangkulnya dengan erat, seakan keduanya disatukan oleh magnet. “Hmmm….kau sudah harum Bella. Kau memakai parfum apa?”
Pujian Dante membuat wanita itu menggelengkan kepalanya tanpa menatapnya. “Aku tidak pakai parfum apapun. Kau tadi hanya menyabuniku dan shampoo saja kan? Apa kau lupa Dante?”
“Kau senang mandi denganku?” tanya Dante mencium tengkuk Bella.
Bella senyum-senyum dan malu-malu ditanya seperti itu. ‘Ahhh…..tangannya mulai bergerak-gerak. Apa dia memang mau melakukan itu? Aku seperti mimpi saja Dante! Biasanya aku yang duluan menggoda tapi sekarang apa yang dilakukannya? Dia datang sendiri ketika aku mau tidur. Apa mungkin dia tidak bisa tidur?”
“Dante! Ssshhh…..” kalimatnya terputus.
“Kenapa kau memanggil namaku Bella?” bisik Dante ditelinganya.
“Karena perbuatanmu. Apa salah kalau aku memanggil namamu Dante?”
“Menurutmu bagaimana?” tanya Dante sambil tangannya bergerilya.
“Entahlah! Tapi kalau aku tidak memanggil namamu, aku harus memanggil nama siapa? Sudah jelas kau yang ada dibelakangku dan kau yang membuatku memanggil namamu. Kau membuatku semakin tidak waras begini Dante!”
‘Sekali-sekali dia bersikap seperti ini juga bagus. Sedikit penolakan, membuat permainan ini semakin lebih baik daripadam dia terus-terusan meminta padaku dan aku melakukan itu dengan sikapnya yang pasrah. Aku kurang suka seperti itu! Ada sedikit perlawanan bisa lebih menantang dan aku akan mengajarkannya ini.’ Dante mencoba melakukan sesuatu seperti yang diharapkannya.
Dia ingin membuat Bella lebih kuat dan tidak banyak meminta padanya dan tidak menggodanya juga. Tapi mungkinkah Bella bisa seperti itu? Dia harus terus memantaunya hingga beberapa hari kedepan, apakah dia masih sama seperti sekarang atau tidak. Karena tidak ada yang tahu sikap Bella sekarang ini hanya sementara atau akan seterusnya seperti ini.
“Yang tadi kau katakan itu maksudnya apa, Bella?” sengaja Dante meminta penjelasan lebih.
“Tadi kau menanyakan padaku apakah aku suka dengan permainan ini? Aku menjawab ‘entahlah’ aku tidak tidak tahu Dante! Tapi aku menyukai tanganmu yang terus bergerak seperti itu.”
“Sssshhh….Dante! Apa aku harus membelakangimu terus seperti ini?” tanya Bella,
“Menurutmu bagaimana? Apa kau tidak suka?” Dante semakin sedikit menggila, sentuhan yang diberikannya pada Bella lebih dari biasanya, sentuhannya itu semakin membuat Bella ingin.
“Aku suka. Tapi….ehm…..Dante….sssshhhhh!”
Dante sangat menyukai ketika dia mendengar kata-kata itu dari bibir Bella. ‘Aku suka ini, dia tidak perlu menunjukkan semuanya kepadaku dan memberitahuku betapa hebatnya dia bisa merayuku! Aku tidak akan pernah tergoda cih! Aku bukan pria-pria yang membayarnya seperti di VIP club dulu. Tapu aku akan melakukannya jika aku memang mau!’
Bukan karena Dante tidak menyukai Bella yang menggodanya tapi dia tidak mau disamakan dengan pria-pria yang pernah bersama Bella dulu. Itulah yang jadi alasan kenapa dia tidak suka saat Bella merayunya.
Dia juga seorang pria dan ingin seorang wanita yang merayunya juga. Tapi dia akan menciptakan permainan berbeda dengannya sehingga wanita itu tidak akan pernah menyamakan Dante dengan pria-pria itu.
“Apa tidak masalah aku melakukan ini?” tanya Bella karena tak ingin membuat kesalahan.
‘Aduh, bukan sekali aku melihat pria yang memiliki tubuh seperti Dante! Tapi kenapa aku tidak pernah tergoda oleh mereka sama seperti aku tergoda pada Dante ya? Sebenarnya apa yang menarik dari dirinya yang membuatku terus-terusan ingin sekali bersamanya? Apa yang ada didalam hatiku ini? Ssshhh…..Dante, bahaya ini kalau aku semakin gila padamu!’ gumamnya didalm hati yang tak pernah bisa melupakan pria itu.
‘Aaaiihhhh rambutnya yang setengah basah itu kelihatan keren! Tangannya yang bermain-main ditubuhku benar-benar bikin geli! Owwwhhh!’ Bella bergumam dihatinya karena menyukai semua bagian dari Dante. Pria ini benar-benar sosok yang sempurna sekali dimata Bella.
“Kan aku sudah memintamu untuk membalikkan tubuhmu. Jadi kau bisa melakukannya.”
“Maksudnya?”
“Apa kau masih tidak paham juga? Apa pelajaran yang kau dapat sekarang?” Dante kembali memberikan penegasan sambil tangannya terus bergerak.
“Sssshhh….Dante….ehmmmm….apa malam ini kita akan menikmati sesuatu?” tanya Bella. ‘Ayolah buat malam ini saja! Ini kan seru sekali. Aku ingin melakukannya malam ini tapi apa dia peduli kalau aku yang menginginkannya? Bukankah tadi dia bilang kalau dia akan memintanya sendiri? Jadi maksudnya…..aku harus jual mahal gitu? Aneh memang pria satu ini! Ck!’
‘Bagaimana kalau aku tidak bisa mengendalikan diriku? Apakah dia akan berhenti menyentuhku?’ didalam hatinya Bella mulai merasa galau. Dia sangat menginginkannya tapi dia juga tak mau kehilangan Dante! Sehingga dia berusaha keras untuk menahan diri seperti yang diinginkan Dante.
“Bagaimana menurutmu? Apa kita akan melakukan yang spesial?” dengan santainya Dante bicara.
“Eeehh….Dante!” Bella semakin kehilangan kesadarannya apalagi saat tangan pria itu berpindah menjadi sandaran kepalanya sedangkan tangan lain menyentuhnya dengan lembut. Saat keduanya mulai tenggelam dalam suasana hangat nan romantis, tapi…..
Tiiiiiiittttttttttt
“Hah? Suara apa itu Dante?”
“Sssshhhhh…..bunyi itu!”
“Apa ada kebakaran ya?” tanya Bella tapi dijawab Dante dengan gelengan kepalanya.
“Lalu, itu bunyi apa?”
‘Shit! Baru juga mulai, tiba-tiba saja ada bunyi-bunyi yang tidak enak itu. Kapan sih semua ini berakhir?’ bisik hati Bella yang kesal karena disaat mereka berdua baru saja lanjut ke sesi utama penyatuan, tiba-tiba bunyi alarm yang memekakkan telinga itu berhasil membuat keduanya kaget dan langsung bangkit.
“Bella, kau tunggu disini. Tempat ini adalah yang paling aman! Aku tidak mengizinkanmu kemana-mana. Aku akan keluar mengeceknya dulu.”
“Iya. Lalu bagaimana dengan Alex? Dia kan belum ada disini! Dante, apa tidak akan terjadi sesuatu yang buruk padanya? Apa kamarnya sekarang aman?” Bella panik dan yang dipikirkannya adalah Alex anaknya. Dia tak tenang memikirkan tentang anak itu.
“Tenang saja. Aku akan mengurus itu. Kau diam dulu disini ya.”
Bella menjawab dengan menganggukkan kepalanya tak ingin membuat Dante bertambah repot.
“Ada apa ya? Apa ada pengganggu lagi? Padahal kami baru saja melakukan penyatuan.” bella mencibir tapi tak bisa melakukan apapun karena kondisi sedang darurat.
“Dante, kau akan meninggalkan aku sendirian disini?” tanya Bella. Pria itu menoleh sebentar, sebenarnya dia merasa berat sekali meninggalkan Bella disana sendirian tapi dia terpaksa dan menganggukkan kepalanya lalu menghampiri Bella dan menciumnya.
“Aku mohon maaf padamu Belinda,” ucapnya sambil memegang tangan wanita itu.