PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 268. KERJASAMA DENGAN DANTE


“Ada apa Anthony?" tanya,Anna tanpa basa basi lagi setelah menjawab panggilan. Anna tahu kalau Anthony menghubunginya karena menhinhinkan sesuatu darinya.


“Anna, aku butuh bantuanmu sekarang juga. Ini sangat penting.”


“Hah? Kau minta bantuan apa malam-malam begini Anthony?”


“Aku akan membawa Bella keluar!” jawab Anthony.


“Huh? Apa yang mau kau lakukan?” Anna yang tadinya mengantuk berat seketika hilang rasa kantuknya dan langsung terduduk di tempat tidur.


“Aku ingin menyelamatkannya.Aku ingin dia kembali bahagia dan aku hanya ingin menyelesaikan tugasku. Itu saja Anna!”


“Semua jawabanmu terdengar ambigu! Aku tidak paham maksudmu Anthony. Apa sebenarnya yang sedang kau rencanakan?”


“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang padamu tapi aku akan menceritakan semuanya setelah kita bertemu. Hanya satu yang kuinginkan, aku butuh bantuanmu.”


“Jelaskan apa yang kau inginkan Anthony! Karena kau bicara begini sepertinya sesuatu sangat mengerikan akan terjadi padaku.”


“Aku ingin kau menjaga rahasia ini dari ayahku.” jawab Anthony.


“Benar dugaanku, kau pasti meminta sesuatu yang mengerikan!” Anna pun semakin bergidik ngeri.


“Mau bagaimana lagi Anna? Ayolah, tolong bantu aku ya? Ketika ayahku menanyakan padamu apakah aku datang ketempatmu dan membawa Bella katakan saja iya. Hanya itu saja yang aku minta darimu.”


“Aduh, permintaanmu itu riskan sekali Anthony! Wanita itu adalah buruan ayahmu!”


“Dia bukan buruan, aku membawanya keluar dari rumah itu karena aku ingin menolongnya bukan untuk menjadikannya target.”


“Bagaimana jika ayahmu tahu? Bisa tamat riwayatku Anthony!”


“Jangan takut Anna! Aku akan melindungimu, aku janji. Ayolah….aku benar-benar butuh bantuanmu.”


“Hmmmm….baiklah kalau ayahmu meneleponku aku akan mengatakan itu. Tapi aku tidak bisa mengatakan lebih dari itu Anthony! Besok-besok bagaimana? Kau ingin Bella keluar tapi kau akan membawanya kembali kan?”


“Biar nanti aku yang mengatur semuanya tapi kalau ayahku bertanya, cukup jawab itu saja setelah aku keluar aku bisa melakukan apapun dan akan bisa memikirkan apa yang akan aku katakan. Kau mengerti maksudku kan Anna?”


“Baiklah kalau begitu. Aku akan mendukungmu tapi ingat janjimu akan melindungiku.”


“Terimakasih Anna.”


Anthony tersenyum setelah pembicaraannya dengan Anna, “Syukurlah aku tidak mungkin keluar dari rumah ini dengan Bella tanpa alasan. Aku butuh bantuan Anna dan sekarang dia sudah mau menolongku. Mudah bagiku untuk keluar sekarang.” ucap Antony.


Dreeetttt dreeeeeetttt dreeeeetttttt


“Iya Irene sayang?” Anthony mendengus kesal. ‘Inilah kenapa aku sangat malas melakukan apa yang disarankan Vince. Wanita ini pasti akan meneleponku terus menerus dan mengganggu hidupku.’ bisik hati Anthony yang masih belum mau menerima Irena karena dia tidak mencintai wanita itu.


“Kau sedang apa Anthony? Apa kau merindukanku?”


“Sangat!” jawab Anthony asal sambil mencibir.


“Apa kau ingin aku datang kesana sekarang?” tanya Irene dengan suara menggoda.


“Sudah malam Irene! Lagipula kau baru pulang dari tempatku tiga jam yang lalu. Sekarang sebaiknya kau bersantailah dulu. Besok-besok kita masih bisa bertemu lagi bukan?”


“Tapi aku sudah merindukanmu lagi Anthony! Apa aku perlu kesana sekarang?” suara syahdu menggoda Irene membuat Anthony ingin rasanya segera menutup telepinnya tapi dia tidak bisa melakukannya.


“Aku mau keluar sekarang. Tidak masalahkan kalau kau menunggu sampai besok?”


“Kau mau pergi kemana Anthony? Malam-malam begini keluar, laki-laki biasanya tujuannya adalah...”


“Bukan itu, aku ingin membawa tawananku ke tempat Anna.”


“Kau akan bertemu dengan Anna?”


“Oh tentu saja tidak. Baiklah Anthony pergilah sekarang. Hati-hati dijalan ya.”


“Hemmm…..Terimakaasih untuk dukunganmu padaku Irene. Aku pergi dulu ya. Selamat istirahat, setelah aku sampai ditempat anna aku bisa menelepon lagi. Mungkin kurang dari dua atau tidak lebih dari tiga jam.”


“Terimakasih sudah memberitahuku jadwalmu. Aku semakin senang mendengarnya Anthony.”


“Aku mencintaimu!” ucap Anthony menutup telepon dengan rasa jijik dan mau muntah mengucapkan kalimat itu pada Irene. Bola matanya berputar dan satu tangannya memijat keningnya.


“Hueeekkkk! Apa benar aku mencintainya? Selama ini aku hanya main-main saja dengannya karena aku memang tidak mencintainya. Aku terpaksa melakukan itu karena dia terus saja mengejarku. Tapi hari ini aku sudah kelewatan dengannya. Ah sudahlah! Mas bodoh1” Anthony berdecak dan kembali fokus pada pekerjaannya.


Dia langsung keluar dari kamarnya menuju ke kamar Bella. “Kau tidak tidur?” tanya Anthony saat dia sudah membuka pintu kamar Bella.


“Anthony! Kapan Dante akan datang menjemputku?” tanya,Bella untuk kesekian kalinya pada Anthony.


“Sekarang!” jawab Anthony.


“Benarkah? Dante akan menjemputku sekarang?” mata Bella langsung berbinar bahagia.


“Iya Bella. Tapi aku ingin kau bekerjasama denganku.”


“Apa maksudmu?”


“Untuk membawamu ketempat Dante, aku harus mengatakan kalau aku akan membawamu ke tempat Anna! Dia adalah doktermu maka orang-orang dirumah ini tidak akan curiga. Kau mengerti?”


“Tapi kau akan mengantarku ke tempat Dante kan? Bukan ketempat Anna?”


Anthony menganggukan kepalanya dan dia bisa melihat kecemasan diwajah Bella.


“Ini semua hanya pura-pura saja Bella. Aku tidak mau mereka mencurigaiku saat membawamu keluar. Kau paham tidak?”


“Ya aku paham Anthony. Jadi nanti kalau ada yang menanyakan kita mau kemana, kau akan mengatakan ingin membawaku kerumah Dokter Anna, begitu kan?” Bella mengulang ucapan Anthony untuk memastikan.


“Hmmmm.” Anthony mengangguk dan ada senyum lega diwajahnya karena Bella sudah mengerti.


“Ya sudah. Kita berangkat sekarang Anthony?” Bella sudah tidak sabar lagi.


“Kita berangkat sekarang tapi tidak dengan pakaianmu yang seperti ini Bella.” Anthony menggelengkan kepala melihat Bella yang memakai baju tidur tak sabar untuk segera pergi.


“Lalu aku harus pakai yang mana?” Bella memperhatikan pakaian ditubuhnya.


“Yang kau pakai ini baju tidur. Gantilah dulu. Ayo bangun aku akan mengantarmu keruang ganti.” ujar Anthony sambil memgulurkan tangannya pada Bella.


“Huuuhhh! Kau tidak boleh menyentuhku! Nanti Dante akan memarahiku.” jawab Bella panik dan menarik tangannya sambil menatap lurus pada Anthony.


“Tidak ada yang menyentuhmu Bella. Bisakah kau mengganti pakaian sendiri?” tanya Anthony dengan suara lembut agar tidak membuat Bella histeris.


“Ya bisa. Aku tidak lupa cara mengganti pakaian!” jelas Bella lagi.


“Bagus. Ayo bangun biar aku antar kau ke ruang ganti pakaianmu.”


Awalnya Bella ragu tapi dia tetap melakukan apa yang dikatakan oleh Anthony. Dia pun berdiri dari tempat duduknya dan segera berjalan mengikuti Anthony menuju keruang ganti pakaian.


“Ini malam hari dan kondisimu sedang tidak sehat jadi aku ingin kau memakai celana panjang ini, atasan lengan panjang dan nanti kau pakai sweater dan jaketnya. Kau paham?”


“Aku akan mati kepanasan Anthony!”


“Tidak akan Bella. Ini sangat dingin sekalidiluar. Kau membutuhkan pakaian ini karena ini aman untukmu saat berada diluar.”


“Tapi aku tidak pernah memakai baju sebanyak ini sekaligus.” ucap Bella menolak, biasanya meskipun udara dingin dia memakai pakaian yang terbuka saat bekerja.