
“Iya, Anthony bisa membereskannya tapi dia tidak sendirian. Dia bekerjasama dengan beberapa pelayan anda Tuan! Ada dari bagian dapur Norman dan pelayan di taman belakang Bruce juga ikut membantunya disana.” kata Vince melaporkan apa yang disampaikan Anthony padanya.
“Ah, mereka!” Dante terdiam lalu sedikit mengeryitkan dahinya dan menatap Vince lagi.
“Apa yang bisa dilakukan Norman? Dia hanya tahu memasak! Dia bahkan tidak tahu cara memegang benda lain selain pisau!” Dante protes sebelum dia mengutarakan apa yang ingin dilakukannya.
“Mereka menemukan satu penyusup lagi Tuan! Di bagian belakang! Wanita itu berusaha untuk membuka bagian ruang bawah tanah anda! Tapi berhasil ditangkap oleh Anthony.”
“Dan saat itu ketika dia menghancurkan wanita itu, Norman membantunya. Norman juga bercerita kalau dia sempat meminta wanita itu untuk memakan sarapan paginya sebelum ketahuan. Tapi wanita itu menolak lalu segera pergi. Sikapnya itu berbeda dengan pelayan lainnya. Norman juga merasa aneh karena dia baru pertama kali melihat wanita itu.”
“Norman sempat berpikir mungkin Henry merekrut karyawan baru jadi Norman akhirnya tidak merasa curiga. Tapi melihat bahwa wanita itu adalah robot membuat Norman berpikir kalau para manusia android itu memiliki kesamaan. Mereka tidak mau makan makanan manusia, Tuan.” kata Vince menjelaskan semuanya.
Dante terdiam sejenak dan dia berpikir serius. “Jadi mereka tidak mau makan makanan manusia? Walaupun tubuh mereka masih tubuh manusia? Tanpa makan tidak akan ada peredaran darah! Tanpa udara juga sama sama! Mereka akan membeku dan akan menimbulkan bau busuk karena didalam tubuh mereka semuanya adalah benda organik!”
Dante masih itdak yakin tentang mau makan atau tidak makan, sehingga dia menatap Vince menunggu jawaban dari pria itu. “Iya Tuan. Sepertinya itulah kenyataannya!” Vince yakin sekali walaupun Dante masih merasa ragu dengan kesimpulan itu.
“Baiklah, aku mengerti.” Dante melirik kearah Vince. Pikiran Dante kini mencerna semuanya dan mulai mencari sebuah kemungkinan dari kejadian itu setelah mendengar tentang manusia android. Dia harus melakukan sesuatu secepatnya untuk mengatasi masalah itu.
(Coba kau siapkan makanan dan berikan pada pramugari itu. Dan aku akan memberikan makanan kepada pilotnya. Kalau mereka semua menyantapnya, itu berarti bahwa mereka adalah manusia biasa, bukankah begitu cara menguji mereka?) Dante menulis pesan itu diponselnya lalu menunjukkan pada Vince.
Vince pun langsung membaca pesan itu lalu mengangguk dan mencoba melakukannya.Tanpa menunggu lama Vince pun sudah pergi ke belakang lalu menghampiri pramugari dan melakukan perintah Dante.
Sedangkan Dante pun mendekat kesana. Hanya saja dia menjaga jarak dan tidak mendekati kedua orang itu. Dante duduk di pantry sambil memasang wireless earphone ditelinganya lalu mengambil sebuah remote memencet sebuah tombol disana. Jarak mereka sekitar lima meter jadi dia bisa mendengar percakapan mereka.
“Bisa kau berikan aku anggur?” Dante mendengar jelas suara Vince itu.
“Anda mau minum Tuan?” tanya sang pramugari dengan sopan sekali. Vince menjawab dengan anggukkan kepalanya.
"Sebentar saya ambilkan Tuan.” wanita itupun menuangkan minuman dan memberikan kepada Vince setelah menambahkan es ke gelasnya.
“Bagaimana Tuan?” tanya pramugari setelah Vince meminum minumannya.
“Rasa pusingku sudah hilang setelah meminum ini! Kau juga harus mencobanya. Ayo jangan ragu, aku tidak ada teman minum! Hanya ada kau disini!” Vince mencoba membujuk pramugari itu.
“Tapi saya sedang bekerja, masa saya harus minum Tuan?” tolak sang pramugari dengan sopan dan tersenyum pada Vince.
“Tidak apa-apa, aku yang akan menanggung semuanya.” ujar Vince lagi mencoba membujuk pramugari itu. Dia harus berhasil menjalankan perintah Dante.
“Baiklah Tuan! Sebenarnya saya juga bingung dari tadi! Saya takut sekali melihat kejadian pembunuhan itu.” ucap pramugari itu yang sudah menuangkan minumannya duluan dan dia menenggaknya lalu memakan beberapa cemilan.
“Apa cemilan itu enak?” tanya Vince tersenyum.
“Silahkan dicoba Tuan.” wanita itu menyodorkannya kepada Vince.
“Halo Tuan! Apa anda ingin minum juga?” tanya pramugari dengan senyum merekah membuat Dante mengeryitkan dahinya dan dia mengalihkan pandangannya pada Vince.
“Ada hal lain yang ingin kubicarakan padamu! Ikuti aku sekarang!” kata Dante.
“Baik Tuan!” Vince segera menaruh minumannya dan berjalan mengikuti Dante.
‘Aku mempelajari sesuatu dari android itu. Sesuatu yang tidak mungkin bisa kukatakan pada Vince! Bagaimana caranya aku mengatakan padanya ya? Apa aku harus menulis pesan singkat? Tapi ini masih prediksiku saja dan aku masih harus memastikan dulu.’ pikirnya.
‘Jadi mereka itu adalah pasukan yang sudah disiapkan oleh Jeff untuk melawanku?’ pikir Dante karena dia tidak ingin bicara sehingga pikiran itu terus mengganjal dihatinya.
“Ada apa Tuan?” Vince bertanya pada Dante yang sudah duduk diseberanganya.
“Lihatlah!” Dante menunjuk kearah jendela.
“Apa yang harus saya lihat Tuan?” Vince yang tak paham pun kembali bertanya.
“Apakah menurutmu matahari itu sangat indah Vince?”
“Kenapa anda malah bicara seperti itu Tuan?” Vince mengerjapkan matanya merasa bingung.
“Tapi menurutku sinar mataharinya sudah semakin menyilaukan Tuan, kita butuh kacamata jika ingin melihatnya langsung.” Vince bicara sesuai kenyataan.
“Vince, aku ingin bicara denganmu! Apakah kau rela mengorbankan nyawamu untuk menyelamatkan dunia?” tanya Dante lagi dengan serius. Pertanyaan itu langsung dijawab Vince dengan anggukan. Dante melirik kearah jam tangannya, waktunya sudah semakin mendesak.
“Tentu saja tuan! Saya akan mengorbankan nyawa saya untuk dunia! Kalau memang itu diperlukan untuk membawa kedamaian pada dunia!”
“Baguslah kalau begitu!” kata Dante tanpa memandang Vince. Dia tetap fokus memandang keluar jendela.
“Memangnya ada apa Tuan? Apakah anda ingin berganti profesi menjadi penyelamat dunia?” tanya Vince yang membuat Dante pun tersenyum sambil melirik Vince.
Sangat jarang Dante tersenyum seperti itu sehingga membuat orang yang duduk diseberangnya pun menikmati senyum Dante. Vince merasa senang karena dia bisa menghibur Dante dan menghilangkan ketegangan diantara mereka.
“Aku tidak bekerja pada federal, aku juga tidak bekerja untuk tim keamanan dunia, itu bukan urusanku mau perang ataupun damai.” ujar Dante dengan intonasi rendah dan terlihat tidak mengintimidasi.
Dante bicara sambil memperhatikan gerak gerik pramugari dari pantulan kaca. Walaupun hanya sepintas namun Dante terus mengecek pramugari itu secara berkala.
Dia tidak mudah mempercayai orang dan dia sangat berhati-hati dalam kondisi seperti sekarang ini.
“Lalu?” tanya Vince lagi.
“Jantungku terhubung dengan semua sahabat-sahabatku! Dan sekarang aku ingin terhubung dengan Barack. Aku tahu apa yang dia pikirkan. Walaupun dia tidak bisa aku hubungi dan tidak bisa bicara padaku. Entahlah bagaimana caranya aku menjelaskan ini padamu.”