PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 414. KEKHAWATIRAN HENRY


‘Sebelum kecelakaan itu terjadi, ayahmu juga menunjukkan ruangan itu padaku sama sepertimu yang ingin menunjukkan ruangan itu kepada putramu.’ gumam Henry didalam hatinya tapi dia tetap tersenyum dan berusaha untuk menenangkan hatinya yang kacau.


Perasaannya sudah tidak enak, dia sangat mengkhawatirkan Dante dan takut jika sesuatu menimpa pria itu nanti malam. Ini adalah transaksi besar dan akan banyak jebakan serta bahaya yang mungkin harus dihadapi Dante malam ini.


 


“Saya tidak tahu banyak apa isinya ruangan yang kita buka, Tuan! Tapi memang ayah anda mengatakan pada saya kalau dia ingin anda masuk kedalam sana suatu saat dan mempelajari apa yang ada disana!” lalu Henry menatap Dante dengan lebih serius.


 


“Dan sepertinya yang anda lihat sendiri Tuan! Pintunya hanya bisa dibuka oleh sidik jari anda atau sidik jari ayah anda. Jadi saya tidak punya akses masuk kedalam sana. Saya hanya melihat sepintas saja tapi saya tidak bisa mempelajari apapun disana.”


 


“Kau benar Henry! Tempat itu masih terkunci aman dan tidak ada bekas orang yang membobolnya. Jadi ayahku memang memberitahumu tentang tempat itu tapi dia tidak memberikan aksesnya kepadamu, bukan?”


 


“Benar Tuan! Hanya anda yang bisa masuk dan saya baru tahu apa isinya setelah anda yang memberitahukan pada saya.” Henry mengangguk pelan.


“Lalu bagaimana caramu bisa tahu cara merakitnya? Kau ahlinya disana dan kau tahu formulanya! Itu karena kau mengajarkan Barack bukan? Walaupun kau tidak mengajarinya semua, makanya dia harus berkolaborasi denganku.”


 


“Iya Tuan! Saya adalah orang yang membantu ayah anda untuk membuat alat itu pertama kalinya. Anda masih ingat bukan cerita saya ketika ayah anda yang menghancurkan alat itu sendiri dan membuat orang-orang itu marah?”


“Aku mengerti! Terima kasih sudah jujur padaku Henry! Nanti anakku juga masih bisa masuk kedalam sana Henry! Mungkin kau juga harus mengajarinya hal yang sama seperti yang kau ajarkan padaku.” ucap Dante.


 


“Tuan…..saya mohon tolong pertimbangkan kembali semua rencana anda itu Tuan!” tanpa diduga Henry mengatakan itu karena feeling-nya yang tidak enak. Membuat Dante merasa terusik dengan kecemasan Henry yang menurutnya terlalu berlebihan kali ini.


 


“Apa yang sedang kau pikirkan Henry?”


“Maafkan saya Tuan! Apa yang anda lakukan saat ini persis sama seperti yang dilakukan ayah anda, Mateo Sebastian. Beberapa hari sebelum dia meninggal dia membawa anda ke ruangan itu untuk pertama kalinya.”


 


Dante terdiam sejenak ketika mengingat hal itu. ‘Saat itu ayah berjanji padaku kalau kami akan membuat senjata canggih bersama-sama. Tapi tiga hari kemudian ayahku tidak kembali lagi.’ bisik hati Dante yang masih mengingat kejadian itu. Dirinya kembali merasa pilu, ‘Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi padaku setelah ini.’


 


Jujur didalam hati Dante yang sebenarnya dia juga merasa khawatir pada dirinya sendiri tapi dia tetap tersenyum kepada Henry. “Hei, aku bukan ayahku! Aku tidak suka mendramatisir masalah. Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, semuanya akan baik-baik saja.”


 


Dante menepuk lengan Henry, dia tidak suka menangisi atau orang lain merasa kasihan padanya sehingga Dante meminta kepala pelayan itu untuk bersikap biasa saja. “Selesaikan saja apa yang aku minta padamu. Sekarang aku mau pergi menemui Belinda!”


Dante menengadahkan tangannya pada Henry.


 


“Apa yang ingin anda minta, Tuan?”


“Surat nikahku!”


“Oh itu!” Henry langsung membuka lagi mapnya dan memberikan surat nikah kepada Dante.


 


“Saat pertama kali bertemu denganmu, aku tidak pernah menyangka kalau aku akan mencintaimu. Saat itu aku hanya berpikir tentang mendapatkan keturunan dan kau alatnya Belinda Alexandra! Tapi entah mengapa mendengar suaramu dan mendengar tangismu, aku jadi ikut merasakan kekecewaanmu.’ sudut bibirnya terangkat mengingat kembali masa lalu.


 


‘Aku tadinya ingin menghentikan menyatukan tubuhku denganmu setelah memiliki anak tapi entah kenapa justru aku terus melakukannya setelah kau melahirkan anakku. Aku tidak bisa berhenti untuk tidak menyentuhmu.’  Dante diam sejenak ketika dia kini berada dipintu belakang dan tangannya sudah memegang handle pintu.


 


‘Ada sesuatu yang membuatku selalu tertarik pada tubuhmu. Tahi lalatmu yang unik, yang masih berada disana, Belinda! Bentuk tubuhmu, sejujurnya kau terlihat semakin menawan saat perutmu membesar. Aku masih bisa merasakan gerakan bayi didalam kandunganmu ketika kita bersama dulu! Aku sangat suka sekali mengelus perutmu ketika anakku masih ada didalam sana!’


 


‘Aku bahkan selalu merindukanmu setelah kita berpisah, dan itu membuatku semakin gila. Aku menyesal karena membuatmu pergi dari hidupku! Aku tidak menyangka kalau aku bisa bertemu denganmu lagi, belinda! Dan sekarang kau menjadi istriku dan kau kembali menjadi ibu anakku, Alexander Sky Sebastian!’ ada kelegaan dan kebahagiaan diwajah Dante ketika dia kahirnya memberanikan diri membuka pintu belakang rumahnya dan berjalan menuju ke taman belakang.


 


“Langit! Kau selalu berharap bisa melihat langit dan kau memohon untuk keluar dari tempatku. Aku mendengar permintaanmu! Tapi kau tidak tahu kalau aku ada disana karena matamu selalu tertutup. Itulah kenapa aku menambhkan nama anakku dengan nama Sky ditengahnya.”


“Ternyata benar, kau memang ingin menamakan anak kita dengan nama Sky! Hanya saja kau menggunakan bahasa Indonesia sedangkan aku menggunakan bahasa Inggris!’ bisik hati Dante yang kini sudah berada didepan pintu taman bunga.


 


Dia sudah bisa melihat Belinda dan Alex yang sedang bermain disana.


“Terima kasih Alex! Apa aku terlihat cantik dengan ini?” tanya Belinda ketika Alex memakaikan mahkota yang terbuat dari tangkai dan bunga dikepalanya.


“Kau cantik Bella! Bunganya tidak berduri! Itu tidak akan melukaimu!”


 


“Hahahah!” Belinda terkekeh ketika mendengar ucapan putranya.


“Apa aku sudah seperti permaisuri?” tanya Belinda tersenyum menatap putranya.


Alex menganggukkan kepalanya, “Tapi aku tidak suka dengan rajanya! Kenapa kau harus memilih ayahku sebagai rajanya? Kenapa tidak aku saja? Aku bisa jadi raja yang akan menjagamu Bella! Kalau aku besar nanti aku akan menikahimu!”


 


“Heiiiii…..jadi kau mau protes padaku Alex?” Dante membuat keduanya kaget dan menatap pria yang menyapa mereka. “Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Dante lagi karena melihat keduanya tidak ada yang menjawabnya.


 


“Dante!” Belinda yang melihat kedatangan Dante langsung tersenyum memandang orang yang masih berdiri ditempatnya sambil memandang mereka.


“Daddy!” Alex sudah berlari dan memeluk Dante erat-erat.


“Alex sayang, kau ingin bermain denganku?” tanya Dante mensejajarkan tinggi tubuhnya denga Alex


“Daddy tidak sibuk sekarang?” tanya Alex yang membuat Dante tersenyum getir ketika mendengar perkataan putranya seperti itu. Ada perasaan sedih dan bersalah yang dirasakannya didalam hatinya.


"Sebenarnya aku sibuk, Alex. Tapi aku mau meluangkan waktu untuk bermain bersamamu. Sebelum aku pergi nanti malam untuk mengurus pekerjaanku."


"Benarkah, daddy? Kau punya waktu untukku?" tanya Alex dengan binar bahagia dimatanya.


Dante hanya tersenyum, 'Aku tidak tahu Alex apakah setelah ini aku punya waktu untuk bermain denganmu. Mungkin ini akan jadi yang terakhir kalinya aku bermain denganmu.'