PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 576. APA DIA SUDAH MATI?


"Ya, kondisinya memang buruk sekali. Tapi syukurlah perang ini sudah berakhir. Dalam perang yang kalah dan menang mengalami kerugian! Hanya saja kerugian yang dialami pihak musuh memang lebih besar daripada kerugian yang kita alami." ujar Omero.


"Ya benar sekali Omero! Dan sekarang meskipun menang tapi tidak punya rumah lagi." celetuk Eddie.


"Hahahahaha.....mulai besok kalian bisa tinggal dirumahku. Aku yakin rumahku masih berdiri kokoh." Omero tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Eddie.


"Wah itu ide yang bagus! Pagi-pagi kami bisa melihat sinar matahari, tidak seperti disini. Pagi-pagi hanya bisa melihat lampu saja."


"Ya sudahlah. Kalian nikmatilah minuman kalian. Aku pergi dulu ke kamarku." ucap Omero.


"Selamat istirahat untuk kalian berdua."


Omero dan Henry pun meninggalkan tempat itu. Mereka langsung menuju kearah kamar untuk beristirahat karena Omero masih belum sepenuhnya pulih.


"Ohooooo pesta kalian belum lengkap." ucap Eddie yang baru datang.


"Ya tentu saja ada yang kurang. Karena disini tidak ada wanita yang menemani kita minum." Hans menyeletuk.


"Kau benar sekali! Tidak ada wanita disini rasanya seperti makan tanpa minum! Kering dan dahaga."


"Hahhh apa kita harus mencarinya dulu?"


"Aku rasa tidak perlu Hans! Bukankah sebaiknya kita mencari Dante dan Barack?" celetuk Eddie.


"Eh, apa kau mau mencari wanita yang bisa kita simpan selamanya sampai tua?" celetuk Nick yang sudah meminum setengah minumannya.


"Ya bagaimana menurutmu?"


"Ssshhh memangnya kau mau menyimpan nenek-nenek?"


"Hahahahah memang kau pikir kau tidak akan berubah menjadi kakek-kakek nantinya?" pekik Hans.


"Walaupun kakek-kakek juga kita masih bisa mendapatkan yang masih segar dan ranum." Nick menyahut tak mau kalah.


"Lalu nanti siapa yang akan menangisimu diatas kuburan kalau kau sudah mati?" Eddie menyahut sambil menenggak minumannya.


"Aku yang akan menangis diatas kuburanmu." ujar Vince.


"Hei kau ini siapa?" tanya Eddie yang belum mengenal pria itu.


"Itu namanya Vince. Dia adalah temannya Anthony dan juga anggota federal yang sudah dipecat."


"Oh, apakah kau bergabung dengan kami?" Eddie bertanya untuk memperjelas.


"Aku masih belum memutuskan apapun." Vince menjawab pertanyaan Eddie.


"Hahahaha bagaimana dengan kakimu Noel?" Eddie terkekeh lalu dia mengalihkan pandangannya pada seseorang.


"Jaih lebih baik, Tuan Eddie." Noel merasa senang mendapat sapaan dari teman Dante itu. Dia merasakan kehangatan didalam hatinya karena semua teman Dante memang sangat peduli satu sama lain.


"Baguslah Noel! Aku pikir kau tidak akan selamat." Eddie menengak minumannya.


"Aku juga sempat berpikir seperti itu. Tapi syukurlah kita semuanya selamat." celoteh Noel.


"Ini adalah kemenangan besar yang tidak kita prediksi sebelumnya. Bahakan kita menjadi jagoan karena berhasil menghancurkan para penjahat itu. Bukankah kita keren? Hahahha!" sahut Hans.


"Apanya yang besar Hans?" Eddie menimpali ucapan Hans.


"Tentu saja dia bisa melakukannya!" sahut Nick.


"Apa ada sesuatu yang tidak kuketahui?" tanya Hans lagi.


"Hmmmm aku terhubung dengan Barack dan Dante serta semua tim mereka karena aku ada di pusat kendali. Ternyata Jeff ada hubungannya dengan ayah Dante." ucap Nick.


"Benarkah? Aku masih belum mendengar tentang ini. Ceritakan padaku semuanya." Hans penasaran dan tidak sabaran untuk mengetahui semuanya.


Berita yang disampaikan Nick ini adalah sesuatu yang baru bagi teman-temannya. Dante memang mengatakan bahwa semuanya sudah selesai tapi dia tidak memberitahukan apapun pada Eddie sehingga membuat mereka penasaran.


"Wah, apa ada hubungan pria itu dengan Dante? Apa dia adalah adik Dante juga? Atau kakaknya Dante? Atau mungkin pamannya?"


"Kau ini ada-ada saja Eddie! Tapi apa kau yakin kalau pria itu sudah benar-benar mati?" Hans bertanya lagi.


"Kalau berdasarkan informasi dari Dante, dia sudah mati karena Dante yang membakarnya."


"Tapi ku rasa kita masih harus tetap waspada. Karena aku yakin sekali kalau Jeff menyembunyikan sesuatu. Apalagi dia berani mengatakan itu." ucap Vince yang membuat semua orang menatapnya.


"Hei, apa kau pikir Jeff menyimpan sesuatu di android yang berada ditempat lain?"


VinceĀ  mengangguk, "Itu yang harus kita selidiki. Kita tidak bisa hanya diam saja."


"Apa kita akan bekerja dibelakang Dante?" celoteh Eddie lagi.


"Kita tetap harus menunggu perintah Dante. Kalau dia mengatakan bahwa kita harus mencarinya maka aku rasa kita tidak pernah tahu dimana dia menyembunyikannya kalaupun memang benar ada. Kecuali kalau yang disembunyikan tersebut memang keluar dari tempat persembunyiannya."


"Maksudmu, orang itu keluar menemui kita? Bukankah itu berarti sudah terlambat dan dia sudah memiliki kekuatan lebih besar lagi?" Vince menimpali dan mereka semua pun menganggukkan kepala.


"Tapi kalau kita mencari mereka maka kita akan hidup dalam ketakutan." ucap Noel.


"Maksudmu Noel?" Hans bertanya ulang.


"Aku rasa apa yang dilakukan Tuan Dante dengan kembali kerumah dan menjalani hidupnya adalah salah satu tujuan yang terbaik."


"Heeeeh? Kenapa begitu?"


"Karena kalau dia tetap mengurusi masalah itu, aku rasa tidak akan pernah selesai."


Noel menggelengkan kepalanya, "Kita tidak tahu apakah yang dikatakannya benar atau tidak. Kalau benar maka kita terus mencari. Maka kemungkinannya ada dua, kita menemukannya atau yang kedua adalah kita ditemukan olehnya dalam kondisi kita tidak siap."


"Aku rasa apa yang dikatakan Noel itu benar! Kita harus hidup ditempat kita sekarang. Kita juga harus mempersiapkan diri apabila ada penyerangan berikutnya. Tapi kalau tidak ada penyerangan maka berarti semuanya sudah selesai! Kalau kita mengembangkan teknologi lagi, itu bisa digunakan untuk mempermudah kita!"


"Aku setuju!" Hans mengangguk, "Aku rasa yang dikatakan Eddie itu benar. Kita tidak boleh larut! Kita tunggu saja apa yang akan disebarkan oleh Jeff kalau memang dia sudah menyiapkannya."


"Aku rasa itu bukan ide bagus! Mungkin mencari cara untuk menemukannya adalah lebih baik. Tapi......" Noel tidak melanjutkan kalimatnya.


"Ada apa memangnya? Kenapa kau tidak melanjutkan perkataanmu?" Nick bertanya.


"Aku merasa buntu juga kalau aku harus mencarinya sendirian. Kalian mungkin benar jika sebaiknya kita mempersiapkan diri untuk kedatangannya. Kalau memang dia akan datang!" Noel menimpali lagi.


"Hahahaha sudah....sudah! Jangan terlalu dipikirkan lagi. Jeff sudah mati dan dia tidak ada disini lagi! Jadi anggap saja semua permasalahan ini sudah selesai. Robert Kane juga sudah mati! Itu artinya Anthony sudah kembali sebagai adiknya Dante dan tidak ada lagi orang yang mengganggunya."


"Aku setuju denganmu Eddie!" ujar Nick tersenyum. "Saat ini waktunya kita menata ulang semuanya. Memperbaiki hidup kita, mungkin Dante memiliki strategi baru? Dia sudah tidak memiliki dendam lagi sekarang."