
“Anthony juga ada disini?” tanya Bella dengan senyum sumringah. “Bolehkah aku bertemu dengannya? Sudah lama sekali aku tidak melihatnya!”
Wajah Dante pun langsung berubah muram. “Apa kau bilang? Kau punya waktu bertemu dengan Anthony? Tapi kau tidak punya waktu untukku?”
Bella cepat-cepat menganggukkan kepalanya, dia merasa bersalah dan terlihat serius bicara.
“Iya, aku tidak mau dia cepat pergi dari sini! Aku harus bicara dulu dengannya, setidaknya aku harus berterima kasih dulu padanya dan aku ingin mengatakan padanya kalau aku rindu padanya dan Anna. Bisakah kau mengantarkanku?” bujuk Bella lagi dengan memasang wajah polosnya.
“No! No way!” satu ucapan Dante ini langsung membuat senyum diwajah Bella memudar.
“Ayolah Dannte! Aku mohon berbaik hatilah sedikit padaku! Aku harus berterima kasih pada mereka karena mereka sudah menjaga ku cukup lama selama aku sakit mereka yang mengobatiku!”
“Apa aku menyuruhmu dijaga oleh mereka? Kau sendiri yang pergi dengannya!” justru Dante kembali membalikkan perkataannya dan mengalihkan pandangan matanya sangking kesalnya pada Bella.
“Ah, tidak begitu Dante! Tapi setidaknya izinkan aku mengucapkan rasa terima kasihku dulu padanya! Ayolah Dante, berbaik hatilah padaku dan jangan buat aku berhutang budi padanya!”
“Cih! Memangnya kau tidak merasa berhutang budi padaku?” Dante langsung menggelengkan kepala.
“Haruskah? Tapi bukankah harusnya kau yang berterima kasih padaku karena aku sudah memberimu seorang putra, Dante? Dan aku sekarang sedang hamil anak kedua.”
Perkataan ini membuat Dante semakin tertantang. “Anakmu! Alex! Jadi kau pikir aku harus berterima kasih karena kau telah memberiku seorang putra?” Dante menatap tajam pada Bella yang langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
“Apa kau sangat menyayangi anakmu?” tanya Dante lagi. Lagi-lagi Bella menganggukkan kepalanya dan semakin tersenyum lebar.
“Hmmm….apa kau selalu ingin menjadi pelindung mereka?”
“Iya Dante! Aku kan ibunya, jadi aku akan menjaga putraku.” jawab Bella cepat.
“Kalau begitu, kau tidak perlu bertemu dengan Anthony!”
Bella pun langsung melotot menatap Dante, “Jangan begitu Dante! Bukankah aku harus menemuinya? Ayolah!” Bella mencoba keras merayu dan membujuk Dannte.
“Bukankah kau ingin menemani anakmu yang sedang tidur? Jadi bagaimana bisa kau bertemu dengan Anthony? Apa kau tidak berpikir sampai kesana? Kau tadi tidak mau meninggalkan anakmu tapi sekarang kau malah ngotot mau bertemu dengan Anthony dan meninggalkan anakmu disini sendirian! Bella….kau ini benar-benar keterlaluan!”
“Eh? Kenapa begitu Dante?” Bella mengerjapkan matanya tak percaya apa yang didengarnya.
“Ya memang begitu! Mau bagaimana lagi?” jawab Dante dengan ketus. ‘Baru aku menyebut nama Anthony saja kau sudah ingin bertemu dengannya! Bagaimana kalau aku bilang Anthony akan tinggal disini? Kenapa kau jadi sainganku sekarang Anthony?’ bisik hati Dante.
‘Henry mempedulikanmu lebih dariku sekarang dan istriku pun malah ingin bertemu denganmu. Nanti Omero juga ingin bertemu denganmu? Lalu aku? Siapa yang peduli padaku?’ pikiran Dante dipenuhi dengan berbagai umpatan dan bersungut kesal. Entah kenapa Dante benar-benar mendapatkan saingan yaitu Anthony.
“Dante, jangan bicara seperti itu padaku. Dia kan sudah banyak membantuku Dante!” Bella mengerucutkan bibirnya dan mendengus kesal.
“Hmmm! Terus kau mau apa? Mau memperlihatkan tubuhmu dihadapannya? Setelah dia membawamu pergi dari tempatku dengan tanpa sehelai benang pun? Apa kau ingin mengulanginya lagi?” pikiran Dante pun kembali pada masa ketika Bella didalam ruangan hukuman itu. Dan akhirnya Anthony datang menyelamatkan Bella waktu itu.
“Ehhh…..Dante! Aku tidak berpikir seperti itu! Aku hanya mencoba untuk berterima kasih saja. Apa salah ya?” tanya Bella yang tak mau kalah dari Dante.
“Tidak salah sih! Tapi sekarang yang menjadi pertanyaanku, kalau kau mau bertemu dengannya lalu siapa yang akan menjaga putramu disini?”
Pandangan mata Bella pun langsung beralih pada Alex yang masih terlelap.
“Bukankah kau tak mau meninggalkan Alex karena dia memintamu tetap tinggal disini menemaninya tidur? Bukankah kau sudah berjanji padanya?” Dante bicara sambil menggunakan jari telunjuknya ke kening Bella.
“Aduh Dante! Kenapa kau mendorong kepalaku? Kenapa kau jadi marah padaku?”
“Diam saja disini! Ada Alex yang sedang tidur jadi kau harus menemaninya dan jangan memikirkan Anthony! Jangan memikirkan hal-hal lain yang tidak penting!” Dante bicara dengan penuh penekanan.
“Jadi kau tidak mengijinkanku bertemu dengan Anthony?” Bella semakin cemberut.
“Bukankah kau tidak mau turun dari tempat tidur untuk bersamaku? Kau lebih suka ditempat tidur dan menemani anakmu? Kenapa sekarang kau malah ingin keluar kamar dan bertemu dengan Anthony? Kau mau dia menjadi suamimu begitu?” Dante memicingkan matanya dan Bella pun langsung menggelengkan kepala seraya menatap Dante.
“Dante, sudahlah jangan membuat keributan denganku. Nanti anakku bangun! Lagian aku memang tidak mau Anthony jadi suamiku!” protes Bella.
“Diam saja disini dan jangan kemana-mana. Aku masih banyak pekerjaan!”
“Hei tunggu! Kau mau pergi kemana lagi sekarang?” Bella memegang tangan Dante yang sudah kesal. Pria itu pun langsung berbalik dan menatapnya.
“Iya kenapa?”
Bella tersenyum dan mendekati Dante, “Hati-hati ya! Aku menunggumu pulang. Aku akan sangat merindukanmu dan aku mencintaimu Dante!”
Bella mengucapkan kata-kata itu yang terdengar manis di telinga Dante. Apalagi Bella langsung memeluk pinggang Dante dengan erat sambil tersenyum menatapnya dengan mata yang berbinar.
‘Aku pasrah deh! Aku malas membuat keributan dengan Dante dan lebih baik begini saja. Aku mengikuti saja apa keinginannya.’ bisik hati Bella yang sudah melupakan keinginannya tadi dan mencoba merayu dan bermanja pada Dante.
“Aku akan kembali! Kau tidak perlu khawatir!” ucap Dante sambil mengangkat dagu Bella dan menatapnya dengan serius.
CUP!
Bibir mereka pun menyatu untuk beberapa lama Dante merasakan menikmatan, kelembutan yang sejak tadi dirindukannya. Dia merindukan keintiman mereka saat Dante berada di medan perang, lalu dia mengelus rambut Bella. “Terima kasih kau sudah mau menjaga putraku!”
“Dia putra kita Dante! Setengah bagianmu dan setengah bagianku. Anak kita!” balas Bella.
“Iya Bella! Sudah ya kau tunggu saja disini bersama anakmu dan urus anakku! Anak kita!” ujar Dante lalu kembali mencium Bella. Lalu dia pun melepaskan pelukannya dan melangkah pergi meninggalkan Bella dan Alex disana.
“Dante, ingat ya! Berhati-hatilah! Dan jangan lupa pulang. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu! Aku dan Alex menunggumu disini.” ujar Bella dengan cemas.
“Aku akan baik-baik saja selama kau menjaga putraku dengan baik maka aku akan kembali!”
Bella pun tersenyum dan merasa lega ketika Dante mengatakan itu. Pria itu selalu menepati janjinya sehingga Bella pun percaya dengan semua yang dikatakan Dante.
“Kau mau apa?” tanya Dante saat dia melihat Bella menghampirinya. Tatapan wanita itu sangat menggoda sehingga memberikan sensasi yang berbeda pada Dante.
“Aku mau mengantarmu sampai keluar!” kata Bella bersemangat.
“Bukankah kau mau menjaga putraku? Atau kau ingin ikut denganku supaya kau bisa bertemu dengan Anthony? Apakah begitu rencanamu Bella?” Dante menyipitkan matanya memandang istrinya.