
“Ssssshhhhh…..eehmmmm...jangan cuma berdiri disana saja Lorenzo! Buka milikmu dan duduklah dibelakangku! Biarkan pipiku merasakan hangatnya dia disisiku!” Tatiana enggan untuk membahas masalah itu lagi. Dia memilih untuk menikmati senang-senang bersama sepuluh pria itu. Rasa marah dan cemburunya pada Bella membuatnya ingin melampiaskannya.
“Baiklah Tatiana!” Lorenzo menuruti permintaan Tatiana, dia membuka pakaiannya hingga polos dan dia mengangkat kepala Tatiana sehingga Tatiana duduk dipangkal kakinya disamping miliknya yang sudah tegap. Semua pria disana sudah polos membuat pandangan mata Tatiana sangat puas. “Ehmmm….sshhhhhh….sakit sekali!”
“Apa kau menikmatinya Tatiana?” ucap Lorenzo masih membelai wajah Tatiana.
“Untuk permulaan aku menikmatinya tapi aku mau yang lebih.”
“Kalian dengar apa permintaannya?” tanya Lorenzo pada teman-temannya di mana mereka semua sedang mengerjai tubuh Tatiana. Saat ini Tatiana berada diatas pangkuan Lorenzo dengan tubuhnya telentang dengan satu tangan Tatiana memegang milik teman Lorenzo dikanan kirinya sedangkan dua orang teman Lorenzo lainnya bermain dibagian atas tubuh Tatiana.
Ada juga yang sudah bermain di intinya dengan memberikan siksaan disana. “Ehmm…..berikan aku yang lebih menyakitkan! Aku tidak puas kalau hanya seperti ini!” pinta Tatiana.
“Kalian dengar?” Lorenzo memberikan perintah lagi.
“Baik Lorenzo!”
Pria itupun pergi dan dia mengambil pengikat tangan lalu memasangkannya dikedua tangan Tatiana. Kedua tangan wanita itu diikat dan tertarik begitupun kakinya.
“Aku mau yang ada siksaan tapi ditempat yang tidak bisa diketahui oleh suamiku. Apa kalian paham?”
“Ya kami paham.” jawab semua pria itu serempak.
“Lakukan sekarang! Aku ingin yang lebih dan aku mau sepanjang hari melakukan ini jangan berhenti. Kalian istirahat bergilir. Lorenzo kau suapi aku makan kalau aku lapar! Tapi jangan berhenti tetap buat tubuhku dipegang oleh tangan kalian bahkan saat aku tidur aku mau kalian semua tetap mengerjai dan menyakiti tubuhku.”
“Baik, Nyonya Tatiana!” ujar seorang teman Lorenzo dan dia pun langsung melakukan apa yang diminta oleh wanita itu.
“Eggg…..sssh……..”
“Sekarang kau sudah seperti perawan Tatiana! Lihatlah saat temanku mengiris bagian dalam sana darah mengalir seperti kau baru saja mengalaminya.”
“Bagus! Bagus! Aku suka seperti ini. Aaahhh….apa aku terlihat seksi?”
“Tentu saja! Oh iya Tatiana saat kau menikmati ini bisakah kau menjawab pertanyaanku?”
“Apa yang mau kau tanyakan Lorenzo?” Tatiana tidak terlalu fokus.
“Soal Bella!”
“Aaahhh….ehmmm….aku sedang enak begini pun kau masih membahas masalah wanita itu! Kau ingin bertanya tentangnya?” ujar Tatiana tak fokus dengan mata terpejam.
“Dimana suamimu mengurungnya? Bisakah aku mengambilnya saja?” tanya Lorenzo. ‘Aku sangat terobsesi dengannya dan saat ini aku mendapatkan peluang yang mendukungku. Pria itu sanggup mengeluarkan banyak ang untuk membantuku mengeluarkan Bella dari rumah Dante. Ha ha ha ha.’ ucap Lorenzo dalam hati karena memang kemarin dia mendapatkan tamu spesial dirumahnya.
“Kau menginginkan wanita itu?” tanya Tatiana.
“Aku belum kepikiran Tatiana tapi kurasa aku ingin melakukan sesuatu yang lebih buruk padanya.” ucap Lorenzo yang berbisik dibelakang telinga Tatiana sambil dia menggigit telinga wanita itu membuatnya menoleh padanya.
“Katakan padaku apa yang ingin kau lakukan padany?”
Ucapan Lorenzo membuat Tatiana menatapnya dan tersenyum. “Benarkah kau mau melakukan itu?”
Lorenzo mengangguk. ‘Ini adalah rencana balas dendamku! Suamimu telah memukuliku habis-habisan dan aku melihat dia bukan hanya memandang wnaita itu sebagai pelayan tetapi dia memandang wanita itu sebagai sesuatu yang lain. Bahkan aku bisa melihat kalau suamimu itu mencintai wanita itu lebih dari rasa cintanya padamu Tatiana! Ini akan menjadi permainan bagus!’
‘Dante si raja hitam di Eropa akan segera tumbang karena kelemahannya sudah ku ketahui! Wanita itu saat aku menjualnya dan aku akan menunjukkan pada Dante betapa hinanya wanita itu. Dia pasti akan mencarinya seandainya Dante hidup dan lolos dari orang yang membayarku. Dia akan menerobos segalanya dan saat itulah aku bisa membuat orang-orang yang membencinya sudah bersiap disana untuk menghabisinya!’ ucap Lorenzo dalam hati yang menyimpan dendam pada Dante. “Semoga saja jebakan pertamaku nanti berhasil sehingga dia tidak akan mengganggu kesenanganku lagi.’ Lorenzo sudah punya banyak rencana.
“Aaahhhhh…..eehmmmm….berikan aku gigitan seperti itu lagi! Itu seksi sekali, aku suka sekali gigitan macam itu.” ucap Tatiana ditengah-tengah Lorenzo yang sedang sibuk berkhayal.
“Kau sangat menikmati itu Tatiana?”
“Dia mengigit indera pengecapku. Lihatlah sampai berdarah, yang aku rasakan ini nikmat sekali. Oh andaikan kau bisa mencambuk tubuhku, rasanya itu pasti akan semakin nikmat Lorenzo!”
Tatiana terus bicara sambil mengepalkan kedua tangannya karena dia ingin sekali tubuhnya dilukai.
Tapi itu tak mungkin dilakukannya karena akan meninggalkan bekas yang bisa dilihat Dante. Teman Lorenzo yang baru saja mengecupnya dan mengigit lidahnya tadi sunguh suatu kesenangan baru bagi Tatiana yang gila.
“Apa suamimu akan menyentuhmu dalam waktu dekat ini Tatiana? Kalau suamimu tidak menyentuhmu, kau pasti masih bisa menikmati sedikit siksaan lagi, bukan?”
“Suamiku akan tahu bekasnya. Tidak boleh ada luka ditubuhku. Kau ingat itu!”
“Baiklah Tatiana!”
“Aaaahhh…...sssshhhhh.” Tatiana sampai berteriak hingga airmatanya mengalir.
“Kau sangat menikmati rasa sakitnya?”
“Hem! Enak banget. Apa kau menggunakan tang?” tanya Tatiana.
“Iya nyonya Tatiana1 Aku menjepitnya dengan tang itu.”
“Aku suka itu! Enak sekali tusukan jarum itu terasa enak. Pintar sekali temanmu itu Lorenzo! Suamiku tidak akan curiga kalau ada tusukan jarum begitu. Dia pasti akan berpikir kalau aku melakukan akupuntur.” celetuk Tatiana yang merasa senang karena orang dibagian kakinya memberikan sedikit tusukan-tusukan jarum.
“Kalau kau ingin lebih banyak tusukan jarum, katakan saja Tatiana!”
“Aku mau! Tapi aku mau sedikit pukulan juga!” jawab Tatiana bersemangat. “Aku mau pukulan yang sedikit keras, jangan lemah lembut padaku!”
“Baiklah kalau itu maumu.” ucap Lorenzo lagi lalu dia memberikan instruksi kepada temannya.
“Euuhhh….begini enak!” ujar Tatiana dan sekarang posisinya ditempat tidur dengan kedua tangan direntangkan dan kedua kakinya terbuka diikat rantai bersama sepuluh pria yang memainkan tubuhnya.
Dia begitu senang dan menikmatinya tanpa sadar Tatiana menceritakan banyak hal yang ingin diketahui oleh Lorenzo tentang suaminya. Apalagi Lorenzo tidak berhenti memberikan minuman untuk Tatiana. ‘Hem….mudah sekali menggali informasi darimu Tatiana! Ha ha ha...ini sangat menyenangkan. Aku jadi tahu banyak tentang Dante!’
“Tatiana!”
“Apalagi sih?” tanya Tatiana yang kali ini sudah diangkat oleh mereka dan dia digantung menempel di dinding dengan darah yang masih mengalir dari bagian itninya.