PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 403. RAHASIA OMERO


Saat dia membuka pintu kamar Omero, dia langsung tersenyum menyapa pria itu. “Bagaimana kabarmu?” dia berjalan menghampiri Omero.


“Semuanya baik-baik saja! Kondisiku juga semakin membaik. Aku sudah bisa duduk meskipun harus perlahan-lahan!” Omero memberikan senyuman pada Dante.


 


“Apa ada masalah denganmu?” tanya Omero saat dia melihat Dante yang menatapnya dengan serius.


“Kau selalu tahu apa yang ingin aku katakan.”


“Dante, kau tinggal bersamaku sudah lebih dari dua puluh delapan tahun. Lagipula aku sendiri juga melihat kau hadir didunia ini ketika kau dilahirkan! Mana mungkin aku tidak tahu jika pandangan matamu sudah seperti itu?”


 


“Hmmm! Alibi yang masuk akal.” tambah Dante lagi tapi dia tidak mengatakan apa alasannya datang kesana menemui Omero.


“Apa yang ingin kau katakan padaku?” tanya Omero lagi mengulangi pertanyaannya.


“Apa Hans mengatakan padamu kalau kami meminjam senjata karena gudang kami hancur?”


 


Omero menggelengkan kepalanya. “Bukan Hans yang bilang padaku tapi Nick! Semalaman dia menungguku dan kami banyak membicarakan hal itu.”


“Ah! Aku ingin menanyakan tentang senjata-senjata itu.” tanpa basa basi lagi Dante langsung mengatakan apa yang mau dikatakannya, Omero memang tidak terlalu suka banyak memutar pembicaraan.


 


“Lalu?”


“Aku melihat senjata itu ada banyak sekali keanehan! Sebenarnya bukan sesuatu yang buruk tapi ada sisi baiknya juga. Aku tidak mencoba menembak tapi aku rasa tenaganya lebih daripada senjata sejenisnya. Jauh lebih baik dan jauh lebih stabil! Kau membuat kualitas senjata yang lebih bagus daripada yang aku buat! Apa ada tujuan lain dari pembuatannya?” tanya Dante.


 


“Hmm! Jadi kau ingin menanyakan kenapa aku membuat senjata itu? Atau kau ingin menanyakan apa yang aku gunakan sebagai acuan untuk membuat senjata itu?”


“Ya!” Dante mengangguk. “Aku ingin menanyakan keduanya. Dan aku juga ingin menanyakan kenapa kau memiliki banyak sekali stok di gudang senjatamu! Semua itu adalah senjata baru.”


 


“Aku menggunakan sistem baru Dante! Aku baru mengujinya dua tahun terakhir ini. Aku membuat banyak senjata dengan kualitas seperti itu tapi aku belum bicara denganmu karena aku tidak berniat untuk memasarkannya Dante!”


“Kenapa kau tidak memasarkannya?” tanya Dante setelah dia diam sejenak untuk mencerna semua yang dikatakan Omero padanya.


 


“Sebenarnya senjata itu tujuannya untuk perlindungan suatu saat nanti kalau kita membutuhkan. Andai kau kekurangan, aku punya cadangan tapi senjata itu lebih canggih. Namun karena kau sudah tidak memiliki stok senjata lagi dan kau ingin menjualnya ya silahkan saja. Aku tidak keberatan.”


 


“Jadi kau tidak mau teknologi itu diketahui orang lain, begitu?”


“Hmmm! Karea ada rahasia dari teknologi itu Dante!”


“Aku tidak paham. Bisa kau ceritakan padaku detailnya?”


“Hanya ada tiga orang yang tahu tentang hal ini.” Omero tak melanjutkan lagi.


 


“Lalu?”


Hanya tiga orang? Ini menggelitik hati Dante untuk mencari tahu siapa ketiga orang yang dimaksud oleh Omero. Dan kenapa Omero seperti menyembunyikan hal itu? Apakah ada hubungannya dengan kematian ayahku? Dante semakin penasaran.


 


“Aku adalah orang pertama yang tahu! Karena ayahmu memberitahuku terlebih dahulu.”


“Jadi ini adalah buatan ayahku?”


“Ya, ini adalah salah satu penemuan ayahmu yang tidak dia ceritakan kepada siapapun.”


“Oke. Lanjutkan.” pinta Dante dengan tatapan yang semakin serius.


 


“Yang kedua adalah teman dekat ayahmu. Dia adalah salah satu teman dekat ayahmu di pasukan keamanan federal.”


“Apakah dia teman dekat ayahku?” tanya Dante dengan tatapan serius pada Omero.


Omero mengangkat bahunya sambil menatap Dante lekat-lekat. Saat ini juga Omero sedang berpikir apa yang harus dikatakannya pada Dante, haruskah dia jujur? Tapi akankah kejujurannya ini bisa menggiring Dante pada satu arah?


 


“Kau tidak mau menjawabnya?”


“Mau! Tapi aku harus memikirkan dulu. Supaya aku tidak menggiringmu pada satu opini yang tidak sesuai dengan kenyataan.”


 


“Aku rasa kau tidak perlu khawatir sampai kesana! Aku sekarang sudah dewasa dan aku tidak akan mengambil keputusan, aku akan mencari tahu lebih dulu tentang satu hal sebelum aku memutuskannya.” kata Dante mengutarakan isi hatinya.


 


“Baiklah! Kalau itu maumu aku akan menceritakannya Dante! Senjata ini adalah salah satu penemuan terbaik ayahmu! Sistem yang dia buat ini bisa membuat senjata itu melompat lebih cepat dan gangguan tekanan angin lebih baik daripada senjata yang kau buat! Ayahmu tidak mau menjualnya karena dia masih ingin mengembangkan proyek lainnya dan proyek itu belum sempat dikerjakan ayahmu tapi dia sudah keburu meninggal.”


 


“Aku tahu! Proyek yang kau katakan kepadaku dan hanya bisa dibuka olehku pintunya, iyakan?”


“Benar! Ruang penyimpanannya hanya kau yang bisa membukanya! Tapi proyek itu aku tidak bisa menggantinya Dante. Ayahmu belum menunjukkan kepadaku bagaimana cara kerjanya untuk membuatnya dan sampai sekarang aku masih belum tahu!”


 


“Tapi aku tahu untuk senjata lainnya! Dan hasilnya seperti yang kau lihat digudang bawah tanahku, mudah-mudahan ini tidak membuatmu bingung, Dante.”


“Bisa kau beritahu padaku siapa satu orang lagi nama teman ayahku dan kenapa kau menyembunyikannya dariku?”


 


“Karena dia juga ingin tahu tentang senjata itu! Tapi ayahmu belum sempat memberitahunya. Dan dia adalah pria yang datang menemuiku setelah ayahmu meninggal untuk memintaku agar memberikan catatan yang diberikan oleh ayahmu jikalau memang ada.”


 


Penjelasan yang diberikan oleh Omero itu semakin membuat Dante penasaran! Apakah dia tidak curiga kalau orang itu adalah orang yang membunuh ayahku? Atau orang yang menjebak ayahku? Kenapa baru menceritakan masalah ini sekarang padaku? Dante resah didalam hatinya. Begitu banyak rahasia yang disembunyikan darinya selama ini.


 


“Dan kau tidak memberikannya?”


“Tentu saja aku tidak memberikannya. Pesan ayahmu seandainya terjadi sesuatu padanya aku tidak boleh memberikan ini kepada siapapun kecuali pada putranya setelah putranya besar!”


“Baiklah! Apakah nama teman ayahku yang kau maksud itu adalah Dante Emilio?”


 


“Dante! Nama siapa yang tadi kau sebut?” Omero kaget ketika dia mendengar nama itu.


“Tadi aku menyebutkan nama Dante Emilio! Apakah pria itu juga tahu tentang senjata rahasia ini?”


Tak biasanya Dante mau mengulang pernyataan tetapi mendengar pertanyaan itu dari Omero membuatnya mengulang pernyataannya.


 


“Fuuh!” Omero menghempaskan napas kasar.


“Apa benar dugaanku itu?” tanya Dante untuk memastikan.


“Tidak benar!” Omero menggelengkan kepalanya.


“Dia tidak tahu apa-apa tentang hal ini. Dia adalah anak buah ayahmu! Dante Emilio adalah orang kepercayaan ayahmu, tapi memang ayahmu belum sempat menceritakan masalah ini padanya.”


 


“Ayahmu baru sempat menceritakan padaku dan kepada satu temannya lagi dan ayahmu merasa kecewa sekali ketika dia sudah memberitahukan kepada temannya itu!”


“Kecewa?” Dante semakin panas didalam hatinya apalagi saat melihat Omero mengangguk.