
“Ehm…..” Henry masih belum bisa menjawabnya.
“Henry adalah teman ayahku! Tapi dia bukan sekedar teman saja. Dia adalah orang terpelajar yang mengerti bagaimana cara bertahan hidup dan dia juga adalah orang yang memiliki latar belakang pasukan khusu bukankah begitu Henry?” ujar Dante membongkar identitas Henry.
“Tuan Dante?” Henry tidak bisa bicara apapun lagi. Dia hanya menatap Dante serius dan penuh kekhawatiran didalam hatinya muncul jika para sahabat Dante telah menceritakan kepada pria itu tentang identitas dirinya tapi apakah sahabat Dante setega itu menipunya? Henry hanya bisa pasrah.
“Jadi kau adalah orang dari federal?” tanya Omero yang kaget sehingga meninggikan intonasi suaranya dan menunggu Henry memberikan jawabannya.
“Bukan! Henry adalah agen khusu dari kesatuan yang sama dengan orang yang bekerja dengan Barack!” ucap Dante sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi dan tersenyum.
“Apa?” Omero tidak percaya sehingga dia tidak melanjutkan kata-katanya, dia hanya diam menatap Henry meminta penjelasan dan jawaban langsung dari kepala pelayan itu.
“Seperti itulah kenyataannya ayah! Aku yakin Henry memiliki hubungan yang khusus dengan ayahku sampai ayahku menyembunyikan jati dirinya dari musuh!”
“Banyak hal yang diketahui Henry yang tidak disampaikannya pada siapapun! Bahkan ketika aku membuka senjata rahasia yang masih dalam bentuk draft, Henry adalah orang yang banyak memberikan masukan walaupun aku tahu jika dia tidak membicarakan ini secara langsung tapi dengan membuka wawasan Barack!” ujar Dante lagi menambahkan.
“Henry selama ini mengajari Barack secara sembunyi-sembunyi supaya Barack bisa menjadi patnerku karena dia tidak mau menunjukkan jati dirinya! Bukankah begitu Henry? Atau kau ingin membantah semua penjelasanku tadi?” Dante menatap Henry dengan senyum.
“Sekarang kondisinya sedang sangat genting! Kita sudah banyak mendapatkan informasi yang tidak diduga-duga! Jadi bisakah kau membantuku Henry?”
“Tuan Dante, anda masih mempercayai saya walaupun anda sudah tahu latar belakang saya?” Henry mengerjapkan matanya tak percaya apa yang didengarnya.
“Hah?” Dante membuang wajahnya dari Henry sejenak sambil tersenyum kecil lali dia kembali melirik Henry. “Kenapa semua orang memberiku pertanyaan bodoh itu?”
“Karena mereka tahu kau membenci pasukan keamanan dunia dan para intelijen itu Dante!” jawab Omero.
“Tapi apakah mereka tidak bisa berpikir kalau aku punya otak dan bisa tahu mana yang benar dan salah?” tanya Dante sambil mendengus kesal.
“Fuuuhh! Kau benar! Kami yang terlalu bodoh terutama aku yang sangat bodoh! Berapa lama kau bekerja pada Mateo? Bahkan aku sampai tidak tahu jati dirimu yang sebenarnya Henry?”
“Maafkan saya Tuan Omero! Bukan maksud saya untuk tidak menceritakan kepada anda tentang ini tapi ini atas permintaan Tuan Mateo! Dia tidak ingin saya memberitahukan siapapun siapa saya sebenarnya.” ujar Henry merasa tidak enak hati menjelaskan.
“Kau tidak perlu memanggilku dengan Tuan lagi! Kau juga tidak perlu memanggil Mateo dengan sebutan Tuan karena kamu sudah tahu siapa kau sebenarnya.” kata Omero lagi.
Henry menggelengkan kepalanya, “Saya lebih mencintai pekerjaan saya sebagai kepala pelayan dirumah ini daripada pekerjaan utama saya Tuan!” jawab Henry.
“Baiklah Henry, kita tidak perlu panjang lebar membahas masalah ini lagi. Apa kau membocorkan semua rahasia dirumah ini pada organisasimu?”
“Perjanjian saya dengan pihak FBI, selama tidak ada pelanggaran saya tidak akan menindak apapun yang dilakukan oleh keluarga Mateo Sebastian.”
“Ok, berarti selama ini kau tidak pernah menceritakan apapun tentang kami?”
“Saya sudah mengenal siapa Tuan Mateo Sebastian! Saya juga sudah mengenal siapa Dante Sebastian, tidak ada alasan untuk saya melaporkan apapun! Karena keduanya tidak ada melakukan pelanggaran.” ucapan Henry tegas dan terlihat kalau dia memang tidak berbohong.
“Ehm….setelah apa yang terjadi pada Mateo dan istrinya, saya mencoba mencari tahu keberadaan Dante! Dan saat itu saya terlambat karena ketika saya datang ketempatnya, pihak keamanan federal telah membawanya, saat itu saya tidak turun dari mobil tapi saya hanya mengamati.”
Henry berhenti sejenak, mengingat kembali kejadian masa lalu. “Sayangnya ketika itu saya juga tidak melihat bayi yang dimaksud itu Tuan! Karena saya tidak curiga lalu saya pergi, saya tidak mau ada masalah dulu dengan pihak federal. Jadi saya membiarkan kasus itu hanya memantaunya di hari-hari awal dan seperti yang dikatakan Tuan Dante, saya terkecoh karena pihak federal sudah mulai mengacau.”
Henry kembali diam dan menatap Omero. “Masalah baru muncul karena pihak federal banyak menguntit saya. Dimana saya harus melindungi anda dan saya juga harus menyimpan semua rahasia supaya tidak ada kesalahan sesuai dengan pesan dari Tuan Mateo. Karena itu saya juga melupakan mengenai Dante Emilio!”
“Kau benar sekali Henry! Semua mengalihkan perhatian kita sehingga kita melupakan Dante Emilio! Apakah masalah yang dihadapi Dante Emilio bukan sebuah permainan?”
Henry menggelengkan kepalanya, “Saya tidak tahu Tuan! Saya belum sempat meneliti itu tapi sayang sedang mencoba untuk mempelajarinya apalagi…..” Henry tidak melanjutkannya justru dia menatap Dante.
“Ehm….aku bertemu dengan anak Dante Emilio. Aku mendapatkan cerita tentang ayahnya dari anak itu.” ujar Dante menjelaskan sesingkat mungkin.
Hal yang tak terduga oleh Omero sehingga dia menjadi lebih antusias lagi ingin mendengarkan.
“Lanjutkan, Dante! Apalagi yang dikatakannya?”
Dante pun menceritakan semua yang mereka bicarakan kemarin diruang kerjanya lebih rinci.
“Ya Tuhan! Malang sekali nasib anak itu! Mark Sebastian! Aku benar-benar melewatkannya! Aku tidak berpikir kalau sepeninggal Mateo, orang-orang yang ada disekitarnya akan mendapatkan masalah.”
“Maksudmu orang-orang federal?” Dante menanyakan ulang.
“Ya.” Omero mengangguk. “Karena setahuku ayahmu tidak dekat dengan banyak orang disana!”
“Karena itu kau tidak memperhatikan teman-teman ayahku yang lain disana?”
“Kau benar! Aku tidak curiga pada apapun Dante, maafkan aku.” Omero mengangguk.
“Jadi tiga orang pria yang kau maksud bukan yang aku sebut namanya tadi?”
“Maksudmu yang mengetahui teknologi persenjataan itu bukan?”
“Ya!” Dante mengangguk.
“Bukan! Dia adalah rekan kerja ayahmu. Mereka satu tim! Mereka sama-sama peneliti tapi aku sebenarnya kurang menyukainya sejak dulu.”
“Kau bisa memberitahu aku siapa dia?”
“Ya! Orang itu adalah Robert Kane! Setahuku sekarang dia sudah memiliki karir yang cukup bagus. Kalau tidak salah dia naik pangkat setelah satu bulan ayahmu meninggal. Aku tidak terlalu mengikuti perkembangannya karena kami hanya bertemu beberapa kali saja dan mungkin dia juga sudah melupakanku.” ujar Omero.
Sesungguhnya apa yang dikatakan oleh Omero ini membuat Henry merasa kurang nyaman. Ingin rasanya dia bertanya dan ini juga bukan hanya mengganggu Henry, perasaan Dante pun juga merasa semakin tidak tenang.
‘Yang disebut Omero adalah ayah dari Anthony! Robert Kane! Anthony, berapa usiamu sekarang? Kau adalah anak dari Robert Kane? Benarkah? Tapi cara berpikirmu berbeda dengan cara berpikir Robert Kane!’ gumam Dante dihatinya.