PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 383. TERLALU PINTAR


“Kenapa kau tidak meneleponku dari tadi aku banyak masalah disini!” ujar Dante.


“Dante! Kau tahu apa yang baru saja kau lakukan? Kenapa kau tidak datang kesana? Kau sudah membunuh White! Kau membunuh ayah angkatku! Mentorku! Kau membunuhnya di tempat itu Dante!” pekik Barack bicara tanpa henti.


 


“Apa maksudmu Barrack?” tanya Dante dengan intonasi tinggi. Dia berpegangan di tangga karena hampir kehilangan keseimbangannya saat mendengar perkataan Barrack. ‘Apa aku salah dengar? White masih hidup? Bukankah Nick melihat sendiri bahwa tubuhnya meledak? Barrack! Permainan apalagi yang sedang kau buat ini?’


 


“Aku sudah mengatakan padamu jangan telat bukan? Apa kau lupa?”


“Perhatikan suaramu saat bicara denganku! Jangan marah padaku sebelum kau tahu kenyataan yang sebenarnya! Siapa orang yang kau kirim kepadaku itu, heh? Apa kau sudah menyelidiki wanita itu sebelum kau mengirimnya padaku? Apa kau sudah memeriksa darimana asal usulnya? Seberapa yakin kau bahwa dia bisa dipercaya?”


 


“Apa maksudmu Dante?”


“Bicaralah dengan hati-hati denganku. Jangan tinggikan suaramu! Aku orang yang paling mengenalmu dan mempedulikanmu. Aku adalah orang yang lebih dulu melakukan apa yang kau katakan! Aku selalu mendukung rencanamu tapi wanita yang kau kirimkan itu, dialah yang merusak semuanya!”


 


‘Apa benar yang dikatakan Dante? Tapi memang selama ini dia melakukan semua yang dikatakannya itu. Dia selalu mendukungku dan tidak pernah membohongiku. Dante memang yang paling tegas dan dia tahu apa yang harus dilakukannya. Jadi tidak mungkin jika dia sengaja menggagalkan rencanaku! Ada apa dengan Katarina?’ bisik hati Barack.


 


“Bisa kau katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi, Dante?”


“Kau sudah lebih tenang sekarang? Aku tidak akan meladenimu kalau kau masih emosi.” ucap Dante.


“Aku tidak punya banyak waktu Dante! Tolong jelaskan padaku, aku sedang di toilet sekarang mencuri-curi waktu untuk bicara denganmu.”


 


“Kau tahu emailku kan?”


“Yang mana?” tanya Barack lagi.


“Email yang kugunakan untuk menyimpan data di icloudku.” jawab Dante.


“Oh itu! Tentu saja aku tahu. Ada apa memangnya?”


 


“Aku merekam sesuatu disana. Kau bisa mendengarnya sendiri. Semua yang dikatakan Katarina ada tersimpan disana.” ucap Dante.


“Periksalah, maka kau akan tahu yang sebenarnya terjadi.”


“Baiklah. Aku akan membukanya nanti. Tapi bisa kau jelaskan padaku sekarang? Sedikit saja aku ingin bertanya padamu.” ujar Barack yang merasa penasaran.


 


“Oke. Apa yang mau kau tanyakan padaku?”


“Apa aku ribut dengan Katarina?” tanya Barack. Karena hal itu yang terlintas dibenaknya.


“Sebelum kau bertanya padaku, kau jawab dulu pertanyaanku. Kenapa kau sangat yakin mengirimkan wanita itu kepadaku?” Dante balik bertanya, alih-alih menjawab pertanyaan Barack.


 


“Manuel mengatakan padaku kalau wanita itu bisa dipercaya. Katarina sudah putus asa dan dia sangat kecewa sekali dengan Jeff. Dia ingin membalas dendam pada Jeff.” Barack menjelaskan yang dia tahu.


‘Fuuuh! Dia bilang sedang sembunyi dikamar mandi dan tidak bisa berlama-lama. Apa yang dilakukannya? Dia malah bicara panjang lebar menjelaskan tentang Katarina! Tidak penting!’


 


“Dante! Apa kau mendengarkanku? Kenapa kau diam saja?”


“Hmmmm…..”


“Hanya itu responmu setelah aku bicara panjang lebar menjelaskan padamu?” Barack bingung, sudah letih bicara panjang lebar malah hanya mendapat respon seperti itu dari Dante.


 


“Ya sudah!”


“Baguslah! Sakit telingaku mendengarmu bercerita tentang wanita gilaitu.” ucap Dante mengucek telinganya yang terasa sakit.


“Jadi dari tadi kau tidak mendengarkan ceritaku? Dan aku bicara membuatmu lelah? Atau jangan-jangan kau bahkan tidak mendengarkan aku?”


 


“Masuk kuping kanan, keluar kuping kiri!” ucap Dante.


“Sia-sia saja aku bicara denganmu. Mulutku sudah berbuih sejak tadi, kau malah tidak mendengarku.”


“Harusnya sebelum kau cerita tentang wanita itu, kau dengarkan dulu pertanyaanku. Apa kau sudah pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya?”


 


“Belum pernah.” jawab Barack. “Ada apa dengannya?”


“Barack….Barack! Ini yang tidak suka denganmu. Kau pintar tapi naif! Kau belum pernah bertemu dengannya tapi bisa-bisanya kau menceramahiku selama tiga puluh menit? Apa pentingnya Katarina itu untukmu? Apakah dia itu begitu berharganya untuk misimu?”


 


“Tidak ada pentingnya juga. Tapi apa ada masalah dengannya, Dante?” tanya Barack yang sudah mati kutu dan merasa tak enak hati pada temannya itu.


‘Apa selama ini Katarina menipu Manuel? Ah sial! Jadi kami dipermainkan oleh wanita itu?’ bisik Barack didalam hatinya. Dia masih menunggu agar Dante menjelaskan kepadanya.


 


“Aku tidak peduli dengan semua yang kau katakan. Itu semua hanya teori yang kau dengar saja. Aku juga tidak tahu setulus apa dia dengan Manuel! Tapi aku sudah bertemu dengannya dan aku punya pengalaman buruk dengannya! Dia adalah wanita paling buruk yang pernah aku temui selain Tatiana! Aku tidak tahan lagi dengannya jadi aku sudah mengantarkannya ke tempat dimana dia seharusnya berada. Supaya tidak ada pengganggu di sekitarku!”


 


Barack pun langsung paham maksud dari perkataan Dante tersebut. “Baiklah! Aku paham sekarang. Lalu apa yang harus kukatakan kepada Manuel soal Katarina? Kurasa mereka punya hubungan khusus, Dante! Karena Manuel dan Katarina terlihat sangat dekat dan hubungan mereka tidak biasa.”


 


“Katakan saja padanya untuk berterima kasih padaku karena aku sudah membuang sampah yang akan mengotori hidupnya! Wanita itu tidak berguna sama sekali!”


“Oke, kalau begitu aku tidak akan bicara panjang lebar lagi denganmu.” ucap Barack.


“Katakan apa rencanamu sekarang. Bagaimana kau bisa selamat disana? Apa kau membutuhkan bantuanku, Barack? Jangan terlalu yakin kalau kau bisa mengatasinya sendirian.”


“Ha ha ha ha kau sangat mengkhawatirkan aku Dante.” ujar Barack tertawa.


“Cih! Senang sekali kau karena semua orang mengkhawatirkanmu iya? Apa selama ini kau kurang perhatian, Barack?” sindir Dante tersenyum.


 


“Ha ha ha ha baiklah.maafkan aku tadi sempat terbawa emosi karena kau benar-benar telah membunuh White. Itu yang membuat aku tidak bisa berpikir jernih lagi Dante! White adalah orang yang penting bagiku dan kau tahu itu. Dia dan kau adalah orang-orang yang sangat penting bagiku.”


 


“Ah, masalah White! Kenapa kau bilang kalau aku yang membunuhnya? Katakan padaku apa yang sebenarnya telah terjadi?”


“Karena memang kau yang telah membunuhnya Dante! Itu kenyataannya.” ujar Barack.


“Memangnya apa buktinya aku yang melakukan itu makanya kau sampai menuduhku pelakunya?”


 


“Kau tidak menolongnya Dante! Sehingga dia masih ada didalam sana saat bom yang kupasanga disana meledak dan tidak tahu kalau ada bom dipasang disana!”


“Jangan becanda kau, Barack! Kau yang melakukannya, tapi kau malah menyalahkanku! Kau yang memasang bom disana iyakan?”