
Manuel tidak bicara secara langsung pada Barack tapi mengetik di ponselnya lalu menunjukkan pada Barack. Selanjutnya mereka melanjutkan pembicaraan melalui chat di ponsel Manuel.
(Ya kau benar Manuel! Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?) Barack sengaja bicara sambil meminta ponsel Manuel dan dia menggerakkan tangannya di kap mesin.
Karena kalau Gabriella mendengarkan suara hening bisa membuatnya merasa curiga.
(Lalu sekarang kita harus bagaimana kalau Gabriella memang mendengar pembicaraan kita?) Barack menuliskan pesan itu kepada Manuel.
(Gabriella sendiri tidak jadi masalah karena dia memejamkan matanya, dia tidak sadar! Tapi orang yang akan kita temui akan menjadi masalah) balas Manuel.
(Apa kau punya rencana lain?) tanya Barack.
(Aku tidak tahu! Tapi sebaiknya kita coba saja dulu mengikuti alurnya sambil kita memikirkan jalan keluarnya sambil kita jalan menuju kesana) balas Manuel.
(Itu berarti kita melakukannya secara spontan nanti disana?) Barack menulis lagi. Dia mulai stress memikirkan hal ini. Mereka akan memasuki kandang singa tanpa mempunyai rencana cadangan.
Amunisi mereka juga kurang dan kondisi dalam keadaan terdesak dikelilingi oleh singa-singa kelaparan bukanlah ide yang bagus bagi mereka saat ini.
(Barack! Tapi kau tahu kan kalau markas yang sekarang kita datangi ini merupakan salah satu kediaman Jeff Amadeo yang memiliki laboratorium penting?)
“Hmmmm!” Barack menganggukkan kepala memandang kearah Manuel. Satu-satunya suara yang bisa dikeluarkan oleh Barack saat ini.
‘Tempat tinggalnya yang di Slovenia ini aku tahu! Aku rasa memang harus diperhitungkan karena ini bukan tempat yang sembarangan!’
‘Dia merupakan markas terbesar nomor dua setelah markas yang di Amerika! Yang rencananya akan dijadikannya sebagai markas di Eropa! Shhh….apakah Jeff merencanakan sesuatu disana?’
“Ya sudahlah, ayo kita masuk! Aku sudah memperbaiki mobilnya dan sekarang kita lanjutkan perjalanan kita saja.” kata Manuel. Barack pun mengangguk lalu keduanya masuk kembali ke mobil.
‘Hmmm….mereka masih belum sadarkan diri!’ ujar Barack didalam hatinya yang kini sudah mulai memikirkan rencana apa yang akan dilakukan selanjutnya.
‘Dan wanita itu! Wanita yang ada disamping Manuel! Dia bukan wanita biasa bukan? Aku sangat yakin wanita itu bukan wanita sembarangan!’ bisik hati Barack dan dia tersenyum mencoba memikirkan sebuah rencana escape plan bila dibutuhkan.
‘Mungkin aku bisa bekerjasama dengannya? Minimal bekerja sama kalau terjadi sesuatu padaku dia bisa menyelamatkan Sarah! ‘Aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Sarah! Ini semua salahku, tidak seharusnya aku mengambilnya dari pria yang diperintahkan Dante untuk menjaganya! Aku sungguh tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi! Sarah, apapun yang terjadi aku akan berusaha menyelamatkanmu.’ Barack kembali berbisik dengan menyetir mobilnya secara perlahan.
Satu hal yang dikhawatirkan Barack adalah wanita yang ada disisinya sekarang yang masih dalam keadaan pingsan. Dia adalah orang yang berpikir sangat rasional tapi kalau sudah berhubungan dengan Sarah maka Barack akan merasa kesulitan. Sarah adalah gadis pertama yang berhasil mengisi hatinya.
“Percepat mobilnya! Kita sudah ditunggu! Apa ada masalah lagi dengan mobilnya?”
Suara Manuel memecahkan keheningan, Barack tahu kalau yang dikatakan Manuel itu hanyalah berpura-pura. Entah apa yang dilakukan Manuel hingga dia berusaha memancing dengan kata-kata itu. Tapi matanya terus saja melirik pada Gabriella yang masih tak sadarkan diri.
“Iya, aku sudah mempercepat mobilnya ini! Sebentar lagi juga kita akan sampai ditujuan.”
Barack bicara meskipun didalam hatinya dia masih merasa ragu dan membawa mobilnya tidak sepenuh hatinya. (Persiapkan senjatamu! Mungkin kita akan mendapatkan sambutan kurang ramah didalam sana) Manuel kembali menuliskan pesan pada Barack.
‘Aduh ribet sekali! Ide back up pun belum ada. Bagaimana caranya aku membawa Sarah pergi dari sini sekarang? Apa yang aku akan lakukan untuk melindunginya?’ gumam Barack.
‘Aku sudah berjuang sejauh ini. Aku sudah tahu apa saja keburukan Jeff! Walaupun aku belum menangkapnya!’ gumam hati Manuel.
‘Aku sudah menyampaikan kepada organisasiku semua tentang Jeff Amadeo dan aku berharap mereka akan menindaklanjutinya kalau memang nyawaku tidak bisa bertahan lama.’ bisik hati Manuel.
‘Sebentar lagi pasti Gabriella juga akan bangun! Dan wanita itu juga akan bangun! Baguslah.’ bisik hati Barack. Sebenarnya dia menunggu Anna! Tapi dia sudah memikirkan sesuatu untuk Sarah.
‘Setidaknya aku harus mempersiapkannya.’ bisik hati Barack lagi.
“Barack, kenapa kau masih tidak menjawabku juga?” protes Sarah karena pria itu masih saja menyetir dan tidak meliriknya sama sekali.
“Sudah kukatakan namaku Rodrigo!” ucap Barack dibibirnya sambil menulis sesuatu di kertas yang diambilnya dari sakunya dengan cepat-cepat.
(Jangan berisik! Pembicaraan kita sedang didengarkan! Ya aku memang Barack! Tapi aku sedang menyamar jadi jaga sikapmu! Senjata di dasbor harus kau ambil satu dan simpan yang benar. Jangan sampai wanita dibelakang itu yang bernama Gabriella melihatnya!) tulis Barack dengan bahasa Indonesia karena dia menulisnya dengan banyak singkatan. Untung saja Sarah paham tulisan itu.
Sarah tidak peduli karena sudah mendapatkan penjelasan itu membuatnya tersenyum senang.
‘Barack! Mendapatkan berita ini saja hatiku sudah merasa seperti mendapatkan angin surga! Tapi---tunggu dulu! Wanita yang dibelakangnya? Siapa wanita itu? Dia bilang kalau dia kekasih Barack? Apa mereka sudah melakukan sesuatu? Wanita itu sangat cantik. Aduh…..’ gumam hati Sarah.
‘Aku harus bertanya pada Barack soal itu. Tapi mungkin tidak sekarang. Ehm, sekarang aku harus mengambil senjatanya.’ celetuk hati Sarah dan dengan cepat dia mengambil senjata itu lalu menyembunyikannya, bertepatan saat itu juga Gabriella pun terbangun.
“Ah, kau sudah bangun Nona Gabriella?” Manuel bergegas membungkukkan badannya sehingga yang dilihat wanita itu adalah wajah Manuel.
“Manuel! Aku akan melaporkanmu kepada Jeff! Kau baru saja menyerangkku!” ucap Gabriella dengan suara memekik. Dia marah sekali pada Manuel tapi disaat ini ada Sarah yang sedang tersenyum lega karena dia berhasil mengambil senjatanya tanpa ketahuan oleh Gabriella.
“Oh ya? Aku membuatmu tidur supaya kau beristirahat! Bukankah itu baik untuk kesehatanmu?”
Gabriella berpikir tentang penjelasan Manuel. “Apa tadi aku bermimpi?” tanya Gabriella sesaat sebelum mereka masuki gerbang kediaman Jeff.
“Memangnya kau mimpi apa?” tanya Barack.
“Entahlah! Aku bermimpi seakan-akan kalian sedang mengobrol! Aku mendengar percakapan kalian yang sangat aneh! Aku tidak tahu apa rencana kalian berdua! Tapi kau mengatakan kau akan menyerang! Apa sebenarnya yang terjadi?”
Gabriella memijat-mijat kepanya dan kata-katanya itu langsung membuat Barack berhenti bernapas sejenak begitu pula dengan Manuel. Mereka pun saling pandang melalui kaca spion dan mulai paham situasinya. Sepertinya tebakan mereka memang benar tentang Gabriella.
‘Sepertinya benar mereka sudah mendengar pembicaraan ini. Gabriella mendengarnya tapi dia tidak mengerti.’
Barack pun semakin merasa resah. “Manuel, apa yang kau lakukan padaku?” teriak Gabriella yang mengganggu pikiran Barack yang sedang konsentrasi mencari jalan keluar.
“Dimana kita sekarang?” suara seorang wanita yang ada disamping kiri Manuel pun terdengar yang sudah tersadar dari obat biusnya.
“Kau juga sudah bangun Nona Bella?”