PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 572. NYONYA SEBASTIAN


'Oh Anthony! Rasanya nikmat sekali! Ini pertama kalinya! Ya ini pertama kalinya seseorang mencium bibirku seperti ini. Aku tidak pernah berhubungan dengan seorang laki-laki dimanapun. Aku tidak tahu kenapa aku tidak pernah berminat pada mereka! Aku ingin mencoba tapi aku tidak pernah mau.' bisik hati Anna.


'Aku tidak tahu bagaimana memulai sebuah hubungan, tidak ada yang menyentuh hatiku selama ini. Tapi pria ini selalu ada didalam pikiranku! Aku kesal ketika melihatnya bersama wanita lain, tapi aku tahu itulah dirinya yang sebenarnya! Dan aku juga tidak mau memaksakannya karena aku ingin tetap menjadi sahabatnya. Eh, kenapa dia itu bodoh sekali ya? Kenapa dia tidak mengatakan kalau dia mencintaiku dulu?'


Anna berdecak kesal didalam hatinya, 'Harusnya dia tidak perlu berkelana dengan wanita manapun! Harusnya aku menjadi miliknya dari dulu kalau dia bilang padaku! Dan kenapa juga aku tidak mengatakan perasaanku? Apakah wanita harus selalu menunggu? Aku rasa tidak! Hanya saja aku bodoh!' keluhnya lagi.


Hos.....Hos.....Hosss......


"Kau kelelahan Anna?" Anthony tertawa melihat wanitanya baru saja menarik napas tak karuan.


"Anthony, ini pertama kalnya aku melakukan ini." sungutnya. "Kau mau menyindirku ya?"


"Diamlah! Kemarilah!" Anthony menarik lembut wanitanya dan menggendongnya lalu membawa Anna diatas kedua tangannya, dia menidurkan wanita itu disofa.


"Kau mau melakukannya disini, Anthony?" Anna bertanya dengan wajah merona.


"Dimanapun juga tidak masalah kan, Anna?" Anthony bicara dengan tangannya yang sudah bergerak masuk kedalam pakaian Anna. Mencari sesuatu dibagian atas yang membuat Anna meringis.


"Anthony!" Anna memanggil dan tangannya langsung mencengkeram erat sofa.


"Sssstttt! Aku akan memberikan yang terbaik untukmu hari ini, Anna."


Tak kuat, Anna langsung memejamkan matanya dengan kedua tangannya kembali mengencangkan cengkeraman sofa. Ini pertama kalinya seseorang menyeruput ketika menyentuh bagian puncaknya sehingga tubuhnya merinding, bergetar dan memanas.


"Anna, berapa usiamu sekarang?" tanya Anthony tanpa menghentikan aktivitasnya.


"Kita lahir di tahun yang sama Anthony! Jangan bilang kalau kau mau bilang kalau aku sudah tua." protes Anna. Tubuhnya menegang dengan apa yang baru saja dilakukan Anthony ditubuhnya, dia bahkan tidak berani menatap mata pria itu.


"Lihatlah! Ini masih kecil sekali, seperti kau masih berusia tujuh belas tahun, Anna." Anthony tersenyum nakal menatap Anna.


Kata-kata itu langsung membuat wajah Anna memerah dan melirik Anthony, "Lepaskan aku!"


"Ayolah Anna, jangan marah begitu! Aku hanya mengatakan itu untuk mencairkan suasana. Hmmm.....belum pernah ada laki-laki yang menyentuhnya selama ini bukan?"


"Aku bukan orang yang suka gonta ganti pasangan sepertimu Anthony!" jawab Anna yang ketus karena dia kesal. Dan itu berhasil membuat Anthony terkekeh.


"Dan kau bahkan belum pernah memiliki pasangan bukan?" ujar Anthony seraya mempermainkan bagian puncak milik Anna yang membuat wanita itu kembali meringis dan mendesah.


"Anthony! Jangan bicara macam-macam lagi! Aku tidak suka!"


"Maafkan aku Anna! Tapi aku belum pernah menemukan wanita yang bisa aku dapati untuk pertama kalinya sepertimu! Kau sangat spesial."


Anthony bicara sambil mendekatkan bibirnya mengeluarkan indera pengecapnya perlahan hingga tampak dimata Anna terlihat seksi. 'Eeehh.....Anthony!'


Anna kembali memejamkan matanya dengan posisi setengah tiduran dan dia kini merebahkan tubuhnya ingin menatap Anthony yang baru saja bermain-main dibagian atasnya dengan satu tangan dan tangan satunya lagi bermain dibagian bawah.


'Apa yang mau dilakukannya dibawah sana? Aku merasakan gerakan tangannya. Aduh.....rasanya menjalar keseluruh tubuhku. Merayap membuat tubuhku merasa merinding! Apa yang kau inginkan Anthony? Kenapa begini rasanya? Apakah memang seperti ini jika kau melakukannya dengan wanita lain? Oh, pikiranku! Kau tidak akan memperlakukan ku sebagai kelinci percobaan kan, Anthony?'


Anna ingin sekali mempertanyakan itu pada Anthony tapi dia sudah tidak tahan lagi. Sehingga suara-suara keluar dari bibirnya yang terdengar sangat menggoda di telinga Anthony!


"Sepertinya kau tidak terlalu kuat, Anna!" ucapan Anthony sambil menurunkan kain penutup bagian bawah Anna.


"Benarkah Anthony membuka semua pakaianku? Eh.....apa dia membandingkan tubuhku dengan wanita lain?" tak habis-habisnya Anna berpikir hingga dia menghempaskan napas kasar.


"Ahhhhh.....sshhhhhh!" suara ******* itupun lolos dari bibir Anna dengan sentuhan lembut tangan Anthony. Anna merasakan kenikmatan luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Melihat ekspresi wajah wanita itu membuat Anthony tersenyum senang.


"Kau suka aku mengelusmu seperti ini?"


"Apa yang kau lakukan Anthony?" Anna sudah semakin tidak tahan hingga dia melebarkan kakinya.


"Kau ingin aku masuk?" tanya Anthony lagi.


"Jangan menggunakan itu, Anthony!"


"Tidak, sayang! Ini hanya bagian dari permainan awal saja." jawab Anthony. *******-******* memenuhi ruangan itu. Tidak berapa lama semuanya seperti yang diharapkan Anthony, dia mendapatkan yang spesial. Sesuatu yang pertama kalinya baik Anthony maupun Anna rasakan dan dapatkan.


"Kau sudah mendapatkannya Anna?" Anthony mengangkat bibirnya dengan senyum kepuasan.


"Anthony! Tadi itu....."


"Ya, itu pelepasan pertamamu! Kau sudah mengetahui tentang hal itu kan? Pasti aku sudah pahamlah."


"Tapi ini baru pertama kalinya aku merasakannya." ucap Anna dengan polosnya.


"Ini prakteknya, Anna! Selama ini kau hanya tahu teori saja! Milikmu masih bagus dan aku senang karena aku adalah pria pertama yang mendapatkannya."


Mendengar perkataan Anthony membuat Anna malu dan gugup, dia mengerti banyak apa yang harus dilakukan untuk memulai! Tapi dia belum siap awalnya karena ini adalah pertamakalinya untuknya. Awalnya dia ingin menghentikan Anthony saat rasa sakit itu terasa menyiksa, namun tak lama setelahnya kenikmatan tiada tara dirasakannya.


"Kau menikmatinya Anna?" tanya Anthony yang ingin melakukannya lagi.


"Tapi Anthony! Bisakah istirahat sebentar? Kenapa kau kuat sekali?"


"Hahaha, Anna.......kita akan melakukannya terus Anna! Sampai kapanpun setiap harinya! Kau dan aku akan terus mengulangi ini! Sampai kau bosan padaku. Dan aku bosan padamu tapi kita tidak punya teman lain hanya kita berdua saja. Kita akan melakukannya sampai kita menua!"


"Anthony, apa yang kau katakan?" Anna tak mendengar jelas perkataan pria itu karena dia terlalu menikmati.


"Tidak ada siaran ulangan! Ayo, berbalik! Kita lanjutkan permainannya."


Suara ******* bersahut-sahutan memenuhi ruangan itu. Bibir mereka saling bertautan dan saling berkejaran untuk mendapatkan kepuasan masing-masing. Mereka ingin mendapatkannya terus menerus, suasana ruangan itu semakin panas!


Anna memeluk tubuh Anthony erat-erat saat dia mendapatkan kembali pelepasannya untuk kesekian kalinya.


"Kau cantik sekali Anna! Jauh berbeda dengan dulu! Dulu kau tidak suka berdandan dan hanya mengenakan pakaian sederhana saja. Aku tidak menyangka kau memiliki tubuh sempurna dan seindah ini."


"Kau pikir aku kalah dengan wanita-wanitamu itu?" cibir Anna.


"Mana kutahu, dulu kau tidak pernah berdandan jadi aku tidak bisa membandingkan dengan wanita-wanita ku dulu." protes Anthony.


"Beraninya kau memuji mereka saat kita sedang bercinta?" Anna melirik Anthony lagi.


"Shhhhh! Kau milikku sekarang Anna! Kau tempatku menyalurkan semua rasaku selamanya hanya ada kau! Kau jadi istriku hingga akhir hidupmu!"


"Aku sudah menjadikanmu milikku! dan aku tidak akan pernah melepaskanmu Anna!" lagi dan lagi Anthony mengulangi dengan berbagai gerakan yang menimbulkan suara teriakan nikmat dari Anna.


"Jadi.....apa ini artinya kita akan memulai hidup baru dan aku akan menjadi Nyonya Sebastian?" tanya Anna.