
‘Cih! Anthony bicara begitu kepadamu karena kau tidak mengerti apapun tapi mereka memang sudah mengincarku sejak lama. Aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu Bella dan membawamu pergi tanpa memberikan apa yang mereka mau! Bella, kau adalah ibu dari bayi yang ada didalam kandunganmu! Ibu dari bayiku, tentu saja aku akan menyelamatkanmu,” gumam Dante dihatinya.
Bibirnya sedikit tertarik keatas ketika melihat wajah Bella, pikiran Dante hanya menariknya untuktetap berpikir tentang anaknya padahal sejujurnya dia sangat memikirkan Bella, sangat sulit baginya mengutarakan perasaannya pada wanita itu.
“Dante!”
“Makan Bella! Ingat anakku!” ucap Dante kembali mengingatkan Bella.
“Aku akan makan tapi bisakah kau mengatakan sesuatu padaku?” Bella senyum-senyum tak jelas.
“Ehm...kau mau aku mengatakan apa?”
“Dante! Katakanlah kau mencintaiku! Kau mencintai bayiku! Kau tidak akan memisahkan aku dengan anakku lagi.” pintanya dengan suara lembut dan manja sambil tersenyum manis.
“Kau mau aku mengatakan itu semua?”
“Iya aku mau Dante!”
“Jaga anakku yang ada didalam perutmu! Aku akan mengatakannya saat kita bertemu nanti.”
“Hahahaha Dante kau payah sekali! Dia memintamu mengatakannya sekarang, kenapa sulit sekali kau mengatakan itu? Atau kau ingin aku keluar dulu dari kamar ini supaya kau bisa mengatakannya?” celetuk Anthony yang didengar oleh dante.
“Diam kau! Sebaiknya kau siapkan saja makanan untuk istriku! Dia minta makan steak, tanyalah pada Norman apa saja yang harus kau siapkan untuk membuat steaknya! Apa kau paham?”
“Heeiiiss...aku tidak bisa memasak Dante! Tapi aku akan menyuruh pelayanku membuat itu.” ujar Anthony.
“Aku menyuruhmu menanyakan pada Norman! Dan untukmu Belinda, jangan minta yang aneh-aneh! Kau tahu kau akan mendapatkan hukuman jika kau minta yang aneh terus.”
“Aku paham Dante. Tapi berjanjilah cepat datang menjemputku. Aku sudah merindukanmu! Aku juga merindukan Alex! Aku ingin mendengar kata-kata itu!” Bella memohon.
“Tunggulah. Aku pasti akan datang. Kau mau makan steak kan?” Dante mengucapkan janjinya untuk membujuk Bella.
“Iya aku mau tapi sekarang aku akan makan apapun yang penting aku dan bayiku sehat! Sambil aku menunggumu menjemputku!” akhirnya Bella pun mau melakukan perintah Dante.
“Hmm….baguslah bella. Aku tutup dulu teleponnya ya. Alex masih tidur, saat dia bangun nanti aku akan meneleponmu lagi.”
“Tapi aku tidak mau teleponnya ditutup, aku masih ingin melihat wajahmu Dante! Aku sangat merindukan suaramu.” pinta Bella lagi.
“Nanti setelah kita bertemu kau bisa melihat wajahku dengan puas selama yang kau mau.”
“Hah? Benarkah? Aku bisa melihatmu sepuasku?” tanya Bella antusias. “Tapi kau akan menjemputku kan?” tanya Bella lagi sambil mengerucutkan bibirnya. "Apa aku juga nanti bisa menyentuhmu?"
“Aku akan secepatnya menjemputmu Bella berikan teleponnya pada Anthony sekarang. Aku ingin bicara dengannya untuk menjemputmu Bella.” ucap Dante mengalihkan pembicaraan.
“Kau serius kan datang menjemputku?”
“Tentu saja tapi aku butuh koordinasi dengan Anthony.”
Bella tak ada pilihan selain memberikan handphone pada Anthony, dia masih belum puas bicara dan memandang wajah Dante yang sudah sangat dirindukannya.
“Kau mau bicara apa denganku?” nada suara Anthony terdengar memprovokasi.
“Rubah mode telepon biasa, aku tidak mau lihat muka jelekmu itu! Aku muak!”
“Hahahahaha…..jangan-jangan kau merindukan wajahku ini?” tawa Anthony pecah.
‘Kenapa senyumnya selalu mengingatkanku pada ibuku? Heisss….bisa gila aku kalau terus-terusan begini! Melihat wajahnya seperti aku melihat wajah ibuku, tingkahnya pun sajam, cara bicaranya juga.’
Anthony bicara sambil berjalan menuju ke kamar mandi, karena dia tidak mau pembicarannya didengar oleh Bella tapi Dante saat ini justru merasa tidak nyaman sekali didalam hatinya.
‘Ayah….ibu…..kenapa anak ini mengatakan kata-kata yang mirip sekali seperti kata-kata ibu?’ gumamnya didalam hati. Dia mengingat beberapa percakapannya dengan orang tuanya dulu.
“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?”
“Apa yang kau inginkan untuk melepaskan Bella?” tanya Dante.
“Aku ingin kau membantu misiku!” jawab Anthony to the point.
“Apa kau bilang?”
“Aku akan melepaskan Bella. Aku akan mengembalikannya padamu.”
“Apa persyaratannya?” tanya Dante.
“Setelah kau mendapatkan Bella, aku mau kau membantuku meminjamkan pasukanmu untuk menangkap gembong obat-obatan terlarang terbesar didunia, Jeff Amadeo!”
“Jadi kau menginginkan Jeff?”
“Hmmm…..aku menginginkannya. Sebenarnya target utamaku adalah kau tapi entah kenapa aku belum menemukan alasan yang tepat untuk menangkapmu! Tidak sebesar keinginanku untuk menangkap Jeff. Dia itu terlalu licin seperti belut! Tidak ada orang yang mengetahui informasi tentangnya bisnisnya. Aku membutuhkan waktu dua tahum menyelidikinya tapi sayangnya pencarianku terputus tiga bulan yang lalu ketika aku harus bertugas mencari informasi tentangmu.”
“Apa kau bicara seperti ini karena ingin menjebakku?” tanya Dante kembali. "Kau tahu resiko ya kalau main-main denganku?"
“Tidak! Aku tidak berniat menjebakmu. Aku tahu bagaimana dirimu dan aku sudah bekerja untukmu sebelumnya. Aku bahkan beberapa bulan tinggal dirumahmu. Aku juga tidak tahu kenapa aku percaya padamu Dante!”
Sejenak Dante terdiam dan berpikir, ‘Apakah benar yang dikatakan Anthony? Apa aku harus bekerjasama dengannya? Apa yang diinginkan anak ini sebenarnya?’ berbagai macam pertanyaan terlintas dibenak Dante.
“Apa yang kau inginkan?”
“Aku mendapatkan banyak sekali catatan buruk tentang Jeff Amadeo! Aku ingin tahu lebih jelas lagi tentangnya, informasi yang kudapat masih minim. Dia sangat bersih apalagi kedudukannya di pemerintahan sebagai gubernur di Tijuana meksiko. Dia seperti punya sejuta rahasia yang disembunyikan dan ini membuatku semakin penasaran.”
“Dia ada di Amerika sedangkan aku tidak punya kekuasaan disana.”
“Aku tahu itu! Kekuasaanmu adalah di Eropa tapi kau punya kekuatan. Aku sudah mempelajari taktikmu dan beberapa kali juga gabungan pasukan federa; dan CIA yang berusaha menangkapmu tidak pernah berhasil!”
“Lalu apa maumu?”
“Aku menawarkan sesutau yang bagus untukmu. Kerjasama untuk mendapatkan semua yang buruk tentang Jeff! Dan sebagai jaminannya setelah dia tertangkap maka aku tidak akan mengejarmu lagi.”
“Penawaran yang bagus sekali! Akan kupikirkan hal ini tapi apakah kau tidak mendapatkan backup dari federal? Kenapa tidak mengajukan tim-mu?” tanya Dante heran.
“Aku tidak punya backing-an saat ini. Misiku ini bukan atas keinginan mereka tapi atas keinginanku sendiri. Sudah kukatakan padamu kalau aku ingin mencari bukti! Karena itu aku menginginkan semua info tentang Jeff Amadeo yang bisa membuat petinggi federal merubah fokus utamanya karena setahuku saat ini Jeff juga sedang membuat senjata pemusnah massal.”
“Dari informasi yang aku dapatkan dia juga memiliki virus mematikan yang sedang diuji coba di laboratorium miliknya dan virus itu apabila disebar ke seluruh dunia bisa menimbulkan banyak korban jiwa! Dia memiliki antivirusnya dan Jeff ingin bermain-main! Kau mengerti maksudku kan Dante? Menciptakan penyabut nyawa dan juga menciptakan penawar racunnya, dengan itu dia bisa menguasai dunia dan mengontrolnya!”