
(Setelah Anthony meninggalkan Dante bersama dengan Robert Kane)
‘Apa kau tidak berani membunuhku didepan Anthony? Hahaha ternyata kau pengecut Dante!”
Dante melirik pria yang ada dihadapannya yang masih dalam kondisi terikat. Dia menatap pria itu dengan tatapan tajam.
“Kau pikir aku takut sehingga tidak berani membunuhmu didepan Anthony? Aku bisa melakukannya dengan cepat! Tapi aku harus menyelesaikanmu dulu.”
Dante menatap Robert Kane dan dia menuju kemobilnya untuk membuka ikatan tangan Robert Kane juga kakinya. Dia sengaja membiarkan pria itu dalam kondisi terlepas bebas.
“Kau yakin sekali melepaskanku seperti ini Dante?” pria itu tersenyum sinis.
“Karena aku bukan pengecut yang ingin menyerang seseorang dengan tangan terikat!” ujar Dante sambil bersandar disalah satu kabinet yang ada dalam bagasi pesawatnya.
“Hahahahaha!” Robert Kane tertawa terbahak-bahak dan dia menatap Dante. “Jadi sekarang kau mau balas dendam atas semua yang aku lakukan pada ayahmu, iyakan?”
Dante mengangguk lalu menggelengkan kepalanya. “Tergantung bagaimana kau bersikap padaku! Aku akan lakukan sebagai refleksi dari semua yang kau lakukan kepadaku!” kata Dante lagi.
“Dante Sebastian!” Robert Kane memanggil nama pria itu sambil menatapnya serius. “Dia puluh tujuh tahun yang lalu, saat aku ingin sekali menghabisimu karena aku tidak mau ada sisa dari keluarga Mateo Sebastian! Tapi sayangnya kau sudah ada ditangan Omero! Aku tidak mau membuat masalah dengannya dan ini kesalahanku karena membiarkanmu hidup waktu itu!”
“Ya benar yang kau katakan itu! Itu memang kesalahan terbesarmu! Dan itu juga sudah rencana Tuhan! Karena Dia ingin aku membalas semuanya padamu!”
“Hahahahaha!” Robert Kane tertawa lagi dan dia keluar dari mobil lalu berdiri bersandar pada mobil seraya menatap Dante.
“Apa sebenarnya yang kau inginkan Dante? Duel?” Robert berusaha menantang Dante tidak ada yang pernah menang saat duel bersama dengannya. Robert Kane merasa yakin bahwa dirinya pasti akan berhasil mengalahkan Dante.
“Apapun!” Dante mengangkat bajunya. “Apa yang kau inginkan? Aku akan meladeninya.”
Suara itu dingin dan penuh penekanan dan jelas sekali kemarhan dalam kata-kata Dante yang berusaha keras ditahannya. ‘Aku memang mengatakan padamu kalau aku tidak mau membunuhnya. Aku akan menunggu tapi aku tidak akan diam saja kalau dia menyerangku! Kalau dia melakukan sesuatu padaku sekarang maka aku akan membalasanya.’ gumam hatinya.
‘Kalau dia ingin membunuhku maka aku akan melakukan perlawanan dan itu buka berarti aku membunuhnya denga sukarela. Tapi aku melindungi diriku supaya tidak mati ditangannya.’ kata-kata itu terucap didalam hati Dante dan tanpa disadari oleh Robert Kane kalau Dante sudah memencet tombol yang mengaktifkan perekam suara didalam ruangan itu.
Sejak awal Dante memang tidak setuju untuk menunggu seperti yang dikatakan Anthony. ‘Menunggu, menunda itu bukan hal yang baik! Itu malah akan memberinya kesempatan untuk kabur! Aku tidak akan melakukan kesalahan pada orang yang telah membunuh kedua orang tuaku! Ini adalah hari yang kutunggu-tunggu selama dua puluh tujuh tahun hidupku. Mom, dad aku akan mendapatkan keadilan untuk kalian!’
“Dante! Tampaknya kau kesal sekali padaku, benar begitu kan?”
“Kau benar! Tidak ada Anthony disini dan kau mau aku berkata jujur?” Robert mengangguk.
Sedangkan Dante hanya diam sambil bersidekap memandang pria itu tanpa melepaskan pandangan matanya.
“Baiklah, kalau kau diam begini maka artinya kau ingin tahu semua kebenarannya! Aku memang sengaja menculik Anthony saat kecil. Sebenarnya aku juga ingin membunuhnya tapi melihat dia masih bayi dan belum mengerti dendam orang tuanya jadi aku berpikir hal lain untuk meanfaatkannya.” ucap Robert Kane mulai menceritakan semuanya.
Dan kau berhasil memanfaatkannya?” Dante kembali bertanya masih dengan suara dingin.
“Ya!” jawab pria itu kembali mengangguk. “Tentu saja! Aku hanya ingin tahu seberapa pintar dia dan aku memang ingin memanfaatkannya karena kupikir semua orang sudah menganggapnya mati. Jadi lebih baik dia kumanfaatkan saja! Siapa tahu dia mewarisi sedikit kepintaran dari ayahnya! Hahahaha!”
“Dan ku berhaasil! Untuk mencapai ambisimu salah satunya kau membuat adikku bertunangan dengan wanita yang tidak dicintainya dan membuat adikku kesulian dengan semua pekerjaan yang kau berikan padanya! Jangan kau pikir aku tidak mengecek apa saja pekerjaan yang kau berikan kepada adikku Mark! Ku juga memberinya nama Anthony!”
“Karena nama itu adalah nama pria yang kau cintai, benar bukan? Pria tercintamu yang telah dibunuh oleh ayahku sebagai korban dari kegagalan rencana kalian? Cih! Robert Kane! Tak kusangka kau ternyata pria yang menjijikkan!” kata-kata dingin itu diucapkan Dante dan membuat Robert Kane pun menganggukkan kepala menyetujui semua perkataan Dante.
“Kau benar! Tapi sayangnya itu semua belum sempurna. Ayahmu membunuh orang yang sangat kucintai Anthony! Dan sebenarnya adikmu itu memiliki tubuh yang sangat atletis dan aku berpikir untuk menjadikannya pasanganku suatu saat nanti. Tapi sayangnya anak presiden itu sudah menyukainya lebih dulu dan aku mengambil kesempatan itu untuk menaikkan karirku!”
“Sempurna? Apa maksudmu? Kau menginginkan semua harta peninggalan ayahku agar jatuh ketangan adikku lalu kau membunuhnya? Kau ingin adikku menyerangku?” Dante meninggikan suarnya.
Semua tebakannya benar karena Robert Kane sebenarnya bukanlah seorang pria sejati. Dulu dia sangat mencintai ayah Dante sebelum pria itu menikahi ibu Dante.
Setelah pernikahan kedua orang tua Dante, Robert Kane yang sakit hati pun berusaha untuk mencari pria lain sehingga dia mendapatkan rekan kerjanya bernama Anthony.
Dia masih sangat marah dengan pernikahan ayah Dante waktu itu tapi dia memanfaatkan kepintaran Mateo Sebastian. Inilah yang didapatkan Dante setelah ia menyelidiki tentang Robert Kane.
“Hahahaha……kau tahu! Kadang kita membesarkan bayi singa itupun akan berbahaya bagi diri kita sendiri. Hmmm….sama seperti ayahmu yang sudah kuberi hati tapi dia malah lebih menyukai wanita dan dia malah melakukan sesuatu yang tidak aku sukai!” kata Robert Kane.
“Dan kau sudah mulai menyadari hadirnya bahaya itu dari Anthony, bukan?” ucap Dante.
Robert Kane menganggukkan kepalanya. “Ya, Antony mulai berbahaya! Kalau dia sudah mulai ingin menerkamku maka aku harus mematahkan taringnya. Kalau memang dia masih juga tidak bisa diam setelah aku mematahkan taringnya maka aku akan memotong kukunya. Kalau dia tidak diam juga maka aku akan mematahkan kakinya. Dan terakhir kalau itu juga masih belum membuatnya diam maka aku akan menggorok lehernya!”
“Jadi itu yang kau rencanakan pada adikku?” Dante sudah bertambah marah dan hampir meledak mendengar penuturan Robert Kane barusan.
“Bagaimanapun juga dia bukan keturunanku Dante! Aku membesarkannya karena aku menginginkan sesuatu darinya. Sejujurnya adikmu itu juga meiliki ketampanan yang sama seperti ayahmu! Dan aku sangat menyukai wajah tampan dan tubuhnya itu!”