PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 146. JANGAN BANYAK BICARA


“Lakukan saja! Jangan banyak bicara!” ucap Dante meninggikan intonasi suaranya.


Meskipun agak bingung tapi Bella melakukan perintah Dante. “Begini ya?” tanya Bella.


“Hem! Sekarang angkat tubuhmu seperti kau melakukan shitup!”


“Begini?” Bella mencontohkan lagi dengan mengangkat kepala sedikit sehingga otot perutnya tertahan.


“Iya. Lakukan begitu terus tahan sampai empat kali hitungan dan turunkan lagi kebawah. Aku mulai menghitung. Satu….dua….tiga….empat! Sekarang turunkan kebawah, satu….dua…..tiga...empat! Nah begitu!” ucap Dante.


“Tuan Dante! Ini namanya sit up kan?” tanya Bella.


“Kau benar! Ini namanya Jack knife sit up!” jawab Dante.


“Ha?” Bella menatap Dante dengan wajah polosnya.


“Kenapa kau melihatku?”


“Ini olahraga beneran?” tanya Bella lagi.


“Iya. Ini adalah olahraga tempat tidur, olahraga yang bisa dilakukan ditempat tidur tanpa harus pergi ketempat fitness! Paham?” ucap Dante tanpa berpikir tentang hal lain.


“Jadi maksudmu kita melakukan olahraga tempat tidur yang seperti ini?” Bella membelalakkan matanya merasa tertipu oleh Dante. 'Sialan! Aku tadi bersemangat karena kupikir dia serius mengajakku olahraga tempat tidur yang enak-enak.'


“Iya seperti ini, tapi bukan hanya ini saja. Masih ada gerakan lainnya.” ucapan Dante membuat Bella kembali tersenyum. "Pokoknya kau ikuti saja perintahku."


“Oh jadi bukan hanya ini saja? Kirain!” akhirnya dia menghela napas lega dan tersenyum.


Dante mendekatkan wajahnya ke wajah Bella lalu mengecup bibirnya lembut. "Kita akan melakukan beberapa variasi olahraga. Dan semuanya dilakukan ditempat tidur dan yang pertama adalah yang sedang kau lakukan ini.” ucap Dante setelah melepaskan tautan bibirnya.


Bella mengerjapkan matanya lalu tersenyum manis membayangkan gaya apa yang dilakukan Dante. Kecupan yang diterimanya terasa manis membuat Bella mulai berimajinasi. Tanpa dia sadari tangan Dante sudah mulai merayap menyentuh titik-titik sensitif ditubuhnya.


“Ahhh…...tanganmu….ssshhh…..enak.” Bella tersenyum saat jari Dante memasuki intinya. ‘Apa setelah ini dia akan melakukannya? Seperti waktu itu dia selalu melakukan pemanasan dulu, seperti film-film jepang itu. Sebelum melakukannya olahraga dulu dan selanjutnya melakukannya sambil olahraga? Apa begitu ya? Aku pernah melayani klien Jepang dan dia pernah menyuruhku makan dan dia melakukannya sambil aku makan. Apa itu yang diinginkan Tuan Dante?’ ujar Bella dihatinya.


Saat ini dia tersenyum mengikuti semua perintah Dante. Sementara tangan pria itu menjelajah kemana-mana membuat ******* Bella pun keluar dari bibirnya. Sudut bibir Dante terangkat membentuk senyuman, lalu dia membalikkan tubuh Bella dan mengubah posisinya.


“Kau menyuruhku seperti ini?” tanya Bella yang kini posisinya seperti mau main kuda-kudaan.


“Benar! Sekarang angkat satu kakimu! Angkat kaki kirimu dan luruskan.”


Bella pun langsung melakukan apa yang diperintahkan Dante. “Hem...ini seperti donkey kick! Yang harus kau lakukan sekarang mengganti kaki kiri dan kanan bergantian menendang setiap hitungan keempat. Mengerti?”


“Ssshhhh…..eemmm…..me—mengerti Tuan Dante.” jawab Bella dengan suara bergetar. Tubuhnya bergetar akibat ulah tangan Dante yang terus bergerak lembut menyentuhnya. Bella pun melakukan sesuai perintah Dante, bergantian kaki kiri dan kanan masih dengan wajah tersenyum dengan tangan Dante yang juga bergerilya.


'Huh jadi dia mau merangsang dirinya dengan melihatku berolahraga? Setelah ini baru dia melakukannya.’ Dia menikmati belaian lembut dan sentuhan dititik sensitif yang memberikan sensasi enak bagi Bella.


“Sekarang coba bicycle crunch!” perintah Dante setelah melakukan donkey kick sebanyak empat set. Pria itu terus saja memerintahkan Bella melakukan berbagai gaya setelah satu selesai dan diganti dengan gaya lainnya. Tak berhenti di bicycle crunch, dia juga menyuruh Bella melakukan knee leg left kick combo, sit up bahkan squat pun diperintahkan oleh Dante. Apapun yang diminta pria itu dengan senang hati Bella melakukannya dengan senyum sumringah.


“Kau sudah lelah?” tanya Dante.


Dengan napas tersengal-sengal Bella menganggukkan kepala dengan tubuh dalam posisi telentang.


“Enakkan badanmu terasa ringan?”


“Lihatlah badanku berkeringat!” jawab Bella dengan tubuh basah.


“Iya! Ringan dan enak. Kaloriku terbakar. Aku juga lega tapi rasanya capek. Mungkin aku bisa tidur pulas nanti.”


“Minumlah ini.” Dante membuka laci nakas dan mengambil air mineral lalu memberikan pada Bella.


“Ada kulkas juga disana?”


“Ya!” Dante menganggukkan kepalanya. “Lebih memudahkan supaya tidak sulit mengambil air minum ke dapur.” ujar Dante.


“Terimakasih!” Bella meneguk habis sebotol air mineral itu.


“Kalau sudah enakan, ayo kita tidur sekarang.” ucap Dante.


“Tunggu dulu!” Bella mencegah Dante berbaring dengan memegang lengannya.


“Ada apalagi?”


“Tuan Dante! Tadi katamu kita akan melakukan olahraga tempat tidur kan. Kenapa sekarang kau menyuruhku tidur? Badanku lengket habis olahraga, aku mau mandi biar segar!” protes Bella karena merasa tidak nyaman dengan tubuh yang terasa lengket dan berkeringat.


Dante mengeryitkan dahinya menatap Bella tanpa bicara.


“Apa kau lupa tadi mengajakku untuk olahraga tempat tidur?” ucap Bella polos.


“Bisakah kau berpikir apa tadi yang sudah kau lakukan?” balas Dante. Mendengar ucapan pria itu membuat Bella berpikir.


“Tadi aku olahraga!” jawabnya menatap Dante.


“Dimana?” senyum tipis muncul disudut bibir Dante.


“Di tempat tidur!”


“Sekarang coba kau gabungkan jawabanmu!”


“Olahraga ditempat tidur? Tapi maksudku bukan olahraga tempat tidur yang itu Tuan Dante!”


“Memangnya ada olahraga tempat tidur yang macam mana lagi? Kau ingin melakukan backup dan sit up juga?”


“Tidak mau! Aku sudah lelah, maksudku tidak ada permainan ditempat tidur gitu?”


“Kau mau main apa? Permainan tempat tidur?” Dante pura-pura tidak mengerti.


“Iya!” Bella tersenyum menganggukkan kepala. Dante mendengus dan tertawa kecil.


“Kau yakin mau main ditempat tidur?” Dante bertanya pada Bella yang dijawab dengan anggukan.


“Kau bau keringat! Ayo aku bantu memandikanmu!” Dante menarik tangan Bella turun dari tempat tidur dan membawanya ke kamar mandi. Tak menunggu lama mereka berdua polosan dibawah shower, air hangat mengucur membasahi tubuh keduanya.


Dengan sabar dante menyabuni tubuh Bella dan membelainya lembut membuat wanita itu mendesah. Tangan Dante bermain dengan busa membersihkan setiap inci tubuh Bella.


Bella tersenyum, membiarkan Dante melakukan apapun yang dia mau.’Aisss…..andai aku bisa merekam perbuatan suaminya dan mengirimnya pada wanita jahat itu pasti seru ya.’ benaknya membayangkan berbagai perbuatan jahat yang ingin dia lakukan untuk membalas Tatiana. Dante yang sejak tadi sudah menahan diri kini sudah mulai kehilangan kendali dirinya. Dengan cepat dia menghunjam Bella dibawah guyuran air hangat.


“Ahhh…...” Mata wanita itu terbeliak kaget, dia tidak menyangka Dante akan seliar itu melakukannya dikamar mandi. Tapi dia tak peduli karena memang ini yang dia inginkan. ******* dan teriakan liar terdengar memenuhi kamar mandi itu seakan tak puas melakukannya dua kali di bawah shower, Dante menggendong Bella ke bathtube dan kembali melakukan percintaan panas disana dengan berbagai gaya yang bahkan tidak pernah dia lakukan bersama Tatiana.