PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 410. MENGUNTIT TATIANA


Sebal! Anthony merasa kesal pada Nick tapi dia menjaga perasaannya agar tetap tenang karena dia masih membutuhkan informasi dari Nick. Dia berusaha menelan salivanya agar bisa mengendalikan emosinya. “Tolong jelaskan padaku apa kau mengenal Noel Emilio? Orang yang tadi pergi tiu? Dia Noel Emilio bukan?”


 


Nick mengangkat bahunya. ‘Sepertinya dia tidak mengenal pria itu, dia hanya ingin mencari tahu pria itu. Apa mungkin ini ada hubungannya dengan orang yang berada didalam penjara itu?’ bisik hati Nick.


“Memangnya kenapa kalau aku mengenalnya? Dan kalau aku tidak mengenalnya juga kenapa?” Nick yang iseng pada Anthony tersenyum penuh makna.


 


“Aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu!”


“Hahahaha!” Nick tertawa mendengar kemarahan Anthony dan raut wajah kesalnya. ‘Orang ini kalau dilihat-lihat saat marah begini mirip sekali dengan Dante! Cuma dia lebih lembut daripada Dante. Kalau Dante aku goda seperti ini bisa dicincang aku saat ini juga.’


 


“Lepaskan tanganku! Aku masih banyak urusan!”


“Memangnya kau pikir aku tidak punya banyak urusan? Kau pikir aku punya waktu bermain-main denganmu? Pekerjaanku juga banyak!” Nick merogoh isi tasnya lalu memberikan kepada Anthony.


“Aku datang kesini untuk mengirimkan ini kepadamu!” ucap Nick sambil menyerahkan ketangan Anthony.


 


Lalu dia tersenyum dan membalikkan badannya sambil melambaikan tangan. Tak ada niat untuk menjawab pertanyaan pria yang tadi diajaknya bicara.


“Tunggu! Berikan aku penjelasan tentang pria yang tadi kau sebutkan namanya itu!” Anthony tidak mau mengalah dan dia malah mengejar Nick.


 


“Aku tidak punya penjelasan apapun tentang itu.” celetuk Nick ketika langkahnya dihadang oleh Anthony dan pria itu berdiri dihadapannya dengan menatapnya tajam.


“Aku benar-benar membutuhkan informasi tentang pria itu!” ucap Anthony dengan wajah sangat serius, terlihat kecemasan diwajahnya.


 


Sedangkan Nick hanya tersenyum tipis. ‘Apa Noel punya catatan kriminal ya? Aku juga harus meneliti tentang latar belakangnya.’ bisik hati Nick. “Aku tidak punya banyak informasi tentang pria itu. Bahkan aku tidak mengenalnya.”


 


“Fuuh! Aku tahu kau berbohong padaku!” Anthony menyalak marah.


“Untuk apa aku berbohong padamu? Aku memang pernah bertemu dengannya sekali.”


“Dimana kau bertemu dengannya?” tanya Anthony memburu jawaban dari Nick.


Dreettttt dreeetttt dreeeetttt


“Wow!” Nick melihat siapa yang meneleponnya langsung menunjukkan kepada Anthony. “Aku sudah punya pekerjaan lain yang harus aku kerjakan! Aku tidak bisa menjawab banyak pertanyaanmu. Maafkan aku Anthony!”


 


Dengan tersenyum, Nick pergi meninggalkan Anthony yang tidak bisa melakukan apapun lagi selain membiarkan Nick pergi meninggalkan tempat itu. Salah satu petugas telah berjalan mendekati mereka dan sikap mereka tadi yang seperti bersitegang sangat tidak baik dilihat oleh penjaga sehingga Anthony terpaksa mengalah tak mengejar Nick.


 


‘Hahahaha! Rasakan kau Anthony! Kau mati penasaran ingin tahu tentang orang bernama Noel itu. Apa memangnya yang kau kejar darinya? Hahahaha anggap saja ini adalah bayaran setimpal karena kau sudah mempermalukan aku ketika kita sedang berperang dimalam aku pertama kali bertemu denganmu.’ Nick tertawa renyah.


 


Dia masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya pergi. Barulah dia menjawab telepon yang sudah tersambung di mobilnya. “Ada apa Dante?”


“Kau masih ada di penjara itu? Apa kau sudah bertemu dengan Anthony?”


“Sudah, aku sudah sampaikan padanya apa yang harus kusampaikan dan sekarang aku sudah meninggalkannya! Hahaha….!”


“Apa yang lucu Nick?”


“Aku tidak tahu apa yang terjadi Dante! Tapi sepertinya Anthony sangat ingin tahu sekali tentang Noel! Tapi tadi aku tidak mengatakan apapun padanya. Aku membuatnya penasaaran dan langsung meninggalkannya!”


 


“Apa? Kenapa kau tidak menghentikan Noel? Biarkan dia bicara dengan Anthony!”


“Kau tidak menyuruhku untuk melakukan itu. Karena itu aku tidak melakukannya, lagipula saat aku bertemu dengan Anthony, Noel sudah ada diatas motornya dan pergi meninggalkanku! Dia agak terburu-buru sepertinya dia khawatir takut kau marahi!”


 


“Aku marahi? Apa maksudmu Nick?”


 


“Bagus! Menurutmu bagaimana cara kerja Noel?”


“Sepertinya dia sangat penurut padamu Dante! Dia cukup baik, aku suka cara kerjanya!”


“Kau tahu alasannya kenapa Anthony mencariny?” tanya Dante.


“Dia tidak bilang apapun. Dia hanya mencari Noel dan ingin tahu jati diri pria itu. Katanya orang itu sangat penting untuknya!” jawab Nick.


 


Dante tersenyum kecil tapi dia tidak membahas lebih lanjut lagi tentang itu.


“Kalau begitu biarkanlah. Aku akan menghubungi Mark...ehm maksudku Anthony! Kau segeralah kembali secepatnya!”


“Ini aku mau kembali!”


Klik!


 


Nick ingin bergegas untuk kembali kerumah Dante tapi saat dia tiba dipertigaan. “Sepertinya itu mobil Tatiana?” gumam Nick ketika dia melihat mobil yang berjalan dari arah rumah Dante.


“Mau kemana dia pergi? Bukankah rumah Omero arahnya bukan kesana? Kenapa dia pergi kearah yang berlawanan?”


 


Tanpa menunggu lama, Nick langsung memutar arah mobilnya dan dia mengganti jalur yang ingin dilaluinya. Dia memutuskan untuk mengikuti Tatiana karena merasa penasaran kemana perginya wanita itu karena arah yang ditujunya bukan kearah rumah Omero.


 


“Aku penasaran dengan wanita itu sejak lama! Sayangnya Dante sangat mencintainya dan melindunginya. Ada banyak rahasia yang ditutupi oleh Tatiana dan aku khawatir dengan Omero! Wanita ini selalu menatap Omero dengan tatapan dinginnya seolah ingin membunuh Omero! Dia sepertinya sangat membenci Omero.” gumam Nick dengan pandangan lurus kedepan menatap mobil Tatiana yang melaju didepannya.


 


“Mengerikan sekali wanita ini. Mungkin kalau bukan karena kekayaan Omero, aku tidak yakin kalau dia akan tetap menjadi anak yang baik!” bisik hati Nick ketika melajukan mobilnya menjauh mengejar Tatiana.


‘Hotel? Mau apa dia ke hotel ini? Dan orang-orang itu! Penjagaannya ketat sekali! Pasti ada seseorang yang tinggal di hotel ini dan merupakan orang penting!’


 


‘Aduh aku penasaran sekali!’ bisik hatinya. Seharusnya dia pulang tapi dia malah mengikuti Tatiana. Seandainya Dante tahu tentang hal ini, mungkin dia akan murka tapi begitulah Nick.


Dia selalu penasaran pada sesuatu yang banyak merugikannya dan kali ini dia tersenyum kecil. ‘Aku ingin tahu lebih banyak tentang Tatiana! Rahasia apalagi yang dia sembunyikan?’


 


Nick melajukan mobilnya ke area parkir basement untuk menghindari penjagaan yang ada diparkiran utama. ‘Disana gelap! Setidaknya tidak banyak orang yang memperhatikanku. Aku bisa menggunakan sesuatu agar tidak dikenali.’ Nick tersenyum sambil memarkirkan mobilnya.


 


‘Aku tidak tahu ini berguna atau tidak! Untungnya aku membawanya! Setidaknya ini bisa menyamarkan diriku agar tidak dikenali!’ dia membuka tasnya dan mengambul sebuah topeng lalu mengenakannya diwajahnya.


 


‘Wah aku tampan juga kalau wajahku seperti ini! Hahahah!’ Nick tertawa sendiri sambil melangkah keluar dari mobilnya. Dia memperhatikan jumlah orang yang berjaga. Tampaknya ada sekitar lima orang penjaga. Benar juga dugaannya jika orang yang tinggal di hotel itu pasti cukup berkuasa. Ini membuatnya semakin penasaran!


 


Hatinya tergelititk untuk mencari tahu dan dia memencet tombol lift menuju kelantai atas. ‘Untungnya kakiku masih sakit dan jalanku pincang, setidaknya ini bisa menyamarkan kondisiku dan aku terlihat seperti orang yang tidak berbahaya!’ gumamnya lagi yang kini sudah berada di lobi hotel.


‘Apa yang harus kulakukan disini? Kalau aku memesan kamar pasti mereka akan tahu! Tunggu dulu! Sepertinya orang yang kucari sedang makan ditempat itu!’


 


‘Di depan restoran pun penjagaan penuh dan ketat! Aku akan masuk saja kesana pura-pura tidak tahu sajalah!’ bisik hatinya sambil berjalan menuju ke restoran dan tidak ada yang mencurigainya karena jalannya pincang. Nick mengambil tempat duduk dengan posisi sangat strategis lalu menghempaskan tubuhnya dikursi.


 


“Permisi Tuan. Anda tidak bisa duduk disini. Ruangan ini sudah dipesan seluruhnya.” seorang waitress langsung menghampiri Nick dengan wajah paniknya.


“Ah, jadi restoran sudah tidak punya tempat kosong untuk orang sepertiku?”


“Masih ada Tuan! Tapi dibagian luar sana. Tidak dibagian sini.”