PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 500. DIMANA ADIKKU


“Nyonya anda sudah bangun?”


“Henry! Dimana Dante? Aku baru saja bangun dan dia tidak ada ditempat tidurku.” Bella yang masih memakai baju tidur segera keluar dari kamarnya dan terlihat panik menatap Henry.


“Maafkan saya Nyonya! Tuan dante sedang mengerjakan pekerjaannya dan dia akan segera datang kesini menemui nyonya.”


“Apa yang kau katakan ini benar Henry?”


“Anda tidak perlu khawatir nyonya karena saya tidak ada niat untuk membohongi anda.”


“Lalu dimana adikku?” dia menatap serius dan merasa bingung tidak melihat Sarah.


“Ehmmm….”


“Kau tidak bisa menjawabnya Henry?”


Henry masih tidak mengatakan apapun karena dia tidak tahu harus mengatakan apa.


“Sarah mengikuti Tuan Dante bukan? Dante pergi dari tempat ini bukan karena pergi bekerja kan?” Bella mengamati Henry yang masih tidak mengatakan apapun.


“Kenapa lama sekali kau menjawabnya Henry? Kau tidak tahu harus bilang apa padaku?”


“Nyonya, tentang alasan dimana nona Sarah…..semua akan baik-baik saja dan anda tidak perlu menangis apalagi mengkhawatirkannya.”


“Aku khawatir pada Dante, dia memberiku sinyal yang buruk! Aku takut dia tidak akan kembali lagi padaku. Bagaimana aku akan menjelaskan pada anakku?”


“Nyonya, jangan berpikiran macam-macam. Tuan pasti akan kembali. Dia sangat merindukan anda. Jadi saya harap nyonya bisa tenang dan jangan khawatirkan Tuan.”


“Kau yakin? Bisa kau izinkan aku menghubunginya? Sebentar saja.” Bella memelas.


“Untuk itu saya tidak bisa menjanjikan apa-apa nyonya.”


“Kalau begitu kau bohong padaku. Aku harus pergi sekarang mencari suamiku.”


“Jangan nyonya! Kepergian anda dari bunker ini bukan hal yang diharapkan tuan.”


“Tapi Dante? Aku harus bicara dengannya Henry!”


‘Aduh kalau aku tidak bisa membiarkannya bicara maka dia akan panik. Tapi kalau aku membiarkannya bicara apakah Tuan Dante tidak akan marah padaku? Tapi ini akan menjadi masalah kalau nyonya malah pergi keatas. Ah, baiklah! Lebih baik aku menelepon Tuan Dante dan dia bisa menenangkan nyonya.’ bisik hati Henry.


Henry merasa pusing akrena Bella tidak mau diberitahu. Bella tidak sabaran karena dia sudah ingin sekali bicara pada Dante dan tidak bisa menahan dirinya. Kekhawatiran dan ketakutannya membuat Bella ingin memastikan sendiri.


“Kalau begitu, tunggulah nyonya. Saya akan segera menghubungi Tuan Dante untuk anda.”


“Benarkah Henry? Terima kasih! Aku tidak tenang kalau tidak bisa mendengar suaranya.”


‘Aduh semoga saja Tuan dante tidak marah.’


Dreeettt dreetttt dreeetttttt


“Nyonya, saya ada telepon sebentar! Setelah saya mengangkat telepon ini saya akan segera menghubungi Tuan Dante.”


“Kau menjawab telepon itu disini saja Henry! Aku tidak mau kau pergi. Nanti kau menipuku.”


Mendengar ucapan Bella akhirnya Henry pun menganggukkan kepala dan melakukan apa yang diminta oleh Bella.


“Iya Tuan Nick?”


“Apa yang harus kulakukan sekarang? Menghabiskan mereka semua?”


“Tidak. Rencananya sudah berubah.” jawab Henry.


“Diubah bagaimana? Ini sudah sepuluh menit lagi mereka akan menyerang.”


Henry pun langsung menjelaskan kepada Nick apa saja yang dikatakan Dante padanya tadi untuk menghindari kesalahpahaman.


“Jadi itu yang direncanakan Dante?”


“Iya, seperti itu perintahnya tadi.”


“Baiklah kalau begitu! Aku paham sekarang. Berarti Dante akan kembali kesini dan dia akan mengantarkanmu ke gerbang depan begitu kan?”


“Kalau soal itu aku kurang paham Tuan! Nanti kita bicarakan lagi teknisnya.”


“Baiklah. Kalau begitu aku tidak akan melakukan tindakan apapun. Aku hanya menunggu.”


Nick pun mematikan teleponnya.


“Jadi dante akan kembali?” tanya Bella pada Henry yang belum sempat mengambil napas. Dia tidak tahu apa yang dibicarakan pria itu karena mereka berbicara dalam bahasa Italia yang tidak dimengerti oleh Bella sama sekali.


“Iya nyonya! Karena itu sebaiknya anda menunggu Tuan saja. Sebentar lagi Tuan akan kembali dan bertemu anda, nyonya.”


“Tidak mau! Aku mau bicara dengannya.” Bella menggelengkan kepalanya. “Kau pikir aku percaya padamu henry? Aku mau kau menghubungi Dante! Aku mau bicara dengan suamiku.”


Henry tersenyum menghadapi Bella yang semakin emosi. “Baiklah nyonya. Kalau memang itu keinginan anda.” akhirnya Henry pun mengalah. Dia pun menghubungi Dante.


“Ada apa henry?”


“Apa mereka sudah mulai menyerang?”


“Bukan Tuan! Ini masalah lainnya.”


“Masalah apa itu Henry? Cepat katakan!”


“Istri anda Tuan, nyonya Bella mau bicara dengan anda.”


“Jadi dia sudah bangun?”


“Iya tuan! Apa bisa nyonya bicara dengan anda sebentar Tuan?”


“Kalau aku mengatakan tidak bisa pun, dia akan tetap mau bicara denganku bukan?”


“Ya benar Tuan! Nyonya sudah marah-marah.”


“Kalau begitu berikan teleponnya padanya.”


“Dante! Kenapa kau pergi tidak minta izin dulu padaku?”


“Kenapa kau mencariku?”


“Ya tentu saja aku mencarimu. Aku baru saja bangun dan kau tidak ada disisiku Dante. Kau tahu betapa takutnya aku? Negeri sekali tidak bisa bertemu denganmu lagi. Cepatlah pulang Dante.”


“Jangan berpikir yang aneh-aneh.”


“Tapi memang kenyataannya seperti itu Dante. Aku takut sekali tidak bisa lagi bertemu denganmu. Aku sangat khawatir sekali. Dimana kau sekarang? Apa kau bersama Sarah?”


“Sarah mana mau pergi denganku kalau dia sudah bersama Barack!”


‘Aku tidak mungkin mengatakan kalau Sarah diculik bukan? Walaupun penculinya adalah barack? Dia pasti tidak akan tenang.’ gumam Dante didalam hatinya. Sebenarnya dia juga merasa tidak keberatan dengan kepergian Sarah yang selalu membuat masalah padanya.


“Kurang ajar! Aku suruh dia mengikutimu dan dia malah pergi bersama temanmu? Awas ya kalau nanti dia sudah kembali!”


“Salahmu sendiri kenapa kau menyuruh adikmu mengikutiku? Apa kau tidak tahu kelakuan adikmu itu seperti apa kalau sudah bertemu dengan Barack?”


“Sarah! Dia benar-benar keterlaluan!” Bella sangat kesal mengingat bahwa adiknya pergi bersama dengan pria yang tidak direstuinya. Tapi apakah Dante juga kesal? Tentu saja tidak!


Pria itu malah tersenyum dan dia senang sekali dengan kenyataan itu. Perasaannya lega akhirnya adik iparnya itu pergi dari hadapannya. Dia tidak pusing lagi menghadapi ulah Sarah.


“Tunggu aku dirumah! Aku akan segera masuk ke bunker dan bicara denganmu. Sekarang kau tidurlah dulu. Jangan ganggu Henry karena masih banyak pekerjaan yang harus diurusnya.”


“Iya dante! Apa kau sudah akan kembali kerumah?”


“Aku sudah sampai di bandara. Sekarang aku segera menaiki pesawat dan kurang dari satu jam aku akan sampai disana.”


“Kau tidak menipuku kan dante? Aku akan menunggumu disini kalau kau tidak berbohong padaku. Tapi kalau kau membohongiku, maka kau akan tanggung akibatnya nanti!”


“Bella, aku tidak menyuruhmu untuk menunggu diluar. Aku tidak mau kau kurang istirahat! Aku akan membuatmu capek kalau aku kembali. Kau mengerti maksudku kan?”


‘Apa maksud Dante kami akan melakukan sesuatu seperti tadi? Oh ya Tuhan aku suka sekali seperti itu. Dan itu memang membutuhkan banyak tenaga! Aku tadi sampai kelelahan dan tidur pulas. Aku bahkan tidak tahu kalau dia pergi! Aku mau, aku tidak boleh kelelahan.’


Bella pun semakin bersemangat dengan pikirannya sehingga dia senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Dante. Dia sudah duluan memikirkan betapa liar dan bergairahnya mereka.


“Tentu saja aku tahu. Aku juga mau melakukan itu Dante. Berarti aku menunggumu didalam kamar saja iyakan?”


“Baguslah Bella! Aku suka kalau kau seperti ini. Cepatlah masuk kedalam kamar.”


“Iya Dante. Aku akan beristirahat sekarang. Aku akan menunggumu didalam kamar kita. Apakah kita akan memasak lagi nanti saat kau kembali?”


“Didalam bunker sekarang ada banyak orang. Ada seorang pria yang ingin aku kenalkan padamu dan didalam sana juga ada Alex. Kalau kau mau memasak seperti yang ada dalam imajinasimu, aku rasa tidak bisa! Tapi kita bisa melakukan sesuatu di kamar.”


“Wah! Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa. Aku akan menunggumu dikamar saja.”


“Ya itu lebih baik lagi untukmu.”


“Maafkan aku karena aku tidak sabar ingin segera bertemu dan bicara denganmu Dante!”


“Kembalilah ke kamar. Aku akan segera sampai.”


Klik.


Sementara itu ditempat Dante berada.


“Apa kau yakin kalau kita akan kembali dalam waktu dekat?”


“Mereka sedang fokus ingin menyerang mansionku. Kita akan sampai kedalam bandara dan kembali ke mansionku.” kata Dante.


“Kalau pihak federal sudah ada dirumahmu, aku yakin mereka juga sudah mengepung bandara.”


“Memangnya kau pikir aku tidak membuat perhitungan untuk itu?”


“Jadi maksudmu kau sudah melakukan persiapan untuk itu Dante?”


“Tentu saja Anthony! Aku sudah memikirkannya dan merencanakannya dengan matang. Aku menaruh pasukanku di airport! Aku juga sudah membayar airport itu untuk melindungi pesawatku. Pengamanan disini diberikan untuk pesawat dan tidak bisa diganggu oleh pihak federal. Mereka tidak punya hak disini. Ini bukan negara mereka! Mereka membutuhkan izin khusus dan harus bekerjasama dengan pihak berwajib setempat.”